Di dunia kultivasi yang mengandalkan kekuatan jiwa bawaan sebagai penguat teknik beladiri, Vincent sering diremehkan karena hanya memiliki soul tumbuhan, hal itu membuatnya dipandang sebelah mata dan sering dianiaya oleh sesama murid sekte tempatnya tinggal.
Dan potensi kekuatannya mulai terlihat setelah dilatih oleh ratu Lily, seorang ras elf yang tidak sengaja ia temui ketika dalam keadaan terluka parah. Beliau adalah seorang kultivator domain celestial yang terlempar ke domain fana setelah dikeroyok oleh empat kaisar penguasa dunia tersebut.
Ratu Lily yang nota benenya memiliki soul yang sama dengan Vincent dan sudah ahli dalam penguasaannya, tertarik untuk mengajari Vincent mengembangkan potensi soul tumbuhan tipe langka yaitu soul pohon adam yang merupakan rajanya tumbuhan.
Akankah dengan kekuatan Jiwa kayu yang dilatih dibawah bimbingan ratu Lily ia dapat berdiri di puncak dunia kultivasi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teknik Pedang Kaisar
Saat Vincent masih terlihat santai, tiba-tiba suara mendesing melesat ke arahnya dengan cepat. Ekspresinya langsung berubah ketika ia berhasil menghentikan seekor rusa bertanduk yang merupakan binatang spiritual tingkat satu dengan tangan kirinya.
"Oh... Ada satu ekor yang berhasil lolos, sepertinya meski dengan bantuan pil darah mereka masih kesulitan menghadang binatang spiritual," ucap Vincent menatap tajam penuh niat membunuh. Kemudian ia melirik ke tempat dimana para pemburu bayaran yang tengah berjuang keras mengalahkan binatang binatang spiritual.
"Untungnya kau masih berada ditingkat satu, kalau kau berada ditingkat lima. Mungkin semua yang ada disini tidak akan selamat," lanjutnya dengan menguatkan cengkraman pada hewan tersebut.
BAMM
Dengan sekali hentakan Vincent membanting rusa tersebut hingga tewas, bahkan tanahnya pun sampai retak dan membentuk lubang yang cukup dalam. Salah seorang tim logistik begitu terkejut dengan apa yang ia saksikan saat yang lainnya fokus memperhatikan pertarungan di empat sisi.
"Hei lihat! Anak itu berhasil menahan binatang spiritual dengan satu tangan dan membantingnya hingga tewas dalam satu gerakan."
Semua mata langsung tertuju pada Vincent, mereka pun sama terkejut dan tak percaya bahwa yang mengalahkan binatang spiritual dengan sekali banting adalah pemuda yang sebelumnya dianggap remeh oleh tim pemburu bayaran lainnya.
"Wow... Hebat sekali anak itu. Siapa sebenarnya dia?"
"Yang benar saja, ternyata dia sekuat itu."
"Apa mungkin karena energi rusa tersebut telah melemah akibat pertarungan sebelumnya."
"Nah... Kalau itu lebih masuk akal."
Seolah masih tidak percaya dan hanya mengira Vincent berhasil membunuh rusa bertanduk karena keberuntungan semata.Kemudian pandangan para npc itu kembali teralihkan saat ledakan besar mengguncang tanah disertai hempasan angin kencang kembali terjadi di sisi depan dimana prajurit yang dipimpin kesatria Sergei berada.
"Sial... Padahal tinggal lima ekor lagi, tapi kita masih kerepotan menghadapi mereka. Terutama dua binatang spiritual itu," ujar kesatria Sergei yang berada dibarisan paling depan diantara bawahannya. Ia menatap waspada serigala bertaring pedang serta anjing berkepala ganda yang keduanya merupakan binatang spiritual tingkat tiga,sedangkan tiga lainnya berada di tingkat satu dan dua awal.
"Semuanya gunakan formasi TOMBAK GUNTUR!" Perintah kesatria Sergei. Para prajurit kembali mengubah barisan formasi, aura mereka keluar lebih pekat dan membumbung tinggi ke atas langit kemudian membentuk tombak besar dengan petir hitam keluar dari ujung tombaknya. Lalu kesatria Sergei mengayunkan lengannya ke arah lima binatang spiritual yang juga bersiap menghadapi energi aura milik para prajurit karesidenan.
WHUSS
DUARR
Membutuhkan empat kali serangan guntur untuk membunuh empat serta melumpuhkan satu binatang spiritual, namun ketika hendak melakukan gerakan kelima semua prajurit memuntahkan darah dari mulut mereka dan membuat soul power manifest yang mereka ciptakan hancur.
"Maafkan kami komandan. Batasan kami hanya sampai empat gerakan saja," ucap seorang prajurit meminta pada kesatria Sergei.
"Kerja bagus. Kalian beristirahatlah sebentar untuk memulihkan tenaga, biarkan sisanya aku yang tangani."
Kesatria Sergei mengerti dengan kemampuan bawahannya yang telah mencapai batas, kemudian ia melesat seorang diri diantara debu yang masih berterbangan untuk menuntaskan serangan terakhir dengan mengaliri pedang dengan aura sehingga bilah pedang terlihat berubah warna.
"Meski stamina kau pun sudah terkuras dari pertarungan tadi, tapi aku tidak akan gegabah dalam melakukan pukulan terakhir."
"Teknik pedang kaisar tahap kedua:
EARTH DRAGON SURGE
SLASH
Kesatria Sergei mendarat mulus di atas tanah dan Serigala bertaring pedang akhirnya tumbang dengan kepala terputus dari badannya.
"Melakukan teknik ini dalam keadaan tidak prima ternyata sangat berat sekali," ungkapnya dengan nafas tersengal.
"Wow... Lumayan keren juga para prajurit kerajaan ini, meski rata-rata kultivasi bawahan kesatria Sergei masih berada ditahap Body Strength tapi dengan kerjasama ini mereka setidaknya mampu mengimbangi atau membuat kewalahan kultivator tingkat spirit tahap empat atau lima dalam beberapa gerakan," ucap Vincent yang mengamati setiap gerakan formasi yang para prajurit lakukan. Ia terus mengamati setiap pertarungan yang terjadi disetiap sudut, namun tangannya tetap lincah menguliti dan memisahkan bagian-bagian tubuh rusa yang baru ia kalahkan menggunakan belati kecil.
"Dan lagi, ternyata teknik pedang kaisar sangat kuat sekali. Aku tidak bisa membayangkan seberapa kuat jika teknik itu dilakukan oleh seorang Holy Knight."
"Sebaiknya bahan-bahan ini kusimpan di gelang semesta untuk diriku sendiri, lagipula ini adalah hasil buruanku."
Dua sisi telah berhasil mengalahkan semua binatang spiritual dengan waktu yang hampir bersamaan yaitu sisi depan dan kiri, meski energi mereka terkuras habis. Sementara dua tim yang bertarung di dua sisi lainnya masih kewalahan, terutama sisi tim pemburu yang terlihat sudah mencapai batas mereka.
"Bagaimana dengan stamina kalian?" tanya kesatria Sergei.
"Sudah lebih baik dari sebelumnya komandan," jawab prajurit.
"Kalau begitu setiap dari kalian yang merasa sudah lebih baikkan, pergilah ke tim kesatria Frederick untuk membantunya. Aku akan menyusul setelah beristirahat sejenak," perintah kesatria Sergei pada bawahannya.
"Sepertinya hari ini kita tidak bisa langsung pergi ke bukit goa lumut, tidak disangka kami akan disambut oleh binatang spiritual tingkat dua dan tiga diawal-awal perjalanan," gumamnya.
Tidak berbeda dengan tim kesatria Sergei. Kelompok Ah Jun juga saat ini tengah memulihkan diri dan tidak peduli dengan pertarungan yang lain, mereka hanya saling menjaga kelompoknya sendiri. Tim prajurit Frederick yang mendapat bantuan mulai bisa memberskan para binatang spiritual, namun ada sebagian yang berhasil kembali ke dalam hutan.
Sementara kelompok pemburu bayaran yang berada di sisi kanan semakin kewalahan dan banyak sekali dari mereka yang telah tumbang, apalagi efek pil darah mulai sedikit terasa pada tubuh tanpa mereka sadari.
"Meski kita telah mengkonsumsi pil penguat tubuh, tetap saja tidak mampu menghabisi semua kelompok binatang spiritual ini," keluh Adrian yang staminanya menurun drastis.
'Sial... Aura dalam tubuhku seperti semakin tak tersisa, bahkan darahku pun terasa semakin mengering. Apakah ini efek samping dari pil yang mereka berikan?' gumam Adrian. Ia merasa tubuhnya semakin payah.
"Tenang kawan. Kita cukup sukses karena berhasil membunuh setengah hewan ini dan cukup bertahan untuk saat ini, kita tinggal menunggu prajurit karesidenan atau kelima murid elit sekte kabut datang membantu. Sekilas kulihat ditiga area lain sudah mulai tenang," timpal rekan Adrian yang masih optimis dengan bantuan yang akan datang. Ia hanya tersenyum akan sifat optimis rekan satu timnya itu.
Namun kenyataan jauh dari ekspektasi, karena baik itu prajurit karesidenan maupun kelompok Ah Jun tidak peduli dengan nasib mereka.
"Komandan... Bagaimana dengan pasukan pemburu? Apa kita harus pergi membantu mereka?" tanya salah satu prajurit.
"Tunggu sampai kalian benar-benar pulih, untuk saat ini lebih baik kita fokus menyembuhkan diri dan jangan mengambil resiko besar hanya untuk membantu orang-orang seperti mereka," jawab kesatria Sergei.
"Haha... Tuan Sergei benar. Kenapa juga harus membantu para sampah yang tak berguna itu," timpal Ah Jun datang bersama keempat bawahan yang salah satunya harus dipapah karena mengalami luka dalam yang cukup serius.
"Tuan Sergei. Ini hanya sedikit saran dariku, karena hari semakin sore lebih baik kita menjauh dari tempat ini. Kita tidak tau apa yang menunggu didalam hutan sana," usulnya.
"Saya setuju dengan usul tuan muda Jun. Karena keadaan kita saat ini sangat buruk jika harus memasuki hutan bukit lumut," timpal kesatria Sergei.
"Fred... Panggil bawahanmu yang bersama tim pengangkut barang," perintahnya.
"Baik pak!"
Kemudian kesatria Frederick memberi signal pada prajurit Dong.
"Semuanya ayo kita merapat ke tempat kapten Frederick," ujar prajurit Dong saat melihat signal yang ditembakan ke udara.