NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewi Takdir

Reinkarnasi Dewi Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Iblis / Mengubah Takdir
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: ShinZa_17

Sejak ribuan tahun lalu, dunia telah diatur oleh sang Dewi Takdir. Namun sang Dewi harus mengorbankan kehidupannya yang pada saat itu tengah terjadi perang di alam dewa, antara kubu dewa dewi dengan kubu iblis.

Namun, pengorbanannya itu tidak bertahan lama, sang Dewi harus melakukan reinkarnasi untuk kembali menyeimbangkan dunia.

Akankah sang Dewi Takdir mampu kembali menyatukan takdir yang telah dijaganya beribu tahun yang lalu?

ikuti kisahnya dalam bab berikut ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Begitu teriakan itu menggema di udara, ketiga sosok berbaju hitam itu bergerak serempak, melompat seperti bayangan yang terpisah dari kegelapan. Gerakan mereka cepat, hampir tak terlihat, seolah angin malam berubah menjadi bilah tajam.

Kedua penjaga bayangan pun langsung maju, menarik pedang tipis dari pinggangnya.

CLANG!

CLANG!

CLANG!

Suara gesekan senjata saling beradu menimbulkan percikan cahaya di kegelapan.

Begitu juga dengan Ling Xi yang bertarung melawan pemimpin berbaju hitam itu. Ia terus menangkis serangan yang diberikan sosok berbaju hitam itu. Ia terus menangkis sambil memperhatikan setiap celah dari awalnya.

Sedangkan kedua penjaga bayangan pun terus melawan kedua sosok berbaju hitam itu. Namun, ketika salah satu penjaga bayangan menangkis serangan itu, tiba-tiba sosok berbaju hitam itu menghilang seperti asap, kemudian ia muncul lagi di belakang penjaga bayangan dan...

SYUT!

Bilahan senjata hitam menembus bahu penjaga bayangan.

"SIAL," seru penjaga itu tertahan sambil mundur memegangi bahunya yang mengeluarkan darah.

Sedangkan penjaga kedua terkejut melihat temannya terkena tusukan. Sehingga akhirnya, ia kehilangan fokus dengan pertarungannya. Dan itu membuat sosok berbaju hitam memiliki kesempatan untuk membuat serangan. Akhirnya penjaga bayangan terkena pukulan dibagian dadanya, membuat ia terpental ke belakang dan mengeluarkan darah.

Putri Ling Xi terkejut melihat kedua penjaga bayangannya terkena serangan, "PAMAN!"

Namun, belum sempat ia berlari, tiba-tiba kedua sosok berbaju hitam yang menyerang kedua penjaga bayangannya bergerak menuju sang putri.

Pertarungan satu lawan tiga pun tak terelakkan. Wajah sang putri langsung berubah menjadi dingin. Ia pun segera mengangkat kedua tangannya, dan seketika udara terasa berhenti.

Ketiga orang yang menyerangnya pun mulai merasakan sesak. Tiba-tiba, mereka melihat di belakang tubuh sang putri muncul cahaya keemasan berbentuk bintang dan bulan sabit.

"T-tidak, tidak mungkin," ujar pemimpin berbaju hitam itu.

Sedangkan Putri Ling Xi terus mengeluarkan energi spiritualnya dan memusatkannya di ujung jarinya.

"KALIAN TELAH MELEWATI BATAS!"

Sang putri pun langsung mengarahkan jarinya ada pemimpin berbaju hitam itu.

SWISH!

Pemimpin berbaju hitam itu menahan serangan Putri Ling Xi menggunakan pedangnya. Namun, itu tak bertahan lama, karena kekuatan spiritual sang putri melesat begitu cepat dan tajam, sehingga membuat pedangnya patah dan sang pemimpin itu langsung terpukul mundur.

Sang putri tak melepaskan kesempatan itu. Ia langsung mengeluarkan jurus bintang bulan sabit dan-

WUSSHH!

Tubuh sang pemimpin langsung terpental dan menimbulkan keretakan di tubuhnya. Dan benar saja, tak lama kemudian, tubuhnya langsung hancur seperti debu.

Sedangkan dua anggotanya yang melihat pemimpinnya kalah langsung merasa nyalinya perlahan menciut.

Kedua sosok itu berusaha kabur ke arah atap. Namun, Putri Ling Xi tak membiarkan hal itu terjadi. Ia pun langsung menginjak tanah dan melompat ringan serta cepat seperti tarian angin.

"KEMANA KALIAN AKAN PERGI?!"

Putri Ling Xi pun langsung mengangkat tangannya dan-

DUAAAR!

Serangannya langsung melesat ke arah salah satu sosok berbaju hitam. Tubuhnya terhenti di udara, membeku sesaat sebelum...

FSSSHHH!

Mencair dan berubah menjadi abu yang jatuh seperti serpihan arang.

Kini tersisa satu orang. Ia mundur beberapa langkah, suaranya gemetar marah bercampur panik.

"KAU... SIAPA KAU SEBENARNYA?! MUSTAHIL KAU MASIH KECIL TAPI SUDAH MENGGUNAKAN KEKUATAN SEBESAR ITU!"

Putri Ling Xi menatap tajam, napasnya masih stabil, "KAU TIDAK PERLU TAHU SIAPA AKU. DAN DI DUNIA INI TIDAK ADA YANG MUSTAHIL. KARENA KALIAN TELAH MENGANCAMKU DAN MENGGANGGU KELUARGAKU, MAKA TERIMALAH AKIBATNYA."

Sedangkan satu orang berbaju hitam itu menggeram marah dan mencoba menyerang secara membabi buta, energi hitamnya memekik bagaikan suara ribuan serangga.

Tetapi Putri Ling Xi hanya mengarahkan tangannya ke depan, dan muncul perisai bintang dan bulan sabit. Kemudian, secara perlahan dari arah belakang tubuhnya muncul bunga yang bermekar, bergerak ke arah depan dan berputar membuat pusaran angin.

"TERATAI MURNI"

Cahaya dari teratai murni berputar seperti pusaran angin menyelimuti sosok berbaju hitam terakhir. Ia meronta, menjerit dan tubuhnya perlahan mengelupas sedikit demi sedikit hingga akhirnya muncul retakan-retakan tipis.

"TIDAK!!! TIDAK!!! KEKUATAN INI... TIDAK MUNGKIN... KAU... KAU BUKAN MANUSIA BIASA-"

WUUUUUSHH!

Tubuhnya pun meledak menjadi abu, berserakan ditiup angin malam sampai tak menyisakan apapun.

Keheningan mulai menyelimuti kediaman lotus. Penjaga bayangan melihat bagaimana aksi Putri Ling Xi melawan tiga sosok berbaju hitam. Mereka merasa bangga namun juga merasa malu karena gagal melawan ketiga sosok itu.

Ling Xi menurunkan tangannya perlahan, cahaya disekelilingnya meredup hingga padam.

Ia segera berlari ke arah kedua penjaga bayangan. Yang satu memegangi dadanya dan yang satu lagi memegangi bahunya. "Paman Ling, Paman Yun!"

"Ya ampun, Paman Yun. Luka paman ini dalam!" ucap Putri Ling Xi sambil memeriksa bahunya yang tertusuk.

Kemudian, tatapan Ling Xi beralih pada penjaga bayangan kedua, Paman Li.

"Paman Li, apa dada paman masih terasa sakit?" tanya Putri Ling Xi sambil menatap Paman Li.

"Masih terasa sakit, putri," jawab Paman Li.

"Aku ambil obat pereda sakitnya dulu, paman," ucap Ling Xi sambil berlari menuju kediaman.

Setelah masuk kediaman, ia pun segera berjalan menuju rak penyimpanan obat. Setelah mendapatkannya, ia pun segera kembali ke tempat Paman Li dan Paman Yun berada.

Namun sebelum sampai depan pintu, tiba-tiba Shu Li dan Bai Hu muncul.

"Putri, apa semuanya sudah aman?" tanya Shu Li dengan nada khawatir.

"Sudah aman. Orang yang datang ke kediaman kita sudah mati semua," jawab Putri Ling Xi.

"Lalu, apa yang putri pegang?" tanya Shu Li dengan heran.

Sambil mengangkat tangan yang memegang obat, ia berkata, "Ini, obat untuk Paman Li dan Paman Yun."

"Mereka kenapa, putri? Apa semua baik-baik saja?" tanya Shu Li lagi dengan raut wajah khawatir.

"Semua baik-baik saja. Hanya saja, Paman Yun terkena tusukan di bahunya dan Paman Li terkena pukulan di bagian dada," jawab Putri Ling Xi.

Dengan khawatir, Shu Li berkata lagi, "Ya ampun, apa boleh kami melihatnya, putri?"

"Tentu boleh. Ayo," ajak Putri Ling Xi.

Mereka berdua, Putri Ling Xi dan Shu Li tak lupa dengan Bai Hu, pergi menuju tempat Paman Yun dan Paman Li berada.

"Paman," ucap Putri Ling Xi setelah sampai di tempat Paman Yun dan Paman Li.

"Putri," ucap mereka berdua.

Sambil menyerahkan obatnya, Putri Ling Xi berucap, "Ini obat untuk Paman Li. Pil pereda sakit."

Kemudian, tatapan Putri Ling Xi beralih pada Paman Yun.

"Paman Yun. Bolehkah aku mengobati luka paman?" tanya Ling Xi.

Dengan rasa terkejut, Paman Yun bertanya, "Apa tidak merepotkan, Tuan Putri?"

Sambil menggelengkan kepalanya, Ling Xi menjawab, "Tidak merepotkan sama sekali, paman."

"Baiklah, jika tidak merepotkan Putri. Paman bersedia," ucap Paman Yun.

Ling Xi berjalan ke belakang Paman Yun berada. Kemudian, ia mulai merentangkan tangannya ke arah luka Paman Yun. Cahaya keemasan muncul kembali, kali ini lebih lembut seperti embun pagi.

"Paman, tahan sebentar. Ini akan terasa sedikit sakit," ucap Putri Ling Xi yang mulai fokus.

Ketika energi teratai menyentuh luka, terlihat wajah Paman Yun menggertakkan giginya, menahan rasa sakit. Kulit yang robek, perlahan mulai tersusun kembali. Meski tidak sembuh sepenuhnya, tetapi pendarahan mulai berhenti dan rasa sakit pun perlahan mulai mereda.

"Terima kasih, putri..." ucap Paman Yun.

"Paman Yun, ini pil pereda sakitnya, diminum pagi dan malam hari."

Beralih pada Paman Li, ia sedari tadi menunduk terus, seperti ada sesuatu yang ingin dibicarakan.

Tatapan Ling Xi pun beralih pada Paman Li. "Paman, ada apa?"

Sambil menghela napas pelan, Paman Li mulai mengangkat kepalanya dan menatap Ling Xi dengan perasaan bersalah. "Putri... maafkan kami... kami tidak menyangka mereka sekuat itu... tapi pada akhirnya, putrilah yang melawan mereka sendirian, dan kini putri juga yang menyelamatkan kami. Kami merasa malu karena gagal melindungi putri."

Putri Ling Xi pun tersenyum, "Paman berdua jangan merasa bersalah seperti itu. Paman berdua sudah melakukan tugas dengan baik."

"Paman berdua tidak perlu bersedih lagi. Karena dengan kejadian ini, kita harus meningkatkan kekuatan kita. Karena di luar sana, kita tidak tahu akan ada kejadian apalagi ke depannya," lanjutnya.

"Terima kasih, putri. Kami berdua pasti akan meningkatkan kekuatan kami," ucap Paman Li dan Paman Yun berbarengan.

Putri Ling Xi pun mulai berdiri dan menatap langit malam. "Kejadian ini mungkin akan menjadi peringatan untukku, bahwa di luar sana mungkin akan ada lagi yang menginginkan Bai Hu." ucapnya dalam hati.

Sedangkan Bai Hu yang mendengarkan itu pun, merasa terharu. "Terima kasih, Ling Xi. Karena telah menjagaku. Setelah aku sembuh, giliran aku yang menjadi penjagamu."

Putri Ling Xi yang mendengar itu pun langsung beralih menatap Bai Hu dan mengelus kepalanya.

"Putri, izinkan hamba untuk menjadi pengikutmu. Saya akan berusaha belajar meningkatkan kekuatanku agar saya bisa menjaga putri," ucap Shu Li tiba-tiba.

Putri Ling Xi yang mendengar itu pun tersenyum. "Baiklah, mulai besok kita berlatih bersama."

To be continued...

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Nyampe sini juga akhirnya😄 yuk dilanjut😘
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: /Facepalm//Facepalm/ buat besok aku udh up🤭
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Getok aja Xi, paan maksa²😆
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee kompak😆
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Namun... Bersambung lagi/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Menyedihkan sekali keadaan mereka🥺
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Wanina ngintip doang, awas keun bintitan/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
nah pinter ayok marahin berani beraninya dia bawa bawa namaku😐😐😐😐
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: /Facepalm//Facepalm/ aduh..
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Biarkan tuanmu mantau di kejauhan
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
Ada yang panggil Atu?
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: ada tuh Lian, Bai Hu dan juga Paman Yun🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
🤔 emang Author kegelapan itu suka kemana-mana🏃🏃🏃 @≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: kenapa ya 🤣
total 3 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
nama ku Xiao Xie paman 🤸
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: Xie'er🤭🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bisa²nya lg tegang malah bersambung/Facepalm/
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: /Facepalm//Facepalm/ sengaja/Tongue//Tongue/
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ling Xi berhasil, ayo tetap semangat
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ehh sayang², siapa pula kau ni🙄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Udah baca beberapa bab, tp gak hapal semua sama nama² tokohnya/Facepalm/
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: 🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Nah suara apa lagi itu?
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Tadi panas, selanjutnya dingin. hati² kamu jadi dispenser panas dingin, Ling Xi🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: 🤣🤣🤣 Apa meriang, panas dingin?
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ling Xi pasti bisa/Determined/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Untung aja Ling Xi sabar, coba kalo aku🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Mirip apa ya🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!