Sebuah karya novel bergenre horor yang sangat menyeramkan tentang perjalanan mahasisiwa teknik geologi yang terjebak didalam desa yang hilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riski riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamar Misteri
Tampak sebuah rumah kecil,Berdindingkan papan, Bernuansa desa. Ketika pertama kali masuk, Jujur saja bulu kuduk saya berdiri, Mungkin karna sudah lama tidak dihuni makanya terlihat seram.
Mitos mitos dimasyarakat beredar bahwa rumah yang sudah lama tidak dihuni maka akan dihuni oleh mahluk astral. Benar atau Tidak itu hanya mitos.
Kami semua sudah berada dalam rumah kecil, Yang terlihat hanya ada dua kamar,Satu kamar mandi Dan Ada yang seperti dapur tua, Satu kamar viewnya sangat bagus jika kita membukanya, Sebuah sungai jernih yang terletak disamping Rumah kecil itu.
Satu kamar lagi hanya mengarah ke rumah rumah warga.
Karna melihat viewnya sangat bagus,Semuanya ingin memiliki kamar itu.
"Gua kamar ini" Jawab si Danu yang langsung berlari menuju kamar yang disusul oleh Wisnu.
"Kalian di sebelah aja ko" Jawab si Wisnu yang melihat ke belakang sambil tersenyum.
"Enak aja kalian, gua duluan mau kesana" Ucap si Rio.
"Tapikan gua duluan yang masuk" sambil tersenyum lebar sampai terlihat semua giginya si Danu.
Aku dan Riopun akhirnya mengalah.
"Iya dah,Kami yang di sebelahnya aja" Ucap ku sambil melangkah ke arah kamar yang satunya.
Aku masuk kamar kecil itu, Didalamnya terdapat sebuah kasur, Dua buah selimut dan Dua buah Bantal yang tersusun rapi, Dipojok kamar terdapat dua buah lemari pakaian yang di atasnya terdapat cermin tua yang sudah pudar.
Aku dan Rio meletakkan pakaian kami kedalam lemari yang telah disiapkan.
Sambil melipat pakaian dan memasukkannya kedalam lemari, Si Rio tiba tiba bertanya "Lo gak merinding ko"
"Enggak io!,Kenapa emangnya" Jawabku dengan berbohong,Padahal dari pertama Aku sudah merinding.
"Kok gua merinding ya, Pas kita masuk rumah ini" Jawab si Rio sambil menatap ke dalam lemari.
"Lo tu suka aneh aneh, Coba biasa aja" Ucap ku kepada Rio
"Entahlah" gumam Rio
Selesai melipat pakaian akupun langsung membuka jendela,Cahaya matahari langsung terpancar masuk kedalam kamar, yang membuat kamar kami bertambah terang.
Hanya ada rumah rumah panggung, Yang berdindingkan papan juga, Tidak ada pemandangan yang lain selain itu.
Si Rio pun menghampiriku kemudian melihat rumah rumah warga.
"Disini rumahnya masih tradisional ya" Ucap si Rio
"Iya, Rumah rumah di Jambi memang memiliki ciri khas panggung, Karna kalau banjir datang bakalan aman, Gak kebanjiran" Ucapku
Kami berdua masih di jendela memandang rumah rumah warga yang masih tradisional. Karna Rio tidak terbiasa melihat rumah panggung, Jadi dia merasa terkesan melihat rumah khas jambi ini.
"Di Bandung ada rumah kayak gini gak?" Tanyaku kepada Rio.
"Manalah ketemu ko" Jawab Si Rio
setelah itu kamipun pergi ke kamar sebelah untuk melihat suasana disana, Ketika kami masuk kamar sebelah, Kami mendapati mereka sedang asik ngobrol diatas kasur empuk sambil melihat kearah jendela yang sudah mereka buka.
"Enak banget ni anak ya, bangun dari tidur udah disuguhin view sungai" Jawab ku kepada Danu Dan Wisnu yang masih baring sambil melihat ke arah jendela.
Kemudian Danu Dan Wisnu melihat kebelakang ke arah kami lalu si Danu berkata"
"Oh tetangga sebelah yang datang.!!, Ayo Ayo masuk masuk,Anggap aja kamar sendiri hhhhh"
Kamipun melangkah masuk kekamar Danu Dan Wisnu "Buseetttt, Mantap kali ni viewnya" Ucap si Rio.
"Iya dong" Jawab si Wisnu.
"Kalian gak takut nanti malam.?? Rumah inikan angker, Biasanya di tepi sungai itu banyak hantu hantunya, Pas malam malam nanti ada yang ngetuk jendela kalian gimana..??" Ucap si Rio sambil bercanda.
"Ehh jangan ngomong gitu lah io, Bisa mati ketakutan gue nanti malam ni" Jawab si Danu
"Nah makanya tukeran ama kami, Biar Gua ama Riko aja yang di sini" jawab si Rio
"Dasar otak udang" Cetus si Wisnu. kemudian berkata
"Bodoh amat,Yang penting pemandangannya bagus,Gua gak takut hantu,nanti malam kalau ada,Gua ajak tidur di kamar ini"
"Eh Jangan sembarangan ngomong lo wis, Kita belum tau wilayah sini gimana" Jawab ku sambil melempar bantal ke arah Wisnu
Wisnu pun menangkap bantalnya , kemudian melemparkannya kembali ke Rio sambil berkata
"Elo si io, Nakutin gua"
Bantal itu tepat mengenai kepala Rio, Kemudiam rio tertawa dan Menjawab "Hahahah santai santai, Gak bakalan ada hantu lagi zamar sekarang ni"
"Terserah kalian" Gumam ku Sambil Berjalan ke arah jendela kamar Danu dan Wisnu.
Memang bagus vienya, Sungai yang jernih, sungainya tidak terlalu lebar, Mungkin cuma sekitar sembilan meter. Dan Diseberang sungai itu terlihat hutan yang sangat lebat, Maklum desa Batu Sawar itu adalah desa yang berada di tengah tengah hutan.
Aku memandang sungai yang indah, Air Yang jernih dan Terlihat ada seorang warga yang lagi mancing di sungai itu.
"Ada dapat gak pak.?" tanya ku dengan keras kepada bapak itu.
Bapak itu pun melihat ke arah ku kebudian berteriak "Gak ada dek" Dengan ekspresi yang sangat sopan.
Akupun kembali duduk dekat teman temanku di dekat kasur.
Tiba tiba Wisnu gak ada di kamar
"Kemana Wisnu?" tanya ku kepada Danu dan Rio
"Lagi ke belakang, kebelet pipis" Jawab si Danu
"Gua belum kebelakang, Cuma liat kayaknya cuma ada Kamar mandi ama dapur kecil aja kayaknya" jawab ku.
Wisnu pun datang dari belakang. Dengan ekspresi penasaran.
"Di belakang kayaknya ada satu kamar kecil tapi di kunci, Kamar apa ya.??"
"Ah masak wis?? Kayaknya gak ada kamar lagi" Tanya si Danu sambil heran.
"Ayo kita kebelakang liatinya !! Gua aja kalau lewat kamar itu kayak merinding gitu" Jawab si Wisnu.
"Ayo ayo, Kita cek kebelakang" Gumam ku sambil berdiri mau kebelakang.
"Ayo ayo" Jawab Rio.
Kamipun kebelakang untuk melihat kamar kecil yang di bilang sama Wisnu.
Ternyata benar, Ada kamar kecil yang terkunci rapi terus ada tulisan di pintunya dari sepidol yang sudah sedikit buram"Dilarang membuka kamar ini"
"Ada apa ya di dalamnya, Kok sampai dilarang membukanya" Tanya si Rio sambil memegang gemboknya
"Manalah kita tau, Nanti kita tanya aja ama bapak Sarmo" Jawab ku.
Kamar itu sepertinya sudah lama tidak dibuka, Terlihat di pintunya sudah ada sarang laba laba. Memang sedikit menyeramkan "Apakah ada sesuatu yang dilarang didalamnya?" gumamku didalam hati.
Kamipun pergi lagi ke ruang depan, Hari ini kami belum punya jadwal, Jadi masih bisa istirahat total. Cukup di rumah saja sambil mempersiapkan untuk esok hari.
Jam sudah menunjukan pukul 16.00 Wib, Aku pun mengajak teman temanku untuk jalan jalan sore, Mengenali suasana desa yang tentram.
"Bro bro, Kita jalan jalan sore aja yok, mumpung gak ada kerjaan ni" Ucap ku kepada teman teman.
"Benar banget tuh, Sambil kita kenalan kenalan ama warga sekitar" Jawab si Danu
"Apa lagi cewek ceweknya, pasti cantik cantik ya" Ucap si Rio
"Dasar otak lo,Cewek mulu" Jawab si Wisnu sambil melihat ke arah Rio.
"Yok yok, Mumpung masih sore sore gini" Gumam ku sambil melangkah menuju tangga rumah, Karna rumah itu adalah Rumah panggun, Kalau kami mau keluar maka harus turun melewati tangga kayu yang tinggi sekitaran dua meter.
#Bersambung#
Maaf baru up, kemarin lagi banyak kerjaan jadi gak sempat nguploadnya..
Terimakasih bagi sahabat sahabt Desa yang hilang. Jangan lupa like dan komen.
Votenya juga ya.. sekali kali kasih semangat ama penulis gitu wkwkw.
Dan sekarang setelah 3 tahun hilang²an, akhirnya lanjut baca lagi 'Desa Yang Hilang' 😅 Makasiiih ya author