Farel adalah seorang Ceo tampan yang bersikap dinggin bertemu dengan gadis cantik yang cuek bernama Nayla.
hal itu membuat pertengkaran bak kucing dan anjing jika mereka bertemu.
Namun karena takdir, mereka di satukan dalam ikatan cinta pernikahan.
Apakah mereka akan bersatu atau bahkan mereka akan berpisah?
Bagaimana kah kelanjutan nya?
Simak terus ceritanya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, dan vote nya ya readersku😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
di terima bekerja
20.00
Makan malam kali ini hanya ada Bu Naya dan Naila, karna pak juna masih bertugas, dan Kevin sedang berada di kampus.
"Gimana nay, tadi lancar kan"
"Lancar mah"
"Syukurlah kalau begitu,semoga di terima nay"
"Ah iya mah" jawab Naila dengan senyum yang di buat buat.
Setelah makan malam, Naila beranjak ke kamar nya. dan berkutat dengan handphone nya. namun karena tidak ada sesuatu yang menarik Naila merasa bosan, dan berdiri mengambil laptop nya yang berada di meja nya.
Perlahan dia membuka laptopnya dan ingin sekali menekan Gmail di layar laptopnya, namun di urungkan niatnya
ngapain buka Gmail si nay, jangan jangan!!!! nggak boleh
Diletakkan laptopnya kembali di samping nya.
haduh, tapi kok gue kepo ya,.. ah gpp buka aja, lagi an nggak bakal ada apa apa.
lalu di buka Gmail nya dan terdapat kotak masuk baru.
"hah!! kota masuk baru? apa jangan-jangan! ah nggak mungkin!! baru tadi siang, lagian gue tadi juga asal asalan kok, santai nai"
Akhirnya Naila membuka kotak masuk baru tersebut. dan muncul lah surat yang bertuliskan "SELAMAT ANDA DINYATAKAN DITERIMA DI MEDIATAMA GROUPS selamat Bergabung dengan kami"
Naila masih melamun melihat apa yang terjadi. sambil kedua tangannya memegang kepalanya.
"Gue harus seneng apa sedih nih?" gumam Naila
"Haduhhh!!! gimana dong, nggak bisa bayangin muka gue besok kalo kerja satu kantor sama dia"
"Huftz" Naila merebahkan tubuhnya di atas kasur
lalu mengambil handphone nya
"Sil, tau nggak Loe?"
"Apa?"
"Gue di terima kerja"
"hah? seriusan?? wahhhh, selamat nai"
"Gue kayaknya nggak nyaman nanti kerja di situ sil"
"Lohhh kenapa?"
"Ternyata cowok yang gue tabrak di kafe kemaren itu, yang wawancara gue tadi"
"Hah??? wahhhh parah Lo nay, itu pimpinan perusahaan kita"
"Iya, gue juga baru tau tadi"
"Terus Lo tadi waktu wawancara gimana"
"Ya gue pura pura baik aja, sopan gitu"
"Hahaha, nay.. nay.. tauk ah masalah Lo, yang penting Lo besok udah mulai masuk, inget ya"
"Hembtz"
"Ya udah tidur yuk, bye bye"
"Bye*"
***keesokan harinya*
Kring... kring**...
Bunyi alarm membangun kan tidur nya
Naila pun meraba raba jam Walker dan mematikan nya. lalu bergegas menuju kamar mandi. dan setelah itu berdandan sebentar, lalu turun ke bawah.
"Pagi mah," sapa Naila yang melihat mama nya sedang menyiapkan sarapan
"Pagi.. tumben nay udah rapi mau kemana"
"Mau kerja ma"
"Kamu diterima nay?."
"Bisa dibilang begitu ma" jawab nay sambil memakan roti yang berada di meja makan
"Syukurlah nai, kalau begitu"
"Ya udah ma, nay berangkat dulu ya"
sembari berjalan ke depan
"Ngga sarapan dulu nay?" kata Bu Naya setengah berteriak
"Udah ma" teriak Naila yang sudah berada di depan rumah
lalu melajukan mobil nya ke kantor Mediatama dengan kecepatan sedang.
******
Farel yang pagi itu bangun kesiangan memutuskan untuk tidak sarapan bersama keluarga nya.
"Pah, mah Farel berangkat ya"
"Nggak sarapan dulu rel,?"
"Nggak mah, udah kesiangan ini"
"Oh ya udah, hati hati di jalan rel"
"Iyaaaaaa"teriak Farel yang sudah berada di garasi.
*********
"Pah"
"Iya.."
"Mama pengen ke tempat jeng Naya, lama nggak kesana"
"Ya udah, ayo. papa anterin!"
"Jangan sekarang lah pa".
"Kenapa?"
"Belum pas aja waktu nya," kata Bu Rara meng tes kepekaan suami nya.
"syukurlah masih peka, walaupun sudah mulai menua masih mau di ajak ke rumah temen, cinta papa deh, haha" bu Rara sambil tersenyum ke pak Hadi
Baca Part awal kayaknya seru..