Setelah menyelesaikan tugasnya Nungky kembali ke rumahnya, namun setelah kejadian itu membuat sesuatu merubah hatinya.
Haruskah dia memperjuangkan cintanya kepada orang yang bahkan tidak pernah mengenal cinta?
Atau haruskah dia melupakan cintanya lagi sama. seperti yang dia lakukan kepada Awan?
NB: Ini Lanjutan dari Kepentok Cinta Nungky, jadi kalau bingung silahkan baca novel itu terlebih dahulu 🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vinoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasib Zahra
"Ayo turun kenapa diam saja?" tanya Ricko yang sedang berdiri di samping mobilnya sambil menoleh menatap Nungky yang masih saja duduk di kursi penumpang padahal mereka sudah berada di lobby hotel tempat dia akan melakukan rapat.
"Bukain pintunya dong Bang, biasanya kalau di film-film si cowok bukain pintu buat ceweknya gitu Bang biar romantis" Ucap Nungky sambil cengengesan.
"Dasar kamu ini ada-ada saja maunya!" Ucap Ricko kesal namun tetap membukakan pintu untuk Nungky yang langsung turun dengan senyuman lebarnya yang menyebalkan.
Setelah memberikan kuncinya kepada salah satu pegawai hotel, Ricko-pun mengajak Nungky untuk berjalan ke arah restoran tersebut, sesampainya di sana mereka berdua di sambut oleh Zahra yang sudah menunggu kehadiran mereka atau lebih tepatnya Ricko di depan restoran.
"Selamat malam Tuan Ricko, ah Nona Ky apa kabar kita bertemu lagi!" Sapa Zahra menayapa Nungky sopan sambil tersenyum.
"Astaghfirullah!" Pekik Nungky kaget saat melihat lingkaran hitam yang menghiasi mata Zahra sekretaris Ricko, gadis itu terlihat tidak bersemangat terbukti dengan matanya yang tidak bergairah dan juga terlihat lesu,"Kamu kenapa Kak matanya kok hitam gitu, abis begadang nonton bola ya?" Tanya Nungky penasaran.
Zahra mengembuskan napasnya kasar, ternyata meski sudah di poles dengan riasan yang tebal lingkaran matanya masih terlihat kentara sekali, mau bagaimana lagi hidupnya tambah kacau sejak Tuannya itu jatuh cinta pada Nungky.
Ingin rasanya dia berteriak dan mengatakan jika itu semua karena Ricko yang selalu menyuruhnya lembur dengan berbagai alasan, Zahra tahu itu hanya untuk mengisi kesepian Tuannya semenjak Nungky pergi.
Dia melirik Ricko yang terlihat berbeda malam ini, wajahnya terlihat sedikit cerah tidak seperti biasanya yang suram dan menyeramkan, dan dia tahu itu karena ada Nungky disini, memang cinta bisa membuat seseorang jadi kejam dan baik hati secara mendadak seperti Ricko.
"Zahra jawab pertanyaan Nungky kenapa kamu malah melamun?" Ucap Ricko yang membuyarkan lamunan Zahra.
"Ah iya maaf Tuan, Nona Ky, saya bukan begadang nonton bola tapi abis nonton sinetron azab!" Ucap Zahra menjelaskan, dalam hati dia mengutuk Ricko yang terkena azab karena sudah membuatnya bekerja lembur terus.
"Oh pantes Kak, emang ya tuh sinetron naik daun banget sampai anak-anak aja pada nonton, jangan keseringan nonton azab Kak nanti sakit kakak bisa kena azab juga!" Ucap Nungky sok bijak sambil menepuk-nepuk pundak Zahra.
"Betul itu, saya tidak menyangka kamu suka nonton acara begituan Ra, padahal saya pikir kamu orangnya hanya suka kerja" Ucap Ricko menatap Zahra dengan raut wajah sedikit kecewa.
"Iya Tuan, Nona Ky terimakasih atas perhatiannya, lebih baik kita masuk sekarang, yang lain sudah menunggu kita di dalam!" Ucap Zahra mempersilahkan mereka masuk, sambil berjalan mengekori Nungky dan Ricko, dia menggerak-gerakkan tangannya seolah sedang memukuli tuannya itu.
"Kalau bukan karena gajinya yang gede banget beda jauh sama sekretaris lain, aku sudah berhenti dari dulu!" Gumamnya, sebagai sekretaris utama dia memang mendapat gaji yang lebih besar bahkan dia juga sering mendapat bonus tambahan.
Ricko memang gila kerja tapi Tuannya itu selalu mengapresiasi karyawannya yang rajin dengan memberikan bonus gaji termasuk Zahra, walaupun sebenarnya Zahra giat bekerja karena takut akan amarah Ricko yang kejam.
"Duduk disini, aku harus rapat dulu dengan yang lain, jangan kemana-mana kalau kamu sampai hilang aku tidak akan mau mencarimu!" Tegas Ricko sambil menatap Nungky saat mereka sudah sampai di dalam restoran.
Nungky mengangguk mengiyakan kemudian dia duduk di kursi dengan tenang."Aku lapar Bang, aku mau makan dulu ya tapi bayarin!" Ucapnya menatap Ricko sambil cengengesan.
"Iya pesan saja semua yang kamu mau nanti biar Zahra yang urus semuanya, aku pergi dulu ayo Ra!" Ucap Ricko mengajak Zahra pergi.
"Permisi Nona Ky saya duluan ya!" Pamit Zahra sambil berlalu pergi menyusul Ricko.
"Pelayan sini Nungky si cantik mau makan!" Panggil Nungky heboh membuat beberapa pasang mata menoleh ke arahnya, bagaimana tidak dia berteriak tidak jelas di dalam restoran bintang lima yang isinya kebanyakan dari orang-orang kaya semua.
"Ya Allah nama makanannya bikin aku bingung coba nyebut aja belibet gini, Mas ini makanan kan bukan racun?" Tanya Nungky sambil mendongak menatap pelayan yang sedang berdiri di sampingnya.
"Iya Nona itu semua menu makanan di restoran kami, ada yang Nusantara, eropa, sama Jepang juga ada, Nona bisa liat daftar-daftarnya disitu!" Ucap si pelayan menjelaskan dengan sopan.
"Ya sudah saya pesan semua makanan Nusantara yang ada disini sama minumannya juga ya Mas, ingat cintailah produk Indonesia!" Ucap Nungky sambil menyerahkan kembali daftar menu yang membuatnya bingung itu.
"Baik, mohon di tunggu sebentar pesanan anda akan segera siap!" Ucap si pelayan sambil berlalu pergi.
Setelah pelayan tersebut pergi Nungky menatap Ricko dari kejauhan, pria tampan itu terlihat sedang serius sambil berbicara dengan beberapa orang yang dia yakin adalah rekan bisnis Ricko."Abang kalau lagi serius gitu makin ganteng aja ya!" Gumamnya tanpa sadar memuji Ricko.
Nungky melambaikan tangannya dengan heboh sambil tersenyum lebar saat Ricko menoleh padanya, Ricko berdehem sambil membuang muka karena terpergok menatap Nungky."Sampai dimana kita tadi?" Tanyanya pada orang-orang yang duduk satu meja dengannya mencoba untuk kembali menyibukkan diri dengan agendanya.
Selesai rapat Ricko dan Zahra pun menghampiri Nungky yang sedang duduk sambil menyesap kopi miliknya,"Apa-apaan ini kenapa banyak bungkus makanan?" Tanya Ricko menatap bungkus makanan yang ditaruh dengan rapi diatas meja Nungky.
"Itu Bang tadi aku makan gak habis makannya dari pada mubajir mending aku bawa pulang, Abang mau boleh Bang buat makan malam" Ucap Nungky menawarkan.
"Tidak usah aku sudah makan barusan kamu simpan dan bawa pulang saja ke rumahmu Ky!" Tolak Ricko, kemudian dia menoleh menatap Zahra yang masih setia berdiri di sampingnya."Batalkan agendaku malam ini atur jadi besok, aku mau pulang sekarang!" Ucapnya dengan tegas.
"Tapi pak relasi Bapak sudah menunggu di tempat lain, mereka bisa kecewa kalau dibatalkan mendadak begini, lagi pula Bapak cuma punya dua agenda lagi kok!" Ucap Zahra mencoba untuk mengurungkan niat Tuannya itu.
"Batalkan saja, cari alasan agar mereka mau mengerti jika tidak aku juga tidak peduli, aku mau pulang sekarang dan jangan mencegahku Zahra!" Tegas Ricko pada sekretaris-nya itu.
"Baik Tuan!" Ucap Zahra sambil menunduk pasrah, dia tahu jika alasan Tuannya itu adalah karena dia ingin berduaan dengan Nungky, tapi apalah daya dia tidak bisa membantah jika masih ingin hidup dengan tenang.
"Bagus, ayo Ky kita pergi!" Ucap Ricko sambil berlalu pergi.
"Sabar ya Kak, hidup itu memang berat!" Ucap Nungky sok prihatin menatap Zahra iba. kemudian dia juga pergi menyusul Ricko sambil menenteng kantung makanannya."Abang Kerokan tunggu aku!" Ucapnya membuat Ricko berhenti dan menunggunya.
"Arghhh!" Zahra kembali mengacak rambutnya frustasi setelah dua makhluk menyebalkan itu pergi, habis ini pasti dia akan kena omel oleh para relasi kerja Ricko karena sudah membatalkan janji temu mereka."Ya Allah malang benar nasibku, udah jomblo kesiksa Mulu lagi" Ucapnya sambil berjalan gontai meninggalkan area restoran.
"Mbak tunggu, tagihannya belum di bayar!" Ucap salah seorang memperingatkan Zahra.
"Bayar-bayar matamu picek hah masukin aja ke tagihan perusahaan, lagi pula hotel dan restoran ini milik Tuan Ricko kenapa harus bayar juga, Sudahlah jangan ganggu aku kalau tidak kugigit kupingmu!" Omel Zahra kesal sambil berlalu pergi meninggalkan pelayan tersebut dengan menghentak-hentakkan kakinya.
___________
Jangan lupa like n komen ya 😁
yang mau vote silahkan yang banyak juga Boleh 🤭🤣🤣