NovelToon NovelToon
JEJAK LUKA DI BALIK SENYUMAN

JEJAK LUKA DI BALIK SENYUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Anak Lelaki/Pria Miskin / Romansa / Menjadi Pengusaha / Preman
Popularitas:898
Nilai: 5
Nama Author: Dri Andri

Dyon Syahputra, anak yatim piatu yang hidup dari kerja serabutan, harus menghadapi perundungan sadis di SMA Negeri 7. Ketika ia jatuh cinta pada Ismi Nur Anisah—gadis dari keluarga kaya—cinta mereka ditolak mentah-mentah. Keluarga Ismi menganggap Dyon sampah yang tidak pantas untuk putri mereka. Di tengah penolakan brutal, pengkhianatan sahabat, dan kekerasan tanpa henti dari Arman, Edward, dan Sulaiman, Dyon harus memilih: menyerah pada takdir kejam atau bangkit dari nol membuktikan cinta sejati bisa mengalahkan segalanya.

---

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dri Andri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: PERTEMUAN KEMBALI YANG EMOSIONAL

#

Dyon berdiri di tengah kantin, beku. Ngeliatin Ismi yang duduk di meja pojok bareng Edward. Dadanya sakit. Napasnya sesak.

*Apa... apa gue beneran udah terlambat?*

"Yon, jangan salah sangka," Andra pegang bahunya. "Itu bukan yang lo pikir. Percaya gue."

Tapi Dyon nggak denger. Matanya cuma fokus ke Ismi. Ke wajah Ismi yang... yang kurus. Pucat. Mata kosong.

*Ismi... kenapa kamu jadi kayak gini?*

Edward lagi ngomong sesuatu, tangannya gerak gerak kayak lagi jelasin sesuatu. Ismi cuma nunduk, nggak natap dia.

Terus...

Ismi nengadah. Random. Kayak ngerasa ada yang ngeliatin.

Mata mereka ketemu.

Mata cokelat cerah Ismi ketemu mata Dyon yang basah.

Dunia berhenti.

Waktu berhenti.

Mata Ismi melebar. Mulut terbuka dikit. Napas kayak tertahan.

"Dyon..." bibirnya gerak, tapi nggak ada suara keluar.

Dyon cuma berdiri di sana. Nggak gerak. Nggak bisa gerak.

Ismi berdiri. Cepat. Kursi jatuh, bunyi keras. Edward kaget, manggil namanya. Tapi Ismi nggak peduli.

Dia lari.

Lari meninggalkan Edward yang masih duduk bingung.

Lari melintasi kantin yang rame. Anak anak pada minggir, bingung.

Lari ke arah Dyon.

Dengan air mata yang udah ngalir deras.

"DYON!" teriaknya nyaring. Suara pecah, kayak orang yang udah nahan terlalu lama.

Dyon melangkah maju. Pelan. Tangan terbuka.

Ismi nabrak Dyon. Peluk erat, keras, kayak takut dia hilang lagi.

"KAMU KEMBALI!" tangisnya keras di dada Dyon. "AKU PIKIR... AKU PIKIR KAMU NGGAK AKAN PERNAH KEMBALI! AKU... AKU NUNGGUIN KAMU TIAP HARI! TIAP HARI!"

Dyon peluk balik. Erat. Satu tangan di punggung Ismi, satu tangan di kepala Ismi yang berjilbab. Cium puncak kepalanya, lama.

"Maafin aku," bisiknya pelan, tapi penuh penyesalan. "Maafin aku harus pergi. Aku... aku harus jadi orang yang lebih baik. Aku harus... aku harus punya sesuatu buat kamu."

"AKU NGGAK BUTUH APA APA!" Ismi teriak sambil nangis. "AKU CUMA BUTUH KAMU! CUMA KAMU!"

Mereka peluk lama. Seluruh kantin pada diem, nonton. Ada yang senyum, ada yang terharu, ada yang ngerekam.

Leonardo yang berdiri di samping Andra berbisik, "Eeekhemm... kayaknya dunia milik mereka berdua. Kita kita cuma ngontrak."

Andra ngakak pelan, ngelap matanya yang basah. "Iya, Bro. Kita cuma figuran di film cinta mereka."

Dyon sama Ismi lepas pelukan. Tapi tangan masih saling pegang. Erat. Takut lepas.

"Kamu... kamu kurus banget," kata Dyon sambil ngelus pipi Ismi yang cekung. "Kamu... kamu nggak makan?"

"Aku... aku nggak napsu makan," Ismi nangis lagi. "Tiap kali makan, aku inget kamu. Terus... terus nggak bisa nelan."

Dyon peluk lagi. "Maafin aku... maafin aku udah bikin kamu menderita."

"Jangan pergi lagi," bisik Ismi di dada Dyon. "Kumohon... jangan pergi lagi. Aku... aku nggak kuat kalau kamu pergi lagi."

"Aku nggak akan pergi lagi," Dyon janji. "Aku... aku balik sekolah di sini. Aku akan... aku akan selalu di sini. Buat kamu."

Ismi nengadah, tatap mata Dyon. Mata yang penuh air mata. "Janji?"

"Janji," Dyon senyum. Angkat kelingking.

Ismi senyum di tengah tangis. Kaitin kelingkingnya sama kelingking Dyon. "Janji kelingking nggak bisa dibatalin."

"Aku tau," Dyon ketawa pelan.

Mereka tersenyum. Malu malu. Baru nyadar seluruh kantin nonton mereka.

"Eh... kita jadi tontonan," bisik Ismi, muka merah.

"Biarin," Dyon senyum. "Gue nggak peduli."

Leonardo tepuk tangan keras. "YEAYYY! MEREKA BALIKAN! CIEEE!"

Andra ikutan. "CIEEEE! DYON ISMI! DYON ISMI!"

Anak anak lain ikutan tepuk tangan, teriak teriak. Ada yang bilang "romantis banget!", ada yang bilang "gue sampe nangis anjir!"

Tapi...

Di pojok kantin.

Edward berdiri. Sendirian. Tangan ngepal erat. Rahang kencang. Mata merah.

Ngeliatin Dyon sama Ismi yang masih pelukan, masih senyum senyum.

Benci.

Benci yang luar biasa.

"Bajingan," gumamnya pelan. "Bajingan itu... bajingan itu balik."

Dia ambil hape. Ngetik sesuatu cepat. Kirim.

Terus dia senyum. Senyum yang... mengerikan.

"Kau pikir kau menang, Dyon?" bisiknya sambil ngeliatin Dyon dari jauh. "Kau pikir kau bisa bahagia dengannya? Aku... aku akan hancurkan kamu. Dengan cara yang lebih brutal. Cara yang... yang akan bikin kamu menyesal pernah lahir."

Dia keluar kantin. Pergi. Ninggalin Dyon sama Ismi yang nggak tau bahaya udah mengintai.

***

Sore hari. Setelah sekolah.

Dyon nganterin Ismi ke gerbang. Jalan bareng, tangan saling pegang.

"Aku... aku harus pulang," kata Ismi sedih. "Orang tua masih ngawasin aku ketat. Sopir udah nungguin."

"Aku ngerti," Dyon senyum. "Tapi besok kita ketemu lagi kan?"

"Iya. Di sekolah. Tiap hari," Ismi senyum lebar. Senyum yang udah lama nggak muncul.

Dyon cium kening Ismi. Lama. "Aku mencintaimu."

"Aku juga mencintaimu," Ismi bisik.

Sopir membunyikan klakson. Ismi harus pergi.

"Sampai besok," kata Ismi sambil jalan mundur, nggak mau lepas tatapan dari Dyon.

"Sampai besok."

Ismi masuk mobil. Mercy hitam itu pergi, ninggalin Dyon yang masih berdiri di gerbang, senyum sendiri.

Leonardo sama Andra nyamperin.

"Bro, lo hebat banget," kata Leonardo sambil nepuk punggung Dyon. "Lo... lo beneran pejuang cinta sejati."

"Gue cuma... gue cuma nggak mau nyerah," Dyon bilang. "Ismi... Ismi satu satunya alasan gue bertahan."

"Dan sekarang lo dapet dia lagi," Andra senyum. "Tapi... tapi lo harus hati hati sama Edward. Dia... dia nggak akan diem aja."

"Gue tau," Dyon serius. "Tapi gue nggak takut lagi. Gue udah beda. Gue... gue nggak akan biarkan dia ngambil Ismi lagi."

Mereka jalan pulang bareng. Ngobrol, ketawa, kayak dulu.

Tapi Dyon nggak tau...

Badai besar udah disiapkan Edward.

Dan badai ini...

Akan lebih dahsyat dari apapun yang pernah Dyon hadapi.

***

BERSAMBUNG

***

1
checangel_
Tak ada lagi kata terucap 👍🙏
Dri Andri: Terima kasih semoga sehat selalu ya... simak kisah kelanjutannya dan jangan lupa cek juga cerita lainnya barang kali ada yg lebih cocok dan lebih seru
total 1 replies
checangel_
Nangis dalam diam itu, sekuat apa sih batinnya 🤧🤭
Dri Andri: 🤣 gimana caranya
total 3 replies
checangel_
Belum nikah, tapi sudah layaknya suami istri /Sob/
checangel_
Lelah hati lebih melelahkan dari semua lelah yang menyapa di dunia ini😇, karena yang tahu hanya dirinya sendiri
checangel_
Janji mana yang kau lukiskan, Dyon/Facepalm/ janji lagi, lagi-lagi janji 🤭
checangel_
Dengar tuh kata Dyon, kesempatan kedua tidak datang untuk yang ketiga /Facepalm/
Dri Andri
seperti kisah cinta ini maklum cinta monyet
checangel_
Iya musuh, kalian berdua tak baik berduaan seperti itu, bukan mahram /Sob/
Dri Andri: tenang cuma ngobrol biasa ko gak ada free nya 😁🤣😁🤣😁
total 3 replies
checangel_
Ismi, .... sebaiknya jangan terlalu lelap dalam kata 'cinta', karena cinta itu berbagai macam rupa /Facepalm/
checangel_
Sampai segitunya Ismi🤧
checangel_
Nggak semua janji kelingking dapat dipercaya, maka dari itu janganlah berjanji, jika belum tentu pasti, Dyon, Ismi /Facepalm/
checangel_
Ingat ya, kisah cinta di masa sekolah itu belum tentu selamanya, bahkan yang bertahan selamanya itu bisa dihitung 🤧
checangel_
Ismi kamu itu ya /Facepalm/
checangel_
Nah, tuh kan, jadi terbayang-bayang sosok Ismi /Facepalm/. Fokus dulu yuk Fokus /Determined/
checangel_
Jangan balas dendam ya/Sob/
Dri Andri: balas dendam dengan bukti... bukti dengan kesuksesan dan keberhasilan bukan kekerasan💪
total 1 replies
checangel_
Jangan janji bisa nggak/Facepalm/
checangel_
Jangan gitu Dyon, mencintai itu wajar kok, mereka yang pergi, karena memang sudah jalannya seperti itu 😇
checangel_
Bisa kok, tapi ... nggak semudah itu perjuangannya 🤧, karena jurusan itu memang butuh biaya banyak/Frown/
checangel_
Ismi kamu ke realita aja gimana? banyak pasien yang membutuhkan Dokter sepertimu /Smile/
checangel_
Iya Dyon, don't give up!/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!