"Aku menolak perjodohan ini ayah ! "
Jika semua gadis mengiyakan menikah dengan orang kaya , tapi tidak dengan Ramos
Ia tetap bersikukuh untuk menolak perjodohan dengan laki-laki yang tidak ia suka
Di tempat lain
"Keluar kau dari rumah ini , jika sampai Ramos menolak perjodohan ini ,maka papa pastikan kau papa coret dari daftar warisan papa !"
Reihan Kim
laki-laki kaya penggila wanita cantik
"Astaga apa lagi ini Papa , kenapa termos itu masuk kedalam hidupku ,oh "
Mengacak-acak rambutnya
Update setiap hari
Jangan lupa Like ,komen dan Vote 🙏
Silahkan saja yang mau promote di kolom komentar
Follow Instagram author @Sandihasan90 😌
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandi Hasan 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tasnya ketinggalan !
Ramos dan Rambo pun berhenti di sebuah gubuk tua yang terkesan angker tapi mau bagaimana lagi, cuma gubuk itu lah yang ada karena jalanan yang mereka lalui melewati jalan pintas agar cepat sampai kerumah meski jalan yang mereka lewati adalah jalanan yang sepi yang jarang di lalui banyak kendaraan, mereka berdua pun berteduh di sebuah gubuk yang sudah tak berpenghuni itu meski tukang Rambi tampak ketakutan
sekali ,cuma ia gengsi mengatakan itu pada Ramos
"Pirang Apa kau tidak takut.. Pirang lihatlah tempat ini begitu gelap "
Rambo yang memang penakut sebenarnya tak mau berhenti di tempat itu, cuma mau bagaimana lagi hujan semakin deras, lagian tidak ada tempat lagi selain gubuk tua ini
" Apa yang kau takutkan Rambo, kita ini punya tuhan percaya saja, ah kau ini apa kau mau kita basah kuyup "
Ramos bersuara berbisik membuat Rambo semakin takut saja, ia sudah tak tahan ingin buang air kecil sangking takutnya, cuma ia harus tetap stayy cool di hadapan Ramos dong
" Oke baiklah tuan putri " Berbicara dengan nada tegas sekali, padahal cukup Rambo dan tuhan saja yang tau
Tiba - tiba seeokor kucing hitam melompat kearah mereka , Rambo yang penakut pun langsung berteriak histeriss
" Setannnnnnnnnnnnnnnnnn"
Ramos langsung tertawa " Mana setannya Rambo, itu hanya seekor kucing hitam "
Ramos masih tertawa cekikan
" Kucing hitam ?? ,ya ampun Ramos, hujannya lama sekali berhenti ya "
Baru saja Rambo hendak membuka pintu mobil, cahaya kilat tampak langsung menyambarnya
" Awwwww"
" Ramos kalau ada cahaya kilat kau bawa istighfar, ayahku selalu berpesan, dan ibuku juga selalu mengingatkan bacalah
" Lahawlawalakuataillabillah ,itu saja "
Rambo masih saja berbicara dengan suara kecil, ntah apa yang ia bicarakan tetapi Ramos memilih untuk mendengarkan saja ocehan Rambo yang tak berkualitas itu ,
lagian ia hanya menganggap Rambo hanya sebatas teman saja, jadi ia tak terlalu memperdulikan gombalan Rambo yang selalu ia ucapkan setiap kali bertemu Ramos,apa lagi tipe lelaki seperti Rambo sangat jauh sekali dari kriterianya
Reihan yang naik ojek pun kebetulan melewati jalan yang sama dengan Ramos ia pun juga memilih berteduh di tempat yang sama
" Pak cepat itu ada gubuk tua, sebaiknya kita juga berteduh di sana "
" Ramos sepertinya motor itu menuju kemari "
" Sudah biarkan sajalah, mereka juga ingin berteduh "Ramos menanggapinya secara santai berbeda dengan Rambo ia tampak cemas
" Bagaimana kalau itu begal, "
" Ya kan ada kamu, kau pasti akan langsung menghajarnya bukan " ia menggoda Ramos
" Tentu saja " Rambo menjawab dengan tegas, meski ia mulai selangkah demi selangkah berjalan kesamping Ramos
Reihan pun langsung berteduh di gubuk tersebut, satu atap dengan Reihan dan Rambo, sayangnya di tempat itu tak ada cahaya penerangan sama sekali, jadilah mereka bergelap - gelapan di gubuk tersebut
Ramos kembali menjaga jarak dengan Rambo karena Rambo terus mendekatinya, bukan karena ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan tetapi memang ia ketakutan apa lagi melihat Reihan membawa tas , ia sudah berpikir jika isi didalam tas tersebut adalah kepala orang yang habis di begal
" Rambo apa yang kau lakukan, kau lihat aku hampir kena hujan, cepat minggir "
Dengan terpaksa Rambo pergi menepi kesebelah kiri ,dengan tak menjauhkan pandangannya dari tas yang di bawa oleh Reihan
Ramos pun duduk agak ketepi dinding sedangkan Reihan melepaskan tasnya dan menaruhnya di dekat Ramos berdiri, meski mereka berdua tak saling menyapa satu sama lain tapi Ramos selalu berpikiran positif di mana saja, ia selalu pasrah dan sangat yakin segala sesuatu yang akan terjadi pada dirinya keselamatan dan apapun itu selalu atas kehendak Nya
Telpon Ramos pun berbunyi ditengah derasnya hujan
kring
kring
Ramos mengeluarkan ponsel dari tasnya yang terlihat sudah penuh dengan tambalan kain perca, tas yang sudah tak layak pakai lagi Reihan sempat melirik kearah tas Ramos dan sudah pasti ia langsung memandang jijik,apa lagi Reihan selalu memandang perempuan dengan kelas yang berbeda
Ternyata itu telpon dari Ayahnya Ramos
" Halo Ayah , iya ayah bagaimana ?
suara Ayah tidak terlalu dengar di sini hujan
aku lagi berteduh Ayah "
Ramos berteriak begitu keras sekali, karena ia tak mendengar sama sekali suara ayahnya
" Pengobatan Dion, baiklah Ayah besok aku akan mengirimkan uangnya "
Wajah Ramos langsung tampak sangat sedih, ia hanya mengiyakan saja permintaan ayahnya untuk mengirim uang di kampung, karena adiknya Dion memang butuh uang untuk berobat , tak ada satupun yang bisa melihat bagaimana raut wajah Ramos saat menerima telpon dari ayahnya malam ini
Ramos bingung sekali ia tak tau harus mengadu kepada siapa, hari ini saja ia hanya minum air putih saja, karena uang nya akan ia simpan untuk di kirim kekampung, cuma itu pun masih kurang juga,
Reihan yang berdiri di samping Ramos pun mendengar dengan jelas obrolan Ramos dan Ayahnya karena Ramos mendloudspeaker ponselnya,karena suara ayahnya tidak terdengar sama sekali disebabkan derasnya suara hujan malam ini
Rambo asik sekali mendengar suara musik dengan headshet yang menempel di telinganya, untuk menutupi rasa takutnya dihadapan Ramos
" Sepertinya hujan semakin deras saja "Ramos berbicara seorang diri, di tengah hatinya yang sedang kalut
Reihan yang mendengar pun ikut menjawab
" Iya sepertinya semakin awet saja "
Mereka berbicara tanpa mengetahui wajah yang satu dengan yang lainnya,
Sepuluh menit berlalu, dan hujan semakin lebat saja tak ada tanda - tanda akan berhenti sepertinya, kemudian tampak di depan mereka segerombolan gank motor ramai sekali, pemuda - pemuda berusia tanggung mengendarai motor metic, nampaknya mereka akan melakukan aksi di tengah hujan, beberapa dari mereka tampak membawa kayu, parang panjang dan senjata tajam lainnya
Membuat Ramos, Rambo dan juga abang tukang ojek langsung ketakutan tapi tidak dengan Reihan iya tampak santai saja
" Gank motor melakukan keributan bagaimana ini " Rambo tampak begitu panik
Abang ojol pun tak kalah panik karena ia biasanya hanya melihat melalu televisi saja keributan antara gank motor tetapi ternyata keributan kali ini berada di depan matanya langsung " Aduh Mas, ayo kita segera pergi saja dari tempat ini, sebelum mereka memulai keributan "
" Wah ini bakal seru " Reihan tampak bersemangat sekali
Suara kilat terdengar menggelegar di tengah hujan, cahayanya tampak memperlihatkan wajah Reihan dan Ramos,
Tetapi Reihan hanya bisa melihat jelas topi yang di gunakan oleh Ramos
" Sebaiknya kita segera pergi saja " Rambo pun langsung masuk kedalam mobil
begitupun tukang ojek mereka tampak buru - buru
" Ayo cepat Mas, sebelum mereka benar - benar ribut, kita potong saja mereka "
Dengan cepat Reihan dan tukang ojek pergi duluan
Awalnya Reihan menolak untuk pergi " Nanti sajalah bang, kita menonton sampai usai "
Tetapi abang ojol memohon dengan sangat ketakutan " Ayo mas, anak istri saya menunggu di rumah mereka butuh makan mas "
Suara abang ojol membuat Reihan akhirnya memutuskan segera pergi dengan tergesa - gesa
" Ayo Pirang cepat naik, apa yang kau pikirkan "
Ramos yang hendak naik melihat tas Reihan yang ketinggalan
" Tunggu sebentar "
Melirik kearah tas ransel yang tergeletak
" Nah ini kan tasnya ,lelaki yang tadi "
" Ayo cepatlah!!! " Suara Rambo terdengar panik
Dengan cepat Ramos mengambil tas tersebut lalu membawanya masuk kedalam mobil
ia berniat akan mengembalikannya besok
Mereka melewati kerumunan genk motor yang sedang bersiap - siap untuk ribut tersebut , meski terdengar suara lemparan batu masuk kedalam mobil Rambo, dengan sigap Rambo langsung tancap gas meninggalkan kerumunan genk motor tersebut
sukses
semangat
mksh
sukses
semngat
mksh
si otoiiiii gelayuttt santuiii eeuuyyy😂😂😂😂😂😂😂😂
ini kepala lgsg Mules !!!
asli halu nya bikin kejang2
jd terserah km lah Thor
itu di lapas lhoooo ...yg jelas di jaga polisi ...ko bs ya berantem ky gt & di diamkan ...
seorg yg sdh ditangkap masuk sel,semua barang nya disita polisi untuk penyelidikan dll...lha gmn cerita nya semua aset, tabungan hasil korupsinya bs dikasihin ke Laura & bs dgn mudahnya diambil / dicairkan sm laura...😂😂😂😂
peraturan dr perbankan uang yg nominal nya ratusan jt hrs jelas asal usulnya ... transaksi dr mana ... hellloooooooooo
be smart gaessss
ketok palu hakim tetap akan jatuh !!!
jd klpun Ardi kekeh tdk mau cerai pun ga ngaruh ... apalagi kasus Ardi ini berat . penghianat, korupsi, pembunuhan ...fix gampil
tentu sj jgn ngarep pengacara top , biasanya pengacara yg baru lulus 😂😂spy nambahin jam terbang jd kdg tanpa dibyr pun mrk spt relawan ...
terkecuali sang terdakwa/ tersangka memang tdk mau didampingi
ini cerita ngeselin bgt ...
aset yg di korupsi ya hrs di sita ... masalah kasian sm ibu yg janda & adeknya itu lain perkara ,kan bs diksh kerjaan , ENAK AMAT YG KORUPSI GA KENA SANGSI !!!!
AYO RAME2 KERJA DI PERUSAHAAN REYHAN & KORUPSI BERJAMAAH ...TOH GA KENA SANGSI INI !!!
dia kan laki2 knp ngikutin marga istrinya
ahaayyy lucu x yaaa ...
kl Ramos ngikutin msh mending Krn dia ngikutin marga suami
ini ngapa kebalik suami ngikutin marga istrinya ....& yg bs menyandang nama belakang Kim anak2 Reyhan 😂😂😂😂
malah disuruh pindahan ,...
jd org tua kaya,berkuasa tp ga PEKA sm kebejatan anaknya