"Ra,kakak mohon menikahlah dengan Mas Ardi ,jagalah Aluna untuk Kakak ,kakak mohon hanya kamu yang Kakak percaya" Nayla
Menikah muda bukan keinginan Naura, namun karena permintaan sang kakak tercintanya terpaksa dia harus menikah di usianya 21 tahun.
Ardi sebagai suami Alm Nayla pun terpaksa harus menikahi adik kandung istrinya itu,dia tidak punya pilihan lain.
Di awal pernikahan tidak ada keharmonisan terjadi diantara mereka,namun seiring berjalan nya waktu mereka bisa melaluinya.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka,yuk ikuti ceritanya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Bab 8 "Kehilangan"
#POV Naura
Demi apapun Saat ini dunia seperti berhenti, Kehilangan ka Nayla benar-benar bukan yang aku harapkan harus kehilangan sosok seorang kakak yang aku kasihi yang aku sayangi,bahkan selalu jadi inspirasi ku itu bukan hal yang mudah.
Lututku terasa lemah,lidahku kelu,badanku lemas,aku tersungkur kelantai tak mampu lagi menahan rasa sesak ini,dimana kenyataan harus kehilangan ka Nayla. Aku menangis meraung benar-benar tak kuasa.
Hingga aku tersadar dan melihat mamah tak sadarkan diri,aku berdiri menghampiri ka Nayla,melihat wajah cantiknya untuk terakhir kalinya. Kelak takkan ada lagi senyum indahnya lagi yang selalu aku lihat,tidak ada lagi pelukan hangatnya yang mampu menyejukan hati ini. Aku menatapnya ,mencium wajahnya dan mengucapkan salam terakhirku.
"Ka..kakak udah tenang,kakak udah ga merasa sakit lagikn,bahagialah disana,semoga Surga tempatmu,Amin .."aku sungguh tak kuasa lagi,aku berbalik dan menemui mamah yang masih tak sadarkan diri,aku memeluk mamah.
Tak lama mamah sadar ,dia datang memeluk tubuh ka Nayla,mamah masih menangis sejadi-jadinya.
Ka Nayla dibawa pulang,semua keluarga sudah berkumpul dirumah Mamah dan Papah.
*******
#POV Ardi
Aku lihat wajah teduhnya,senyum indahnya saat dia menghadapi ajalnya,senyum itu masih terukir diwajah cantiknya. Wanita tangguh yang aku cintai,satu-satu wanita yang mampu membuka hati ini,satu-satunya wanita yang begitu sabar menghadapi sifat buruk aku. Kini tidak akan lagi senyum indah itu,tawa cantiknya,tutur kata lembutnya,pelukan hangatnya,semua tidak akan ada lagi,dia sudah pergi dia sudah tenang kembali ke sisiNya,
"Tunggu aku disana Sayang,tunggu aku diSurgaNya,aku akan menjaga Aluna buah hati kita,aku pasti bisa menjaganya sendiri,jadi jangan memaksa aku untuk menikah lagi,hanya kamu satu-satunya wanita dan istri aku.."Batin Ardi.
******
Satu minggu setelah kepergian Nayla,Mamah Erin jatuh sakit,dia masih belum menerima kepergian Nayla. Sedangkan Naura dia mencoba untuk kuat,bagaimana pun itu sudah takdir,semua orang juga pasti akan kembali ke sisiNya,dia berusaha menjalani hidupnya dengan sebaik mungkin.Sedih tentu sedih,bagaimana tidak harus kehilangan orang yang dia sayang,tapi dia tidak mau terlalu larut akan tangisnya karena justru ini membuat Nayla tidak tenang disana,jadi dia memilih untuk bisa ikhlas untuk melepaskan Nayla.
"Pah,gimana keadaan mamah sekarang.."tanya Naura,ya saat ini dia sedang berada dirumah sakit tempat mamah Erin dirawat.
"Mamah dari tadi tidak mau makan Ra,tolong bujuk dia untuk makan ya.."
"Mah makan dlu yuk,mamah harus banyak makan,mamah harus kuat,disini masih ada Naura. Kalau mamah terus kaya gini,ka Nayla pasti ikut sedih mah..makan ya .."rayu Naura,bagaimana pun juga,dia tidak mau mamah begini,dengan mamah begini itu membuat nya tambah bersedih.
Mamah hanya menggelengkan kepala,mamah masih menatap ke segala arah dengan pikiran entah kemana.
"Mah,kalau mamah kaya gini,bagaimana dengan aku,aku tidak teratur makan loh dirumah.."rayu ku lagi
Mamah Erin tiba-tiba menengok ke arah Naura.Dia langsung memeluk Naura,dia menangis dipelukan Naura.Naura hanya diam membalas pelukan Mamah Erin.
"Ra,jangan tinggalin mamah juga ya.."Ucap mamah sambil masih memeluk Naura.
Naura masih terdiam,dia hanya mengelus-elus punggung mamah,sampai tangisnya reda.
"Iya mah,sekarang mamah makan dulu ya.."Naura tau ini sulit buat mamah tapi kita juga tidak bisa berlarut seperti ini,kita hantarkan doa untuk ka Nayla disana mah,dia juga pasti sedih melihat kita sedih.."Ucap Naura kembali.
Mamah Erin Menganggukkn kepala,Naura dengan telaten menyuapi Mamah Erin sampai makanan habis.
"Ra,mamah mau ketemu sama Aluna,mamah mau minta Aluna buat tinggal dengan kita aja,biar kita yang merawatnya,atau mungkin kamu nikah aja sama Ardi sesuai amanah terakhirnya Nayla.
Deg
Lagi-lagi Mamah Erin mengingatkan Naura akan permintaan terakhir Nayla itu.
"Mah..."Pekik Naura
"Benar Ra apa kata Nayla ,kalau Ardi nikah sama kamu,Aluna bakalan masih dekat dengan kita,mamah gak mau jauh dengan Aluna Ra.."
"Udah ah..mamah makin ngawur aja,gak nikah sama Ka Ardipun,Aluna bakalan tetap dekat dengan kita ko,,"
"Ra,amanah itu penting,apalagi itu amanah terakhir kakak kamu.."
"Udah,,udah jangan ngebahas lagi itu lagi,sekarang Mamah istirahat aja ya.."Ucap Papah Yogi menengahi mereka berdua.
"Tapi pah.."sergah mamah Erin lagi,belum lagi Mamah Erin menjawab ,Naura melengos pergi keluar.
****