NovelToon NovelToon
Jalur Langit

Jalur Langit

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:554.2k
Nilai: 5
Nama Author: Chika cha

Cover by me

Argantara Putra Bimantara, pria yang tenang dan dingin, terus-menerus dipertemukan dengan Nasya Kayshila—sosok gadis berhijab yang diam-diam mencuri perhatiannya sejak awal pertemuan. Ia mencoba mendekat lewat kebaikan, berharap dikenang walau hanya sekejap. Tapi Nasya? Ia tak pernah mengingatnya. Tak satu pun pertemuan membekas di ingatannya.
Sampai akhirnya Argan sadar, menjadi baik saja tidak cukup. Jika kebaikan terlupakan, maka ia akan menjadi luka kecil dalam hidup Nasya karena rasa sakit lebih sering dikenang daripada rasa manis. Dan dengan begitu... setidaknya, ia tidak akan menjadi asing selamanya.

let's play!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buket Bunga

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam. Eh, pulang, Bang?" jawab sang Mama dari arah dapur melirik sejenak putra keduanya yang baru memasuki rumah.

"Iya. Mama masak apa?"

Argan baru pulang dari kesatuannya, dia masih menggunakan seragam loreng biru lengkap khas TNI AU. Melihat sang Mama yang sore ini sudah berkutat di dapur, Argan menghampiri.

"Masak sayur asem, goreng ayam, sama perkedel ini. Kenapa mau Mama Masakin yang lain? Atau mau Mama masakin cumi favoritmu?"

Argan menggeleng "gak deh, Ma. Abang mau pergi nanti. Gak usah di masakin Abang gak makan di rumah juga."

Dahi Mama Nada nampak berkerut "memangnya mau kemana?"

"Kondangan."

Mama Nada membulatkan mulutnya seraya manggut-manggut pertanda faham.

"Papa kemana?" Argan celingak-celinguk mencari sosok pria yang sebelas dua belas dengannya.

"Belum pulang, taulah makin dekat masa pensiun Papa makin sibuk. Ada... Aja urusannya."

Ya, sudah bisa di hitung berapa bulan lagi masa pensiun sang papa dari dunia abdi negara akan segera berakhir.

"Kalau Mama kapan pensiun?" Argan mengingat mamanya juga sampai saat ini masih menjadi dokter bedah di salah satu rumah sakit militer.

"Mama masih muda, masih seneng kalau di suruh masuk ruang operasi. Nanti aja deh kalau disuruh pensiun."

"Tapi Ma. Mama udah berumur. Anak-anak Mama kan maunya Mama tuh di rumah aja nikmati masa tua."

Mama Nada tersenyum melihat betapa khawatirnya sang putra. "Nanti ya, Bang. Nanti kalau udah bosen. Mama pasti pensiun." tidak lupa Mama Nada membelai pipi sang putra agar tenang dan tidak terlalu mengkhawatirkannya.

"Ya udah, sana masuk ke kamar bersih-bersih bentar lagi juga mau azan magrib tuh udah ngaji-ngaji, sholat dulu. Terus siap-siap katanya mau kondangan."

"Ya udah, Abang tinggal keatas dulu ya, Ma."

Setelah selesai sholat magrib di masjid Argan segera berganti pakaian. Seperti yang di sampaikan nya tadi pada sang Mama bahwa ia akan menghadiri acara resepsi pernikahan salah satu temannya yang merupakan teman semasa sekolah dulu.

Kenapa hanya untuk kondangan Argan pulang?

Kenapa tidak pergi dari kesatuan saja?

Itu di karenakan resepsi temannya hari ini memakai dress code berupa jas bagi kaum pria dan gaun malam untuk wanita yang tertulis dalam kertas undangan. Membuat Argan mau tak mau harus pulang karena ia tidak membawa satupun jas selain jas PDU-nya, kan gak mungkin dia ke kondangan pakai pakaian dinas. Kalau temannya dari kesatuan sih bisa saja.

Argan melihat pantulan dirinya di cermin yang terlihat sangat memukau dengan mengenakan setelan jas berwarna hitam rapih, membentuk tubuh atletisnya.

Ia menuruni anak tangga satu persatu sambil menenteng helm di tangannya. Argan itu paling suka jika kemana-mana pakai motor ketimbang pakai mobil, tau sendirilah ya sesuka apa dia dengan dunia otomotif itu, lebih-lebih itu motor. bahkan Argan mempunyai empat unit motor dua motor sport, satu motor metic dan satu lagi motor trail sementara mobil Argan hanya punya satu, itu pun tak semahal yang di miliki Abri dan tentunya sangat jarang ia gunakan karena ia lebih suka menggunakan motor.

"Masyaallah, bibitnya Papa Saga gak ada yang bisa menyaingi pakai apapun tetap ganteng semua" ujar Mama Nada tengah menyiapkan makanan di meja makan seraya menatap putra keduanya yang berjalan ke arah area dapur. Tampak papa Saga sudah duduk di meja makan masih mengenakan seragam PDH-nya, sepertinya pria paruh baya itu baru pulang.

"Anak siapa dulu." papa Saga menepuk pundak putranya beberapa kali dengan senyum mengembang begitu tiba dan duduk di sampingnya. "Mau kemana, Gan?" ia beralih bertanya pada Argan.

"kondangan."

Papa Saga menganggukkan kepalanya faham. "Mau kondangan naik motor?" melirik helm berwarna hitam yang Argan pegang.

"Iya, Pa."

"Udah ganteng gini masak naik motor si, Bang? Mana gak bawa gandengan lagi, pasti cuma amplop doang." Mama Nada meletakkan secangkir teh di sebalah sang suami seraya meledek Argan.

Mendengar itu Argan memutar bola matanya malas, setelahnya ia mendengus pelan "Males bawa mobil, Ma. Ya udah Argan pergi dulu. Ma, Pa. Assalamualaikum." Argan malas jika harus membahas soal pasangan-pasangan terus ia masih ingin menikmati hidup dan karir, Argan langsung pamit pergi saja dari pada meladeni sang Mama yang ribut minta calon mantu.

Udah dapat mantu satu juga masih kurang.

"Waalaikumsalam."

"Persis kamu dia, Mas." ujar Mama Nada pada papa Saga.

Papa Saga manggut-manggut membenarkan dari ketiga putranya hanya Argan yang paling mirip dirinya.

Argan sudah sangat lama tidak bertemu dengan teman sekolahnya, bukan dia sombong. Tapi memang tidak ada waktu untuk kumpul bersama. Lebih-lebih Argan yang baru satu tahun dinas di lanud Halim Perdanakusuma dan jadwalnya terbilang sangat padat.

Tanpa disadari Argan telah sampai di salah satu hotel tempat berlangsungnya acara resepsi teman sekolahnya. Argan langsung mencari tempat parkir untuk motornya dan setelah itu membuka helm. Pandangannya langsung jatuh pada orang-orang yang tampak sangat ramai, sepertinya hampir seluruh tamu yang keluar masuk adalah tamu pernikahan teman Argan.

Argan langsung masuk berjalan ke aula hotel, di depan aula ia sempat termenung beberapa saat kepalanya celingak-celinguk mencari keberadaan teman-temannya.

Argan juga menjadi pusat perhatian bagi para kaum hawa yang melintas di hadapannya, memuja ketampanan yang ia miliki. Tapi Argan tak perduli, bahkan ia tidak melirik sekalipun.

Secuek itu loh dia.

Hingga salah satu teman sekolahnya dulu melambaikan tangan, barulah ia lanjut berjalan mendekati teman-temannya.

"Woy Argan, widih kang supir makin ganteng aja. Apa kabar, Bro?" sapa salah satu teman Argan sambil mengulurkan tangan, disambut oleh Argan dan juga yang lain tidak lupa mereka bertos ria alah pria.

Setelahnya tanpa di persilahkan Argan langsung duduk disalah satu kursi yang masih kosong tanpa penghuni.

"Baik, Lo semua?"

"Baik." jawab mereka.

"Eh, eh Pumpung lagi kumpul nih. Gue mau kasih lo pada sesuatu." ujar pria yang tepat duduk samping Argan. Ia memberikan undangan pernikahannya satu persatu pada taman-tamannya yang duduk bersamanya.

Keempat pria yang lain terperangah melihat kertas undangan yang di diberikan teman mereka.

"Wih, si anjir. Tiga tahun jomblo, eh tiba-tiba datang ngasih undangan." seru pria lain yang duduk di depan Argan.

"Weh, jelas bos. Dari pada yang jomblo seumur hidup bukannya nyebar undangan eh malah di langkahi adiknya." kekeh pria itu melirik Argan seakan perkataannya itu memang di khususkan untuk menyinggung teman sekolahnya itu.

"Gak usah nyinggung-nyinggung ya, bangsat." sahut Argan dengan raut pura-pura kesal dan menonjok perut temannya itu pelan dan langsung di sambut dengan tawa oleh rekannya yang lain.

Kelimanya pun perlahan mulai larut dalam obrolan, lama tidak bertemu membuat banyak hal yang terlewatkan dan juga beberapa kenangan di masa sekolah dulu menjadi bahan obrolan. Bahkan sekali pun itu bukan hal penting mereka tetap menjadikannya topik pembicaraan di pertemuan mereka ini Setelah sekian lama.

Ketika asyik mengobrol mc memberitahukan bahwa acara pelemparan buket bunga pengantin akan segera berlangsung.

"Eh, itu si Bram bukan?" tebak Argan pada pria yang merupakan mc sedikit gemulai yang tampak mirip dengan teman SMA-nya.

"Iya kan dia memang jadi mc di sini." sahut teman Argan yang lain.

Terdengar decakan kasar dari bibir salah satu dari ke lima pria itu "udah gak usah bahas si bencong itu. Mending kita ikut nangkep bunga. Buat ngeramein acara." ajaknya.

"Ah, gak. Gue udah punya pasangan. Ngapain ikut begituan."

"Nah, bener gue juga udah punya. Itukan di khususkan untuk kaum jomblo. Noh ajakin si Argan aja, supaya cepet dapat jodoh." tunjuk salah satu temen Argan yang lain membuat Argan yang duduk tenang di kursinya mendelikkan matanya.

"Dih, gak! Males banget gue ikutan. Gak!" tolak Argan enggan mengikuti acara tersebut.

"Yaelah, Gan. Untuk seru-seruan doang. Kapan lagi begini coba? Kasian tu pengantinnya kalau nanti acara lempar bunganya sepi. Yuk lah! Siapa tau kita beneran dapat jodoh setelah ini." ucap pria yang sama jomblonya dengan Argan dan mengajaknya. Pria itu sedikit menarik tangan Argan dengan paksa agar mau ikut dengannya.

"Bener tuh, Gan. Buruan deh!" yang lain malah ikut mendorong punggungnya dengan kuat, membuat Argan langsung bangkit karena dorongan ketiga temannya yang lain.

"Bangsat memang ya Lo pada!" kesal Argan, ia sudah bangkit dan di tarik paksa ke dekat pelaminan ikut bergabung dengan yang lain.

Akhirnya Argan berdiri dengan ogah-ogahan di depan pelaminan dengan kedua pengantin yang memunggungi mereka bersiap akan melemparkan buket bunga.

Argan sendiri malah memilih bersedekap dada tidak berniat sama sekali untuk menangkap buket tersebut. Ia berharap bunga itu tidak terlempar kearahnya karena jika itu terjadi, ia akan membiarkan buket itu jatuh mengenaskan di atas lantai.

Di sisi lain ada dua orang gadis yang tampaknya juga berdebat karena salah satunya tidak ingin ikut menangkap buket bunga. "Hih, aku gak ikut. Kamu aja. Aku tunggu disana." ucap gadis berhijab dengan medok Jawa khasnya yang memiliki paras cantik sekaligus manis, ia menolak dan melepaskan cekalan tangan temannya yang memegangi salah satu lengannya.

"Iish Nasya! Diem di sini temeni gue, gue mau dapatin buket bunganya titik. Jangan pergi!" ujar gadis yang memaksa Nasya.

Akhrinya mau tak mau Nasya berdiri disana di antara orang-orang yang sudah pasti jomblo semua atau sudah memiliki pasangan tapi tetap ikut hanya untuk bersenang-senang.

"Satu... Dua... Tiga!!" mc menghitung dan begitu sampai di angka tiga sepasang pengantin itu langsung melemparkan buket bunga mereka membuat suasana menjadi riuh.

Dan siapa sangka bunga itu mengarah ke Argan membuat Argan yang sejak tadi bersedekap dada refleks mengangkat tangannya ke udara menangkap bunga tersebut.

Argan langsung mendelikkan matanya kaget, sepertinya tadi rencananya tidak seperti ini.

"Wah, ternyata-" mc belum selesai berucap Argan refleks melemparkan bunga itu kembali ke sembarang arah.

"Kok Lo lempar lagi?" tanya teman Argan tak percaya dengan apa yang di lakukan Argan.

"Gue Belum mau nikah." jawab Argan tanpa beban.

Dan tau, bunga itu malah jatuh tepat di tangan gadis berhijab yang tidak lain tidak bukan adalah Nasya.

"Wah, katanya enggak-enggak tapi kok malah Lo yang dapat si Sya." keluh teman Nasya. Tapi walaupun begitu gadis itu tetap senang karena temannya yang mendapatkannya.

"Oke, akhirnya dari acara oper mengoper buket. Akhirnya bunganya jatuh juga ke tangan kakak yang cantik. Yuk Kak, sini naik." ujar mc malah menyuruh Nasya naik keatas panggung.

Nasya dengan segera menggeleng "nih, bunganya buatmu aja. Sana kamu yang naik." Nasya memberikan buket bunga itu ke tangan temannya.

"Iih, apaan sih. Kan Lo yang dapat, sana buruan naik. Kalau gak sih Lo parah banget gak menghargai pengantin itu namanya." tubuhnya Nasya langsung di dorong membuat Nasya mau tak mau maju melangkah mendekati panggung yang terdapat mc sedang berdiri.

"Dan tadi sebelum bunganya jatuh ke tangan kakak cantik ini. Ada abang-abang ganteng banget yang dapat tapi di lempar lagi. Mana tuh orangnya mana?" ujar mc mencari-cari.

Tangan Argan malah di tarik naik keatas dengan paksa oleh temannya, membuat Argan kembali mendelikkan matanya.

"Is lo-" desis Argan belum tersalurkan. Karena mc sudah memanggilnya.

"Nah, itu tu. Yuk Bang naik sini." titah mc itu.lagi saat melihat dari kejauhan tangan Argan yang terangkat keatas.

Argan menggeleng kuat. Ogah banget dia.

"His tinggal naik apa susahnya sih, Gan!" akhrinya teman Argan mendorong Argan membuat Argan mau tak mau naik.

"Awas ya Lo!" ancam Argan dengan mengepalkan tangannya keudara.

Ia berjalan menaiki panggung dan melihat sekilas punggung gadis yang mengenakan gaun berwarna krem dan membawa buket bunga itu juga berjalan menaiki panggung di depannya.

"Wah, ternyata cewek cantik yang mendapatkan bunganya." puji mc tersebut begitu melihat peras Nasya saat sudah mendekati. "Woh, Kang Sopir ganteng yang oper mengoper tadi rupanya. Kenapa Kang Sopir? Belum ketemu calonnya?" ujar mc yang merupakan salah satu teman Argan juga.

Gelak tawa di meja yang terdapat rekan-rekan Argan langsung mengudara. Membuat Argan mendelikkan matanya jengah. Ia mengepalkan tangan keudara mengarahkannya pada Bram si mc. Lalu secara bersamaan Argan dan Nasya berdiri di kedua sisi mc tersebut dan berbalik menghadap para tamu.

Argan dengan wajah datar tanpa ekspresinya hanya diam. Semetara Nasya menunduk malu.

"Iih, gak boleh galak-galak dong Kang Sopir. Oh ya, kita beralih aja ya, sama kakak cantik ini dari pada sama sopir galak. Namanya siapa Kak?" mc tersebut malah beralih mencoba mewawancarai Nasya.

"Na-Nasya." jawab Nasya ragu dengan malu-malu.

Argan yang mendengar nama itu refleks langsung menoleh dan matanya membulat sempurna kala ia melihat wajah Nasya, wajah gadis yang pernah mengisi otaknya selama berhari-hari. Argan tidak pernah sedikitpun melupakan wajah maupun nama gadis itu. Dan jantung kembali berdegup cepat seperti dulu, degupan yang pernah meredup dan kini kembali lagi.

"Aduh, wajahnya ayu, suara lembut, Soleha. Idaman para lelaki ini mah." komentar mc setelah mendengar nama Nasya. "Gimana Kak Nasya, udah ada calonnya?"

Nasya menggelengkan kepala.

"Kalau belum ada calonnya, mungkin ada disini yang mau mengajukan diri?" ledek Bram. Sontak membuat para lelaki heboh. "Atau ini nih, Kang Sopir satu ini juga jomblo loh, Kak. Mau gak nih sama dia. Biasa nih saya jadi Mak Comblangnya." Tunjuk Bram pada Argan.

Argan langsung mendelik tak suka membuat menatap Bram. Kemudian mata keduanya tanpa sengaja bertemu. Dan kemudian detak jantung keduanya saling berdegup hebat di dalam sana.

"Uwow!! Udah pandang-pandangan guys. Wellcome to Bpak Mayjen punya mantu kedua." kembali mc itu meledek Argan membuta tawa teman Argan yang lain mengudara.

Sementara Argan sudah menonjok lengan Bram dengan geram.

"Kenalan dulu dong Kang Sopir. Masak mau di comblangi gak kenalan." tak habis-habisnya Bram meledek Argan membuat telinga pria itu memerah karena malu. "Kang sopir namanya siapa?"

Argan dengan raut kesalnya menatap Bram sejenak namun tak ayal tetap menjawab dan menatap Nasya. "Ehm! A-Argan."jawabannya dengan berdeham sejenak menetralkan jantungnya yang sayangnya malah terdengar seperti orang bodoh karena terbata.

Sontak itu menjadi bahan Bullyan Bram untuk yang kesekian kali. Para tamu kembali tertawa, terlebih teman-teman Argan yang sudah tergelak di salah satu meja saja.

Sementara Nasya, dia menatap Argan intens. Sangat intens "namanya mirip. Apa mungkin orang yang sama?" batin Nasya mengingat pria yang pernah berbaik hati mengantarnya.

...Mundur bang gantengnya kelewatan!...

1
Ani
duh padahal kalau kangkungnya cuman direbus udah enak soalnya cocok sama sambal cumi petai.
Bintang 1016
kak lanjut dongg🤣🤣🤣
Bintang 1016
sumpahhh kak,,pefel q nangis😭😭
kenapa bikin orang nangis dak kelar kelar kakkkkk😥😥👍
Bintang 1016
ini kenapa beberapa bab nangis trs kak...tegang sedih bersamaan....
bawang mahal,,mana bawang😭😭😥😥
Bintang 1016
tidak ada yg gagal dr semua karya novel ayah saga dng keturunannya👌👍👍👍
Bintang 1016
salut banget kak dng cerita jalur langit👍👍👍mencari dng real kehidupan certa yg bersangkutan.....

ttp semangat dn terimakadih💞💞☕️🌹
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭😭😭😭😭😭 ya Allah 🤲
ZENI LISTIYANI
luar biasa novel ini, keren banget kak novelnya.
Sulfia Nuriawati
ini crta ttg kluarga ABRI y Thor karna aku udah baca yg judul kacang ijo, keren² crta ttg dunia militer😍😍😍😍
Chika cha: iya kak. ini adeknya Abri. semoga betah ya kak di jalur langit
total 1 replies
Cerlia Wati
padahal aq udah ngabisin tisu banyak,akhirnya bang Argan plg Alhamdulillah
Cerlia Wati
😭😭😭😭😭,
Cerlia Wati
thioor air mata q tak terbendung,tanggung jawab thoor
Cerlia Wati
😭😭😭😭😭😭 Argan
Cerlia Wati
udah lama nunggu lanjutan nya si argan ganteng baru ketemu lanjutan nya
Lili Susanti
ga boleh ya bonus 1 part lg ..
Naufal hanifah
ceritanya bagus
dewi_nie
pingin ada cerita Bimo yg kocak..lucu kali yah???
Chika cha: wkwkwk dia Jodi (jomblo di tinggal mati)
total 2 replies
dewi_nie
ternyata tantangan misi untuk argan belum selesai🤭
dewi_nie
😭😭😭 masih nangis bombai aku ka' tp kali ini Krn terharu hura🤭
loh loh loh...kok udan the end ae ka'..kirain masih lanjut terus...Yo ws GK Popo seng penting mas argan dan mbak nanas happy ending...semangat berkarya dan ditunggu cerita2 selanjutnya👌

🤭🤭💪
Tri Winarni
lanjut dong thor👍👍👍👍👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!