NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Musuh Lama

Terpaksa Menikahi Musuh Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cimai

Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.

Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.

Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.

Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.

Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?

Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 : Bukan Perkenalan Biasa

Beruntungnya saat pemutaran film, suasana hati Kenzie sudah sedikit lebih baik. Meskipun masih ada rasa kesal karena musuhnya itu juga berada di bioskop yang sama.

"Kalau kamu cemberut terus, Kakak jadi serba salah, Zie " ujar Vito.

Kenzie langsung menatap Vito dengan perasaan bersalahnya. Pertemuannya dengan Vito tidak bisa semudah dulu, sekarang harus menjalani hubungan jarak jauh, jadi, pertemuan seperti ini menjadi momen yang mahal.

"Maaf Kak," ucap Kenzie.

Vito tersenyum.

"Fokus nonton filmnya, jangan pikiran orang nggak penting itu." ujar Vito.

Kenzie mengangguk sambil tersenyum tipis dan kembali fokus menatap layar lebar.

"Sepertinya mereka saling kenal dan bukan perkenalan yang biasa?" bathin Vito.

Dua jam berlalu, film yang mereka tonton akhirnya selesai. Satu persatu penonton meninggalkan studio, termasuk Vito dan Kenzie.

Dunia yang terasa begitu sempit, Kenzie kembali berpapasan dengan musuh lamanya itu, tetapi ia langsung melengos pergi agar tidak terjadi konflik yang berkelanjutan.

"Ke tempat biasa yuk," ajak Vito.

Kenzie langsung mengangguk dan tersenyum lebar. Sebelum bermain, mereka membeli es krim untuk menyegarkan kepala yang terasa penat.

Satu hari yang tidak terasa cepat berlalu, ternyata waktu sudah bergeser semakin sore. Beberapa permainan sudah mereka coba. Kenzie dan Vito sudah sama-sama memegang boneka hasil dari permainan itu.

"Kakak minta maaf karena harus kembali malam ini." ucap Vito.

Dengan manja, Kenzie menghadap sang kekasih dengan mendekap erat boneka-boneka itu.

"Aku ngerti kok, Kak. Yang penting kita sudah ketemu, kangennya sudah terobati walaupun dikit." jawab Kenzie.

Vito mengusap-usap rambut Kenzie.

"Makan dulu yuk, tapi, diluar mall aja." ajak Vito.

Kenzie mengiyakan karena dirinya memang sudah lapar. Kembali mengunjungi tempat kuliner yang sudah beberapa kali mereka kunjungi dan menjadi salah satu andalan ketika jalan, yaitu rumah makan khas Padang.

"Bentar Kak, ibu telpon." ujar Kenzie memperlihatkan layar ponselnya.

Vito mengangguk.

Sembari menunggu Kenzie yang masih menerima telepon ibunya, Vito memesan menu makan yang seperti biasa dipesan oleh Kenzie.

Kenzie memilih untuk berdiri di depan sedikit menyamping karena di dalam ramai dan bisa mengganggu pendengarannya.

"Iya Bu, Minggu depan aku rencananya pulang kok."

Kenzie menyimak pembicaraan ibunya dengan serius.

"Hmm, iya ... tadinya mau pulang sekarang, tapikan Ibu juga lagi pergi. Aku nggak maulah di rumah sendirian," jawab Kenzie.

Kenzie kembali menyimak.

"Iya Bu, iya."

"Ibu juga jaga kesehatan ya," tutur Kenzie lalu menutup teleponnya.

Kenzie langsung kembali menyusul Vito yang masih menunggunya.

"Maaf Kak, jadi nunggu lama." ucap Kenzie.

"Nggak lama kok, ayo." ajak Vito.

Vito sudah mencari tempat duduknya di dalam yang ruangannya memiliki AC. Ia kembali keluar hanya untuk menjemput Kenzie.

"Tau gitu tadi disini aja pas angkat telpon ibu," ujar Kenzie.

Vito tertawa kecil.

"Mau telpon lagi?" tanya Vito.

"Hmm, telat, sudah selesai, Kakak." jawab Kenzie.

Rumah makan Padang yang mereka kunjungi bukan tipe yang mengeluarkan semua menu, tetapi langsung memilih menunya saat pemesanan.

Pesanan mereka pun datang, sedangkan minumannya sudah lebih dulu datang karena mereka memesan sate yang harus dibakar terlebih dahulu.

"Ibu ngomong apa?" tanya Vito penasaran.

"Minggu depan nyuruh harus pulang, padahal 'kan memang jadwalnya aku mau pulang," jawab Kenzie.

"Mungkin ibu cuma mau memperjelas aja biar kamu nepati janji," balas Vito santai.

"Emmm, atau lagi ada acara yang mungkin kamu lupa?" lanjut Vito menerka-nerka.

Kenzie langsung menatap langit-langit untuk mengingat.

"Kayaknya nggak ada deh, Kak. Mungkin lagi kangen berat sama anak bungsunya ini, hehe." jawab Kenzie.

"Gemesin sih anak bungsunya, bikin kangen." balas Vito membuat Kenzie langsung menutup wajahnya.

Setelah menggombal, Vito kembali menyuap makanannya untuk menahan gelak tawa.

Kenzie berhasil dibuat salah tingkah oleh kekasihnya, jika tidak sedang berhadapan secara langsung, mungkin Kenzie sudah guling-guling saking terbawa sampai perasaan.

Makan siang yang kesorean sudah selesai. Setelah itu, Vito akan langsung mengantar Kenzie ke kontrakan.

"Thanks ya Kak untuk hari ini, hati-hati," ucap Kenzie begitu mobil sudah berhenti.

Kekasihnya itu tidak langsung menjawab ucapan Kenzie. Di saat sudah tiba didepan gerbang masuk, Vito menahan Kenzie agar tidak langsung turun.

"Ada apa, Kak?" tanya Kenzie.

Vito tidak berkata apapun, tetapi ia menatap Kenzie yang diikuti pergerakan condong ke depan dengan tangannya yang masih menggenggam erat tangan kekasihnya itu. Kenzie menatapnya sangat takut dengan gugup, apalagi ketika Vito masih menahan tangannya.

"Mau ngapain ini?!" bathin Kenzie panik.

"OH NO! TIDAK BISA! cium pipi sama kening udah paling cukup kalau belum nikah!" lanjutnya masih dalam hati.

Kenzie terus berbicara dalam hatinya seraya mencari cara agar lepas dari kegugupan ini.

Tiiiinn!

Suara klakson itu membuat Vito langsung spontan mundur, sedangkan Kenzie sangat bernapas lega. Mereka sama-sama terkejut dan langsung menyandarkan punggungnya tanpa berbicara.

"Ehm, sorry." ucap Vito.

Kenzie hanya nyengir, kemudian menoleh ke kendaraan yang membunyikan klaksonnya.

"Aku turun, Kak. Terima kasih untuk hari ini, Kakak hati-hati di jalan. Mobil Kakak menghalangi mobil itu mau nurunin barang," ujar Kenzie dengan cepat dan keluar dari mobil dengan buru-buru.

"BURUAN!" teriak supir truk pengangkut barang itu.

Kenzie mengangkat tangannya pada supir tersebut, lalu mengangguk pada Vito yang sudah menghidupkan kembali mesin mobilnya.

"Sabar, Bang! baru juga berhenti!" ujar Kenzie juga sedikit merasa kesal.

"Anak muda zaman sekarang nggak tau sopan santun!" sahut helper truk tersebut.

Kenzie yang hendak pulang pun terpaksa menghentikan langkahnya.

"IYA BANG, IYA, MAAF LAHIR DAN BATHIN!" ucap Kenzie kemudian melanjutkan langkahnya.

Langkah Kenzie menuju kontrakan sangat ia buru-buru karena masih memikirkan hal yang akan dilakukan oleh Vito di dalam mobil.

"Kak Vito mau ngapain?" bathin Kenzie cemas.

Kenzie terdiam memikirkan hari ini.

"Setelah sekian lama, hubungan kita berjalan dengan baik, nggak pernah minta aneh-aneh. Apa kehidupan di lingkungannya yang baru mengubah pola pikir dan gaya hidupnya?"

"AW!"

Saking tidak fokusnya saat berjalan, kaki Kenzie tersandung teras yang membuatnya jatuh dan lututnya membentur lantai.

"OH MY GOD!"

"Ada-ada aja!" gerutu Kenzie langsung mengusap-usap lututnya lalu memberikan tiupan kecil karena terasa nyeri.

Sebelum membuka pintu, Kenzie memunguti barang-barang yang jatuh saat ia tersandung.

Begitu sampai di dalam, Kenzie langsung berganti pakaian sekaligus ingin memeriksa apakah lututnya ada yang terluka serius.

"Luka dikit ternyata," gumam Kenzie.

Kenzie bergegas ke depan untuk mengambil tanaman lidah buaya, ia sudah terbiasa menggunakan lend1rnya untuk mengobati luka. Baginya cara ini lebih efektif karena langsung memberikan reaksi, yaitu lukanya mengering.

"Untung saja tetap hidup, meskipun kadang lupa nyiram, hehe."

1
Susi Ermayana
jujur uda sampek gregetan sana si kenzo kemaren yang hampir keblabasan sama si ulet bulu..
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Sweet Girl
Udah kayak Mol aja, Panah penunjuk nya.🤭
Sweet Girl
Emang bukan jari kakinya yang sakit Tor...??
Cimai (IG : cimai_author): Bukan Kak, karena lututnya yang kesandung sudut meja 😁
total 1 replies
Sweet Girl
Yakin Pak Zaky... Kenzo putra satu satunya lhooo.
Sweet Girl
Baik benget tu si Lidanya Buaya.
Sweet Girl
Belum Lebaran Zie...🤣
Cimai (IG : cimai_author): Lebih cepat lebih baik, Kak 😄
total 1 replies
Sweet Girl
Udah basahin Kakak lagi tu Zie...
Sweet Girl
Belum waktunya mati, Zie...
Sweet Girl
Mungkin udah punya gebetan baru Ken...
Sweet Girl
Udah kayak Silet tajamnya 🤭
Sweet Girl
Untung masih ada stock sabarnya.
Sweet Girl
Hhaaah!? ini udah Lebaran lagi lhoooo🤪
Cimai (IG : cimai_author): Tidak terasa 😭
total 1 replies
Sweet Girl
Bwahahaha, Ndak ada yang punya Bang... buang aja da...
Cimai (IG : cimai_author): Jangan dong😭
total 1 replies
Marini Suhendar
Awas benci Sama Cinta Setipis Tisu Lho😄
Cimai (IG : cimai_author): Biasanya sih gitu 😄
total 1 replies
Cimai (IG : cimai_author)
Mohon maaf untuk novel sebelumnya yang sudah menghilang (Dinikahi Bos Tampan) 🙏
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!