I Bagus Manuaba, seorang duda yang memiliki 2 orang anak, laki-laki dan perempuan. Ia juga salah satu seorang pembisnis terkenal di Bali.
Bagus seorang Papa yang sangat menyayangi kedua anak nya.
Suatu hari ia ingin membeli ponsel di Counter milik temannya, disana ia bertemu dengan gadis cantik yang bernama Dewi. Ya, Dewi ialah pegawai di Counter itu.
Sikap polos dan rasa tanggung jawab Dewi, membuat Bagus jatuh cinta, dan perlahan cinta itu tumbuh semakin besar. Ia pun bertekad untuk bisa menikahinya meski usia mereka terpaut jauh.
Berbagai cara ia lakukan sampai akhirnya Dewi berhasil ia nikahi.
Rasa trauma atas kegagalan nya di masa lalu, membuat Bagus bersikap sangat posesif dan pencemburu berat. Ia bahkan membatasi pertemanan Dewi, dan ia juga melarang Dewi pergi kemanapun.
Apakah Dewi bisa bertahan dengan sikap Bagus yang over posesif? penasaran bagaimana kisah mereka? Yuk langsung simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Ws, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Entah sejak kapan
"Wi, sebenarnya sudah berapa lama kamu memiliki hubungan dengan Bli Gus?" tanya Ivan penasaran.
"Berapa lama apanya, aku belum memiliki hubungan dengannya, mungkin tidak akan pernah menjalin hubungan dengannya!" tegas Dewi.
"Kalau tidak ada hubungan apa-apa, kenapa kamu bisa janjian dengannya ?" tanya Ivan yang merasa tidak percaya akan jawaban Dewi.
"Tadi dia juga memberimu sebuah kalung kan?" tanya Ivan kembali.
Beberapa jam yang lalu saat mereka makan di restauran.
Mereka telah memesan makanannya,ketika sedang menunggu makanan nya datang,tiba-tiba Bagus memberikan sebuah kalung emas dengan liontin huruf B.
Dewi menolak kalung tersebut namun Bagus mengancam akan menciumnya di sini.Dengan terpaksa Dewi menerima kalung tersebut, ia tidak bisa membayangkan jika Bagus benar-benar menciumnya di depan orang banyak.Apalagi Ivan juga berada disini,apa yang akan dia pikirkan nanti kalau seandainya itu benar-benar terjadi.
Kembali ke pertanyaan Ivan.
"Memang tidak ada hubungan apa-apa kok, terserah saja jika kamu tidak percaya." jawab Dewi yang langsung masuk kedalam kamarnya.
"Ada apa dengannya, aku kan hanya bertanya saja, kenapa dia terlihat marah seperti itu?" tanya Ivan dalam hatinya. Ivan tak mau ambil pusing,ia segera berjalan menuju kamarnya sendiri.
Dewi yang sudah berada dalam kamarnya,ia merebahkan tubuhnya di atas kasur,kedua matanya menatap ke sembarang arah, ia kembali mengingat semua perkataan dan perlakuan Bagus tadi pagi, ia merasa senang mengetahui kalau Bagus seorang duda, yang artinya sedang tidak ada ikatan dengan seseorang, entah sejak kapan ia mulai memendam rasa kepada Bagus, yang jelas setiap ia berada di dekat Bagus ia selalu merasa senang, jika Bagus tidak ada ia merasa gelisah.
"Apa iya aku mulai menyukainya, kenapa setiap berada di dekatnya jantungku selalu berdegup kencang, bahkan saat bersama Ricko dulu aku tidak seperti ini,ada apa denganku ini." Gumam Dewi.
Saat ia tersenyum membayangkan Bagus, tiba-tiba ia kembali mengingat akan ucapan istri Bos nya itu yang mengatakan kalau Bagus mempunyai istri. Seketika senyuman diwajahnya menghilang.
"Apa Bli Gus berbohong soal statusnya ya?"
"Tapi tadi dia juga menelpon ibunya, apa jangan-jangan itu bukan ibunya ?"
"Apa mungkin Bli Gus sudah mempersiapkan semuanya tadi ?"
"Aku harus bertanya pada siapa ?"
Tanya Dewi dalam hatinya.
Ia kembali melamun, namun tiba-tiba ponselnya berdering, ia segera mengambil ponselnya kemudian ia menaruhnya kembali.
"Maaf Bli Gus, aku belum siap berbicara denganmu dulu." Gumam Dewi.
Dewi merebahkan tubuhnya lagi, tak butuh waktu lama ia sudah jatuh kealam mimpinya. Entah karena badannya yang merasa lelah atau karena ia sedang banyak pikiran sehingga membuatnya cepat tertidur.
***
Bagus yang masih berada dikantornya, ia benar-benar merasa pusing, ia pusing memikirkan pekerjaanya ditambah lagi memikirkan Dewi yang tidak merespon panggilannya.
Bagus yang sedari tadi mencoba menghubungi Dewi namun tidak mendapat jawaban.Ia bahkan sudah puluhan kali mengirim pesan namun sampai sekarang pesannya belum dibaca oleh Dewi.
Arghhh..ia menjambak rambutnya, ia merasa tidak mengerti akan sikap Dewi.
"Ada apa dengannya, kenapa dari tadi tidak menjawab panggilanku,apa dia sakit ya?
Apa jangan-jangan dia sedang terkena masalah ?" tanya Bagus dalam hatinya.
Kemudian ia memutuskan untuk mencari tau lewat David,ia segera mengirim pesan kepada David.
Vid, boleh minta nomor ponsel pegawai laki - laki mu? ~ Bagus.
15 menit David baru membalas pesannya.
082247****** , ada urusan apa Gus? ~ David.
Thank you Vid, rahasia hahaha. ~ Bagus.
Namun tiba - tiba David menelpon, Bagus segera menjawabnya.
"Hallo Vid." Sapa Bagus.
"Ada apa sih Gus, kok tumben minta nomor pegawaiku?" tanya David yang masih penasaran.
Hahaha "Sejak kapan kamu kepo seperti ini Vid?" ledek Bagus.
Haha "Iya juga ya,ya sudah lupakan."
"Tadi kenapa Counter tutup Vid, kan ini bukan hari minggu?" tanya Bagus.
"Emm itu tadi Ko Jerry kecelakaan, tadi semua pada panik ngurusin dia, makanya tutup dulu, eh kok kamu tau kalau tutup?" David balik bertanya.
"Iya tadi kebetulan lewat saja, Ko Jerry siapa Vid ?" tanya Bagus.
Note : Bagus dan David ini sebenarnya tidak terlalu dekat ya, jadi dia tidak begitu mengenal keluarga Fely.Tapi kurang lebih setahun ini Bagus menjadi lebih dekat dengan David.😂😂😂
"Itu Kokonya Fely." jawab David.
"Ohhh, lalu bagaimana keadaanya sekarang, dan ya semoga cepat pulih kembali Vid." tutur Bagus.
"Iya thank you Gus, dia baik-baik saja, ehhm ya sudah aku matikan ya telponya, tidak baik sesama lelaki berbicara lama-lama di telpon ,hahaha."
"Sialan kamu Vid, ya sudah bye.." Bagus mematikan panggilannya.Ia memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.
Lebih baik aku pulang dulu, nanti sampai rumah baru menghubungi Ivan.Ia pun segera pulang kerumahnya.
1 jam kemudian ia baru sampai rumah.Biasanya 30 menit sudah sampai, tetapi karena ini masih sore dan jamnya orang pulang kerja jalanan menjadi padat dan menyebabkan kemacetan panjang.
Setelah masuk rumah ia langsung menuju ke kamarnya, ia langsung mandi, selesai mandi ia berganti pakaian dan tak lupa ia merapikan rambutnya menggunakan sisir.Ia berjalan keluar kamar langsung menuju kamar anak-anaknya.
Ceklek... Pintu terbuka.
"Hai anak-anak Papa, sini peluk Papa," ucap Bagus merentangkan kedua tangannya.
"Papaa..." Shierin dan Aska memeluk Papanya.Bagus mengecup kening Aska dan Shierin secara bergantian.
"Anak-anak Papa sudah makan apa belum?" tanya Bagus.
"Sudah Pa." jawab Aska dan Shierin bersama.
"Papa, kapan Papa libur bekerja?" tanya Shierin yang masih memeluk papanya.
"Shierin dan kakak ingin pergi jalan - jalan bersama Papa, iya kan kak ?" ucap Shierin kembali.
"Weekend ini ya Nak kita jalan - jalan!" Bagus berkata sembari mengelus kepala kedua anaknya.
"Maafkan Papa, Nak. Selama ini Papa terlalu banyak bekerja, Papa janji setelah ini kita akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama." Tutur Bagus.
"Iya Pa." Jawab kedua anaknya.
Mereka bertiga menghabiskan waktu di dalam kamar hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 malam.
"Papa Shierin mengantuk," tutur Shierin sembari menguap.
"Aska juga Pa." tutur Aska.
"Kok tumben anak-anak Papa jam segini sudah mengantuk, memangnya tadi kalian tidak tidur siang?" tanya Bagus.
Aska dan Shierin menggelengkan kepalanya, "Tidak Pa."
"Ya sudah sini Papa temani hingga kalian tertidur." Aska dan Shierin sudah berada di atas ranjangnya masing-masing, tak lama kemudian mereka pun tertidur.Bagus mengecup kening kedua anaknya secara bergantian.
"Selamat malam anak-anak Papa, selamat tidur." Kemudian ia pergi ke kamarnya sendiri.
Ia mengambil ponselnya kemudian ia mencari kontak Ivan, sebelum ia menekan nomornya..
Tok ..tok ...
**Bersambung.....
jangan lupa tinggalkan jejak ya ...
terimakasih banyak ... maaf kalau ada typo nya**..
mampir juga di karyaku
kisah Aluna
my Kids My Hero
Kox pada ngawur 🤦🤦