🏆 Juaranya 2 Lomba Tema Chiklit - Wanita Kuat S3
Aku Lucia. Seorang agent peringkat SSS di sebuah organisasi yang mengembangkan Sistem Reinkarnasi dunia modern di masa depan.
Masalah muncul pada dunia kecil yang terus bermunculan akibat manusia terus membuat novel dan komik.
Aku sebagai salah satu agent menjalankan reinkarnasi dan memainkan peran untuk mengubah isi novel atau komik karena permintaan dan ketidakpuasan pemeran pendukung pada bagian akhir cerita.
Aku bersama Momo si pendamping sistem menjelajahi berbagai dunia kecil dan dengan cepat meraih peringkat tinggi di organisasi.
"Nona, ada misi lagi. Wah, hadiahnya besar sekali kalau bisa menyelesaikan dengan peringkat sss."
Aku mendorong Momo ke pinggir hingga dia terjatuh karena kucing gemuk itu menutupi layar.
"Menjelajahi dunia kecil dan membersihkan sampah-sampah ini. Misi yang begitu mudah dengan hadiah yang besar."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
"Aku adalah Selviana. Anak ketiga dari Count David. Walau berasal dari keluarga biasa-biasa saja tapi aku berhasil mendekati Pangeran Damian dan menjadi penasehatnya dalam berbagai urusan."
"Hanya saja Pangeran Damian ini sedikit tidak berguna. Sebagian besar rencana licik adalah rancanganku."
"Aku memutuskan memilih Pangeran kedua karena dia sosok yang hampir mirip denganku. Aku tidak mungkin bekerja sama dengan pangeran pertama yaitu Pangeran Clair yang hanya bisa mengandalkan otot. Lagi pula pangeran pertama dan pangeran kedua berasal dari ibu yang sama sehingga hampir tidak ada hambatan untukku memilih siapa yang akan aku dukung."
"Tidak mungkin memilih pangeran ketiga yaitu Pangeran Evan untuk menjadi partner. Dia terlalu baik hati."
"Tujuan utama ku adalah untuk menjadi Ratu dari Kerajaan Salvavor. Aku akan membuktikan pada Semua orang bahwa aku bisa menjadi Ratu. Tentunya harus memilih Pangeran Damian yang licik sebagai Raja."
"Setahun yang lalu aku terpilih menjadi salah satu teman bermain pangeran melalui berbagai tes yang sulit. Ada beberapa kali aku curang dengan membubuhi obat pencernaan di minuman peserta lain. Tapi untuk ujian akhirnya aku menyelesaikan semua sendiri."
"Ratu kemudian memberiku predikat terbaik dan menyerahkan banyak hadiah untukku. Aku membantu Pangeran Damian dengan memberikan ide-ide licik mengatasi lawan politiknya."
"Pangeran Damian berjanji akan menjadikanku Ratu jika bisa membuatnya menjadi Raja Salvavor. Aku tau itu hanya janji manis jadi aku juga mulai mempengaruhi beberapa bangsawan untuk mendukungku."
"Semua rancangan akan sempurna, jika kami bisa mendapatkan kekuatan dari prajurit khusus Lamboerge. Jalan satu-satunya adalah menarik mereka ke sisiku. Tidak mungkin menghancurkan mereka karena bahkan pasukan Kerajaan pun tidak mampu menghadapi prajurit khusus Lamboerge."
"Yang aku pikirkan adalah menjalin pernikahan aliansi antara aku dan Tuan Muda Lion. Tapi, setelah melakukan berbagai cara untuk menarik perhatiannya, dia sama sekali tidak peduli dan berakhir dengan renggangnya hubungan Pangeran Damian dan Tuan Muda dari Kediaman Lamboerge."
"Apa yang kamu renungkan? Kita sudah tiba di Butik Rosegold. Penjaga, Katakan pada pemilik Rosegold bahwa Pangeran Kedua telah tiba."
Pria tampan berambut kuning cerah dengan warna mata yang sama menegur Selviana yang nampak melamun. Setelah itu dia memerintahkan penjaga untuk melapor pada pemilik Rosegold untuk mengosongkan butik tersebut. Ini adalah hak ekslusif Pangeran agar nyaman memilih pakaian.
"Saya hanya memikirkan beberapa hal. Pangeran tidak perlu khawatir."
Penjaga yang diperintah tadi nampak tergesa-gesa kembali menemui Pangeran Damian dan menyampaikan bahwa Tuan Muda dari Kediaman Lamboerge ada disana.
Selviana membuka jendela kereta kuda yang digunakannya dan mendengar beberapa bisikan dari bangsawan di sekitar.
"Aku tidak menyangka Tuan Muda Lion membawa seorang gadis yang begitu cantik. Kecantikannya bisa dibandingkan dengan Nona Selviana yang biasanya berada disisi Pangeran Damian."
"Apa yang kamu bicarakan? Kecantikan Nona Selviana tidak sebanding dengan Nona yang barusan. Kau tidak lihat kulit putih dan mata birunya? Rambut segelap malam yang indah. Aku belum pernah menemukan gadis secantik itu."
"Ah, aku setuju denganmu. Tapi dia terlihat agak kurus mungkin jika dia menaikkan 5 kilogram, dia akan lebih cantik."
Selviana menutup tirai dengan sedikit kasar dan mendapat lirikan Pangeran Damian. "Wanita ini tidak pernah terganggu oleh apa pun, tapi saat muncul desas-desus wanita yang lebih cantik dari dia, barulah aku bisa melihat kegusarannya."
Pangeran Damian mengajak Selviana untuk masuk kedalam butik. Posisi Selviana mengharuskan dia memberikan salam pada Tuan Muda Lion dan Edith.
Selviana kaget saat wanita cantik itu memasuki pandangannya. Memang benar-benar cantik. Kecemburuan dan kebencian mengisi hati Selviana.
Posisinya sebagai wanita paling cantik di Kerajaan Salvavor nampaknya akan tergeser karena kehadiran wanita ini.
Keturunan Lamboerge lebih spesial daripada keluarga lainnya karena mereka tidak perlu memberi salam penghormatan pada keluarga kerajaan. Alasannya adalah karena Leluhur Keluarga Lamboerge pernah menyelamatkan Kerajaan Salvavor yang hampir musnah akibat perang dengan Kerajaan disekitarnya.
Lucia melangkah dengan anggun menghampiri Lion dan berkata, "Aku sudah selesai berbelanja, Tuan Muda Lion sepertinya akan mengeluarkan beberapa juta koin emas untuk barang yang saya beli. Apa tidak apa-apa?"
"Wanita ini! Aku hanya menemaninya berbelanja. Kenapa jadi aku yang harus membayar. Tunggu sebentar! Beberapa juta? Berapa banyak barang yang dia beli?" Batin Lion yang cukup terkejut.
"Wanita sialan ini berbelanja dan menghabiskan jutaan koin emas. Dasar sialan," jerit Selviana dalam hati.
Selviana menoleh dan melihat Pangeran Damian menatap penuh kekaguman pada Lucia. Sekarang dia benar-benar marah. Hatinya berdarah dan ingin mencabik wanita di depannya itu. Cengkraman pada gaun yang digunakannya menjadi bukti bahwa dia benar-benar marah. Gaun yang dikenakannya hampir robek.
"Kalau boleh tahu siapakah Nona ini?" Pangeran Damian bertanya pada Lucia tapi wanita itu cuek dan melewatinya hanya untuk mengambil Momo dan menggendong kucing gendut itu.
"Tidak sopan! Kamu mengabaikan Pangeran Damian. Apa kamu bosan hidup?" Teriak Selviana sembari menunjuk Lucia dengan marah.
Plak!
Tamparan cukup keras meniup pipi Selviana hingga dia terjungkal menabrak kursi. "Apa? Apa yang terjadi? Siapa yang menamparku?" pekiknya dalam batin. Dia menoleh keatas dan melihat Lion menatapnya dingin.
Lion mengambil sapu tangan dan membersihkan jemarinya yang barusan menampar Selviana. Sapu tangan itu langsung dibuang. Tatapan jijik memenuhi pandangan Selviana. Lion benar-benar menatap jijik padanya.
"Nona, itu tamparan yang cukup keras aku merasa pipiku juga sakit," ujar Momo sembari mengelus pipinya yang gembul.
Pangeran Damian naik pitam. "Lion, apa maksudmu menampar orangku? Apakah kau ingin memberontak?" Teriak Pangeran Damian yang membuat tegang orang-orang di dalam Butik Rosegold.
Beruntungnya mereka sudah mengusir semua orang saat Lion datang. Jika tidak rumor perkelahian antara Tuan Muda Lion dan Pangeran Damian pasti akan menyebar.
Lion tersenyum sinis. Dia berkata, "Beraninya anak seorang Count berteriak dan menunjuk Putri Duke. Apa dia sudah bosan hidup? Dan Pangeran, Kata-kata memberontak itu sangat berbahaya. Jika rumor ini menyebar apa Pangeran bisa menanggung konsekuensinya? "
Semua Penjaga di toko gemetaran akan kalimat terakhir yang diucap Tuan Muda Lion.
"Apa? Putri Duke? Jadi dia...." Ucapan dari Pangeran Damian terputus saat Tuan Muda Lion bicara.
"Ya, dia adalah putri bungsu Duke Lamboerge. Adikku, Lucia Lamboerge," tegas Lion.
Selviana dan Pangeran Damian sama-sama terkejut. Segala rencana segera terproses di kepala mereka masing-masing.
"Selviana, berdiri dan segera minta maaf pada putri duke!" Perintah Damian dengan suaranya yang membuat udara semakin terasa dingin.
Selviana menahan malu dengan cap tangan di wajahnya. Dia pun segera meminta maaf pada Lucia. "Maafkan saya Nona Lucia Lamboerge, saya telah berlaku tidak sopan. Saya berharap Nona memaafkan kesalahan saya."
Suara Selviana nampak lembut dan rendah hati berbeda dengan kemarahannya di awal tadi.
"Ketidaktahuan juga bagian dari kebodohan. Kesalahanmu tidak besar jadi mudah untuk aku maafkan tapi, Nona sebaiknya berpikir dulu baru bertindak." Lucia menatap Selviana lalu beralih pada Pangeran Damian.
"Jangan sampai merugikan Tuanmu," lanjut Lucia.
Hati Selviana gemetar tak karuan. Dia mendengar gemeretuk gigi Pangeran Damian di sebelahnya. Orang ini pasti menahan amarah dan akan melampiaskan padanya.
Damian dan Selviana pun segera pergi dari Butik Rosegold. Awalnya mereka ingin memesan pakaian untuk menghadiri ulang tahun Edith tapi karena situasi buruk mungkin mereka akan datang lain hari atau memanggil orang dari Rosegold ke Istana Kerajaan.
Suasana di dalam kereta sangat dingin. Antara Selviana dan Damian belum ada yang membuka suara.
"Maafkan saya Pangeran. Saya terlalu gegabah, saya pastikan kejadian ini pasti tidak akan terulang lagi."
Damian mengangkat tangannya dan mencengkram erat leher Selviana. "Ini terakhir kali Selviana. Kesalahanmu mencoreng nama baikku. Aku tidak akan toleran lagi di lain waktu."
Damian melepaskan cengkraman nya. Sementara Selviana terbatuk-batuk menahan cekikan dari Damian.
"Uhuk, uhuk, uhuk. Saya pastikan Pangeran."
Selviana memaki dalam hati. "Kalau bukan karena kau adalah Pangeran tidak mungkin aku akan merendahkan diri. Ini semua karena Lucia. Lucia tunggu saja aku pasti akan membalasmu seratus kali lebih kejam."