Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby⁹
Keesokan harinya.
Alexander tengah berdiri dijendela dengan setelan jas lengkap. pandangannya tertuju pada pemandangan diluar jendela, ia terlihat sangat tampan dan juga rapi. Kejadian semalam seolah olah tidak pernah terjadi, tatapannya yang dingin itu mampu membuat semua orang tidak berani mendekatinya.
"Tuan....hari ini-" belum sempat melanjutkan perkataannya, Alexander lebih dulu memotongnya. "Berani sekali kau menunda meeting ku pada hari ini, apa kau sudah bosan bekerja denganku?" Alexander menatap asistennya dengan tajam. "bukan begitu tuan, saya hanya menjalankan perintah tuan besar"
"ubah kembali jadwalnya, aku ingin hari ini jadwalnya diadakan sesuai waktu yang sudah ditentukan" Alexander berjalan melewati asisten Roky dan tidak memperdulikan sekelilingnya. "Tuan, anda benar benar keras kepala" asisten Roky hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengatur ulang jadwalnya.
"selamat pagi tuan" sapa para pelayan ketika Alexander akan keluar, banyak sekali pelayan wanita yang berasal dari kalangan orang orang atas. Hanya demi menggoda Alexander dan menjadi nyonya Alexander mereka rela membuang waktunya. Namun kepribadian Alexander yang berubah semenjak kematian kedua orang tuanya, menjadikannya tidak mudah luluh pada para wanita. Dia takut, kehilangan orang yang dia sayangi lagi, dia tidak bisa membayangkan saat dia menikah dan istrinya akan meninggalkan nya untuk selamanya. Mungkin Alexander sudah bunuh diri saat itu.
"hari ini tidak usah buatkan makan malam tuan, karena malam ini tuan Alexander mungkin akan menginap di Mension tuan besar" jelas asisten Roky pada kepala pelayan dan dibalas anggukan oleh kepala pelayan tersebut.
Skip waktu.
Mension William Smith.
Hari ini Serafina berada disebuah butiq terkenal milik keluarga Smith. Butiq itu dikelola oleh kakek William sendiri, karena butiq tersebut peninggalan mendiang istrinya. Kakek William ingin mengembangkan nya menjadi lebih besar dan terkenal, karena cintanya yang begitu tulus dan besar pada mendiang istrinya.
Serafina hanya diam dan menatap bingung kearah deretan gaun pengantin mahal dan desain yang benar benar anggun. "ayo, pilih saja mana yang kau sukai" ucap kakek William bersemangat menatap gadis cantik yang sebentar lagi akan menjadi ibu dari cucunya.
"Kakek...aku mengenakan apa saja tidak akan cocok untukku" ucap Serafina rendah hati membuat kakek William terkekeh. "siapa bilang, kau ini gadis yang paling cantik, wajahmu tidak dipoles make up saja kau sudah terlihat lebih unggul dari yang lain"
"baiklah, kalau begitu biar kakek saja yang memilihkan gaun untukmu" kakek William membawa Serafina dibagian gaun yang ada di tengah tengah ruangan, berada dalam sebuah box kaca besar dan tebal. Gaun tersebut paling berkilau diantara gaun gaun yang lain. "ini desain nenek mu, dia yang mendesain ini khusus untuk wanita yang akan menjadi istri Alexander, jadi hari ini kau yang akan mengenakannya"
mata Serafina hanya bisa terpaku pada keindahan desain gaun tersebut, tidak ada label harga, berarti gaun itu tidak dijual, tapi mengapa dipajang disana? seolah olah menawarkannya pada dunia luar, pikir Serafina.
"nak, ayo kita makan dulu karena setelah ini kau tidak boleh makan sampai acara pernikahan selesai, kau akan menyambut berbagai macam tamu dari luar sebab, itu semua teman bisnis Alexander jadi ayo kita makan dulu " kakek William membawa Serafina kesofa dan menyuruh para staf membawakan makanannya. "terimakasih banyak untuk semuanya kakek" Serafina tersenyum tulus atas perlakuan baik kakek William. "jangan ucapkan itu, bagiku, kau sudah seperti anakku, matamu mengingat kan mu pada ibu Alexander dan juga istriku..."
Serafina diam, tidak pernah tahu jika ia memiliki kemiripan dengan keluarga Alexander. 'jadi namanya Alexander ' batinnya. Serafina baru tahu nama Alexander sebab dari kemarin tidak ada yang memberitahu tentang namanya.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang