Kehidupan Naura Anandita ternyata tidak seberuntung anak-anak pada umumnya. Hinaan dan cacian adalah makanan Naura sehari-hari, bahkan penderitaan demi penderitaan tidak pernah absen menghampiri kehidupan Naura. Acara camping sekolah yang seharusnya menjadi momen bahagia, justru menjadi awal penderitaan yang panjang untuk Naura. Naura diperkosa oleh seseorang pria yang mabuk, kehidupan Naura semakin hancur saat Naura diketahui hamil dan diusir oleh orangtuanya sendiri. Ditengah keputusasaannya, tidak disangka Naura dipertemukan dengan orang yang sudah memperkosanya itu. Siapakah dia? Apakah Naura akan meminta pertanggung jawaban orang itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Bertemu Tristan
Keesokan harinya...
Naura kembali pergi ke sekolah, dan Chris sudah menunggunya di depan kontrakan Naura.
“Kak Chris.”
“Ayo naik.”
Naura tersenyum dan menganggukkan kepalanya, seperti biasa Chris memakaikan helm kepada Naura. Chris mulai melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
“Ra, menurut buku yang aku baca, di awal-awal kehamilan, biasanya wanita itu akan ngidam dan menginginkan beberapa hal, jadi kalau kamu mau apa pun jangan sungkan bilang sama aku, ya,” seru Chris di sela-sela perjalanannya.
Naura mengeratkan pelukannya kepada Chris membuat Chris terkejut.
“Terima kasih Kak, Kakak sudah begitu baik sama aku,” sahut Naura dengan mata yang berkaca-kaca.
“Jangan bicara seperti itu, aku tulus mencintaimu Ra, aku menerima kamu apa adanya, bagaimana pun keadaan kamu sekarang, rasa cintaku tidak akan pernah luntur untukmu.”
Airmata Naura akhirnya menetes juga, tapi Naura segera menghapusnya, Naura tidak mau Chris sampai melihatnya.
Motor Chris berhenti di lampu merah, Chris tidak sadar kalau dibelakangnya ada seseorang yang menatapnya dengan tajam dari dalam mobilnya.
“Itu si Chris, bawa cewek, awas saja aku aduin kamu sama Mami, masih kecil juga sudah bawa-bawa cewek,” seru Tristan.
Chris dan Tristan ternyata Kakak beradik, Cuma hubungan Kakak beradik itu tidak berjalan dengan baik karena Chris sangat membenci Kakaknya yang begitu banyak menghamburkan uang orangtuanya untuk kesenangan semata.
“Ah, aku jadi penasaran bagaimana wajah ceweknya si Chris, apa secantik Dinda?” gumam Tristan.
Lampu hijau pun menyala, Chris segera menancap gasnya dan Tristan berusaha menyusul Chris tapi sayangnya, tiba-tiba ada mobil truk yang melintas sehingga Tristan harus menghentikan mobilnya dan Chris sudah pergi jauh.
“Ah sial, kenapa mesti ada truk lewat sih?” kesal Tristan dengan memukul stir mobilnya.
Akhirnya Tristan memutuskan untuk menuju kampus, dia sudah kehilangan jejak Chris.
Hari ini adalah jadwal olahraga, Chris sudah mengingatkan kepada Naura untuk tidak mengikuti olahraga dulu dengan alasan sakit.
“Kamu yakin mau ikutan olahraga?” tanya Chris.
“Iya Kak, aku gak apa-apa kok jadi Kakak jangan khawatir.”
“Tapi bagaimana dengan kandunganmu, kata dokter kamu jangan dulu melakukan kegiatan yang melelahkan, aku takut terjadi kenapa-napa sama kamu dan kandunganmu,” seru Chris cemas.
“Aku baik-baik saja kok Kak, nanti kalau aku tidak kuat, aku akan izin istirahat.”
“Ya ampun Naura, aku sudah cari kamu ke mana-mana, ternyata kamu malah mojok di sini sama Kak Chris,” seru Rani.
“Maaf, Ran.”
“Ya sudah, ayo kita ke lapangan, Pak Joko sudah menunggu,” ajak Rani.
“Kak, aku olahraga dulu ya.”
Chris hanya menganggukkan kepalanya, Chris benar-benar khawatir dengan keadaan Naura, takutnya dia pingsan dan semua orang tahu mengenai keadaannya.
Hari ini kelas Naura jadwal olahraga, murid laki-laki melakukan basket, sedangkan murid perempuan melakukan volly.
Awalnya olahraga berjalan dengan sangat lancar, tapi setelah beberapa waktu berlalu, Naura mulai merasakan pusing dan mual.
“Hai, jelek, buruan lempar bolanya!” teriak Siska.
“Iya sebentar,” lirih Naura.
Rani mendekati Naura karena merasa khawatir. “Kamu kenapa Ra? Sakit?”
“Aku hanya sedikit pusing saja, Ran.”
“Ya sudah, kamu istirahat saja jangan dulu ikutan olahraga,” sahut Rani.
Siska yang kesal menghampiri Naura dan merebut bola dari tangan Naura.
“Jangan manja deh, baru segitu saja sudah pusing, pasti kamu pura-pura, kan? Supaya kamu tidak ikutan olagraga?” sentak Siska.
“Sudahlah Ra, jangan dengerin si mulut rombeng, ayo kita istirahat dulu,” seru Rani.
“Apa kamu bilang? Mulut rombeng? Awas kamu ya!”
Siska dengan kesalnya melempar bola itu dan ternyata mengenai perut Naura, membuat Naura memegangnya dan merintih kesakitan.
“Aw.”
“Astaga Naura, Siska kamu apa-apaan!” bentak Rani.
“Syukurin, memang enak.”
Kepala Naura semakin pusing, hingga akhirnya Naura jatuh tak sadarkan diri. Semua orang langsung berkerumun, hingga akhirnya Pak Joko mengangkat tubuh Naura menuju UKS.
Chris yang saat itu sedang belajar, tampak membelalakkan matanya saat Pak Joko lewat kelasnya dengan menggendong Naura.
“Ya ampun, Naura.”
Chris segera berlari mengejar Pak Joko, Chris tidak mau sampai semua orang tahu kalau saat ini Naura hamil.
Pak Joko merebahkan tubuh Naura di atas ranjang ruangan UKS, beruntung sekali petugas UKS tidak ada hingga Chris pun datang.
“Naura kenapa, Ran?” tanya Chris.
“Tadi Naura bilang pusing, dan hingga akhirnya jatuh pingsan.”
“Pak, Naura biar saya saja yang jaga nanti saya panggilkan petugas UKS untuk memeriksa keadaan Naura,” seru Chris.
“Baiklah kalau begitu, ayo Rani kembali ke lapangan.”
“Baik Pak, Kak Chris, tolong jagain Naura ya.”
“Iya Ran, kamu jangan khawatir aku bakalan jagain Naura.”
Rani segera menyusul Pak Joko dan kembali ke lapangan, sedangkan Siska tampak kesal, lagi-lagi Chris begitu perhatian kepada Naura.
Chris mengambil minyak kayu putih dan mengibas-ngibaskan di depan hidung Naura, tidak lama kemudian, Naura pun sadar.
“Aku di mana, Kak?”
“Kamu di ruangan UKS.”
Naura langsung melotot dan bangun dari tidurnya.
“Aku tidak ketahuan kan, Kak?”
“Tidak, kamu tenang saja beruntung petugas UKSnya sedang tidak ada.”
Naura menghela nafasnya lega. “Syukurlah, aku sudah sangat ketakutan, Kak.”
“Sebentar, aku belikan dulu minuman sama makanan,” seru Chris.
Chris segera berlari ke kantin untuk membeli air mineral dan juga makanan. Tiba-tiba, Siska dan temannya datang dan masuk ke dalam ruangan UKS.
“Hebat banget aktingmu,” sindir Siska.
“Maksud kamu apa, Sis? Aku tidak sedang berakting,” sahut Naura.
“Sudahlah jangan pura-pura lagi, kamu pasti sengaja kan, pingsan biar Kak Chris memperhatikanmu.”
“Tidak Sis, aku tidak pura-pura.”
“Alah, jangan beralasan, dasar perempuan tidak tahu diri,” seru Siska dengan menjambak rambut Naura.
“Aw, sakit Sis, lepaskan,” rengek Naura.
“Kamu memang tidak bisa diperingatkan ya, aku kan sudah bilang jangan deketin Kak Chris, tapi kamu masih saja mendekatinya,” kesal Siska.
“Apa yang kamu lakukan!” teriak Chris yang tiba-tiba datang.
Siska terkejut dan langsung melepaskan jambakannya, Chris menghampiri Siska dan mendorong tubuh Siska.
“Pergi kalian dari sini, jangan pernah kamu menyakiti Naura karena aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti Naura!” bentak Chris.
“Memangnya Naura siapanya Kakak? Kenapa Kakak begitu melindungi gadis jelek itu?” seru Siska.
“Naura pacarku, jadi kalau sekali lagi aku melihat kalian menyakiti Naura, aku tidak akan melepaskan kalian.”
Siska tampak menganga dengan jawaban Chris, Siska tidak menyangka kalau Naura dan Chris sudah pacaran.
Siska menghentakkan kakinya, dengan perasaan kesal dan marah, akhirnya Siska dan temannya pun pergi dari ruangan UKS itu.
“Kamu tidak apa-apa, kan, Ra?”
“Aku tidak apa-apa kok, Kak.”
“Ya sudah, sekarang kamu minum dulu dan makan roti ini.”
“Terima kasih, Kak.”
Naura segera meneguk air mineral dan melahap roti yang Chris bawakan, Naura sangat beruntung mempunyai Chris karena Chris begitu tulus kepada dirinya.
kenapa Andre nggak dikasih jodoh jg..
tapi nanti jadi panjang episode atau babnya..
terima kasih author keren...