⚠️Dilarang Boom Like
Dari Cinta menjadi Benci, itu lah yang Ry rasakan terhadap kekasihnya. Ry begitu mencintai kekasihnya bahkan tidak pernah mendengarkan perkataan orang lain bahwa kekasihnya selingkuh. Ry terlalu mempercayai kekasih hingga akhirnya kekasih nya memilih menikahi perempuan selingkuhnya.
Sejak saat itu Ry benar membenci kekasihnya yang sudah berstatus mantan kekasih.
Saat perayaan kelulusan nasib sial menimpa Ry dia terkena razia oleh seorang pak polisi, karena Ry belum memiliki SIM dan tidak memakai helem sehingga menyebabkan motor kesayangan di tahan oleh pak polisi. Dari situlah Ry membenci pak polisi tersebut.
Apakah Ry tahu arti kata Benci itu ialah Benar Cinta? Apakah perasaan Benci Ry akan berubah menjadi cinta terhadap Pakpol?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Suruh Nikah
"Ketika kamu insecure karena ngelihat orang lain, tanpa kamu sadar, ada orang lain juga yang insecure karena ngelihat kamu."
"Menikah," jawab papa.
"Apa?" Ry terkejut mendengar perkataan papa.
"Nah bagus tuh papa, mendingan kita nikahin aja dia dari pada entar buat malu kalau hamil di luar nikah." Lia menyetujui ide papa supaya Ry nikah.
"Tuh mulut lemes amat sih mbak Lia. Enak banget nyuruh Ry nikah, udah tahu Ry jones." Ry menatap Lia dengan tatapan tajam, rasanya saat ini ingin Ry remes tuh mulut Lia yang lemes amat kalau ngomong biar jadi mie kremes. Tapi sangat saat ini Ry tidak bisa melakukan nya karena semua anggota keluarga sedang berkumpul.
"Yang jadi masalah itu papa, siapa yang mau nikah ama anak kita?" Mama merasa khawatir dengan sikap Ry yang seperti itu kemungkinan tidak ada laki-laki yang mau menikah dengan Ry si pembuat masalah.
"Papa belum tahu mama," kata papa.
"Hahaha, kalian itu lucu mau nyuruh Ry nikah tapi dengan siapa aja gak tahu." Ry yang tertawa setelah mendengarkan perkataan orang tuanya.
"Jodohkan saja dia sama anak teman papa." Fina yang angkat berbicara lalu dia memberikan usul kepada kedua orang tuanya.
"Natik coba papa bicarakan ama teman papa." Papa yang menerima ide dari Fina.
"Mbak Fina kok ikut-ikutan kayak mereka sih nyuruh Ry nikah. Mbak Fina tega melihat Ry nikah ama laki-laki yang di jodohin papa," kata Ry.
"Kalau laki-laki itu bisa mendidik kamu menjadi lebih baik, maka mbak akan merasa lebih tenang. Kami sudah berusaha mendidik kamu tetapi sikap kamu belum menujukkan ada perubahan siapa tahu saja setelah menikah kamu bisa berubah menjadi lebih baik." Fina yang mengungkapkan keluh kesahnya kepada Ry.
"Pokok kamu harus menikah titik tidak pakai koma." Mama berbicara dengan suara yang lantang dan tegas.
"Ry gak mau nikah papa mama, coba mama papa pikir kalau Ry nikah sekarang pasti gosip beredar kalau Ry hamil di luar nikah makanya mendadak menikah." Ry menolak menikah lalu dia mengatakan kepada ke dua orang tuanya untuk memikirkan kembali soal pernikahan.
"Keputusan mama, papa, kedua mbak dan kedua abang ipar sudah bulat. Mau atau tidak kamu akan tetap menikah." Setelah mengatakan itu Papa berdiri dari tempat duduk berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Sedangkan di waktu yang sama tetapi di tempat yang berbeda Kevin dan mbah Milah sedang berada di ruangan keluarga. Kevin dan mbah Milah sedang duduk sambil menonton televisi, mereka sedang menonton sinetron favorit Mbah Milah.
"Vin."
"Ada apa mbah?" Kevin melihat ke arah mbah Milah.
"Kamu kapan menikah?" tanya mbah Milah.
"Ntlah mbah." Kevin yang menangkat bahunya.
"Apa kamu belum punya pacar?" Mbah Milah berharap semoga jawaban dari Kevin bahwa dia tidak punya pacar. Mbah Milah sudah berniat menjodohkan Kevin dengan si Embem.
"Sudah mbah." Kevin tersenyum melihat ke arah mbah Milah.
Jedaaar........ Jedaaar
"Terus kenapa kamu belum ada niat buat menikah?" Mbah Milah terkejut saat mendengar pengakuan Kevin bahwa di sudah memiliki pacar, tapi buru-buru mbah Milah bersikap santai biar Kevin tidak tahu kalau mbah Milah kaget.
"Aku sudah ada niat buat nikah ama dia mbah tapi______." Kevin sudah ada niat untuk menikah dengan kekasihnya tetapi ada satu hal yang membuat dia belum bisa menikahi ke kasihnya.
"Tapi apa?" Mbah Milah terlihat senang mendengar ada kata tapi, berarti mbah Milah masih punya kesempatan untuk menjodohkan Kevin dengan Embem.
"Kami berbeda keyakinan mbah," jawab Kevin.
"Kalau begitu mbah tidak akan setuju kamu menikah ama dia." Mbah Milah langsung memberikan penolakan terhadap hubungan Kevin dan kekasihnya.
"Tapi aku sangat mencintainya mbah," kata Kevin.
"Dasar bodoh, sudah jelas kalian itu berbeda keyakinan masih saja kamu berpacaran dengan dia. Pilihan cuma ada dua kamu Murtad atau dia Mulaf?" Mbah Milah berbicara dengan membentak Kevin.
"Kami berdua masih sama-sama yakin dengan keyakinan kami masing-masing, sehingga itu yang membuat kami belum bisa melanjut kejenjang pernikahan," kata Kevin.
"Pokoknya mbah mau kamu putus ama dia, buat apa kalian pacaran lama-lama kalau pada akhirnya kalian itu tidak akan pernah bisa menikah." Mbah Milah berbicara dengan suara yang lantang kepada Kevin.
"Maaf,aku tidak bisa memutuskan dia karena aku mencintai dia selain itu dia selalu ada saat suka dan duka mbah Milah." Kevin berdiri tempat duduknya meninggal mbah Milah.
Tiga Hari Kemudian...........
Malam harinya Ry sedang berbaring di atas tempat tidur sambil menoton drakor mengunakan ponselnya.
Tok....... Tok
"Adek ini papa." Papa yang mengetuk pintu kamar.
"Masuk aja papa." Ry menghentikan menoton drakor dari ponsel, Ry merubah posisi menjadi duduk di atas tempat tidur sambil bersandar di dasbor tempat tidur.
"Adek lagi ngapin?" Papa membuka pintu kamar lalu dia berjalan masuk ke dalam kamar Ry.
"Ry lagi duduk aja, papa udah pulang kerja?" Ry melihat ke arah papa.
"Udah dari tadi papa pulang, ada yang papa mau bicarakan ama adek." Papa duduk di pinggir tempat tidur sambil melihat ke arah Ry.
"Papa mau bicara apa?" tanya Ry.
"Besok malam kita akan ke datang tamu," jawab papa.
"Siapa tamunya papa?" Ry yang penasaran.
"Sahabat papa sekeluarga," jawab papa.
"Sahabat papa yang mana?" tanya Ry
"Adek belum pernah ketemu ama mereka, papa berencana akan menjodohkan adek sama anak sahabat papa." Papa mengutarakan keinginannya kepada Ry.
Jedaaar......... Jedaaar
"Ah tidak, Ry gak mau di jododkan ama anak sahabat papa." Ry mengelengakan kepala menolak keinginan papa.
"Mau atau tidak kamu tetap akan tetap papa jodohkan dengan anak sahabat papa." Papa berdiri dari tempat tidur sambil berbicara dengan lantang kepada Ry, setelah itu papa pergi meninggalkan kamar Ry.
Setelah kepergian papa dari kamarnya Ry segera mengambil ponselnya.
💌"Bul bul bul 😭."
💌"Ada apa Ry?"
💌"Ry mau di jodohin ama anak sahabat Papa, gimana nih?"
💌"Bagus dong."
💌"Loh, kok bagus sih😭."
💌"Berarti sebentar lagi kawan aku merasakan anu 👉👈."
💌"Anu apa?"
💌"Makanya nikah Ry biar tahu rasa anu entar cerita ke aku."
💌"Bul aja yang nikah duluan, Ry gak mau nikah."
💌"Apa Ry gak mau merasakan kayak yang di drakor kita tonton itu?"
💌"Ya maulah masak gak."
💌"Makanya nikah, kalau bisa kita nikah bareng aja Ry. Maka Ry terima aja perjodohan itu, lagian aku udah punya calon suami juga nih."
💌"Dasar teman laknat. Bukan nyuruh Ry kabur nolak perjodohan malah ngajak nikah bareng pulak bul.
💌"Biar irit aku nikah nebeng ama anak tuan takur, soalnya udah ada endrosnya.
💌"Isisis gak modal kali lah Bul nih, btw calon suami Bul yang mana kok belum di kenalin ama Ry?"
💌"Ry udah ketemu waktu itu ama dia."
💌"Jangan bilang cowok yang itu jadi calon suami Bul."
💌"100 buat Ry pintar."
💌"Ry gak setuju."
...~ Bersambung ~...