Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Khaira tengah sibuk mempersiapkan makan siang, dirinya sudah terbiasa berkutat di dapur karena keadaan orang tua nya yang terbatas mengharuskan ia selalu mengolah bahan makanan yang ada agar menghemat pengeluaran.
Bram tiba di rumah utama, dirinya hanya akan singgah sebentar karena Mika sudah menunggunya di apartemen.
"Kak Bram udah pulang?" tanya Khaira.
"Sepi?" Bram malah balik bertanya
"Iya Bi Narti dan Mang Yono ikut sama Mama, kata nya ada urusan sebentar sekalian pulang nya belanja bulanan. Tadi Mama pesan katanya makan duluan aja mungkin pulang nya sore" ucap Khaira menjelaskan.
Bram mengangguk, dan menuju kamar nya untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Tak lama kemudian, Bram keluar dengan wajah yang sudah terlihat lebih fresh membuat Khaira kagum, namun buru buru Khaira membuang pandangan nya.
"Masak apa?" tanya Bram.
"Ini yang biasa aku buat bersama bunda, maaf ya kak kalau makanan nya kurang enak" ucap Khaira pelan.
"ITS okay"
Bram mengambil nasi dan lauk nya.
"Ayo makan bersama" ucap Bram sambil menarik kursi di sebelah nya.
"Kakak duluan aja, aku lagi nunggu kak Sam" ucap Khaira.
"Jadi dia belum pulang ke rumah?" tanya Bram sedikit emosi.
Khaira menggeleng.
"Anak itu" Bram mendengus kesal.
"Sejak melihat Khaira pertama kali, kenapa aku merasa seolah ingin melindunginya" batin Bram sambil menatap Khaira.
Saat matanya bertemu dengan Bram, Khaira terlihat canggung, ia buru-buru pamit ke kamarnya.
******
Deru mesin mobil terdengar memasuki halaman, tampak Sam turun dari mobil nya ia langsung menuju rumah.
Namun saat hendak menuju lantai atas dirinya tidak sengaja melihat Bram mengetuk pintu kamar Khaira.
Tok...tok...
"Iya kak Bram sebentar" suara Khaira terdengar dari dalam.
"Ada apa Kak?"
"Kamu jadi ikut kan?" tanya Bram.
"Ikut kemana?" Sam menyahut.
"Kak Sam" Khaira terlihat senang.
"Jalan sama Adreena, sekalian beli susu hamil. Seharusnya kan ini tugas loe?" Bram melirik Sam langsung melengos pergi.
"Kamu mau beli susu?" tanya Sam.
Khaira mengangguk pelan.
"Aku siapkan makanan ya, Kakak mandi dulu" ucap Khaira mengalihkan obrolan.
Sam mengangguk, lalu pergi ke atas untuk mandi di kamar nya.
Khaira bergegas ke dapur untuk menyiapkan makanan.
Adreena turun dari atas, ia dengan santai menunggu di sofa. Setelah agak lama, Bram pun keluar.
"Panggil Kak Khaira, Kak" ucap Adreena.
"Ada di dapur" jawab Sam datar.
Adreena melangkah menuju dapur.
"Kok Kak Khaira di dapur, kita kan mau pergi" omel Adreena membuat Khaira gemas.
"Emm kamu kalo sama kak Bram berdua gak apa apa, soal nya kak Sam baru pulang" jawab Khaira.
Adreena mengangguk, terlihat Sam muncul dari atas.
"Ya udah kita pamit dulu yah" ucap Adreena.
"Hati-hati " ucap Sam dan Khaira berbarengan.
Keduanya terlihat saling tatap, Khaira tampak berpura-pura sibuk dengan masakan nya sedangkan Sam menarik kursi untuk memulai makan siang.
"Ehem" Sam berdehem untuk mengatasi suasana canggung.
Khaira mengambil makanan untuk Sam.
"Udah segini cukup kok" Sam menggeser piringnya.
Khaira selalu menunduk, banyak pertanyaan yang ia ingin ajukan namun tertahan karena ia terlalu takut untuk mengungkapkan.
Setelah makan Sam kembali duduk di hadapan Khaira, lalu mengambil dompet dari saku celananya.
"Ini" Sam menyodorkan sebuah kartu kredit " Belilah susu hamil atau apapun itu kebutuhan mu asal jangan menggangguku" ucap Sam dengan ketus.
Khaira mendongak dengan wajah yang sendu.
(Aku istrimu Kak) batin Khaira ingin berteriak.