NovelToon NovelToon
Bos, I Love You

Bos, I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:264.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: della meyna

Alissa Moon seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, ia memiliki kecerdasaan yang luar biasa hingga mampu menghidupkan dirinya sendiri semenjak remaja, berkat beasiswa yang di dapatkan, Alissa telah menyelesaikan pendidikan diusia dini. Selain itu, Alissa memiliki kelebihan berbeda, gadis itu bisa membaca masa lalu dan mengetahui masa depan seseorang.

Hingga suatu waktu, Alissa di hadapkan pada hubungan sepasang kekasih yang pelik, Alrescha Nero sangat mencintai Arabella Kalista, kekasihnya. Sayangnya gadis itu tidak mencintai Alrescha, ia menyukai saudara tirinya bernama Georgi Nero, membuat Alissa percaya di dunia ini manusia adalah makhluk yang tidak tahu diri dan paling egois.

Namun hal tak terduga terjadi, Alissa tidak bisa melihat dan membaca masa depan serta masa lalu Alrescha, namun anehnya setiap kali pria itu berada dalam bahaya, Alissa selalu ada disana, terjerat di dalam takdir yang membuatnya terjebak untuk melindunginya, hingga akirnya Alissa mencinta Alrescha sekalipun ia sadar, jika pria itu masih bertahan pad Arabella yang sudah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della meyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Episode : 09] Apakah harus mempercayai gadis gila ini?

“Apa yang harus aku lakukan?” ucap Alrescha saat mengenggam tangan kekasihnya, Arabella masih tengelam dalam alam bawah sadar, bahkan saat ini hanya alat penunjang kehidupan yang membantu detak jantungnya, membuat Alrescha hampir kehabisan tenaga untuk membendung rasa sakitnya, sudah sebulan dari kejadian tersebut namun Arabella tidak menunjukaan perkembangan apapun, hingga Alrescha hampi-hampir putus asa selain menerima kenyataan dengan terus berharap.

Sebagai pria yang mencintai Arabella, tentu saja dirinya masih belum terima jika apapun yang mendera Arabella adalah sebuah kecelakaan, sangat jelas sekali bagaimana Arabella di targetkan bersama dengan dirinya, bahkan Alrescha melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana orang yang akan membunuhnya ada di tempat kejadian malam itu, tapi siapa dia, meskipun Alrescha percaya bukan orang jauh pelakunya, tapi ia tidak bisa menuduh anggota keluarga Nero begitu saja.

“Aku pergi dulu, nanti aku akan kesini lagi, jangan tinggalkan aku Abel” ucap Alrescha saat berbisik di teliga gadisnya, sambil meninggalkan usapan lembut di pipi gadis itu, bahkan dirinya mengkecup kepala Arabella dengan sayang, seolah Alrescha tidak tega meninggalkan Arabella disana, tapi ia perlu melakukan sesuatu yang penting, hingga dengan terpaksa meningalkan kekasihnya untuk melakukan pekerjaan, selain itu Arabella memiliki sistim keamanan tinggi jadi membuat ketenagan tersendiri jika Alrescha meninggalkanya.

****

“Terimakasih, semoga datang kembali” ucap Alissa dengan penuh senyum, saat ini ia bekerja di sebuah mini market yang ada di pusat kota. Meskipun begitu, gaji yang ia dapatkan sangat sesuai dengan kebutuhan hidup, hingga Alissa tidak perlu cemas untuk makan sehari-hari sebelum di terima di perusahaan yang ia lamar.

Anehnya sampai detik ini Alissa tidak mendapatkan balasan apapun dari perusahaan yan di lamarnya, bahkan ia tidak mengetahui kenapa semuanya sesualit ini, padahal saat Alissa mendaftarkan beasiswa berprestasi semua urusan sangat di mudahkan dalam segala hal, tapi kali ini Alissa sulit sekali mendapatkan pekerjaan, hingga wanita itu harus membanting tulang dengan pekerjaan berat namun bergaji kecil.

Jika ia menunaikan pendidikan hanya untuk bekerja di mini market seperti ini, untuk apa Alissa bersusah payah dalam pendidikan, bukankah dirinya harus belajar keras hingga mengeluarkan banyak darah segar dari hidungnya ketika menghadapi ujia, tapi saat ini usaha yang Alissa kerahkan terhenti seperti ini saja, bukahkah situasi ini sangat aneh untuk di kerjakanya.

Membuat wanita itu semakin tidak mengerti dengan semua hal yang terjadi. Di dalam hidupnya, semenjak ia mengenal pria menyebalkan itu, hidupnya semakin kesusahan hinggu sulit sekali mendapatkan makanan, apakah ini karma atas tawaran yang di tolaknya tempo lalu.

“Kakak” ucap seorang pria menghentikan lamunan Alissa, membuat wanita itu menampilkan wajah tidak suka karna semenjak dirinya bekerja pria itu selalu saja menghampiri dirinya.

“Kenapa kau kesini lagi” ketus Alissa dengan nada tidak ramah, bahkan ia beranjak dari kasir untuk menyusun beberapa barang yang tadi tidak sempat di kerjakanya, sedangkan pria itu mengikuti langkah Alissa seolah tidak peduli dengan sikap gadis itu.

“Kenapa kau selalu marah padaku, aku hanya ingin mengunjugimu” ucapnya dengan nada riang, bahkan wajah bodohnya membuat Alissa tidak mengerti sama sekali.

“Apa kau harus mengunjungiku setiap hari, bukankah sikap dirimu sangat menyebalkan” bentak Alissa ketika memalingkan wajah menatap pria itu, sedangkan tanganya dengan cekatan merapikan barang-barang ke tempat yang sesuai dengan produk dan harganya.

“Apa kau masih belum di terima kerja kak?”

Sontak kalimat itu membuat Alissa menghentikan kegiatanya, ia memalingkan wajah dengan sikap serius, lalu berdiri sejajar dengan pria bernama Saga. “Apa kita sedekat itu, sampai aku harus berbagi cerita denganmu, lebih baik kau urus Tuan mu dengan baik, dan jangan datang kesini lagi, apa kau tidak tahu, setelah kenal kalian hidupku jadi berantakan” ucap Alissa dengan nada ketus, membuat pria itu tersenyum sambil melipat kedua tanganya seperti tidak terganggu atas apa yang di ucapkan oleh Alissa

“Aku bahkan bersyukur mengenal mu karna kejadian itu, sampai aku merasa memiliki seorang kakak perempuan” ucapnya dengan sungguh-sungguh, membuat Alissa tidak bisa berkata apapun selain melirik penuh penghinan.

“Sialan, kenapa kau aneh sekali” umpatnya kehadapan Saga.

Membuat senyum mereka merekah di bibir masing-masing, bahkan mereka berdua tertawa sahut sahutan, tentu saja Saga dan Alissa saling kenal karna pria itu anak buah Alrescha ketika penculika nya, tapi pria yang memanggilnya kakak ini, berbeda sekali dengan seluruh ajudah yang Alrescha miliki, ia benar-benar seperti pria baik-baik jika tidak bertugas, bahkan tidak ada sikap kaku sama sekali, hingga Alissa dan Saga mulai dekat beberapa waktu yang lalu.

“Bagaimana pekerjaanmu? Apa kau masih sering di marahi oleh pria berwajah jelek itu?” tanya Alissa sambil merapikan barangnya, mendengar Alissa menghina Tuan Darkson membuat tubuh Saga bergindik.

“Kenapa kau menghinanya begitu, aku tidak sanggup menaggung hukuman jika dia mengetahuinya, apa kau tidak tahu jika Tuan Darkson lebih kejam dari Bos Nero, bahkan di usia 17 tahun ia sudah membunuh seseorang, tentu saja yang ia bunuh adalah orang jahat” ucap Saga dengan sungguh-sungguh, membaut Alissa menganggukan kepala karna ia sudah mengetahui hal itu.

“Kak, kenapa kau bisa tahu jika aku sering di marahi oleh Tuan Darkson? Apa kau seorang peramal?” tanya Saga dengan polosnya, membuat Alissa tertegun tanpa mampu bicara.

“Peramal?” ucapnya dengan membeo, seolah tidak bisa berkata apapun karna dirinya juga binggung menjelaskan tentang kemampuan ini, lain dari itu Alissa tidak pernah memiliki teman untuk cerita, mungkin pria aneh ini yang baru saja mengusik-ngusik kehidupan dengan seluruh pertanyaan tersebut. “Apa kau percaya dengan peramal?” tanya Alissa dengan raut wajah serius.

“Entahlah, jika peramal itu kau, mungkin aku percaya” sambungnya dengan nada mengejek penuh candaan, membaut Alissa mengumpat kesal sambil memukul kepala Saga dengan barang yang ia genggam.

Tiba-tiba saja percakapan mereka terhenti, saat ponsel Saga bergetar, denga cepat ia memeriksa ponselnya, hingga raut wajah pria itu berubah tanpa di perkirakan, kali ini Alissa melihat raut wajah serius yang jarang sekali ia lihat dari Saga, karna selama ini Alissa hanya melihat wajah bodoh dengan sikap kekanak-kanakan yang selalu ia tampilkan.

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu?” putus Alissa dengan ingin tahu.

“Tidak, sepertinya aku harus kembali keperusahaan, nanti aku akan datang lagi” dengan segera pria itu berlari keluar mini market, beruntung tempat Alissa bekerja tidak terlalu jauh dari perusahaan, hingga mempermudah Saga jika memiliki pekerjaan mendesak.

“Kenapa dengan bocah itu? Membuat aku takut saja” gumama Alissa sambil melakukan pekerjaanya, bahkan mata itu melirik Saga yang menjauh pergi. “Ahg…” seolah waktu terhenti saat sekelebat ingatan menyakiti kepalanya, Alissa tidak pernah seperti ini sebelumnya, tapi entah kenapa ingatan itu seperti nyata sebab akan terjadi.

Barang yang ada di keranjang itu bertebaran akibat tenaga Alissa yang hampir melemah, bahkan membuat Alissa tidak bisa bicara apapun selain meringis kesakitan, untuk pertama kalinya wanita itu di hadapkan dengan prediksi tanpa harus berhadapan dengan mata seseorang, yang membuat dirinya tidak bisa percaya adalah kematian Alrescha Nero dan para anak buahnya, hanya saja ia tidak bisa memastikan siapa orang itu karna ingatan yang di tampilkan hanya sebatas tanda luka berukuran 5 cm di leher kiri orang misterius tersebut.

“Tidak! Saga!” teriak Alissa dengan takut, bahkan tanganya gemetar setalah membayangkan jika Saga juga ikut tengelam kedalam laut sana, entah kenapa ada rasa tidak terima hingga membuat Alissa tidak mengerti kenapa ia di hadapan oleh posisi seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi, hingga kemampuan yang Alissa miliki menjadi berantakan, jika saja Alissa mendapatkan gambaran ketika Saga di depanya, mungkin tidak akan serumit ini untuk dirinya mencegah, tapi sekarang gambaram itu ia dapat setelah Saga pergi, kenapa bisa seperti ini?

Tidak ada pilihan lain, selain menuju ke perusahaan Alrescha Nero, karna selain itu Alissa tidak bisa bertindak, ia tidak mengenal siapapun selain Saga, bahkan ia tidak sedekat itu dengan Alrescha Nero, meskipun Alissa tidak menyukai pria itu, tapi selama ini dirnya tidak pernah main-main dengan nyawa seseorang, sekalipun orang itu tidak menyukai dirinya.

*****

“Darkson, apa orang-orang baru itu bisa di percaya?” tanya Alrescha kepada pria itu.

“Tentu saja Tuan, mereka memiliki kemampuan terbaik yang saya seleksi dari markas besar kita” ucap Darkson dengan yakin.

“Baiklah, kita berangkat sekarang” seketika Alrescha menaiki lift untuk menuju atap perusahaan, dimana pesawatnya mendapat disana, tentu saja ia menuju keluar kota untuk alasan bisnis dan juga bertemu dengan Georgie Nero, sebab terkait kecelakaan yang menimpa Arabella, hanya pria itu yang bisa di curigai.

Rasanya Alrescha di buat tidak tenang, lantaran ia harus meninggalkan Arabella beberapa hari, tapi Alrescha tidak bisa mengkesampingkan tanggung jawabnya, bagaimanapun ia harus menyelesaiakn semuanya dengan cepat agar bisa kembali lagi dengan segera.

“Nona anda tidak bisa masuk keperusahaan tanpa kartu akses” ucap pengawal saat mencegat Alissa memasuki wilayah perkantoran, tentu saja tanpa lift yang ada disana, Alissa tidak bisa menaiki atap perusahaan, jika ia harus menaiki tangga mungkin habis satu jam untuk melakukanya, karna perusahaan Alrescha Nero sangat menjulang tinggi, jalan satu-satunya adalah menaiki lift pribadi itu dengan sesegera mungkin.

“Tapi aku harus pergi ke atap, apa kau tidak bisa membiarkan ku kali ini saja. Aku mohon” pinta Alissa dengan begitu gigih, bahkan suaranya saja mengundang keramaian dan mata kariyawan memandang.

“Nona, kau tidak bisa selancang ini, ini bukan tempat yang bisa kau kunjungi sesuka hati, ini adalah perusahaan, kau tidak bisa main-main disini, silahkan pergi sebelum kami melakukan kekerasan” bentak pengawal itu dengan tegas, namun Alissa tidak akan menyerah, ia harus menghentikan pesawat Alrescha Nero, jika tidak semuaanya tidak akan berakir baik.

“Kali ini saja, aku mohon. Aku perlu menghentikan pesawat Alrescha Nero. Apa kau tidak bisa membiarkan ku kali ini saja” bentak Alissa degan marah, ia sunguh kesal akibat pengawal bodoh itu.

“Nona! Apa kau gila!” bentak mereka saat menarik tubuh Alissa dengan kasar, hingga mendorongnya ke lantai

“Kalian yang gila! Bagaimana bisa kalian melarang orang tanpa mendengarkan penjelasan”

“Lalu coba kau jelaskan, apa alasan untuk bertemu dengan Tuan Nero?” bentak mereka dengan menantang.

“K-Karna…” entah kenapa Alissa tidak bisa berkata lagi, ia akan terlihat seperti orang gila jika bicara fakta, dengan takut gadis itu mengigit bibirnya hingga gugup melanda dengan terang-terangan.

“Lebih baik kau pergi, karna sudah membuat keributan disini, jika tidak, kami akan menyeretmu ke kantor Polisi” sontak kalimat itu berlabuh akan perlakuan kasar, mereka menyeret Alissa untuk menjauh dari sana, hingga dengan susah payah gadis itu meronta untuk di lepaskan.

“Lepaskan dia!!!” bentak Kenderick yang tiba-tiba ada di antara keributan, bahkan ia mendorong seluruh pengawal itu dengan kasar, sambil menyembunyikan Aiissa di dalam genggamnya.

“Apa kalian semua gila memperlakukanya seperti ini” bentak Ken dengan geram, seolah pancaran matanya ingin membunuh, membuat Alissa tertegun melirik pria yang tidak ia kenali sebelumnya.

“Kalian semua di pecat, mulai detik ini aku tidak ingin melihat kalian semua disini” bentaknya dengan ultimatum tegas, membuat mereka semua tertegun dengan tidak percaya.

“Tu-Tuan” belum sempat mereka mengucapkan kata, Ken menarik Alissa melintasi keamanan yang hanya diakses dengan tanda pengenal kariyawan.

“Tuan terimakasih” lirih Alissa, hingga pandangan Ken berlabuh kewajahnya, baru saja ia ingin menanyakan keadaan nya, gadis itu melepaskan tanganya dari genggaman Ken sesegera mungkin, sambil memasuki lift pribadi milik Presiden yang bisa diakses dengan kata sandi, tentu Alissa mengetahui saat terakir kali melihat gambaran tentang Alrescha Nero.

Melihat sikap tersebut, tentu semua kariyawan yang menyaksikan nya tidak percaya, bagaimana bisa seorang wanita mengakses lift pribadi Presiden, begitupun dengan Ken yang masih berdiri di posisi semula, ia tidak percaya jika Alissa mampu mengunakan lift itu, bahkan Ken sendiri tidak mengetahui sandinnya.

Setidaknya lift yang ia naiki bisa mengantarkan Alissa kearah atap, bahkan tanpa Alissa menaiki tangga, karna lift itu memudahkan Alrescha jika melakukan perjalanan mendesak, sehingga Alissa harus menghentikan pesawat yang di tumpangi mereka, baru saja lift itu berdenting, Alissa di suguhkan dengan pemandangan yang tidak mengenakan, pesawat itu hampir saja tertutup bahkan membuat Alissa tidak percaya jika mereka secepat ini.

“Tunggu” teriak gadis itu untuk mendekati arah pesawat, bahkan tidak ada yang menghiraukanya, hanya tersisas beberapa orang yang tengah menaiki tangga, setidaknya ia harus memasuki pesawat agar semuanya bisa terkendali, kali ini yang Alissa harapkan adalah kemampuanya berlari, karna dirinya tidak bisa mengharapkan mereka mendengar teriakanya, sebab suara baling-baling pesawat menengelamkan teriakanya.

“Tunggu.....” dengan nafas tersengal, aliran darah yang tidak teratur, seolah sesak menguasai denyut jantungnya, Alissa menahan pengawal Alrescha Nero menutup pintu kabin, akirnya ia berhasil meskipun dirinya terlihat seperti orang gila di hadapan mereka semua.

“Kau!”

“Kakak!”

ucap semuanya orang dengan tidak percaya, bahkan senyum bodoh tertampil di wajah Alissa seolah ia tidak menyangka jika dirinya mengantarkaan diri kepada kematian lagi, akibat orang-orang bodoh yang tidak ia kenali ini.

“Kita bertemu lagi di ujung kematian” lirih Alissa dengan suara mengerikan, bahkan ia mengkilaukan mata menatap semua orang, dengan segera kabin persawat tertutup karna pesawat sudah lepas landas hingga mengepakan sayapnya untuk terbang.

“Kakak, apa yang kau lakukan disini, apa kau tidak tahu itu sangat bahaya” bentak Saga dengan tidak menyangka,membuat semua anak buah Alissa melirik tajam atas ucapan yang pria itu lontarkan, sejak kapan mereka berdua menjadi dekat sekali.

“Ini semua karna mu” bisik Alissa kehadapan Saga “Jika saja kau tidak pergi, aku tidak akan meningalkan toko” bentaknya dengan jengkel.

“Lalu kenapa kau kesini? Memangnya aku kenapa?” tanya Saga dengan binggung.

“Astaga, benar aku harus melakukan sesuatu” bentak Alissa dengan tidak percaya, bagaimana ia bisa tenang setelah menaiki pesawat, bahkan hampir lupa atas niatan semula, mata Alissa memindai wajah-wajah baru yang di lihatnya, bahkaan ia tidak percaya jika sepertujuh orang yang Alrescha bawa bukan orang yang terakir kali ditemuai Alissa, karna semua mata ia akses dan mereka juga menatapnya, sehingga ingatan itu bercampur-campur, membuat Alissa tidak bisa mengunakan kekuatan pemindainya.

Tanpa segan, Alissa menyibakan kerah baju mereka tanpa sopan santun, bahkan ia tidak merasa takut sedikitpun padahal beberapa diantara mereka pembunuh bayaran, hingga Alissa tidak menyangka dirinya akan melakuka hal seperti ini.

“Apa yang kau lakukan!” bentak pria itu dengan tidak terima.

“Apa kau ingin hidup? Jika kau ingin hidup maka tenanglah!” bentak Alissa saat menajamkan kedua matanya kepada Darkson, tapi tidak ada tanda-tanda seperti yang Alissa lihat, hingga ada sedikit keraguan yang menyelimuti Alissa, ia masih terus mencari seolah tidak habis fikir lagi.

“Kak, apa yang kau lakukan! Apa kau tidak bisa menjelaskan dulu yang sebenarnya? Kau membuat kami bingung, jika Tuan Nero mengetahui keberadaanmu, kau akan di bunuh” timpah Saga saat menghentikan tindakan Alissa, membuat semua orang menatap wanita itu dengan penuh pertanyaan, kali ini ia melihat ada 8 orang yang sudah ia periksa, setidaknya ada 5 orang lagi yang belum ia lihat.

“Dengarkan aku. Di tubuh seseorang ada sebuah bom yang di tanam di balik baju pelindungnya, bom itu berukuran kecil namun bisa menghancurkan pesawat ini, aku tidak bisa menjelaskan kepada kalian kenapa aku mengetahui ini, yang jelas setelah aku mendapatkan nya dan situasi aman, aku akan memberikan penjelasan, kali ini aku tidak bisa menjelaska apapun, karna waktu kita sangat terdesak” ucap Alissa.

“Hei! Apa kau gila!” bentak seorang pria bertubuh kekar yang mengalihkaan perhatian Alissa, membuat gadis itu tertegun dengan tatapan dalam, ia melihat ada sepotong penglihatan yang aneh dari pria itu, tapi ia tidak mengetahui dengan jelas apa yang tengah ia lihat.

“Kenapa kau bicara seperti itu” bentak Saga ketila menyahut rekan kerjanya.

“Ada apa dengamu, apa kau bekerja dengan wanita gila ini, kau tengah bekerja dengan Tuan Nero, apa kau fikir pantas kau membiarkan orang aneh memasuki pesawat dengan menerobos dan mengatakan hal gila tentang kita, bahkan tindakannya terlihat seperti memprovokasi” cela pria itu dengan tatapan merendahkan kearah Alissa, sontak membuat Alissa berkacak pinggang akibat tingkah menyebalkan pria itu.

“Kenapa kau menyebalkan sekali? Aku tahu aku seperti orang gila, tapi tidak ada masalahnya denganmu untuk menghalangi ku. Aku hanya ingin memeriksa 5 orang lagi, yang saat ini berada di dekat Alrescha Nero” ucap Alissa sambil memalingkan wajah penuh ancaman, ia melirik kepada 3 orang yang baginya dapat ia percaya, yaitu Saga, Darkson dan orang di sisi Darkson.

Sebab Alissa tidak memiliki waktu untuk berdebat lagi, karna bom itu memiliki batas waktu yang di tentukan, ia tidak tahu siapa orang gila yang memasang bom bunuh diri di badan nya, hanya saja Alissa percaya jika saat ini ia tidak bisa membiarkan keadaan berjalan melewati waktu dengan sia-sia.

Sebuah isyarat mata tersampaikan dengan baik, kepada 3 ajudan Alrescha Nero yang berda di posisinya, setidaknya Alissa hanya perlu berlari ke ruangan itu, untuk memeriksa 5 orang lainya, dan ia percaya jika 3 orang yang ada di pihaknya akan menghalangi mereka untuk mencegat Alissa.

Tanpa ada aba-aba Alissa bergerak sesuai harapan awalnya, ia mampu melewati mereka karna 3 orang yang ia percayai, meskipun ada baku hantam yang terjadi diantara mereka, Alissa tidak bisa menghentikanya, yang terpenting menemukan orang yang memiliki bom di tubunya.

Sontak mata Alrescha melebar tidak percaya saat dirinya melihat Alissa memasuki ruang private yang ada di pesawat itu, bagaimana tidak wanita itu seperti mengunakan pakaian kerja toko dan menaiki pesawatnya tanpa sepengetahuan, apakah wanita gila itu tengah menerobos. “Apa yang kau lakukan disini!” Bentak Alrescha dengan tidak percaya, tentu ada rasa takut yang membantin di dirinya, tapi bukan saatnya untuk takut pada Alrescha melainkan menemukan orang yang menbawa bom pada tubuhnya.

Melihat keterkejutan semuanya, Alissa melangkah kearah Alrescha dengan berani, ia mungkin terlihat seperti wanita gila, tapi ia tidak bisa meneriaki maksudnya, jalan satu-satunya adalah menyampaikan maksud ini kepada Alrescha, hingga dengan persetujuan pria itu, Alissa memiliki otoritas dalam bertindak di dalam pesawat ini.

Sebuah pelukan jatuh ketubuh Alrescha Nero, membuat semua pengawal tidak percaya apalagi Alissa, mengapa dirinya bisa melakukan hal sebodoh ini, bahkan masih ada cara lain yang mampu ia lakukan, namun entah kenapa Alissa menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan pria yang sangat aneh ini, namun rencananya berhasil. Pria itu tidak melakukan perlawanan apapun selain mematung dengan diam.

“Dengarkan aku” lirih Alissa saat mendekatkan bibirnya ke telingga Alrescha, bahkan tubuh tinggi semampai itu sulit sekali di jangkau padahal Alissa sudah mejijitkan pijakan kakinya “Tidak bisakan kau menunduk tubuh besar mu sedikit” cela Alissa, hingga membuat Alrescha menurut, entah kenapa ada kepercayaan kepada wnaita itu, mungkin saja karena dia sudah menyelamatkanya atau karena Alrescha terlibat banyak hal yang tidak masuk akal dengan nya.

“Ada seseorang yang menanan bom di tubunnya, bom itu berukuran kecil dengan batas waktu yang sudah di tentukan, jadi aku harus menyingkirkan orang itu agar kau dan aku selamat, jadi izinkan aku untuk memriksa semua anak buahmu, karna aku tidak bisa mengakses wajahnya, selain melihat tanda di leher pria itu” lirih Alissa dengan sunguh-sungguh, membuat Alrescha tertegun menatap kedua mata wanita yang tidak mungkin berbohong padanya, bahkan terakir kali ia memeprcayai ucapan wanita ini hingga Alrescha selamat dari ledakan mobil.

Tapi apakah ia harus percaya lagi? Karna ada sedikit kekecewaan yang tidak bisa ia deskripsikan.

1
DeRe
thor balik dong
DeRe
bagussss
Yatie Triesye
ceritanya bagus.... tapi koq tak ada kelanjutannya
Devy ZoviaCarissa
Ni novel masih lanjut atau da END ksini thor? Q kangen tauuuuu plus penasaran dg kelanjutan ni novel.
Up dong thor🙏🙏🙏
Devy ZoviaCarissa
Baru kali ini q baca novel yg penuh sejuta misteri.susah banget untuk menebak akhir cerita novel ini. Semangat ya thor, q Sukaaaaaaaaaa banget dg novel mu in.
Flrna Rina
Thor ceritanya ni seruu, Misteri dan kisah Roman ya menyatu🥰
semangat Thor aku padamu🤗
arin
ngga tersa air matku ngalir...Rsnya nysek?
Martina Alfarizqi
2 like semangat up
alisha
2 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Martina Alfarizqi
4 like semangat up
alisha
3 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like🤗
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Cindy Wulandari
semangat
Ika NcOm Ajee
apa kabar thor'y...ga up" kok udh lama penasaran
Shopee Hartono
kok lamaaaaaa
ety_
semngat
KHARDHA LOVE
Setulus itukah Alresca🙄 lanjut semangat terus ya salam dari Dokter Cinta Spesialis Hati"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!