NovelToon NovelToon
Pesona Sekretaris

Pesona Sekretaris

Status: tamat
Genre:Single Mom / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: annin

Menjadi seorang single parent tak membuat Alleyah berkecil hati. Ia justru semangat dalam usahanya untuk mendapatkan kebahagiaan bagi dirinya dan juga putrinya yang masih berumur enam tahun.

Pekerjaan menjadi seorang sekretaris dari bos yang arogan tak menyurutkan tekadnya untuk terus bekerja. Ia bahkan semakin rajin demi rupiah yang ia harapkan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan juga anaknya.

Namun, perjuangannya menjadi single parent tak semudah bayangannya sebelumnya. Ditengah isu yang merebak di kantornya dan juga imej seorang janda memaksanya menjadi wanita yang lebih kuat.
Belum lagi ujian yang datang dari mantan suaminya, yang kembali muncul dan mengusik hidupnya.

Mampukah, Alleyah bertahan dan mampu memperjuangkan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.9 Introgasi

Jantung Alle berdebar tak karuan. Ada apa gerangan ibu dari bosnya ini memanggilnya. Pikirannya mengelana ke mana-mana meski tubuhnya sedang berada di ruang tamu kediaman Prabu Dewa Bumi—orang tua Aksa.

"Silakan, Mbak." Seorang asisten rumah tangga yang Alle kenali bernama Mbok Yam menyuguhkan secangkir teh di hadapan Alle.

"Terima kasih, Mbok."

"Sebentar, ya, Nyonya Sekar masih sibuk," ujar Mbok Yam.

"Iya, Mbok."

Makin bertambah gugup saja Alle menunggu ibu dari bosnya tersebut. Jujur ia tidak tahu untuk urusan apa ia dipanggil ke rumah ini. Dalam teleponnya tadi Sekar tidak mengatakan apa pun selain permintaan untuk segera datang dengan nada perintah yang serius. Alle sampai ijin mendadak kepada bosnya untuk bisa pergi.

Semoga saja ini bukan tentang kedatangan Bianca, kekasih dari Aksa. Sebab kalau ini tentang model tersebut, bisa mati Alle menjawab pertanyaan dari Sekar. Ia tidak mau berbohong tapi tidak juga ingin membuat masalah untuk bosnya karena Alle adalah salah satu orang kepercayaan Aksa.

Lama menunggu sekaligus gugup membuat Alle merasakan haus. Alle mengambil cangkir teh yang disuguhkan Mbok Yam dan meminumnya.

"Sudah datang rupanya," ujar Sekar yang menuruni tangga.

Sontak Alle terbatuk karena kaget. Ia segera menaruh cangkir ke atas meja dan berdiri memberi hormat.

"Selamat siang, Bu." sapa Alle sedikit membungkukkan badan.

Dengan gerakan tangan, Sarah menyuruh Alle duduk kembali. Wanita sosialita tersebut ikut mendaratkan bokongnya di sofa tepat di seberang Alle.

Tak lantas berbicara, Sekar justru menatap Alle dengan tatapan yang tak biasa. Entah apa yang wanita di hadapannya ini pikirkan. Ini bahkan bukan pertemuan pertama mereka tapi Sekar seolah ingin menelisik lebih dalam diri Alle.

Bingung harus memulai dari mana, Alle hanya bisa pasrah menunggu ibu dari bosnya yang tengah menatapnya dengan intens untuk memulai pembicaraan.

"Sudah berapa lama kamu kerja dengan Aksa?" tanya Sekar membuat Alle terhenyak.

Kenapa pertanyaan macam ini. Untuk apa. Bukankah ibu dari bosnya ini tahu jika ia sudah cukup lama bekerja dengan Aksa.

Sudahlah, toh Alle tinggal jawab saja.

"Kurang lebih tiga tahun, Bu. Memangnya ada apa, Bu?"

Tak langsung menjawab, mata wanita itu terus tertuju pada Alle. Tatapan aneh yang membuat Alle bingung.

"Apa Aksa sering mengajakmu lembur?"

Memang kenapa kalau atasannya mengajak dia lembur. Bukankah itu hal biasa. Kenapa Ibu Sekar ingin tahu.

"Ehm ... tidak sering, hanya saja kalau pekerjaannya mendesak dan harus diselesaikan segera barulah Pak Aksa meminta saya untuk lembur."

"Di mana biasanya kalian lembur? Kantor atau apartemen Aksa?"

Pertanyaan macam apa ini.

"Di kantor, Bu."

"Tapi pernah ke apartemen?"

Ya Tuhan ... Ibu sekar benar-benar ingin tahu.

"Beberapa kali, Bu."

"Sampai jam berapa kalau lembur?"

Untuk apa juga pertanyaan ini.

"Tidak tentu, Bu. Kadang sampai jam sembilan kadang juga jam sepuluh."

"Apa Aksa pernah menawarkan sesuatu?"

What? Apa maksud dari tawaran itu.

"Maaf, maksud Ibu, apa, ya?"

"Uang lembur yang besar untuk satu malam misalnya."

"Saya tidak pernah lembur semalaman, Bu. Selesai mengerjakan pekerjaan, Pak Aksa selalu meminta saya segera pulang karena saya punya anak kecil."

"Berapa usia anak kamu?"

"Hampir enam tahun, Bu."

Sebenarnya ada apa ini. Kenapa Alle merasa dirinya sedang diintrogasi.

"Kenapa dulu kamu bercerai?"

"Maaf?"

Apa Alle tidak salah dengar dengan pertanyaan ibu dari bosnya ini. Apa iya dia ingin tahu alasannya dulu bercerai?

"Iya, kenapa dulu kamu dan mantan suamimu bercerai?"

"Suami saya memilih untuk menikahi wanita lain, Bu, dan menceraikan saya."

"Jadi kamu tahu bukan rasanya dikhianati?"

Alle hanya mengangguk. Tentu saja tahu, tapi apa hubungannya dengan kedatangannya ke sini.

"Sebagai sesama wanita, kamu yang sudah berpengalaman pasti tahu tidak enak dan sakitnya jika milik kita direbut oleh wanita lain. Jadi, apakah kamu berniat juga melakukan hal yang sama pada wanita lain?"

Amit-amit, tidak mungkin Alle berpikir seperti itu. Apalagi berniat menjadi pelakor.

"Saya tidak mengerti maksud Ibu."

"Baiklah, aku tidak akan berbasa-basi lagi. Kamu tahu, 'kan, kalau Aksa sudah dijodohkan dengan Laura. Aku harap kamu tidak akan pernah merusak rencana kami untuk menyatukan Aksa dan Laura."

Alle mulai bisa menangkap ke mana obrolan yang sejak tadi terjadi.

"Apa Ibu berpikir jika saya punya niat untuk menggoda Pak Aksa?" todong Alle.

"Kamu memang cukup pintar untuk tahu ke mana maksudku."

Alle mengulas senyum tipis di bibirnya. Tebakannya benar.

"Soal itu, Anda tidak perlu khawatir. Saya tidak punya hubungan apa pun dengan Pak Aksa, juga tidak pernah punya niat atau pun berpikir untuk merusak hubungan Pak Aksa dengan Nona Laura. Saya cukup tahu diri di mana posisi saya berada."

"Bagus, aku pegang omongan kamu! Jangan sampai apa yang selama ini menjadi gonjang-ganjing di kantor benar-benar menjadi kenyataan, karena aku adalah orang pertama yang akan menentangnya!"

Oh ... Alle baru sadar sekarang. Rupanya yang menjadi perbincangan hangat di kantor selama ini dan juga tatapan-tatapan sinis orang-orang kantor terhadapnya berkaitan dengan ini. Mereka menuduh Alle punya hubungan spesial dengan atasannya.

Alle membuang napas kasar setelah mengetahui kebenaran dirinya diundang ke rumah orang tua Aksa. "Ya, Anda boleh pegang omongan saya. Bahwa saya dan Pak Aksa tidak ada hubungan apa pun selain atasan dan bawahan secara profesional."

Sekar menatap sinis pada Alle. Kepercayaan diri janda di hadapannya ini membuatnya tidak suka dan tidak bisa percaya begitu saja.

Dari segi wajah, Alle punya kecantikan yang mungkin bisa menggoda putranya kapan saja. Terlebih kebersamaan mereka begitu intens. Setiap hari bertemu, bekerja bersama. Siapa yang akan jamin jika putranya tak tergoda oleh janda satu ini. Yang pasti Sekar tidak akan melepaskan Alle begitu saja. Ia harus tetap waspada pada sekretaris anaknya ini. Ia tidak mau kecolongan yang akhirnya akan menghancurkan semua rencana perjodohan yang sudah ia atur dengan rapi.

Di saat Sekar masih terpaku menatap Alle dengan sinis, dering ponsel Alle men-distrack semuanya.

Melihat nama Mbak Imas di layar pipih itu, Alle pun segera mengangkatnya.

"Maaf, saya permisi sebentar," pamit Alle kemudian sedikit menjauh dari Sekar.

"Halo, ada apa, Mbak?" sapa Alle pada Mbak Imas.

Mata Alle membulat, kakinya mendadak lemas, jantungnya berdebar tak karuan mendengar penuturan Mbak Imas di seberang sana.

"Mbak Imas di mana sekarang?" tanya Alle panik.

"Ok, tunggu Alle pulang ya, Mbak." Alle menutup panggilan teleponnya kemudian kembali pada Sekar untuk mengambil tasnya.

"Maaf, Bu, saya tidak bisa lama-lama di sini. Ada urusan mendadak yang harus segera saya tangani. Mungkin lain kali saja kita lanjutkan obrolan ini," ujar Alle. Buru-buru ia pergi tanpa seijin ibu dari bosnya tersebut.

Sedikit berlari untuk bisa segera keluar dari rumah megah ini. Untung saja di saat yang bersamaan, sebuah taksi melintas di depannya. Tanpa pikir panjang Alle menghentikan taksi tersebut.

Ia menyebutkan alamat perumahan di mana ia tinggal sebelum supir taksi melajukan mobilnya. Dalam taksi, Alle berusaha menenangkan diri meski sulit.

"Sabar, ya, Sayang. Tunggu Mama, kamu harus kuat," ujar Alle dalam hati. Tak henti-hentinya ia merapal doa agar sang putri diberikan kekuatan.

1
Yani Kustiti
Luar biasa
Muna Junaidi
💪🏻💪🏻💪🏻
scarlet
good 👍
annin: Tengkyu Kak, udah pindah ke sini. Masih ada 6 lagi lho novel tamatku, hehehehe
total 1 replies
mawar0509
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Mawar0509 atas supportnya. Sehat selalu untuk kakak dan keluarga.❤️

Lanjut baca karya baruku, Kak. judulnya DIABAIKAN SETELAH MALAM PERTAMA. Klik profil aku biar lebih mudah. Tengkyu, Kak mawar.
total 1 replies
Nur Fajrina Qisthina
love
Ran Aulia
Luar biasa
nyit nyit
bagus cerita nya
nyit nyit: aamiinn ya Rabb,,semangat berkarya thorrrr ...q yakin u bisa membuat karya yg buanyakkkk n bagus2
total 2 replies
Rat Miyati
Luar biasa
annin: Terima kasih supportnya kak Rat Miyati, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
padahal harta dan jabatan nggak selamanya digenggam an tangan.
harta juga nggak jadi penolong Fadil diakhir hidup nya.
Olive Ova Ambitan
keren jg ceritanya, tapi lbh keren kalau si fadil dibuat menderita dan mnyesal bgt
annin: Aku sengaja nggak memberi cerita lanjutan untuk kisahnya Fadil, takut dibilang kek sinetron Azab. Hehehe ....
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
awal ceritanya menyesakkan dada 🤧 tentang kisah hidupnya seorang istri yang dikhianati suami.
Herna Hidayat
Luar biasa
Mom's Smile
keren 👍👍👍
Sastri Dalila
👍👍👍
annin: Terima kasih kak Sastri Dalila atas supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Ymir
Fadil oh Fadil
annin: xixixi🤭
total 1 replies
Meita Margaretha
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Meita Margaretha untuk supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Meita Margaretha
Lumayan
Noorjamilah Sulaiman
not bad
annin: Terima kasih Kak Noorjamilah Sulaiman atas supportnya. Sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Elsye Nurhayati
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Elsye Nurhayati atas supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
made astiti
lanjut dong ceritanya 👍👍🙏🙇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!