Pertemanan dua keluarga tidak menjadikan Allegri dan Allegra akrab. Sejak kecil keduanya selalu berdebat dan membuat Allegra sebagai gadis mungil yang memiliki tubuh berisi menangis karena bullying yang di lakukan Allegri.
Allegra selalu memeluk Monica, mengadu pada wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu kedua baginya setelah Giana.
Beberapa tahun berlalu keduanya telah dewasa. Kini Allegri menjadi pimpinan rumah yang di dirikan orang tuanya. Laki-laki tampan itu menjadi pemimpin yang terkenal dingin dan berdedikasi tinggi terhadap aturan yang telah ia tetapkan.
Allegra tidak bisa menolak ketika kedua orangtuanya Valentino dan Giana , meminta ia melanjutkan bekerja untuk mengabdikan diri dirumah sakit yang kini di pimpin Allegri.
Bagaimana saat keduanya menjadi rekan kerja? Apakah keduanya masih saling membenci?
Ikuti sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA ini ya. Anak Monica-Luigi & Valentino-Giana. Semoga kalian suka.
Jangan lupa interaksi kalian di setiap bab, agar novel ini bisa berk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERNIKAHAN ALLEGRI-ALLEGRA
Sebulan kemudian..
Wajah-wajah bahagia terpancar dari orang-orang yang datang memenuhi undangan keluarga Luigi-Monica dan Valentino-Giana, dimana malam ini pernikahan Allegri dan Allegra.
Akhirnya pasangan berbahagia itu melepas masa lajangnya juga.
Allegri dan Allegra memilih tema pernikahan romantis bernuansa lembut dan syahdu. Menonjolkan warna-warna pastel menyejukkan mata tamu undangan. Pencahayaan pun dibuat lembut dan halus.
Sementara melengkapi dekorasi, di setiap sudut ruangan menampilkan bunga mawar merah segar untuk menambah kesan romantis yang melambangkan cinta abadi.
Sore tadi Allegri dan Allegra telah dinyatakan sah menjadi pasangan suami-isteri. Dilanjutkan resepsi di malam harinya. Kini keduanya tengah bersiap melempar buket bunga.
Terdengar tawa bahagia dari para gadis-gadis yang berkerumun hendak berebut mengambil lemparan bunga, terutama mereka yang telah memiliki kekasih begitu antusias dengan harapan pernikahan Alle dan Al akan menular pada mereka.
Alle di bantu suaminya melempar buket bunga.
Terdengar sorak dan tawa, menyaksikan keseruan sesi lempar bunga.
Dan yang beruntung mendapatkan lemparan bunga itu ternyata Maura. Gadis itu begitu senang, bahkan ia meloncat girang, melupakan sedang memakai gaun. Gadis itu berlari memeluk Gabriel, keduanya berciuman mesra. Orang-orang pun memberikan tepuk tangan pada keduanya.
Selanjutnya Al mengajak istrinya menemui kedua orang tua mereka yang duduk di tempat VVIP menyaksikan keseruan acara pernikahan anak mereka bersama teman-temannya.
"Alsekarang kau sudah memiliki istri pilihan mu. Cintailah dan lindungilah Alle, jangan pernah membuat istri mu menangis dan bersedih", ucap Luigi memberikan nasihat kepada Allegri saat memeluknya.
"Iya daddy, aku akan selalu menjaga dan melindungi istri dan anak-anak kami kelak", jawab Al tersenyum penuh keyakinan.
Sementara Monica dan mommy nya. "Sayang, jadilah istri yang baik. Urus Al sebaik mungkin, sesibuk apapun pekerjaan mu di luar rumah kamu tetap lah seorang istri", nasihat Giana sambil mengusap airmata Allegra yang menetes haru.
"Iya mom", jawabnya seraya menganggukkan kepala dengan pasti.
*
Alle keluar kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya yang terasa gerah. Tiba-tiba hawa panas menjalar ke tubuhnya ketika ia dan suaminya sudah berada presidential suite room, hotel milik Luigi yang beberapa saat lalu menjadi tempat pesta pernikahan Allegra dan Allegri.
Alle sangat gugup. Perasaannya berkecamuk campur aduk ketika Al mulai menyentuhnya. Pada akhirnya ia meminta izin Al untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
"Kau sudah selesai membersihkan tubuhmu hem".
Kedua netra Allegra melotot kaget, melihat Al ada di depan pintu kamar mandi.
Allegri langsung menarik tengkuk istrinya, mencium dan melumat dengan bergairah bibir Alle yang terbuka karena terkejut.
"Kamu tidak bisa beralasan lagi sayang. Aku sudah menahan diri selamat ini", bisik Allegri menyapukan lidahnya menyusuri leher Allegra.
Alle tak bergeming hingga tubuhnya merasa dingin menusuk tulang ketika menyadari bathrobe yang menutupi tubuhnya teronggok di antara kakinya.
Sentuhan itu nyatanya membuat tubuh Allegra bereaksi. Desahan lolos dari bibirnya saat Allegri meremas gundukan kenyal yang berdiri menantang. Sementara bibir Al menyerang bibir Alle dengan liar. Melahap bibir atas dan bawah istrinya yang terbuka dan menerobos masuk menjelajahi rongga mulut Alle yang harum layaknya buah Cherry sudah matang. Lidah Allegri bermain membelit lidah istrinya.
Ciuman ganas Allegri membuat Alle sesak, dingin yang dirasakan tubuh seketika berubah menjadi panas seperti api yang menjalar ke tubuhnya.
"Akh..."
Desahan lolos dari bibir Allegra.
Alle membuka matanya menatap sayu Allegri yang juga menatapnya dengan tatapan memuja. "Apa kau sudah siap, hem?", bisik Al sambil mengusap lembut bibir istrinya yang membengkak ulahnya.
Tanpa menunggu jawaban Allegra, Al mengangkat tubuh istrinya ke tempat tidur berukuran besar yang di atasnya terdapat kelopak mawar merah berbentuk hati.
Allegri kembali mencium bibir Allegra, hingga menyapukan lidah ke leher putih istrinya. Alle memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya menahan sensasi sentuhan laki-laki yang ia cintai, kini telah sah menjadi suaminya itu.
Dengan tangan gemetaran Alle menarik tali bathrobe yang di pakai Allegri sejak mereka mencoba melakukan making love ketika masuk kamar beberapa saat yang lalu. Namun Allegra begitu gugup.
Semenjak mereka menjadi pasangan kekasih tak pernah sekalipun melakukan hubungan intim.
Hingga malam ini tiba saatnya. Perasaan yang tertahan selama ini begitu membuncah. Allegri agresif membuai tubuh istrinya.
"Akh..."
Rintihan antara rasa nikmat dan perih dirasakan Allegra saat Al mengigit puncak gundukan kenyal miliknya. Tidak sampai di situ saja ciuman Allegri semakin turun ke perut rata Allegra, sementara jemari tangannya tetap bertahan di puncak dada Alle.
Tubuh keduanya telah polos tak sehelai benangpun menempel di tubuh itu.
"Ahh sayang... Akh–", lirih Allegra menengadahkan wajah keatas sambil memejamkan matanya.
Al tahu istrinya akan mendapatkan pelepasan pertamanya, namun bukan yang sesungguhnya. "Aku akan memberikan kenikmatan yang luar biasa", ucap Allegri dengan suara terdengar serak melebarkan kedua paha Alle yang sudah terkulai sebelum permainan utama dimulai.
Al sengaja melakukan foreplay sebelum bercinta dengan Istrinya. Untuk mengurangi rasa ketakutan Alle dan menaikkan gairah antara keduanya supaya mendapatkan hasil yang maksimal.
Ternyata sentuhan yang dilakukan Al benar-benar membuat istrinya terhanyut dalam luapan perasaan dan rangsangan. Ketika rasa gairah mengalir menguasai akal sehat, Allegra hanyut di dalamnya.
Terutama seperti sekarang ketika Allegri memainkan lidahnya ke pusat tubuh Alle benar-benar merasakan tubuhnya bergetar hebat seperti ingin meledak.
"Akh...S-ayang aku tidak kuat lagi..." lirih Allegra terbata-bata dengan nafas tersengal-sengal dengan dada naik-turun sambil mengangkat sedikit kepalanya melihat apa yang di lakukan suaminya dibawah tubuhnya.
Alle menatap suaminya dengan mata berkabut gairah yang membuncah dengan mulut terbuka. Begitu seksi. Begitu menggemaskan, membuat Al ingin segera memasukinya.
"Owh.. Ahh Al".
Alle mengeratkan pelukan pada tubuh Al yang kini ada di atas tubuhnya. Jeritan-jeritan yang keluar dari mulutnya berganti dengan desahan kenikmatan. Ternyata apa yang di ucapkan orang-orang benar adanya, sakit yang di rasakan hanya sesaat saja setelahnya berganti dengan kenikmatan yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata. Allegra merasakan perasaan itu juga.
Apalagi setelah Al menambah tempo permainannya. Hentakan yang tadinya pelan bertambah kuat dan dalam benar-benar melumpuhkan akal sehat Allegra.
Berulang kali Alle meneriakkan nama suaminya dengan penuh perasaan. "Owh S-sayang aku menyukainya", racau Allegra pelan dan lirih sambil membenamkan wajahnya pada leher Allegri yang dominan malam ini.
Hingga pemainan itu telah mencapai puncaknya. Sama-sama meneriakkan nama dengan penuh perasaan saat merasakan semburan lahar memenuhi inti Allegra.
"Ah Allegra, aku sangat mencintaimu sayang..."
"Aku juga mencintaimu sayang", ucap Allegra berada dalam dekapan hangat suaminya.
...***...
To be continue