NovelToon NovelToon
Bukan Salah Orang Ketiga

Bukan Salah Orang Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Model / Berbaikan
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Bukan salah Mika hadir dalam rumah tangga Naya sebagai orang ketiga. Karena hadirnya juga atas permintaan Naya yang tidak ingin punya anak gara-gara obsesinya sebagai model. Mika melawan hati dengan rela menerima tawaran Naya juga punya alasan. Sang mama yang sedang sakit keras menghrauskan dirinya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sedangkan Naya sendiri, karena rasa bersalah pada suaminya, dia rela mencarikan istri untuk si suami.

Bukan salah orang ketiga. Ini murni kisah untuk Mika, Naya, dan Paris. Tidak sedikitpun aku terlintas di hati untuk membela orang ketiga. Harap memakluminya. Ini hanya karya, aku hanya berusaha menciptakan sebuah karya dengan judul yang berbeda untuk kalian nikmati. Mohon pengertiannya. Selamat membaca. Temukan suasana yang berbeda di sini. Dan, ambil pelajarannya dari kisah mereka. Bisakah cinta segitiga berjalan dengan bahagia? Atau malah sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*31

"He'eh." Wanita paruh baya itu langsung ikutan pergi setelah menghentakkan satu kakinya.

"Dasar ibu-ibu yang tau baik di depannya saja. Suami kalian di godain Mika baru tahu kalian." Omel si julid sambil beranjak menuju rumahnya.

"Mama."

Wanita julid langsung memutar tubuhnya.

"Dari mana saja kamu, hm? Kok baru pulang sekarang. Jalan dari pagi, siangnya baru pulang."

"Yah, inikan hari libur, Ma."

"Tau hari libur. Tapi kan harus ingat waktu juga."

"Iya deh, Ma. Iya. Maaf."

"Oh iya, Ma. Tadi, di depan gang. Aku liat mbak Mika di jemput sama seseorang. Orang itu punya mobil bagus lho, Ma. Mobil yang kayak punya orang kaya di drama yang suka mama tonton itu lho."

"Hah? Mika? Di jemput sama seseorang di depan gang? Kamu ... gak salah lihat 'kan?"

"Tentu aja nggak salah lihat, Ma. Orang aku lihat dengan sangat jelas kok wajahnya mbak Mika."

Ungkapan untuk kata, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya ternyata tepat untuk ibu dan anak ini. Mamanya yang suka bergosip ternyata menular ke anak laki-lakinya. Si anak langsung bercerita pada mamanya tentang Mika yang dia lihat.

"Sudah pasti itu bukan sopir, Ma. Karena pria yang menjemput mbak Mika duduk di belakang. Sedang di depannya, sudah ada sopir yang nyetir mobil mahal itu."

Wanita julid tersebut langsung menyeringai. "Kan benar apa yang aku katakan. Mika itu sudah jadi simpanan sekarang. Dia jadi simpanan bos-bos pimpinan tempat dia bekerja. Makanya dia bisa naik jabatan dengan cepat. Bisa punya rumah baru. Dan, bisa ngeluarin uang dalam jumlah besar untuk biasa operasi mamanya."

Beginilah ribetnya hidup orang yang suka mengurus kehidupan orang lain. Bahagia tidak, beban pikiran iya. Manfaatnya gak ada, pusingnya dan beban penyakit hati malah bertambah.

Terlalu banyak hal yang harus dipikirkan. Hidup sendiri saja sudah terlalu sulit untuk dipikir. Eh ... malah menambah pekerjaan dengan ikut memikirkan hidup orang lain. Sungguh, menyedihkan.

....

"Kamu yakin mau menempati kamar yang ini, Mika?"

"Hm. Iya. Aku suka kamar ini. Jadi, aku pilih kamar ini saja untuk aku tempati," ucap Mika dengan raut wajah penuh dengan keyakinan.

"Ya ... baiklah kalo itu yang kamu katakan. Aku terserah padamu saja."

"Hm ... tapi padahal, kamar utama yang ada di lantai dasar cukup memuaskan. Namum, yah ... pilihan nona Mika tetap yang terbaik," ucap Paris lagi.

"Nah, karena kamu pilih kamar yang ini, kalo begitu, aku akan tinggal di kamar yang satunya lagi. Bagaimana? Gak jadi masalah 'kan?"

Wajah Mika tiba-tiba terlihat bingung. "Kamar ... sebelah maksudnya, Mas?"

"Iya. Kamar sebelah. Kenapa? Keberatan? Apa ... kamu merasa gak nyaman kalo aku tinggal di kamar sebelah. Atau, jangan-jangan, kamu tidak ingin aku tinggal di kamar lain. Kamu mau aku tinggal di kamar yang sama dengan kamu, Mika?"

Tiba-tiba saja sifat jahilnya Paris muncul. Yang seketika langsung membuat wajah Mika berubah. Wajah itu langsung bersemu.

"Ap-- apaan sih? Jangan sok tahu kamu, Mas."

"Sok tahu? Hm ... tapi setelah aku pikir-pikir lagi, Mika. Sebaiknya, kita tinggal di kamar yang sama saja kalo gitu. Bukankah kita sudah sah jadi pasangan suami istri? Harusnya, lebih baik jika kita berbagi ranjang saja."

"Apa!"

"Hei! Jangan berteriak begitu, Nona. Uh, sakit kuping ku."

Pada akhirnya, Mika harus pasrah dengan sikap plin-plan khas milik Paris. Sungguh, pria itu terlalu mudah untuk mengubah apa yang dia katakan. Mika pun harus rela berbagi kamar dengan Paris. Walau sejujurnya, hal itu sangat berat bagi Mika. Meski dirinya adalah istri sahnya Paris, tapi dia masih belum siap untuk menerima kenyataan tersebut.

"Tuhan .... " Mika berucap lirih.

Paris tersenyum melihat wajah pasrah yang Mika perlihatkan. "Kenapa? Kok mengeluh? Gak setuju aku tinggal di kamar ini ya?"

Mika sontak langsung nyengir kuda.

"He ... gak, Pa eh, mas. Nggak. Ini rumah kamu, jadi kamu berhak tinggal di manapun yang kamu inginkan."

"Hm. Kamu pintar. Dan, satu hal lagi yang harus kamu ingat, kita adalah pasangan suami istri meskipun hanya sebatas sandiwara."

"Huh ... iya."

'Tuhan. Kapan hidupku bisa tenang. Dalam satu bulan di tahun ini, selalu saja aku harus mengatur hidupku dengan hal-hal yang baru. Aku merasa lelah. Aku ingin ketenangan.' Mika mengeluh dalam hati.

Benar, sejak dia bertemu Paris, dalam satu bulan, selalu saja dia harus menata hari dengan hal yang baru. Memaksakan diri untuk memulai sesuatu lagi dan lagi. Dia cukup lelah dengan hal tersebut. Dia tidak ingin lagi menciptakan suasana asing untuk hari-harinya.

"Capek." Mika mengeluh sambil melepas napas kasar. Paris yang mendengar keluhan itu langsung tanggap.

"Kamu capek. Kalo gitu, istirahat saja sekarang. Barang-barang mu, biar aku yang tata."

"Hah? Bu-- bukan itu maksud aku. Kamu tidak perlu menata barang-barang ku. Kamu-- "

"Kenapa? Apa salahnya aku membantu?"

"Pak ... mas, aku bisa sendiri."

"Jangan merasa tidak nyaman dengan ku, Mika. Di kantor, aku memang bos kamu. Tapi di rumah, kamu adalah istriku. Aku pindahkan tempat kerja kamu ke ruangan ku supaya kamu terbiasa bergaul dengan aku. Jadinya, kamu tidak lagi merasa canggung jika berduaan dengan ku di rumah."

"Mika. Selama ini, hidupku tidak cukup tenang. Terlalu banyak hal-hal rumit yang harus aku urus. Aku berusaha mengimbangi orang lain tanpa bisa berpikir, diriku juga butuh tempat yang nyaman untuk berlabuh."

"Mika. Jika tidak bisa jadi pasangan yang baik. Tolong, jadilah teman yang baik untuk aku. Jangan enggan untuk bergaul dengan ku. Jangan jauhi diriku. Tolong, jangan ciptakan batasan di antara kita. Karena aku cukup nyaman bersama kamu, Mik."

Mika terdiam mendengarkan isi hati yang Paris keluarkan barusan. Sejujurnya, Mika sama sekali tidak menyangka kalau Paris akan mengeluarkan unek-unek yang ada dalam hatinya saat ini. Tapi, ucapan itu cukup untuk membuat pertahanan diri Mika yang kokoh tiba-tiba retak.

Wajah Paris yang terlihat memprihatinkan sangat menyentuh hati Mika. Tatapan mata sayu di balik kaca mata putih. Mika tergoda akan hal tersebut.

"Mas, maaf."

"Untuk apa, Mika?"

"Untuk ... aku yang sudah menambah masalah di dalam hidupmu. Aku-- "

"Tidak. Kamu salah, Mika. Kamu datang tidak membawa masalah. Tapi, membawa ketenangan untuk hati yang bergejolak. Mungkin, aku memang harus bersyukur karena telah dipertemukan dengan kamu."

1
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Dew666
💎💎💎💎
Rani: makasih banyak yuhu.... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: Siap di laksanakan. yuhu....
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rani: makasih banyak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu .... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: oke2👍🫰
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: syiap👍🫰😍
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎💎
Rani: 🫰🫰🫰😍😍😍😍
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Rani: A syiap👍🤭
total 1 replies
Soraya
vote untuk mu thor
Rani: terimakasih banyak. 🫰🫰🫰 yuhu ....
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: siap👍☺️🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: siap👍 dilaksanakan 🫰🤭
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Rani: yuhu ... moga betah yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!