"Kamu dan ayah adalah paket kombinasi paling menyebalkan di dunia. Kalian merantaiku dan mengikutiku kemana-mana." Ameera.
"Bila perlu aku akan menjadi Kutumu." Rangga.
Cinta tidak selamanya harus memiliki. Inilah yang terjadi pada Rangga. Baginya menjaga dalam persahabatan adalah bentuk lain dari cinta tanpa harus memiliki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rantai kaki
Siang itu Rangga dan Ameera makan siang di kantin bersama. Sejak tadi Ameera hanya mengaduk makanannya.
"Dimakan, Ameera... Jangan cuma di aduk!" kata Rangga.
"Aku sedang memikirkan sesuatu..."
"Benarkah? Aku baru tahu kalau otakmu bisa di gunakan untuk berpikir," ucap Rangga seraya terkekeh.
Ameera yang kesal dengan ucapan Rangga langsung melemparnya dengan kotak tissue.
"Kamu bilang apa? Otakku tidak bisa berpikir begitu?"
"Haha..." Rangga terus tertawa melihat Ameera yang sudah mulai menunjukkan sisi bar-barnya. Baginya Ameera sangat menggemaskan saat sedang marah.
"Memangnya apa yang bisa membuat otakmu berpikir keras selain pelajaran fisika?" Rangga kembali meledek Ameera, membuat gadis itu semakin kesal.
"Ayah..." jawab Ameera singkat.
"Ada apa dengan ayahmu? Dia baik-baik saja kan? Jangan bilang kamu mau menjodohkan ayahmu dengan seseorang,"
"Bukan itu!"
"Lalu apa?"
"Rangga, apa menurutmu aku bukan anak kandung ayah?" tanya Ameera dengan polosnya.
Rangga mengerutkan alisnya, seketika menghentikan makannya mendengar pertanyaan Ameera yang tidak masuk akal.
"Kamu tahu, Ameera," wajah Rangga terlihat sangat serius, ia mengambil air mineral dan menegaknya, seperti akan memberikan penjelasan yang sulit, "Sekarang aku benar-benar yakin otakmu memang tidak bisa di gunakan untuk berpikir."
Kesal mendengar ucapan Rangga yang selalu meledeknya, Ameera menggebrak meja sehingga semua orang yang ada di kantin menoleh padanya. Rangga pun terlonjak saking terkejutnya.
"Jangan ikuti aku lagi!" kata Ameera lalu oergi meninggalkan Rangga begitu saja.
Haha kenapa dia jadi semakin lucu saat sedang marah. Ameeraku yang menggemaskan.
Rangga segera mengikuti langkah kaki Ameera dan mengekor di belakangnya.
"Aku kan sudah bikang jangan ikuti aku. Kenapa kamu terus ikut. Aku jadi merasa kamu seperti bayanganku,"
Bila perlu aku akan jadi kutumu hanya untuk bisa mengikutimu kemanapun. batin Rangga.
"Ameera, aku kan hanya bercanda. Begitu saja kamu marah. Aku minta maaf," ucap Rangga seraya menjewer kedua telinganya sendiri.
Ameera kemudian meninggalkan Rangga menuju taman di belakang gedung sekolahnya. Rangga terus mengekor di belakang Ameera. Membuat beberapa siswa keheranan melihatnya.
Pasalnya Rangga terkenal sebagai orang yang sangat dingin dan tidak mudah di dekati. Namun, dia menjadi sangat berbeda saat sedang bersama Ameera. Rangga akan mengikuti Ameera seperti seekor anak kucing yang mengikuti induknya.
Ameera duduk di atas rerumputan di taman, Rangga pun segera mengambil posisi di sampingnya.
"Rangga," panggil Ameera.
"Hmm..."
"Aku merasa aku bukan anak kandung ayah. Kamu lihat sendiri kan? Bagaimana ayah memperlakukanku? Dia sangat galak."
"Pasti ada alasannya, Ameera. Suatu hari kamu pasti akan mengerti."
"Apa kamu tahu sesuatu? Apa mungkin ayah merahasiakan sesuatu?" tanya Ameera seraya mencengkram tangan Rangga.
Ameera pun penasaran ada apa dengan ayahnya dan Rangga. Kedua orang itu menjaga Ameera dengan sangat berlebihan.
"Aku hanya tahu satu hal, Ameera!"
Ameera membulatkan matanya, menatap Rangga tanpa berkedip.
"Apa?"
Rangga menatap Ameera dengan serius,"Aku hanya tahu lenganku sakit karena kamu mencakarnya. Auuh.. lenganku pasti lecet ini," ucap Rangga dengan wajah meringis kesakitan.
Ameera pun segera melepaskan tangannya yang mencengkram lengan Rangga.
"Kamu tidak pernah serius menjawab pertanyaanku. menyebalkan!"
"Ameera... Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Aku tahu kamu lelah karena aku dan ayahmu merantai kakimu. Kamu itu anak perempuan. Wajar kan kalau seorang ayah posesif kepada anak perempuannya. Beda dengan anak laki-laki."
"Kapan kalian akan melepas rantai kakiku?"
Apapun akan ku lakukan untukmu, Ameera. Maafkan aku. Sampai kamu benar-benar aman, aku akan tetap menjagamu seperti sekarang.
Rangga menghela napas berat, lalu tersenyum, "Aku berjanji, suatu hari aku akan membebaskanmu. Kamu akan punya banyak teman. Kamu akan pergi kemanapun dengan bebas, walaupun tanpa aku."
Mendengar ucapan Rangga, Ameera mendadak sedih.
Tapi aku ingin kamu selamanya menjadi bayanganku, Rangga. Aku bisa bertahan hidup seperti ini karena aku memilikimu. batin Ameera.
"Ameera, besok kita jalan-jalan, ya... Temani aku membeli hadiah untuk mama. Lusa mama ulang tahun." Rangga berusaha menghibur Ameera yang terlihat sedih.
"Baiklah."
****
kalo dia bawa warisan dari pak Hasan, boleh deh aku yg adopsi Rangga
😂😂😂
makin rumit thor