NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Kakak Angkat

Menikah Dengan Kakak Angkat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:575.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Arry Hastanti

Kisah seorang gadis yang baru saja lulus SMA, namanya Dinda Kirana. Dari kecil ia di besarkan oleh sang nenek, karena orangtuanya meninggal yang disebabkan oleh kecelakaan. Selain nenek, ia juga memiliki kakak angkat yang bernama Anton.

Mereka tinggal bertiga, karena orangtuanya Anton juga meninggal karena kecelakaan bersama orangtuanya Dinda. Karena sudah 10 tahun lebih mereka tinggal bersama, Anton dan Dinda sudah seperti saudara kandung.

Tetapi, tiba-tiba sang nenek menjodohkan mereka. Awalnya mereka menentang perjodohan itu, tetapi karena sang nenek jatuh sakit. Akhirnya pernikahan mereka pun terlaksana.

Seperti apa kelanjutan ceritanya? Ikuti terus update setiap dan dukung Author dengan menekan hati yang berwarna biru. Biar gak ketinggalan keseruan mereka!

Terima Kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arry Hastanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dinda Mengajak Rizal Bekerja

Mungkin tak pernah ada di benak Dinda, kalau ia harus menikah dengan kakak angkat yang ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri. Ketika ia membuka matanya, ia melihat sang kakak tidur di sebelahnya. Mungkin Dinda tidak menampakkan rasa sedihnya di hadapan orang lain, karena memang dia tidak pandai mengekspresikan diri.

Sebelum Adzan berkumandang, Dinda terbangun karena tubuhnya terasa berat dan susah untuk bergerak. Ketika matanya benar-benar terbuka, ia melihat lengan sang kakak sudah melingkar di pinggangnya, kakinya menindih pahanya. Dengan posisi dia membelakangi sang kakak. Dia terkejut, tapi tidak bisa teriak.

Dinda mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan sang kakak, tapi Anton semakin mempererat pelukannya. Ia ingin membangun sang kakak, tapi dia khawatir akan merasa canggung. Karena Dinda terus bergerak, bokongnya menggesek bagian bawah Anton.

Terbangunlah adik kecilnya Anton, dengan reflek Anton meraih gunung kembar dan sedikit memainkannya. Dinda ingin berteriak, tetapi sebelum ia berteriak, Anton terbangun dan terkejut dengan apa yang sedang ia lakukan. Ia melepaskan pelukannya pada Dinda dan segera turun dari ranjang masuk ke kamar mandi.

Sedangkan Dinda pura-pura tidur, karena dia sendiri merasa malu jika sang kakak menyadari apa yang dia lakukan. Tak lama kemudian, Anton pun keluar dari kamar mandi. Ia mencoba membangunkan Dinda, mungkin memastikan kalau Dinda tidak tahu dengan apa yang ia lakukan kepadanya.

"Din, kamu belum bangun?" Tanya Anton membangunkan Dinda.

Dinda sengaja tidak menjawab sang kakak, agar sang kakak tidak malu dan begitupun dirinya. Itu hal pertama yang ia rasakan bagi Dinda. Rasa geli dan sensasi rasa yang sulit ia jelaskan, entah kenapa Dinda menikmati sentuhan yang di lakukan sang kakak.

Akhirnya suara Adzan berkumandang, Anton yang tak bisa tidur lagi, ia langsung membangunkan Dinda. Fajar itu, Anton tidak pergi ke Masjid, ia memilih Sholat berjamaah dengan Dinda.

"Kenapa kakak gak ke Masjid?" Tanya Dinda sambil merapikan mukenanya.

"Sekali-kali mau Sholat Subuh bareng istri hehe..." Jawab Anton meledek.

Entah kenapa Anton tidak Sholat ke Masjid, padahal biasanya ia tidak pernah Sholat Subuh di rumah. Setelah selesai Sholat, Dinda langsung berganti baju dan turun ke lantai bawah, sedangkan Anton masuk ke kamar mandi.

Dinda membuka kulkas dan mengecek isi kulkas. Ketika ia membalikkan badannya, ia di kejutkan oleh sosok perempuan yang memiliki rambut panjang. Telur yang ada di tangannya hampir saja jatuh.

"Mbak Inah! Ngagetin saja, kamu ngapain pagi-pagi gini?" Seru Dinna.

"Maaf Non, saya lagi bersih-bersih." Sahut Mbak Inah sang asisten rumah tangga.

Inah adalah asisten rumah tangga, dia dan Ibunya sudah bekerja selama 3 tahun. Inah bagian bersih-bersih rumah, sedangkan sang Ibu memasak dan mengurus sang nenek. Rumah sang nenek tidak terlalu besar, jadi tidak perlu banyak asisten.

"Bersihinnya siangan aja Mbak, nanti kotor lagi. Jadi gak bersihin dua kali." Suruh Dinda.

"Gak apa-apa Non. Mau masak apa Non?" Sahut Inah bertanya.

"Gak tahu nih Mbak, biarin simbok saja yang masak. Aku mau sarapan mie instan sama telur." Jawab Dinda yang mau makan mie rebus.

Ketika Dinda sedang menyantap mie rebus yang ia buat, Anton menuruni anak tangga dan mencium aroma mie instan. Ia pun dengan sedikit berlari menghampiri Dinda. Anton ternyata juga ingin sarapan mie instan.

"Wah! Enak nih, buatin dunk!" Suruh Anton yang duduk di depan Dinda.

"Suruh bikinin simbok!" Sahut Dinda.

Tetapi pagi itu sang nenek baru saja keluar dari kamarnya dengan di dorong oleh simbok. Ia mendengar kalau Anton ingin memakan mie instan, kemudian Nenek pun menyuruh Dinda untuk segera membuatkan mie rebus untuk Anton.

"Tapi nek, aku lagi makan!" Alasan Dinda.

"Makannya nanti, makanya kalau mau makan apa-apa, tanya suami dulu, mau makan enggak!" Sahut sang nenek berkomentar.

Dengan raut wajah kesalnya, Dinda pun beranjak dari duduknya. Ia segera membuatkan mie rebus buat sang kakak.

*****

Setelah selesai makan, Anton dan Dinda naik ke atas, mereka berdua bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Dinda tampak lebih dewasa ketika mengenakan baju kerja. Walaupun terlihat dewasa, tetapi tetap saja sifatnya seperti anak-anak.

Anton menyetir sendiri, karena memang dia tidak pernah memakai jasa supir. Sedangkan Dinda duduk di samping Anton sambil memainkan ponselnya. Sepertinya ia sedang chatting dengan temannya yang akan kerja di perusahaan sang kakak.

Tak lama kemudian, mereka pun sampai di kantor. Dinda dan Anton turun dari mobil, Dinda menyuruh Anton untuk pergi terlebih dahulu, karena dia mau menunggu temannya.

"Kakak naik saja dulu, aku mau nunggu temanku. Soalnya, sebentar lagi dia datang." Suruh Dinda.

"Ya sudah... kakak naik duluan." Sahutnya.

Dinda pun menunggu temannya di depan pengamanan. Dari kejauhan ia bisa melihat temannya dengan mengendarai motor matic yang semakin mendekatinya. Dengan senyum lebarnya, Dinda melambaikan tangannya, memberi isyarat bahwa dia berada di depan pos keamanan.

Temannya pun memarkirkan motornya, lalu Dinda pun berlarian menghampiri temannya. Dari lantai atas Anton melihat Dinda dan temannya mengobrol. Dia terkejut karena temannya seorang laki-laki, dia kira tamannya Dinda yang ingin bekerja adalah seorang perempuan.

"Sorry Din, kamu nunggu lama ya? Aku belum tahu jalannya, tadi sempat nyasar." Kata Rizal meminta maaf.

"Santai aja lagi! Yuk naik ke atas, kita ketemu dengan kakak ku dulu." Ajak Dinda.

Tanpa mengetuk ruangan sang kakak, Dinda menarik tangan Rizal untuk masuk ke ruangan. Saat itu Anton sedang duduk di kursi kebesarannya, aura seorang CEO keluar. Sedikit menakutkan, tetapi tetap tampan. Rizal pun menjadi grogi ketika melihat kakaknya Dinda terlihat dingin.

Rizal menyodorkan surat lamaran kerjanya dan memperkenalkan dirinya. Ia juga memberitahu kepada Anton tentang keahliannya dalam menguasai komputer. Selain itu, Rizal juga pandai dalam berbahasa Inggris.

Mendengar keahlian Rizal membuat Anton sedikit mengaguminya. Tapi ada sedikit kekuatiran di hatinya, karena sedari tadi Dinda memandangi Rizal penuh kekaguman. Itu artinya, Dinda menyukai Rizal.

"Ok! Sementara kamu training dulu, karena sekertaris ku sedang cuti, jadi kamu ikut team marketing dulu." Kata Anton menerima Rizal sebagai karyawan.

Dengan bersemangat, Dinda mengantar Rizal ke bagian marketing. Dia juga mengenakan Rizal kepada karyawan yang lain, ia berpesan kepada seniornya untuk tidak galak dengan temannya itu.

Setelah selesai memperkenalkan Rizal, Dinda pun kembali ke ruang sang kakak untuk berterimakasih. Seperti biasanya, kalau Dinda sedang senang, dia selalu peluk sang kakak. Hal itu membuat Anton mengingat kejadian semalam. Ia masih ingat betul bahwa tangannya sedang meremas benda kenyal milik Dinda.

"Pokoknya terimakasih banyak! Kakak the best deh..." Puji Dinda berterima kasih.

"Mujinya udahan, sudah kenyang nih!" Ujar sang kakak.

Tiba-tiba pikiran Anton tertuju kepada Loren. Sepertinya ia sedang merindukannya, apalagi Loren ambil cuti selama dua Minggu, itu artinya mereka tidak akan bertemu selama itu. Anton mencoba menghubungi Loren, tap ponselnya tidak aktif.

Sementara Dinda mulai tiduran di sofa sambil menonton YouTube. Anton yang melihatnya pun segera berdiri dan menghampirinya. Dia menyuruh Dinda untuk mengganti posisi Loren untuk sementara. Karena Dinda tidak tahu banyak tentang pekerjaan sebagai sekertaris, Anton pun dengan terpaksa mengajarinya.

Dinda memang cantik, lucu dan menggemaskan, tetapi otaknya tidak secantik rupanya. Walaupun beberapa kali Anton mengajarinya, tetap saja Dinda susah mengerti. Anton pun merasa putus asa dan membiarkan Dinda melakukan apapun semaunya.

Bersambung....

1
Irawati Soetojo
Lha kan abis antar Loren pulang dr RS, terus balik ke RS n ngikutin Rizal dan Dinda, kok Loren seminggu gak masuk?
dina
cerita yang menarik
dina
ini sebenarnya antara Dinda dan Anton belum siap.berumahtangga. makanya anaknya diambil Allah kembali
andi nita
2 suami istri yg labil
nurul nazmi
bagus
Atma Inatun Nikhma
Biasa
Vipna
ini bolak balik gk pada punya pendirian tokoh y sih
Vipna
gak jelas si dinda mau y anton apa rizal sih menye2 banget
my_name_is_Fayla
amnesianya nya lama amat dah
mama ELA
seruuuu
mama ELA
bagus cerita nya buat penasaran...gak bisa berhenti baca nya
liana
ah dasar Dinda sama Anton aja yg labil. mau sama pacar tp msih mau berhubungan badan 🙄
mama ELA
Sumpah cerita novel ini dari bab awal sampai seterusnya Bagus banget, buat yang baca ketagihan... Dan pengen tau kelanjutan nya... Gak bisa berhenti baca nya... Mantap thor
Alby Mukfu
Rizal sama Yuki ,semoga ada pengganti Anton untuk Loren yg baik😁
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
Joveni
hbs minum obat masa makan eskrim sih...
Joveni
eh masa sih baru 3 jam selesai wik" dah amnesia...??????
Raindra Guswandri
lanjutkan
siti rohmah
anton ...anton g ada d carii. udh ad d cuekin ..hadeuuh
Fiah Fazah Melinda
loren n rizal mana tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!