Hai.....!
Ini adalah lanjutan dari kisah MENJADI ISTRI KETIGA JURAGAN. Ini kisah tentang anak-anak mereka yang tak jauh kehidupan cinta segi tiga, poligami dan juga cinta tak terbalas. Namun bisa juga dibaca tanpa membaca novel sebelumnya.
Erdana menjalin hubungan dengan Mentari. Sementara Prayuda sangat mencintai Mentari. Namun karena suatu peristiwa, Erdana harus bersama Yasmin. Bagaimana kisah ini akhirnya mencapai titik kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Seperti Pernikahan
Erdana melemparkan ponselnya di atas ranjang. Ini adalah panggilan ke-20 yang ia lakukan. Namun Mentari sama sekali tak menjawab panggilan itu. Bahkan ratusan pesan yang sudah Erdana kirim sejak semalam tai ada satupun yang Mentari baca.
Hari ini Erdana akan menikahi Yasmin. Sebuah persiapan kilat yang dilakukan oleh orang tua mereka. Persiapannya tak sampai dua minggu. Pernikahan yang awalnya direncanakan hanya dihadiri oleh keluarga saja ternyata harus menjadi sebuah pernikahan besar karena campur tangan kakek Yasmin yang adalah seorang menteri kesehatan.
Pernikahan yang menimbulkan pertanyaan besar di kalangan banyak orang. Karena semua tahu pengusaha muda bernama Erdana Furkan itu adalah pacarnya Mentari sang desainer muda yang sedang naik daun di kalangan pejabat dan artis itu. Mengapa ia justru harus menikah dengan Yasmin Chakira, anak dokter Satria yang memiliki beberapa cabang rumah sakit di beberapa kota besar di Indonesia dan CEO salah satu perusahaan obat terbesar di Indonesia juga.
Seminggu sebelum hari pernikahan itu tiba, Mentari tiba-tiba saja memposting sesuatu di instagramnya setelah sebelumnya ia menghapus foto-foto kebersamaannya dengan Erdana.
Kami harus mengahiri ini dengan manis
tanpa harus saling menyakiti dan saling membenci. Karena cinta memang tak selamanya harus bersatu. Dengan cara ini, aku juga tahu bahwa jodoh, rezeki dan maut semuanya sudah di atur oleh Allah. Dalam ketulusan aku doakan agar kau bahagia. Aku juga mengharapkan agar kau pun mendoakan aku agar bahagia dengan yang lain.
Ada sebuah foto yang Mentari unggah di sana. Foto tangan yang saling menggenggam dan ada cincin yang melingkar di jari manis masing-masing.
Erdana tahu kalau postingan itu hanyalah sebuah kebohongan agar publik tak menganggap Erdana berselingkuh dengan Yasmin. Postingan itu sebagai tanda bahwa Mentari masih menjaga nama baik Erdana.
"Er......!" sebuah panggilan membuatnya menoleh ke arah pintu kamarnya yang memang tak dikunci. Elmira, saudara kembarnya berdiri di sana dengan kebaya berwarna biru mudah. Seperti tema yang dipilih oleh Naura untuk acara ijab Kabul. Sedangkan untuk resepsi nanti malam adalah mengusung tema berwarna putih, seperti warna kesukaan kakek Yasmin karena mereka adalah keluarga dokter.
"Hai....!"
Elmira melangkah masuk. "Ayah mengingatkan bahwa 15 menit lagi kita harus ke masjid tempat penyelenggaraan akad nikah."
Erdana mengangguk lesu.
Elmira duduk di samping saudara kembarnya itu. " Masih mencoba menghubungi Mentari?" tanya Elmira. Semalam Erdana sudah menceritakan tentang pernikahan sirinya dengan Mentari. Ia tak sanggup lagi menyimpan rahasia itu sendiri.
"Ya. Dia sudah memblokir aku di semua media sosialnya."
"Aku melihat instagatamnya, ia sedang bersama staf dan beberapa temannya. Mereka liburan ke Singapura."
"Dia pasti terluka, El."
"Kau sudah menalaknya?"
"Aku tak sanggup, El. Aku mencintainya."
"Tadi bibi Jeslin datang. Ia mengantarkan sebuah kotak. Nih!"
Erdana membuka kotak itu. Hatinya langsung berdesir melihat cincin yang ia berikan pada Mentari saat pernikahan mereka di Amerika dan jam tangan yang Erdana berikan pada Mentari pada saat perayaan satu tahun pernikahan mereka, dikembalikan Mentari padanya.
"Dia memang ingin menghapus semua jejak yang pernah aku tinggalkan padanya."
"Er, aku tahu ini sulit. Namun jadilah suami yang baik untuk Yasmin. Buatlah agar Yasmin merasa nyaman denganmu. Kalian akan memiliki anak."
"Sangat sulit bagiku melupakan Mentari."
"Aku tahu. Aku mengerti perasaanmu." Elmira memeluk saudara kembarnya itu. Kehilangan Mentari pasti akan sangat menyakitkan bagi Erdana. Menikahi Yasmin adalah suatu keharusan baginya walaupun sangat berat menjalaninya.
************
Ijab Kabul berhasil diucapkan oleh Erdana dalam satu tarikan nafas. Erdana memberikan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan emas berupa kalung, cincin, gelang dan anting-anting berlian, semuanya 100 gram.
Di jari manis Erdana dan Yasmin pun sudah melingkar cincin pernikahan mereka. Setelah acara ijab kabul, dilanjutkan dengan acara makan siang bersama di rumah keluarga Furkan dan malamnya dilaksanakan acara resepsi pernikahan di salah satu hotel bintang lima yang ada.
Baik Erdana maupun Yasmin berusaha tersenyum kepada para tamu walaupun hati keduanya sedang gelisah.
Saat melihat Jeslin ada diantara para tamu, hati Erdana bertambah sedih. Namun Jeslin dengan senyum ramah dan penuh rasa keibuannya mendekati Erdana dan Yasmin. Memberikan selamat dan dia restu.
"Bibi doakan agar kalian tetap bersama sampai maut memisahkan. Dianugerahkan anak yang soleh dan Solehah." ujar Jeslin saat memeluk Erdana.
"Bi, Mentari.....?" tanya Erdana tanpa bisa menahan rasa penasarannya.
"Mentari ada acara di Singapura. Ia titip salam untuk kalian berdua." Kata Jeslin lalu segera memeluk Yasmin juga.
Naura yang melihat Jeslin dapat merasakan kesedihan melalui tatapan mata sahabatnya itu. Ia juga sedih mereka tak jadi besanan.
**************
Acara resepsi pernikahan itu selesai jam 10 malam. Yasmin dan Erdana memasuki kamar hotel yang sudah disiapkan oleh keluarga mereka.
Saat keduanya masuk, Yasmin bergegas ke kamar mandi setelah terlebih dahulu mengambil baju ganti dari dalam kopernya.
Erdana pun duduk di sofa sambil menunggu gilirannya untuk masuk ke dalam kamar mandi.
20 menit kemudian, Yasmin keluar. Ia menggunakan piyama lengan panjang dan celana panjang. Tanpa suara ia menuju ke depan meja rias untuk menyisir rambutnya yang agak basah..
Erdana pun segera menuju ke kamar mandi. Ia butuh air dingin untuk mendinginkan kepalanya yang panas. Wajah Mentari terus terbayang di pelupuk matanya.
Saat Erdana selesai dengan ritual mandinya, ia segera keluar kamar mandi. Di lihatnya kalau Mentari sudah tidur sambil menutupi tubuhnya dengan selimut sampai ke batas leher. Erdana mengambil satu bantal yang ada dan segera menuju ke sofa yang memang tersedia di sana. Walaupun panjang sofa itu tak cukup dengan tubuh Erdana yang panjang, Erdana berusaha membaringkan tubuhnya di sana. Ia rindu Mentari.
**********
Yasmin yang lebih dulu bangun. Ia duduk di atas ranjang dan memperhatikan Erdana yang masih tidur di sofa. Nampak tubuh Erdana yang tinggi itu kurang nyaman. Namun Yasmin tak mau merasa iba. Dia tetap membenci Erdana karena telah menyebabkan mereka berada dalam situasi seperti ini.
Yasmin turun dari ranjang dan segera ke kamar mandi karena ia merasa mual.
Erdana yang sebenarnya masih mengantuk, terpaksa membuka matanya saat mendengar ada suara orang muntah.
Ia pun turun dari sofa sambil menggerakan tubuhnya yang terasa kaku, setelah itu ia berjalan ke kamar mandi. Pintu kamar mandi yang tak dikunci membuatnya bisa melihat apa yang terjadi di dalam.
"Kau butuh sesuatu?" tanya Erdana melihat Yasmin yang baru saja menyeka mulutnya setelah mengeluarkan isi perutnya.
Yasmin menatap Erdana yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Jangan sok memberi perhatian padaku! Aku bisa menjaga diriku sendiri." kata Yasmin agak ketus.
Erdana mengangkat tangannya ke udara. "Up to you!" Erdana membalikan badannya dan segera kembali ke ranjang. Ia membaringkan tubuhnya di sana dengan rasa nyaman karena tidur di sofa membuat seluruh tubuhnya sakit.
Jarum jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Yasmin sebenarnya masih mengantuk. Namun melihat Erdana yang sudah naik ke atas tempat tidur, Yasmin memilih berjalan ke arah balkon dan duduk di sana sambil memainkan ponselnya. Ia terkejut melihat ada pesan dari Andre. Pada hal sudah seminggu ini cowok itu mengabaikannya.
Rasanya tak rela harus mengatakan : SELAMAT BERBAHAGIA. Namun harus bagaimana lagi?
Sakit rasanya melepaskan mu untuk bersama dengan yang lain. Maafkan aku yang tak bisa menemanimu. Aku sepertinya bukan pria sejati karena tak mampu memperjuangkan mu karena keadaan yang ada. Yasmin, entah kapan aku bisa melupakanmu.
Air mata Yasmin langsung jatuh membaca pesan itu. Walaupun baru beberapa bulan menjadi kekasih Andre, namun Yasmin sungguh bahagia menjalin hubungan dengan cowok berwajah oriental itu. Andre yang lembut, romantis dan selalu ada saat ia membutuhkannya.
Ya Allah, aku seharusnya tak memikirkan pria lain disaat aku sudah menikah. Namun harus bagaimana lagi?
Yasmin mendekap ponselnya di dadanya. Bayangan wajah Andre yang lembut itu kini bermain di pelupuk matanya. Yasmin merasa sangat merindukan cowok itu.
***********
Erdana bangun 2 jam kemudian. Ia segera mandi dan mengganti pakaiannya.
"Siapkan bajumu, kita akan pulang." kata Erdana pada Yasmin yang masih duduk di balkon.
"Pulang? Pulang kemana?"
"Apartemenku."
"Aku nggak mau! Aku mau pulang ke rumahku! Kita memang sudah menikah. Namun hanya demi anak ini. Jadi jangan harap kalau aku mau tinggal bersamamu. Kau membuatku jijik!"
"Yasmin....!" Erdana berusaha menahan emosinya. "Aku memang brengsek karena sudah memperkosa mu. Namun harus bagaimana lagi? Seribu permohonan maaf ku tak akan mampu mengembalikan semua yang telah kurengut dari dirimu. Aku juga tak akan memintamu menjadi istri yang sebenarnya. Karena aku memang tak bisa menjadi suami yang sebenarnya juga. Namun bagaimana pun juga kita sudah menikah. Mana mungkin suami istri tinggal berbeda tempat? Tapi jika memang orang tuamu mengijinkan, kau dapat kembali ke rumahmu!".
Yasmin langsung menelepon ibunya.
"Nak, barang-barang mu sudah ibu kirimkan ke apartemen Erdana. Kau harus tinggal di sana karena sekarang kau sudah menjadi tanggungjawab suamimu."
Yasmin tak mampu membantah perkataan ibunya. Walaupun kesal, ia akhirnya ikut pulang bersama Erdana.
Apartemen Erdana terdiri dari dua lantai. Di lantai pertama ada satu kamar tamu dan lantai dua adalah kamar Erdana.
.
"Kau tidur di kamar tamu. Seperti yang aku katakan bahwa aku tak akan menuntut mu menjadi istri yang sebenarnya."
"Dan jangan pernah kau masuk ke kamar ini. Ingat itu!" kata Yasmin tegas sebelum ia masuk ke kamar itu dengan membanting pintu.
Erdana hanya bisa menarik napas panjang. Ia bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Sejujurnya, Erdana merindukan Mentari.
************
Pernikahan seperti apa yang akan Yasmin dan Erdana alami? Kemana sebenarnya Mentari?
Dukung emak terus ya guys
cakep Thor
barusan tamat baca para juragan
tapi konflik nggak trll berat, jd masih adem ikutin alurnya..
nggak emosi yg berlebihan 😁
ceritanya bagus beda dari yg lain dgn tema sama
hanya bbrp kali ada nama tokoh yg tertukar 🙏🙏🙏