Terancam di D.O membuat Galang harus berhadapan dengan dosen super duper Killer yang malah membuatnya jatuh cinta!
Mampukah Galang menaklukan hati dosen killer pujaan hatinya?!
Jawabannya ada di cerita Novel ini, ikutin terus yah kelanjutan ceritanya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berdebar-debar
Setelah selesai makan bersama, galang mengajak Gadis dan Misha untuk pulang kerumah. Kemudian mereka berjalan menuju parkiran mall. Saat Galang membukakan pintu untuk Misha, Galang dikagetkan oleh suara mama yang memanggilnya
"Galang!" ucap mama Galang
Galang dan Gadis menoleh kebelakang dan melihat seorang wanita paruh baya bersama seorang wanita cantik yang tengah menenteng beberapa paperbag dengan sangat anggunnya.
"Mama,,??" ucap Galang kaget
"Kamu bersama siapa??" ucap mama
"Oh,, ini kenalin ma namanya Gadis, Gadis ini mamaku Monica" ucap Galang
Gadis mengulurkan tangannya namun tidak disambut oleh mama Galang. Mama Galang meneliti penampilan Gadis dari atas ke bawah yang nampak biasa saja.
"Lang! tega banget yah kamu selingkuh dari aku!apalagi dengan wanita gak selevel sama kita!!" sarkas Thania
"Jaga ucapanmu Nia!!" ucap Galang
"Eh kamu gadis! harusnya kamu ngaca!! gak usah berharap untuk mendapatkan Galang!! Dia itu tunanganku!!" ucap Thania dengan kesal
Deg!
"Tunangan???" Batin Gadis kaget bukan main
"Nia!! jangan bertindak tidak sopan dengan membentak orang lain!" ucap Galang dengan nada sedikit meninggi dan membuat Thania terdiam sesaat
"Jadi kamu belain dia lang?!" sarkas Thania
"Iya! Kau tidak tau siapa dia! jadi jangan pernah menghinanya ataupun membentaknya!" ucap Galang dengan tajam
"Memangnya dia siapa lang?!" tanya mama
"Gadis itu dosen pembimbing Galang yang baru ma. Mama kepengen Galang gak lulus karena sikap mama dan Nia kayak gini?!" ucap Galang sedikit tajam
Mama Galang dan Nia terdiam sesaat. Lalu Mama Galang mengajak Nia untuk pergi
"Ayo Nia, kita pergi dari sini" ucap mama Galang
Dengan perasaan kesal Thania pun mengikuti mama Galang pergi. Sementara gadis hanya bersikap biasa saja.
"Maaf ya Dis, atas kelakuan mama dan Thania" ucap Galang. Gadis diam Kemudian masuk kedalam mobil Galang dan Galang mengitari mobilnya lalu masuk krdalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Mall menuju rumah Gadis. Galang melirik Gadis sejenak dan melihatnya tampak sedikit ditekuk.
"Gadis" ucap Galang
Gadis menoleh kearah Galang
"Ada apa?!" tanya Gadis dingin
"Emm,,, Aku minta maaf ya atas sikap mama dan Thania sama kamu" ucap Galang merasa tidak enak
"Sudahlah, gak perlu di perpanjang! Aku sudah biasa menghadapi seperti itu!" jawab Gadis yang kemudian kembali melihat jalanan didepan.
"Aku dan Thania,,,,,," belum sudah Galang berbicara
"Aku gak mau ikut campur masalah pribadi kalian. Dan aku rasa kita tidak perlu membahasnya lagi galang" ucap Gadis. Kemudian Galang mengurungkan niatnya untuk menjelaskan hubungannya dengan Thania yang sebenarnya. Setelah percakapan mereka yang singkat, dìdalam mobil itu dilanda kesunyian, misha yang biasanya mengoceh kini sudah tertidur pulas di bangku belakang.
Tak lama kemudian mobil Galang sudah berada di depan rumah Gadis. Disana juga sudah terparkir mobil Jazz hitam milik Gadis. Lalu Galang dan Gadis turun dari mobil. Galang membuka pintu Misha dan memberikan buku juga jajan milik Misha kepada Gadis.
"Kamu bawa ini aja, biar Misha aku gendong kedalam. Dia lumayan gembul jika kamu akan menggendongnya" ucap Galang.
Gadis pun mengambil paperbag dari Galang, kemudian ia membuka pintu rumah dan Galang masuk kerumah Gadis untuk pertama kali dengan menggendong Misha kedalam.
"Kamar Misha dimana??" tanya Galang
"Disana" ucap Gadis yang kemudian membukakan pintu kamarnya. Kemudian Galang masuk dan menidurkan Misha perlahan di tempat tidur.
"Emm aku pulang dulu ya, gak enak didalam cuma berdua" ucap Galang yang kemudian melangkah keluar dari kamar Gadis
"Makasih ya Galang,," ucap Gadis
"Sama-sama,, makasih juga udah nemenin aku" ucap Galang
Gadis tersenyum tipis menampilkan lesung pipit kecil di dekat bibirnya, dan membuat galang berasa tersetrum hatinya. Melihat senyum Gadis membuat hati Galang meleleh. Galang pun membalas senyum Gadis dengan senyuman termanisnya.
"Galang,,,, Kunci mobilku dimana???" ucap Gadis
"Oh iya ya,, bentar aku telfon temenku dulu" ucap Galang yang kemudian mengambil ponselnya dan menelfon Asisstentnya.
"Kunci mobilmu di titip sama satpam komplek, tunggu sebentar aku ambilkan " ucap Galang
Galang pun keluar dari rumah Gadis menuju post satpam di komplek itu. Sementara Gadis menunggu Galang di deoan rumah. Ntah kenapa rasanya Gadis begitu bahagia saat ada Galang, Rasa nyaman dan aman. Tak lama Galang pun kembali kerumah Gadis.
"Ini kuncinya" ucap Galang
"Makasih" jawab Gadis
"Aku pamit dulu ya, udah sore" ucap Galang
"Hati-hati" jawab Gadis. Galang tersenyum lalu ia masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan rumah Gadis.
Dengan rasa bahagia bukan kepalang, Galang pulang ke rumahnya. Melihat Senyum tipis itu benar-benar membuatnya berdebar-debar. Sementara Gadis hanya tersenyum kecil saat mengingat Galang.
Galang memegangi dadanya yang bergemuruh hebat,
.
.
.
❤❤
geo apa rio ya kn?
rakah.