Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana yang penuh dengan nyanyian luka membuat seorang Aisyah tumbuh menjadi seorang anak yang mandiri, pekerja keras, jujur, dan shalilah.Sehingga saat dewasa banyak pemuda yang ingin menjadikannya pendamping hidup. Namun siapakah yang akhirnya dapat menjadi pendamping hidup Aisyah ? Akan kah Nyanyian Takdir Aisyah berakhir bahagia?
ikuti kisah Novelku ya, dan jangan lupa dibaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LIBURAN AIS
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Libur tlah tiba...
Libur tlah tiba...
Hatiku gembira..
Begitulah penggalan lagu Tasya yang sering menggema saat musim liburan sekolah tiba.
Begitu juga dengan Ais dan keluarga mereka tentu saja merasa sangat bahagia karena selama tiga minggu kedepan tidak pergi kesekolah.
Liburan Ais banyak dihabiskan diluar rumah mulai dari mencari kayu bakar dihutan, mandi disungai, mengurus kebun, sampai membuka lahan baru untuk menanam padi.
Seperti pagi ini diawal liburan Ayah dan ibu mengajak anak - anaknya untuk tidur ke pondok kebun untuk menghabiskan weekend disana, kebetulan setiap sabtu dan minggu ayah juga libur, tak ada keluhan dari anak - anak karena tak diajak pergi ke taman hiburan, karena mereka semua mengerti kondisi ekonomi ayah dan ibu.
"Bu, apa semua persiapan sudah lengkap? "Tanya ayah sambil merapikan barang - barang yang akan dibawa ke kebun.
"Inshaa Allah, semua sudah siap yah, tinggal. berbagi tugas untuk membawanya saja"Jawab ibu.
Jarak kebun dengan tempat tinggal kami lumayan jauh, dan itu harus ditempuh dengan berjalan kaki. Kurang lebih hampir satu jam perjalanan.
Barang - barang yang berat akan dibawa oleh kakak Ais yang laki - laki dan ayah, sedang yang lumayan ringan dibawa oleh yang perempuan, kecuali kedua adik Ais, mereka tidak membawa apa - apa karena masih kecil.
Disepanjang jalan Ais bersenandung riang sambil melihat pemandangan yang indah, burung - burung berkicau dipagi hari saling bersahutan, bunga - bunga hutan bermekaran dan masih dihiasi embun pagi, aroma khas udara dihutan yang masih segar sangat memyejukkan hidung dan pikiran. Seolah lepas lah semua penat yang terasa selama ini dirasakan oleh tubuh.
Kemudian mereka melewati jembatan kayu yang sangat sederhana, melintas diatas sungai yang jernih, dibawahnya tampak ikan - ikan yang berenag kesana kemari, sungguh sangat indah.
"Ayah, boleh ya kita berhenti sebentar, Ais ingin mandi di sungai ini" Renggek Ais.
"Baiklah ayo anak - anak ayah mandi dulu, tapi jangan lama - lama, perjalanan ke kebun tinggal sedikit lagi" Ucal ayah.
" Yeeeeee... mandiiiiii" Ais dan adik - adiknya bersorak senang.
"Awas Aisssss Abang loncat" Teriak kak Ari dan kak Ali serentak.
"Byurrrrrrr" Keduanya sudah nyemplung kedalam sungai.
"Tunggu kak Ais juga mau lompat" Dan "Byrurrrr" Ais ikut lompat ke air
Ayah ikut masuk ke air sambil mengendong kedua adik Ais, sedang ibu dan kedua kakak perempuan Ais hanya duduk di atas jembatan sambil tersenyum melihat kami mandi.
"Ayo semuanya udahan.." Kata ibu sambil beranjak dari duduknya.
Masih dengan pakaian yang basah kami melanjutkan perjalanan, karena nanti akan berganti baju saat sudah sampai dikebun.
Sampailah kami ke pondok kebun yang berupa rumah panggung, Ayah segera menyuruh kami untuk berganti pakaian kalau kelamaan takutnya masuk angin.
Sedangkan Ibu dan kedua kakak perempuan Ais segera menyiapkan sarapan dengan merebus singkong yang baru dipanen ayah serta membuat teh manis dan kopi untuk teman camilannya.
Setelah selesai sarapan kami mulai bertugas, karena rencananya minggu ini kami akan menanam padi maka ayah, aku, kak Ari, dan kak Ali akan menebas hutan yang ada disebelah kebun untuk dijadikan lahan menanam padi nantinya.
"Ais, jangan lupa pakai boot sama topinya.." Kata ayah.
"Baik yah, nih udah disiapin abang buat Ais, tapi parang Ais belum diasah yah.." Celoteh Ais.
"Udah kalau itu nanti biar kak Ari yang mengasah parang mu, yuk sekarang kita siap - siap.." Kata ayah.
"Bagaimana perlengkapanmu Ali?" Tanya ayah.
"Inshaa Allah semua udah siap Yah, tinggal tunggu Ayah ngajakin berangkat aja.." Jawab Ali.
"Baiklah semua udah siap, mari kita berangkat, bu kami berangkat.." Pamit ayah.
"Iya, yah hati - hati saat bekerja, jaga anak - anak juga terutama Ais.." Jawab ibu.
"Assalamualaikum.." Ucap kami
"Waalaikumussalam.." Jawab ibu.
*****
Dihutan...
"Pok... Pok.. Pok... brakkkk.." Suara pohon yang kami tebang.
Ayah mengajari kami cara menebas yang baik dan rapi sehingga saat dibakar nanti tidak akan menjalar kemana - mana( masih menggunakan cara tradisional) .
Setelah dirasa cukup luas untuk menanam padi kami pun istirahat, bekas tebasan harus dibiarkan dulu seharian, nanti sore baru akan dibakar, tetapi harus dengan pengawasan yang benar - benar agar nanti saat dibakar tidak menjalar ke mana - mana.
Kami pun akhirnya pulang ke pondok, ibu pun sudah menyiapkan makan siang untuk kami dengan menu yang sangat sederhana namun penuh kenikmatan, yaitu Lempah Kuning ikan air tawar khas daerahku, tumis Daun Singkong, Sambal Terasi, Lalapan Timun, dan Terong, semuanya menu kampungan namun sangat nikmat disantap dipondok kebun dengan angin yang sepoi - sepoi apa lagi makan bersama keluarga tercinta.
Ehmmm jadi ngilerrrr Authorrrrnya.
Setelah santap siang kami mebersihkan diri untuk persiapan sholat zuhur bersama ayah, setelah itu baru istirahat sebentar dan siap - siap pergi mancing untuk lauk nanti malam.
*****
Malam hari suasana di pondok kebun sangat sepi hanya suara jangkrik yang terdengar bersahuan membelah keheningan malam.
Kami hanya bercerita saja dimalam hari sambil duduk diteras pondok, menikmati indahnya malam, memandang langit yang dipenuhi bintang - bintang ditemani terangnya cahaya bulan sampai tiba waktu kami untuk tidur.
Suasana yang akan sangat kami rindukan disaat kami sudah dewasa kelak, love you Ibu dan Ayah, juga saudara - saudaraku.
"Met tidur semuanya, semoga mimpi indah, Ais sayang kalian semua"Batin Ais.
Bersambung.....
Mohon masukannya ya buat author karena ini tulisan perdana author. Love you readers
Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam