(Ngakaklah sebelum ngakak dilarang)
Buku lanjutan Bukan Kontrak Pernikahan (silahkan baca buku pertama lebih dulu)
Kehidupan Skala dan Bianca berlanjut, setelah terungkapnya dementor yang menyebabkan kecelakaan kedua orang tua Skala. Keduanya masih mencari kebenaran di balik meninggalnya Kiran, ibunda Bianca.
Kekonyolan dan keromantisan duo Amazon berlanjut disini.
_
_
_
Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2 : The Wolf Geng
Beberapa Jam yang lalu
Karena bosan menunggu Bianca, Skala memutuskan untuk lari pagi ke luar kompleks. Toh, tidak ada pemberitahuan aneh-aneh dari Duo Julid. Ia yakin seratus persen, Bianca tidak akan tergoda Aiden si berondong jagung. Hanya saja ia tadi sempat melihat foto profil pria muda yang wajahnya sangat berkarisma itu di kontak Bianca dan entah kenapa ia merasa kesal. Jelas Skala kalah jika dibandingkan dengan pesona Aiden yang baru saja menjanjaki usia dewasa. Skala berdoa semoga saja sang istri bukan tipe wanita yang matanya langsung hijau melihat daun muda seperti itu.
Ditemani dua bodyguardnya, Skala berlari pelan menyusuri komplek perumahan untuk sekedar mencari keringat. Sungguh, ia merasa waktu berjalan lambat karena harus menjalani hari libur tanpa Bianca. Rasanya seperti ada yang kurang, bagai sayur tanpa garam kurang enak kurang sedap.
"Sialan, aku dikalahkan oleh bocah dua puluh dua tahun," batin Skala kesal memikirkan Bianca yang lebih memilih Aiden dari pada dirinya.
Skala sudah mencoba untuk tidak memikirkan Aiden, namun otaknya tetap saja panas. Apalagi jika melihat para pasangan yang sedang berolahraga keliling komplek, rasanya matahari ada di puncak ubun-ubun dan membakar otak Skala.
"Sudah berapa menit?" Skala menghentikan larinya sambil mengelap keringatnya dengan handuk.
"Tiga puluh dua menit, Tuan!" ucap Dodi setelah melirik jam tangan ber-timer di pergelangan tangan kanannya.
Skala dan dua bodyguarnya itu tidak ada yang membawa ponsel. Ia sengaja melakukan itu agar tidak memikirkan sang istri yang tengah sibuk mengurusi perusahaannya di hari Minggu.
"Mau lanjut atau pulang, Tuan?" tanya Simon iseng-iseng berhadiah.
"Apa kamu sudah lelah? Dasar tubuh besar stamina agar-agar," cibir Skala sambil mengelap keringat di tangan dan kakinya.
Dodi melirik ke arah simon. Memberikan tanda isyarat lewat lirikkan matanya. Jangan mengganggu tuan Skala, dia sedang PMS. Begitulah kira-kira mata Dodi berbicara.
"Bagaimana kamu bisa memuaskan istrimu di atas ranjang jika lari seperti ini saja kamu sudah kelelahan?" cibir Skala.
Simon memilih diam dari pada terkena bulian sang Tuan, menatap Dodi yang tersenyum dengan sudut bibir, menghina dirinya.
"Woi ... petanya Dora!" Tiba-tiba Skala mendengar suara panggilan yang berulang-ulang, Ia tidak menggubris, Skala bersiap kembali berlari memutari komplek perumahannya lagi.
"Jangan memanggilnya seperti itu, panggil namanya," ujar Pak Rhoma suami Bu Erin.
Pak Hamish pun terkekeh, Ia lantas mengulangi memanggil cucu kesayangan Prawira itu tapi kali ini dengan nama aslinya.
"Skala! Woi.... "
Skala menoleh kesana-kemari, Ia lalu melihat ke arah seberang komplek. Ternyata ada beberapa bapak-bapak blok Kamboja yang tengah ngopi di warung. Sepertinya mereka juga baru usai berolahraga.
Penasaran, Skala mendekat diikuti dua bodyguard yang selalu membuntutinya kemanapun Ia pergi. Sesampainya di warung itu, ia di sambut oleh pak Rhoma suami Bu Erin, pak Dewan suami Bu Dewan, dan pak Hamish suami Bu Eli.
Mereka bertiga sedang sibuk merakit alat pancing dan meracik aneka umpan. Mungkin hendak memancing karena Skala dengar ada lomba mancing yang disponsori oleh penyanyi dangdut terkenal di kotanya hari itu.
"Tumben Skala sendirian, Biancanya kemana?" tanya pak Rhoma saat Skala mendekat.
Skala kaget, bagaimana bisa para bapak-bapak itu menyapanya dengan begitu akrab, bahkan Pak Dewan langsung menggeser duduknya agar Skala bisa ikut masuk ke warung. Anak almarhum Mahen Prawira itu kemudian duduk tanpa sungkan.
"Istri saya sedang ada urusan di luar," jawab Skala apa adanya.
"Wah sepertinya istri kamu sudah mulai ya ..." Pak Rhoma sengaja memancing rasa cemburu di hati tetangganya.
Skala menyerngitkan dahi, menatap para bapak-bapak yang menamakan diri mereka Wolf geng persis seperti film hang over itu. Mereka tersenyum aneh ke arah Skala yang kebingungan.
"Maksudnya? mulai apa ya, pak Rhoma?" tanya Skala tak mengerti.
"Tentu saja mulai seperti kelakuan istri kami. Yang sibuk arisan dan ke salon setiap hari Minggu. Padahal Rabu dan Jum'at istriku sudah arisan berlian dan emas, weekend tetap saja ada acara," ucap Pak Rhoma.
"Betul tuh, Ska! Istriku si Eli juga langsung izin pergi setelah senam pagi, katanya ada acara demo memasak bersama chef Renata di kompleks sebelah," ujar pak Hamish menambahi.
Pak Dewan yang tidak mau kalah juga ikut angkat bicara. "Ya begitulah emak-emak. Ngomongnya Quality time bareng teman-teman karena lelah mengurus anak. Mereka minta jatah libur dengan cara melakukan hal yang menyenangkan bagi mereka. Tentunya kita tidak diajak, malas juga kalau diajak arisan apalagi senam dan yoga."
Skala yang hatinya sedang panas mulai terpancing. Ada benarnya juga yang diucapkan para bapak-bapak itu. Tak menutup kemungkinan bahwa Bianca juga akan seperti para ibu-ibu jaman now yang selalu minta jatah libur di hari Minggu.
Skala merasa terancam. Takut Bianca melupakan kegiatan manis-manis yang biasa orang sebut quality time bersama suami tercinta.
Di saat gunda gulana melanda jiwa rapuhnya, pak Dewan dan yang lainnya mulai melakukan bisik-bisik tetangga. Lalu menetapkan suara ....
bersambung....
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Otor : Guys aku sedih 🤧 Vote novel ini udah ratusan ribu, tapi ternyata pembaca harus 10.000 dulu baru bisa masuk rank dan vote yang masuk kayaknya ga dihitung sama NT
Reader : terus gimana Markonah?
Otor : Gapapa tetep bakal kubagi hadiahnya sesuai pengumuman di last Bab BKP season 1 😘
...LIKE...
...KOMEN yang banyak...
...VOTE...
...ADD FAVORITE...
...makacih 🥰...
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tindih yg kuat....
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
malah Suami Aku yg gitu...
klo Aku orang'y malas bahas masalalu,..
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Bayu : mataku ternoda
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
itu cerita kamuuuuuu dodol🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣