NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Romantis / Time Travel / Mantan / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Raisa Swandi harus menghadapi kenyataan di gugat cerai suaminya Darma Wibisono, 11 tahun pernikahan mereka sirna begitu saja. Dia harus menerima kenyataan Darma yang dulu sangat mencintainya kini membuangnya seperti sampah. Tragedi bertubi-tubi datang dalam hudupnya belum sembuh Raisa dari trauma KDRT yang dialami dia harus kehilangan anak semata wayangnya Adam yang merupakan penyandang autis, Raisa yang putus asa kemudian mencoba bunuh diri locat dari jembatan. Tubuhnya terjatuh ke dalam sungai tiba-tiba saja fazel-fazel ingatan dari masalalu terlintas. Sampai dia terbangun di kosannya yang dulu dia tempati saat masih Kuliah di Bandung di tahun 2004

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Minggu dan Shutter

Malam minggu ke mana?" tanya Yanto terdengar basa basi padahal dia tahu Digta sudah Jomblo dari pertama masuk di kosan itu.

"Eugh, Dari dulu malam minggu, gue di kamar aja sih To," jawab Digta santai.

"O iya, jomblo akut ya," ucap Yanto nyengir sedikit meledek.

"Apa hubunganya," ucap Digta bingung.

"Ya artinya lo nggak bisa malam mingguan," celetuk Yanto singkat  dan ngeselin.

"Eugh..."

Tiba-tiba saja mata Yanto tertuju pada setumpuk CD yang tergeletak diatas meja belajar Digta.

"CD apaan tu Ta?" tanya Yanto lagi sambil melihat-lihat tumpukan CD itu.

"Film itu To, menemani gue di saat gue butuh hiburan," ungkap Digta.

"Ada JAV?" tanya yanto tiba-tiba.

"Ada lah, tapi nggak di situ gue simpennya,"

"Kalau gitu ayo kita nonton JAV aja," celetuk Yanto semangat.

"Diih najis gue nonton JAV sama lo," sahut Digta dengan nada sedikit jijik.

"Ya sapa tau mau sharing pengalaman pribadi," Kali ini Yanto mulai menggoda Digta namun Digta tak menanggapi topik pembicaraan itu.

"Gw punya film Horor judulnya Shutter" Ucap Digta seraya menujukan sebuah CD

"Bagus nggak?" ucap Yanto sambil memperhatikan CD film yang ada di tangan Digta.

"Lo liat aja retingnya," ungkap Digta sambil memberikan CD itu kepada Yanto.

"Kita nonton ini aja," sambung Digta semangat.

Yanto hanya mengangguk menandakan setuju dan tak lama  kemudian Digta memutar film itu di PC miliknya, Yanto mulai mencari tempat duduk yang nyaman, Digta duduk tidak terlalu jauh dari Yanto.

Sekarang Mereka tampak serius menyaksikan film tersebut, mereka menghayati setiap adegan dalam  film horor  asal thailand itu. Saat jumpscare mereka kompak menutupi wajah mereka dengan bantal.

"Bangsat!" Teriak Yanto dia tampak ketakutan tak lupa Yanto menutupi wajahnya dengan bantal.

"To, nonton beginian aja takut," Ucap Digta cengengesan meledek Yanto, yanto tetap bersembunyi di balik bantal tak menghiraukan ucapan Digta, setelah di rasa tenang Yanto kembali melihat kelayar Namun tiba-tiba saja.

"Aaaaa Cewek Setan!" teriak Digta terkejut tak lupa dia menutup wajahnya dengan bantal.

"Ya ela Ta, lo penakut juga," Celetuk Yanto melirik Digta.

"Gue bukan takut to, gue cuman kaget," Sahut Digta ngeles.

"Sama aja," Sahut Yanto lagi.

Mereka pun kembali fokus menyaksikan film horor tersebut, dan tak lama kemudian suara teriakan mereka terdengar sampai ke luar kamar.

"AAAAAA,"

"Hust malu-maluin," Celetuk Digta

"Lo juga teriak Ta," Sahut Yanto menimpali

Tak terasa sudah hampir 2 jam mereka menonton film itu, dan film itupun usai dengan ending yang sangat mengejutkan. Digta langsung men trun off komputernya, Yanto tampak mengelus ngelus dadanya masih mengingat adegan demi adegan dalam film itu.

"Gua sih mending jomblo ya, daripada di sukai cewek kaya gitu," Celetuk Yanto.

"Ceweknya juga nggak bakal mau sama lo To," sahut Digta.

"Iya kan maunya sama elu Ta," ucap Yanto lagi sambil nyengir.

Seketika suasana tampak hening mereka pun saling menatap satu sama lain. Sekarang Digta merasa canggung.

"Ta lo ngerasa ngak?" Ucap Yanto tiba-tiba, Digta sedikit merinding dengan tatapan Yanto kemudian dia mengalihkan tatapannya.

"Kenapa To?" tanya Digta.

"Kita ini janggal lho ta," Ucap yanto lagi dengan nada serius.

"Janggal kenapa?" kali ini perhatian Digta tertuju ke arah Yanto lagi.

"Ini malam minggu, Ridwan, Bambang berduaan di kamar sama ceweknya," Digta mengerutkan keningnya mencoba memahami kalimat Yanto

"Ya terus," Digta masih tidak mengerti.

"Biasanya gua juga begitu, tapi semenjak putus gua jadi kaya elu," Digta masih tidak paham dengan maksud perkataan Yanto.

Digta hanya bengong sambil teringat kata-kata Bambang  ternyata benar omongannya tentang Yanto, yanto memang sedikit ajaib.

"Gua liat elu nggak pernah punya cewek," kata yanto lagi, Yanto terdiam sejenak sambil menatap Digta dengan penuh curiga.

"Yang kemarin di kampus itu siapa?" tanya Yanto lagi, ternyata rumor itu sampai ke telinga Yanto padahal Yanto adalah kakak angkatannya.

Digta sedikit tersedak...

"Bukan siapa-siapa temennya sepupu gw," Sahut Digta santai.

"Kabarnya tuh cewek cantik," ucap Yanto membuat Digta semakin penasaran kenapa bisa kabar itu sampai ke pada Yanto.

Padahal Yanto kakak 1 tingkat di atasnya.

"Ya lumayan lah," sahut Digta singkat.

"Elu suka sama dia nggak Ta?"

"Nggak lah, mana mungkin gw suka sama cewek gila kaya begitu,"

"Kalau lo nggak mau buat gue aja," Digta sedikit melotot kearah Yanto.

"Katanya nggak mau kok ngambek," Ucap Yanto dengan nada menggoda.

"Siapa yang ngambek," Ungkap Digta mengatur mimiknya agar terlihat biasa.

"Mimik muka elu kagak bisa bohong," Ucap Yanto membuat Digta salah tingkah.

"Kabarnya dia jerit jerit minta tanggung jawab,"

"Kata siapa?"

"Katanya elu hamilin itu cewek," Ucap Yanto lagi membuat Digta sedikit terkejut.

"Haah nggak lah, nggak sampai segitunya," kata Digta menjelaskan.

"Jujur aja lah ma gua Ta, lo apain tuh cewek," Tanya Yanto dengan wajah curiga, Digta sedikit risih dengan pertanyaan Yanto.

"Nggak gue apa-apain Yanto," Jawab Digta mengelak.

"Lo nggak liat itu si Natre ampe jadi setan." Celetuk Yanto nampak serius, Digta sedikit tertawa mendengar celotehan Yanto sekarang.

"Iya tapi gue nggak brengsek kaya cowoknya,"

"Bisa jadi Ta, lo pikir mana ada cewek normal yang tiba-tiba nyamperin cowok ke kampus trus teriak-teriak kaya gitu," Yanto mulai nyerocos halu.

"Dia nggak teriak-teriak To, dia cuman meluk gue aja," sahut Digta membuat mata Yanto membelalak ke arahnya.

"Waah gila tu cewek," Ucap Yanto tampak Iri.

Digta sedikit memikirkan ucapan yanto, sekarang Digta sedikit ngeri apa lagi Raisa sampai ngekos di sebelahnya pula.

"Iya sih sedikit janggal nih cewek, seperti punya kepribadian ganda,"  celetuk Digta sedikit menghela nafas.

"Waah hati-hati ta, masih idup aja udah terobsesi apa lagi klo udah mati," Ucap Yanto membuat Digta semakin bergidik.

"Terus elu ngapain ngajak gua nonton di kamar berduan," ucap Yanto lagi Digta sedikit mengerutkan keningnya karena arah pembicaraan Yanto sulit di tebak.

"Sebentar!" ucap Digta mulai mencerna maksud dari kalimat yang di ucapkan Yanto

"Elu nggak naksirkan ama gua kan?" tanya Yanto lagi-lagi dengan Nada yang serius, Digta sempat tercengang tapi sebagai sesama cowok Digta menganggap ucapan itu adalah guyonan semata.

"Wah otak lo nggak beres To," Digta menanggapinya dengan santai.

"Maaf Ta gua Normal dan gue Cinta banget sama mantan gua," kali ini Digta tampak kaget dengan ucapan Yanto.

Digta mulai berfikir sepertinya Yanto benar-benar sedang membahas topik yang serius dengannya.

"Keluar!" tanpa basa basi Digta mengucapkan kalimat singkat padat dan kesel.

Namun Yanto hanya diam menatap Digta sambil mengamati Digta.

"Elu tuh lebih ganteng lho di banding gua," Yanto masih nyerocos sambil mengamati Digta, Digta menjadi  semakin emosi.

"Cewek juga pasti ada yang mau sama elu noh buktinya ada cewek gila datang ke kampus," cerocos yanto.

Digta menarik nafasnya dalam-dalam kemudian beranjak menyeret yanto keluar dari kamarnya dia sudah mulai kehilangan kesabaran mendengarkan kehaluan Yanto.

"hahahahahaha," Yanto terbahak-bahak melihat reaksi Digta yang tampak kesal melihat ulahnya.

"Kalau marah berarti bener dong," ucap Yanto lagi masih terbahak bahak.

"Ta gue temen elu, elu bisa jujur sama gua," ucap yanto, Digta tidak mau menanggapi kehaluan Yanto yang udah di luar nalar dia terus menarik Yanto keluar dari kamar kosnya.

"Gue Normal To," Ucap Digta Singkat akhirnya dia  berhasil mengeluarkan yanto dari kamarnya.

Kemudian tanpa ramah tamah Digta langsung menutup pintu kamarnya tidak lupa dia mengunci kamarnya.

Ceklek....

"Digta apapun elu, gua tetep anggap elu temen gua," Teriak Yanto.

"Dasar Setres," Digta balas berteriak sambil berbaring di atas tempat tidurnya.

Digta tak menghiraukan ucapannya Yanto dia buru-buru menutup kepalanya dengan bantal.

Dan akhirnya suara Yanto tidak terdengar lagi.

"Gue nggak akan biarin orang gila itu masuk kekamar gue lagi," celetuk Digta sambil berbaring di atas tempat tidurnya.

1
kalea rizuky
sama sama balik ternyata
kalea rizuky
jd inget cerita sebelah yg persis ini abis cerai trs balik ke masa lalu ngejar cinta pertama ny.. judulnya aku ingin. jodohku cinta pertama ku.. mantan suami nya kaku cuek gt lah makanya cerai
lin sya
pemeran utama nya bodoh, lemah gmpng ditindas kyk sidarma cowok satu satunya didunia pdhl GK hrs kyk gtu ngadepin suami kejam yg gk tau trimakasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!