My Sweet Husband Season 1 dan 2
Season 2
Tentang Rafa anak dari Zhafran dan Raisya yang memiliki seorang gadis cantik yang dicintainya dari kecil hingga dewasa. Apakah Cinta Rafa dan Shila akan terus berlanjut atau sebaliknya?
Awalnya ini adalah sebuah karya yang berjudul My Little Husband kemudian diganti menjadi My Sweet Husband.
Season 1
Ini adalah kisah tentang Zhafran lelaki yang baru berusia 21tahun yang menikahi Raisya wanita yang berusia 26 tahun hanya karena sebuah alasan yang klise menurut mereka. Tapi Zhafran yang sudah lebih dahulu jatuh cinta pada Raisya tidak menolak alasan tersebut.
Bagai mana kisah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita
Setelah hampir menunggu selama setengah jam orang yang ditunggu itu pun akhirnya tiba.
Para karyawan yang ada disana menunduk hormat dan menyapa dengan sopan, walaupun usia mereka jauh lebih tua dari lelaki itu, tapi aura kepemimpinannya terlihat dengan sangat jelas, sikap tegas dan berwibawanya terpancar, meskipun usianya masih tergolong sangat muda untuk ukuran seorang pengusaha.
Rasya yang melihat hal tersebut langsung berdiri dan keluar dari ruangan Raisya dan langsung menghampiri Zhafran.
"Hei Zhaf," sapa Rasya lalu bersalaman ala ala lelaki terlebih dahulu.
"Hei, udah dari tadi Lo?" tanya Zhafran melirik sekilas ke arah Raisya yang sibuk di depan komputernya.
"Lumayan lah, setengah jam mungkin," saut Rasya melihat jam di tangannya, sedangkan Raisya hanya diam acuh melanjutkan pekerjaannya karena mencoba profesional dengan bos besar.
"Lo mau ngomong disini aja atau diruangan gue nih?" tanya Zhafran kembali melihat kearah Raisya yang tampak fokus tersebut. Entah terlalu fokus atau mencoba untuk menghindar. Entah lah.
"Ruangan lu aja deh!" saut Rasya
"Ayo lah!"
Mereka pun berlalu dari depan ruangan Raisya, berjalan menuju lift khusus Presdir, Rasya hanya mengekor dibelakang Zhafran sembari melirik sekitarnya.
Sesampainya dilantai sepuluh tempat ruangan Zhafran berada, mereka langsung disambut dengan sopan oleh sekretaris Lina .
"Selamat pagi pak!" sapa Lina dengan sopan dan formal.
"Pagi Lina, bagaimana jadwal saya hari ini?" tanya Zhafran untuk memastikan terlebih dahulu.
"Untuk pagi ini kosong pak, tapi sebelum makan siang bapak ada jadwal meeting dangan perusahaan dari Asian group, setelah itu ada pertemuan juga dengan PT Asena pak," jawab Lina dengan lugas
"Ya sudah, kamu atur semuanya dan kirim tentang apa yang akan kita bahas nanti ke email saya, dan saya ingin bicara dengan teman saya dulu!" perintah Zhafran pada Lina.
"Siap pak!"
"Permisi!" sahut Rasya
"Ah iya silahkan!" Jawab Lina sopan mempersilahkan kedua lelaki tersebut.
Lalu mereka berdua pun masuk kedalam ruangan Zhafran yang bisa dibilang sangat besar. Bergaya modern khas lelaki itu.
"Duduk dulu Sya!" Zhafran mempersilahkan Rasya menuju ke sofa yang ada disana.
"Iya!" Rasya berlalu dan duduk disana
"Lo mau minum apa biar gue suruh OB dulu!" tawar Zhafran sembari mengangkat telepon kantornya.
"Gak usah lah!" jawab Rasya menolak, karena jujur ia masih kenyang sesudah sarapan nasi goreng tadi.
"Yang benar?" tanya Zhafran memastikan
"Iya!"
"Oke, Lo mau ngomong apa nih sampai datang ke sini segala?" tanya Zhafran yang kini berjalan lalu duduk disofa yang sama dengan Rasya yang ada diruang kerjanya
"Gue lagi bingung nih!" Rasya memulai bercerita.
"Bingung kenapa?" tanya Zhafran.
"Gue belum siap buat gantiin papa gue di kantor, gue udah minta kakak gue buat gantiin, tapi dia nya gak mau!" ucap Rasya mulai bercerita tentang kegelisahannya.
"Kenapa gak mau?" tanya Zhafran heran.
"Katanya biar banyak pengalaman sih, dan gak bergantung sama papa juga!" ucap Rasya frustasi
"Oh,"
"Lo kasih saran dong, masa oh doang!" Rasya cemberut mendengar tanggapan dari Zhafran.
"Ya seenggaknya Lo coba dulu aja sya, Lo tanya papa Lo tentang bagaimana cara dia mengelola perusahaannya, terus coba Lo datang ke sana buat belajar, atau merhatiin langsung karyawan yang bekerja di sana!" ucap Zhafran panjang lebar menjelaskan.
"Gue masih ragu zhaf, gue takut,"
"Ngapain Lo takut, kan Lo belum coba. Coba kayak gue dulu, sebelumnya gue kira bakal susah juga, tapi setelah gue coba dan jalanin gua bisa aja tuh, kalau di kerjain gak berat kok Sya, yang penting Lo nya yakin," ucap Zhafran pada Rasya, menepuk pundak lelaki itu memberikan semangat.
"Ya udahlah, gue bakal coba apa lagi kita 'kan lagi nyusun skripsi juga," saut Rasya menghela nafas pasrah.
"Gue yakin Lo pasti bisa, gue aja bisa kerja sambil nyusun skripsi!" ucap Zhafran memberi semangat.
"Iya deh, Makasih ya udah denger cerita gue,"
"Santai aja kali, kayak sama siapa aja Lo," ucap Zhafran berdiri lalu berjalan ke meja kerjanya.
"Hehe, iya,"
Lalu mereka pun saling diam, Zhafran sudah mulai membuka laptopnya untuk membaca email dari sekretarisnya
Sedangkan Rasya teringat tentang Raisya dan Zhafran tadi malam.
"Eh Zhaf, semalam Lo kemana aja sama kakak gue?" tanya Rasya sembari melirik kearah Zhafran.
Zhafran yang di tanya seperti itu hanya kikuk sendiri seperti tertangkap basah sedang mencuri.
"Gak kemana-mana sih," Jawab Zhafran singkat.
"Yang benar nih?" tanya Rasya menggoda
"Gue ajak ke pasar malam dia," jawab Zhafran pada akhirnya.
"Yang benar Lo?" tanya Rasya memastikan
"Iya!"
"Seru dong, kalian ngapain aja?" tanya Rasya dengan antusias.
"Gak ngapain sih, orang lebih banyak diam nya!" Zhafran menjelaskan sembari mengingat momen saat ia bersama Raisya semalam.
"Ya Lo ajak ngobrol lah, payah Lo mah!" kesal Rasya. Kenapa dia yang jadi kesal yah?
"Gak bisa gue, canggung gue sama dia, kenal juga baru beberapa hari!"
"Ya elah, payah Lo mah, udah gue bantuin juga biar Lo bisa dekat sama dia malah Lo diemin," saut Rasya kesal
"Jadi beneran kan Lo gak ada urusan apa apa kemarin?" tanya Zhafran menatap curiga, Rasya yang ditatap seperti itu hanya cengengesan tak jelas.
"Hehe,"
"Dasar Lo,"
"Lo kan tau gue gak pernah dekat sama cewek," sambung Zhafran lagi
"Bukannya gak pernah Dekat, emang Lo nya aja yang ngehindar kalo ada cewe yang deketin Lo," saut Rasya jengkel mengingat seberapa banyaknya perempuan yang mencoba untuk mendekati Zhafran tapi selalu ditolak mentah-mentah oleh lelaki yang bernama Zhafran itu, membuat banyak gadis yang langsung patah hati sebelum berjuang.
"Ya risih gue Sya, gue gak suka sama cewek yang ngedeketin gue duluan, gue gak mau pacar-pacaran, mau langsung nikah aja!" saut Zhafran memberengut.
"Gaya Lo mau langsung nikah, ngomong sama cewek aja takut Lo!" saut Rasya meledek.
"Ya ntar gue coba lah, gue takut ntar Kaka Lo masih ke ingat mantan nya itu," ucap Zhafran sembari mengingat perkataan Rasya tentang Raisya yang patah hati.
"Jadi Lo beneran ada rasa sama kakak gue ni?" tanya Rasya memastikan.
"Ya begitulah, gue kira dulu dia itu pacar Lo Sya,"
"Pacar gue pala Lo, Lo gak liat kita mirip?" saut Rasya menatap Zhafran jengkel.
"Hehe, mana gue tau," Zhafran hanya cengengesan tak jelas.
"Ya udah lah, ntar gue tanyain sekalian bantu lo," saut Rasya akhirnya.
Obrolan mereka berlanjut hingga setengah jam ke depan.
Setelah itu Rasya pamit untuk pulang.
"Sya ntar pulang kuliah kita nge gym bareng ya," pinta Zhafran mengajak Rasya.
"Oke lah, boleh juga udah lama juga gue gak olahraga, gym tempat biasa kan"? saut Rasya menyetujui.
"Hu'um, ye Lo kan pemalas kalau olah raga,"
"Tau aja lo, oke ntar kita ketemu di sana aja." saut nya
"Oke lah!"
"Ya udah gue pulang dulu," pamit Rasya seraya berdiri dari duduknya.
"Iya hati hati Lo, gue anterin ke depan deh," saut Zhafran
"Gak usah lah, gue bisa sendiri kok!" ucap Rasya menolak sungkan.
"Gak apa-apa ni?" tanya Zhafran memastikan.
"Iya,"
Rasya pun berlalu dari ruangan Zhafran menaiki lift menuju lantai ruang kerja Raisya , sebelum pulang ia pamit dulu pada sang kakak untuk mengambil kunci mobil yang tadi tertinggal di meja kerja Raisya.
"Kak aku pulang dulu ya" pamitnya meraih kunci mobil itu.
"Iya hati hati, jangan lupa jemput ntar, Awas aja telat ya, kakak jewer kamu!" saut Raisya mengancam.
"Iya, ya udah aku pulang dulu," pamit Rasya lagi.
"iya, hati hati jangan ngebut kamu!" Raisya memperingati
"Iya ,bawel," Rasya menjawab jengah.
Rasya pun berlalu dari sana, sedang kan Raisya melanjutkan pekerjaannya.
Ia pun langsung menuju parkiran ke tempat mobil Raisya berada.
Lelaki itu melajukannya untuk pulang ke rumah.
Sedangkan Zhafran saat ini melanjutkan pekerjaannya, memeriksa semuanya dengan teliti sebelum pergi meeting dengan Asean group.
Ia tidak mau ada kesalahan sedikitpun.
Ia harus mempersiapkannya dengan sebaik mungkin, jangan ada yang salah, karena ini menyangkut proyek yang akan di bahas nanti.
.
.
.
.
Silahkan Vote setelah membaca. 😊😊😊
Love❤️❤️❤️ EgaSri
novel kepingcut cwe dewasa
Mampir juga ya kak di karya terbaru ku, ceritanya ringan, fresh banget, dan banyak visualnya juga loh kah.
Terima kasih kak:)
tetap smgt y thor..
ditunggu lo kelanjutannya😁
eh iya bom like semua bab+ rate5 + favo❤ telah mendarat y
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
gila idemu thor😂😂😂