Gea seorang gadis desa yang ceria mencintai Dio teman sejak kecil dengan diam-diam. Ia mengejar cita- citanya dengan melanjutkan studinya di kota. Dengan sekelumit masalahnya di sana.
Dio teman Gea yang jatuh hati pada Gea sejak sekolah. Seorang pemuda dari kalangan biasa yang menjadi tulang punggung keluarga, dan terjebak dalam perjodohan dengan Desi anak majikannya.
Jarak memisahkan mereka apakah cinta mereka dapat diperjuangkan?
Demi kemanusiaan Dio melepaskan rasa cinta yang ada pada dirinya yang telah lama. Menerima perjodohan yang datang tiba-tiba.
Dapatkah cinta mereka bersatu, atau hanya memendam rasa cintanya dalam diam.
Novel ini khusus untuk dewasa bijaklah dalam membacanya.
terimakasih
Revisi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Sahabatku
Happy Reading 📖
revisi**
Sementara jauh di desa Gea kota B, Dio bekerja dengan giat.Dia termasuk pemuda yang sangat rajin dan cerdas diantara pegawai yang lain. Di dalam pikirannya hanya ada masa depan untuk nya dan Gea.Walaupun nanti dia tidak tahu jodohnya siapa? Paling tidak itu untuk semangatnya.
“Dio, hari ini kamu lembur sampai jam 5,bada pekerjaan yang harus diselesaikan.” kata Hendra bos Dio
“Baik pak!” Dio melanjutkan pekerjaannya baru beberapa hari dia sering mendapatkan lembur dari bosnya. Maklum dia yang termuda dan pegawai yang lain kebanyakan sudah berkeluarga dan selalu direpotkan urusan keluarga.
Bosnya mempunyai anak seorang gadis bernama Desi yang cantik masih SMA klas sebelas, tapi pendiam bahkan terkesan dingin.Tidak mudah bergaul dengan teman sebayanya. Dia sering ke kantor usaha papanya setelah pulang sekolah, karena mamanya sudah meninggal sejak dia masuk SMP.
Dan saat ini Desi juga bersama papanya di kantornya.
“Nak, kamu mau makan apa? sudah sore.” kata Hendra. Melihat putrinya tidur di sofa dan membangunkannya.
“Terserah Papa saja ada yang lembur lagi pa? Banyak orderan ya, alhamdulillah.” kata Desi menadahkan tangannya mengucap syukur.
Desi memang anak yang baik patuh pada Papanya, tapi sikapnya menjadi dingin sejak mamanya meninggal karena sakit.
“Papa pesankan soto di warung depan yah sekalian buat Dio yang lembur.” kata Papanya beranjak.
“Gak usah Pa, biar Desi saja yang ke warung papa lanjutkan saja soto 3 ya pa?” kata Desi berlalu keluar ruangan papanya menuju warung.
“Bang soto 3 anterin ke showroom ya?” kata Desi
“Baik neng kog, tumben belum pulang neng?” kata pemilik warung.
“Iya ada pekerjaan tambahan Papa cepat ya bang sotonya?” ucap Desi berlalu dari warung berjalan ke showroom. Karena mungkin masih sedikit mengantuk dia kurang waspada ketika sebuah sepeda motor melaju disampingnya.
"Aaa....” teriak Desi. Dio yang mendengar teriakan langsung keluar dari showroom menghampiri Desi.
“Ada yang sakit non?" tanya Dio meriksa.
“Tidak” kata Desi menunduk mencoba berdiri.
“Mari saya bantu.“ Dio mengulurkan tangannya tapi Desi menolaknya.
“Aku bisa sendiri.” berdiri jalan agak pelan menuju showroom Papanya.
Aneh dibantu malah menolak ya sudahlah tidak semua maksud baik diterima dengan baik batin Dio.
Sementara di dalam ruang Hendra melihat kedatangan putrinya terkejut.
“Kenapa nak, kog kamu pucat? Apa yang terjadi?” kata Hendra.
“Gak masalah Pa, tadi cuma kaget ada motor tiba-tiba,” Desi berjalan duduk di sofa.
Tak berapa lama pesanan soto datang. Hendra memanggil Dio ke dalam ruangan.
“Ayo makan dulu!” kata Hendra pada Dio.
“Terima kasih Pak, saya bawa makanannya makan di luar saja,” kata Dio sopan.
“Iya gak pa pa kalau masih malu. Lain kali makan bersama ya?” kata Hendra
Di luar ruangan Dio teringat Gea, dia mencoba menelponnya karena jam sudah pukul 5 mungkin Gea sudah pulang dari kampusnya.
Tut ... tut ...bmenyambung.
“Assalamualaikum, Dio apa kabar ?” kata Gea dari sebrang.
“Wa"alaikumsallam, hai Gea alhamdulillah baik Ge.Kamu sendiri bagaimana? Lagi apa sekarang?” tanya Dio senang.
“Mau mandi tadi habis dari Rumah sakit jenguk teman, ini habis isyak mau kesana lagi minta ditemani.Kasihan dia tidak ada teman,” jawab Gea dari sebrang.
“Iya gak pa pa, hati-hati saja ya? Jaga makannya,sudah dulu ya ini mau berberes mau pulang habis lembur assalamualaikum,” kata Dio
“Wa'laikumsallam,” ucap Gea dari sebrang.
Dio menutup telponnya tanpa dia sadari Desi dan Hendra sudah ada disampingnya menatap.
“Ooo ... Bapak, maaf Pak belum sempat saya makan .Tadi baru memberi kabar?" kata Dio menjelaskan.
“Iya gak papa, nanti sekalian mangkok saya kamu kembalikan ya? Asyik sekali nelponnya sambil senyum-senyum begitu?” kata Hendra
“Eh ... anu ... itu telpon dengan sahabat saya” jawab Dio malu.
"Kami pulang dulu nanti jangan lupa bersihkan semuanya dan kunci pintunya berikan satpam,” kata Hendra sambil berlalu meraih tangan putrinya mengajaknya pulang.
Dio bersiap pulang dengan hati gembira setelah mengembalikan mangkok soto di warung depan.
**
Di kos an Gea segera bergegas membersihkan diri dan menunaikan kewajiban. Kemudian mencari ibu kos nya di ruang depan.
“Bu, Gea mau ijin buat menemani teman yang sedang sakit di Rumah sakit,“ kata Gea
“Kamu gak pulang nanti, sama siapa kamu? Saya bertanggung jawab pada kamu loh.” kata bu kos
“Ada bu nanti dia kesini jemput Gea,boleh ya bu?” tanya Gea tersenyum.
“Iya boleh, nanti kalau temanmu datang suruh menghadap ibu dulu,” kata ibu kos
Gea bersiap karena sudah hampir pukul 7 malam. Makan malam dulu yang sebelumnya sudah pesan online.Ya itu karena Gea belum sempat belanja alat dapur saja.
Tak lama suara motor Dev terdengar, Gea beranjak dari kamarnya.
“Dev mari masuk dulu kita ke ibu kos dulu pamitan,” Gea mengajak Dev ketemu ibu kos nya.
“Ini Dev bu, yang akan menemani Gea nanti di Rumah sakit menjaga teman kami,” kata Gea menjelaskan.
“Nak Dev, ibu percayakan kamu menjaga Gea. Jangan sampai terjadi apa apa pada nya . Ibu mempercayaimu,” kata bu kos tegas
“Iya bu, saya akan menjaga Gea. Kalau begitu kami pamit dulu bu, asslamualaikum,” ucap Dev.
Dev dan Gea berangkat ke Rumah sakit lagi. Kali ini sedikit membawa perlengkapan karena mereka akan menginap.
Tak sengaja disana dia berpapasan dengan Nisa teman Gea yang juga lagi menjenguk teman satu kos nya.
Nisa yang memang tidak suka dengan Gea menghampirinya.
“Hai, wah ... wah ... sudah ganti lagi pasangan rupanya. Memang dasar kamu ya, tidak cukupkah satu cowok saja
buatmu hah...” kata Nisa menatap tajam pada Gea.
Gea berhenti sebentar, kemudian mau melanjutkan jalan tanpa memperdulikan Nisa.Tapi dengan cepat Nisa meraih tangan Gea.
Dev yang melihatnya sangat geram.
“Heh ... kamu ini siapa? Datang bentak-bentak orang seenaknya. Ini Rumah sakit jangan buat keributan,” kata Dev meraih tangan Gea yang ditarik paksa oleh Nisa.
“Oo ... jadi sudah ada yang membela ya. Gea, pakai pelet apa kamu? Semua cowok bisa deket sama kamu hah ...” ucap Nisa sinis.
“Udah Dev jangan hiraukan! Sebaiknya kita cepat pergi dari sini!” kata Gea sambil berlalu dengan Dev.
Mereka berlalu tanpa menoleh pada Nisa yang terus melontarkan kata yang tidak enak pada Gea
“Sebenarnya dia siapa sih? Kog jahat banget sama kamu?” tanya Dev setelah berjalan agak jauh dari Nisa.
“Dia dulu sahabatku di desa. Kita bertiga bersahabat tapi entah kenapa sekarang dia begitu benci padaku. Padahal aku sudah menjelaskan kalau antara aku dan Dio hanya berteman tak lebih,” menjelaskan pada Dev
“Mungkin saja dia cemburu sama kamu atau cintanya ditolak sama temen kamu? he ... he ...”
“Entahlah, aku hanya tak ingin ada salah paham. Kita bertiga sudah dari kecil bersahabat, yah sudahlah gak usah dipikir ayo kita agak cepat takutnya Frans kelama an nunggu,”ucap Gea.
“Yah, sudah ada yang kangen nih ceritanya baru juga tadi siang ketemu he ... he ...”goda Dev.
**
Jangan lupa Live dan votenya ya..🌹🌹🌹
semangaat 🆙😍
semangaat🆙😍
semangat 🆙😍