Di Nikahi laki-laki dingin dan arogan, yang baru saja bertemu beberapa jam lalu? karena sebuah insiden, sepetinya mustahil. Akan tetapi itu terjadi kepada Crystal. Di selamatkan dan bawa pulang demi sebuah tanggung jawab. Ia malah dinikahi Nervan, karena untuk memenuhi janji pada sang Ibu yang baru saja sadar dari koma.
Bagaimana kisah bab demi bab yang memuat aksi kocak, menjengkelkan, menyedihkan, romantisme, hingga pertengkaran dan permusuhan, mari baca! Terima kasih.
MENDADAK MENIKAH KARENA SEBUAH JANJI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Cowok somplak.
"Iikkkhh.. dasar cowok somplak, ngeseliiinn! ganteng-gateng otaknya miring sebelah, awas saja jika kakiku sudah sembuh, tunggu pembalasan Cysa," gerutu Crystal dengan kesal.
Nervan mencoba mengakhiri tawanya! ia harus kembali ke rencana awal, tujuan Nervan membuat Crystal sadar adalah agar ia dapat menikahinya nanti malam.
Tadi Nervan sempat menelepon pengacara keluarga nya, menanyakan hukum perempuan ketika menikah dan orang tuanya tidak diketahui keberadaannya.
Menurut pengacara keluarga Nervan, bahwa wanita yang sudah berusia 21 tahun dapat menikah tanpa harus meminta Izin kepada orang tua terlebih dahulu jika orang tua jauh atau tidak ada, itu mengacu berdasarkan kepada undang-undang perkawinan.
"Ehem," deheman Nervan mengejutkan Crystal.
"Mas! membuat Aku terkejut saja! kamu sudah seperti hantu tahu! datang tak diundang pergi tak diantar, dasar cowok somplak," ucap Crystal menggerutu kesal.
"Enak saja, orang ganteng begini di samakan dengan hatu," tukas Nervan.
"Asal kamu tahu, Ini rumahku! kapanpun aku mau masuk bebas, tanpa harus permisi pada siapapun," ucap Nervan sedikit angkuh.
"Jhih..sombong!" ucap Crystal dengan ketus.
"Bagus dong! Orang sombong itu berarti hebat! jadi manusia itu perlu sombong, agar tidak mudah di tindas." ujar Nervan.
"Terserah, Lambe mu saja Mas! orang kurang waras mah, kalau bicara bebas, seenak giginya, yaiayalah orang gak mikir!" ucap Crystal Kembali dengan nada ejekan.
Sebetulnya ada sedikit rasa was-was dalam hatinya, takut Nervan marah dengan kata-kata nyeleneh nya baru saja.
"Heuh!" ujung bibir Nervan mengangkat membentuk cibiran. Lalu dengan santai nya ia duduk di sisi tempat tidur.
Crystal sedikit menarik diri ketika Nervan duduk di hadapan nya. "Kamu hendak berbuat apa Mas? jangan macam-macam, kamu yah," ucap Crystal sedikit waspada.
"Percaya diri sekali! gue gak tertarik dengan lo! ngapain macam-macam," ucap Nervan sinis.
"Halah dasar kucing! awalnya memang Munfik! ngaku tidak tertarik, jangan angkuh Mas bro!" dengus Crystal.
"Banyak bicara lo! dasar Anak kecil, atau sekalian saja gue cium, biar tahu ciuman maut gue!" ucap Nervan mendekatkan wajahnya pada wajah Crystal.
"Tidak!" plak, satu tamparan mendarat di pipi kiri Nervan.
"Awssshh.. heh Anak kecil! suka sekali menganiaya orang sih, pakai naplak wajah ganteng gue lagi," ucap Nervan sedikit sarkastik dengan mengelus pipinya dan menatap tajam Crystal.
"Biarkan. Orang yang kurang ajar memang harus di aniaya," ucap Crystal. "Dan satu lagi! jangan panggil Aku Anak kecil, aku bukan Anak-anak!" hardik nya dengan kesal.
"Hufff..terserah! gue gak mau berdebat lagi dengan Anak kecil macam lo! gue ke sini, mempunyai penawaran bagus untuk lo!" ucap nervan
"Penawaran macam apa?" tanya Crystal.
"Penawaran makan! lo ingin makan, kan?" tanya Nervan. "Tapi tidak gratis," ucap Nervan kembali dengan nada serius.
"Baik! aku memiliki uang untuk membayar nya! katakan berapa yang harus ku bayar satu kali makan di rumah ini? dan sekalian saja tarif menginap hingga aku sembuh dan dapat pergi dari tempat ini," tantang Crystal.
"Bukan di bayar dengan nominal, tapi dengan sebuah syarat!" seru Nervan dengan tatapan yang tajam.
Crystal terdiam sejenak, memang betul saat ini ia merasa lapar sekali. Namun apakah penawarannya syarat dari Nervan akan merugikan atau sebaliknya? Crystal tidak dapat berpikir jernih dengan perut kosong.
"Baik! syarat apakah itu?" tanya Crystal.
"Nanti gue sampaikan syaratnya setelah lo makan," jawab Nervan.
"Mengapa, tidak sekarang saja?" tanya Crystal kembali.
"Tidak! nanti saja, kalau gue memberitahukan sekarang, pasti lo menolak," jawab Nervan kembali dengan santainya.
"Memang apa sih?" Crystal masihpun penasaran.
"Sudahlah, nanti lo akan tahu! gue tahu lo tuh Anak kecil yang mengesalkan, jika gue beri syarat saat ini, bisa saja setelah makan lo kabur begitu saja!" ucap Nervan.
"Huh dasar diktator," ucap Crystal makin kesal, ia menatap Nervana dengan tatapan yang tajam dan sinis.
"Baiklah, karena elo masih sakit, maka gue berikan pengecualian untuk dapat makan dikamar ini, gue akan menunggu lo makan di sini agar gue dapat langsung memberikan syarat setelah lo selesai makan! tenang saja, syaratnya mudah koq dan gue pastikan syarat ini menguntungkan untuk lo!" ujar Nervan.
"Hmmm...Baik," tukas Crystal.
Kini di antara mereka hening. Tak berapa lama makanan untuk Crystal pun tiba, seorang Art yang membawakan.
Makanan itu berada di atas nampan, lalu Art itu menyodorkannya ke dekat Crystal.
Crystal yang melihat makanan itu menelan ludah karena betul-betul lapar, namun ia ragu untuk menyentuhnya.
"Hai makan, tunggu apa lagi? Jangan mengulur waktu ya, nanti keburu malam," ucap Nervan.
"Memangnya kenapa?" tanya Crystal.
"Sudah! makan saja, jangan banyak tanya, atau makanan ini, gue bawa balik lagi ke dapur," Ancaman Nervan.
"J-jangan! baiklah Aku makan, jangan galak-galak kenapa!" tukas Crystal sembari menggerutu.
Nervan tidak bicara, ia hanyalah menatap Crystal dengan tatapan tajam dan dingin. Sesekali Crystal mencuri pandang lalu ia tertunduk sembari mengunyah makanan nya pelan.
Setelah Crystal selesai makan dan sisa-sisa makanan yang sudah dirapihkan oleh Art rumah itu, maka kini saatnya Nervan melancarkan rencananya.
"Baiklah, sudah selesai makan. Jadi sudah kenyang kan? gua yakin pikiran lo sudah sedikit jernih lah!" ujar Nervan.
"Iya, Lalu?" tanya Crystal singkat, dari tadi memperhatikan waja Nervan yang seperti es batu itu, ia merasa kesal.
"Lalu! saat ini saatnya kita bicarakan syarat yang akan gue ajukan setelah lo selesai makan! dan lo sudah menyetujuinya," ucap Nervan.
"Baiklah, katakan!" tantang Crystal.
"Syaratnya adalah, lo harus MENIKAH dengan gue malam ini," ucap Nervan dengan percaya diri dan tanpa basa-basi.
"Uhuk...Uhuk..Haa! Apa menikah? tanya Crystal. Ia tersedak dengan cairan di mulutnya sendiri karena terkejut.
"Iya Nikah. Kita akan menikah malam ini juga! dan nanti akan menyusul segala perjanjian dalam pernikahan kita, tentunya aku tidak akan merugikan mu!" seru Nervan.
"Kita tidak punya ikatan apapun, mana mungkin menikah! Aku tidak mau!" balas Crystal dengan tegas.
"Untuk apa ikatan, kalau toh nantinya putus juga dan kalau lo enggak mau, kembalian lagi makanan yang sudah lo makan. Ingat! secara utuh! dan lo pergi dari sini sekarang juga," ancam Nervan.
"Baik, Aku akan mengembalikan nya dan aku akan pergi sekarang juga, dasar cowok somplak, hobby nya menindas orang yang sedang kesulitan," ucap Crystal dengan pandangan yang jutek.
Crystal meraih tas punggung kecil nya, lalu ia merogoh sejumlah uang dan ia lemparkan begitu saja di atas kasur.
"Tuh, aku kembalikan makanan yang telah ku makan dan sisanya uang sewa kamar ini, serta biaya perawatan ku hari ini," ucap Crystal sarkastik dan ia tatap wajah Nervan dengan berani.
"Gue tidak butuh uang! yang gue ingin, kembalikan makanan tadi dengan utuh tanpa kurang satu apapun," ucap Nervan. Terkesan menekan Crystal.
"Gak waras kamu ya Mas! mana bisa makanan yang sudah di dalam perut di kembalikan dengan utuh," teriak Crystal.
"Walah, nih Anak kecil pemberani juga. Ternyata sebuah ancaman tidak mempan untuk nya! bisa gagal rencana gue, waktu sudah semakin mepet lagi. Adduhh harus dengan cara apa menaklukkan Anak kecil ini?" batin Nervan.
Bersambung....
tlng tmn" bantu cari kejelekan sifat papi harsyal yaaa...
truma apa itu...lagian cysa juga sprti perempuan murahan...sangat mudah di tipu dgn kata" rayuan evan...keenakan evan...cuna segitu aja penolakan cysa...
terserah lah thor...
hahaha....emang enak di cuekin lu van...hahaha
ini kejahatan..kok bisa sih...
hadddeeeeeuuh
ga apa" cysa,nti ada saatnya kamu bls perbuatan evan...sabaaar