NovelToon NovelToon
My Little Bride

My Little Bride

Status: tamat
Genre:Contest / Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:700.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jesslyn Kim

Benar kata pepatah jika jodoh maut dan rezeki sudah ada yang mengatur. Ada orang yang bertahun-tahun pacaran tapi hanya jadi tamu undangan ada pula yang datang niat jadi tamu undangan eh malah di minta menggantikan calon memepelai.

Di dunia ini tidak ada yang kebetulan.

Siapa sangka Alin harus mendadak menikah dengan Keenan Pria yang 14 tahun lebih tua darinya.

Dan di saat benih-benih cinta sudah mulai tumbuh diantara mereka siapa sangka sang mantan datang kembali dalam kehidupan Keenan. Akankah pernikahan mereka berakhir bahagia? Atau Keenan akan kembali ke pelukan sang mantan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesslyn Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar mengenai Laura

Kita adalah dua orang yang sama-sama berjuang, bedanya aku memperjuangkan mu sedangkan kamu memperjuangkan dia.

Hari ini hari pertama Alin masuk Perguruan Tinggi. Alin begitu bersemangat dia tidak pernah menyangka akan menjadi seorang Mahasiswi di salah satu Universitas impiannya apalagi setelah 2 kali gagal mengikuti test.

Sementara bagi Keenan mulai hari ini sepertinya dia menjalankan aktivitas baru yaitu mengantar Alin ke Kampus karena kebetulan tempat Alin kuliah satu arah dengan tempat kerjanya.

Dan di rumah baru mereka kini sudah ada dua orang asisten rumah tangga yang akan membantu mengurus rumah karena Alin belum bisa mengurus rumah dan memasak sementara Keenan akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Satu ART di ambil dari rumah utama Keenan dan satu ART baru yang di ambil dari salah satu yayasan penyalur.

Sepanjang perjalanan ke kampus tak henti Alin mengembangkan senyumannya. Dia sudah membayangkan bagaimana terkejut teman-temannya melihat dia di sana nanti.

"Sesenang itu kamu?" tanya Keenan heran melihat sebegitu senangnya Alin.

"Iya lah bukan senang lagi, tapi senang banget."

Tiba-tiba ponsel Keenan berbunyi tanda panggilan masuk. Keenan menepikan mobilnya untuk menerima panggilan tersebut.

"Hallo! Sudah ada kabar mengenai Laura? oke tunggu sebentar lagi kesana," Keenan mengakhiri panggilannya.

Entah kenapa Alin merasa tidak senang mendengar kabar kalau Laura sudah di temukan keberadaanya. "Tante Laura sudah kembali?" tanya Alin penasaran.

"Saya sudah bilang jangan ikut campur urusan pribadi saya."

"Yaelaah cuman nanya doang," Kesal Alin.

Mobil Keenan telah sampai di depan gerbang Kampus namun, Alin tak kunjung turun .

"Gak turun?"

Kemudian Alin mengulurkan tangannya. Membuat Keenan bingung.

"Ada apa?" tanya Keenan bingung

"Alin cuman mau cium tangan mas Ken," jawab Alin meraih tanga Keenan kemudian menciumnya. "Alin sudah terbiasa cium tangan ayah saat turun dari mobil." saat hendak turun dari mobil kemudian Alin kembali mengulurkan tangannya lagi.

"Mau cium tangan lagi?"

"Ya enggak lah.. Alin mau minta uang jajan, masa Alin nanti makan angin di kampus."

"Astaga! saya lupa," Kemudian Keenan membuka dompet dan mengambil beberapa lembar pecahan 50 ribuan. "Segini cukup?," tanya nya memberikan uang itu kepada Alin.

"Kalau mau di tambah juga Alin gak nolak," jawab Alin cengengesan.

Kemudian Keenan kembali mengambil beberapa lembar uang lagi dan memberikannya kepada Alin. "Belajar yang bener," Keenan mengacak poni Alin.

Pipi Alin seketika merona, Ini baru pertama kali Keenan menyentuhnya walaupun cuman sebatas mengacak poni. "Iya, Alin masuk dulu ya," pamitnya kemudian turun dari mobil, jantung Alin berdetak dengan cepat, pipinya merah merona.

"Selamat pagi," Alin menyapa teman-temannya yang sedang berkumpul menunggu Farrel yang belum datang.

"Aliinn," teriak Della kemudian segera menghambur kedalam pelukan Alin.

"Ngapain lo di sini Lin?," tanya Reno heran bukannya dia senang hanya saja sedikit penasaran.

Alin merasa sebal mendengar pertanyaan macam itu, "Kuliah lah masa mau maen lenong."

"Hahha jangan-jangan ini anak stress gara-gara gak di terima," ledek Rizal.

"Serius Lin?" tanya Della terkejut.

"Serius lah masa bohong," jawab Alin mengibaskan rambutnya kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari dalam dompetnya, "Tadaaa!" Alin memamerkan sebuah kartu.

"KTM?" tanya mereka bertiga kompak.

"Serius ini KTM? kita yang sudah ikut ospek aja belum dapet," Della mengambil KTM dari tangan Alin kemudian membolak-balikan kartu tersebut untuk mengecek keasliannya.

Alin segera mengambil kartunya. "Sini ah nanti luntur ini kan jalur VIP," ucap Alin memasukan kembali kartunya.

"Sombong amat lo," celetuk Reno.

***

Keenan tampak tergesa-gesa memasuki kantor Sean. setelah mendapatkan panggilan dari Sean tadi hatinya merasa tidak tenang dan ingin segera mengetahui dimana keberadaan Laura sekarang.

"Jadi Laura di mana?" tanya Keenan tak sabar begitu masuki ruangan Sean.

"Gak ada basa-basinya sama sekali sih lo," sindir Sean.

"Gue gak butuh basa-basi, yang gue butuh kabar tentang keberadaan Laura."

"Duduk dulu lah, kita ngopi dulu," ajak Sean yang sudah membuatkan satu cangkir kopi untuk Keenan.

"Gue dapat kabar kalau Laura sedang berada di salah satu Rumah sakit di Singapura," Jawab Sean sambil menyesap kopi nya.

"Rumah sakit? apa Laura sakit?" tanya Keenan cemas.

"Gue belum tahu pasti, anak buah gue masih cari info. Apa Laura punya penyakit kronis?" selidik Sean.

Keenan menggeleng, "Dia tidak pernah mengeluh apapun selama ini, dan selama ini dia kelihatan sehat-sehat saja."

"Mungkin dia operasi plastik," Sean terkekeh.

"Gak mungkin, pokoknya lo selidikin terus sampai semua jelas," pinta Keenan.

"Lo tenang aja."

"Gak sia-sia gue punya sahabat seorang agen rahasia," Keenan menepuk pundak Sean.

***

"Del, rasanya jatuh cinta itu kaya gimana sih?" tanya Alin polos saat makan siang di Kantin.

"Ya gitu deh.. pokoknya susah di jelaskan dengan kata-kata," jawab Della yang masih sibuk mengaduk makanan di depannya.

"Ya kasih gambaran gitu biar gue tau, ayolah mumpung trio pembuat onar belum kesini" desak Alin.

"Emang lo jatuh cinta sama siapa sih? jangan-jangan sama Farrel ya?," Della kepo.

"Ih bukan sama siapa-siapa, gue cuman mau tau aja. cepetan kasih tau," Alin mulai kesal.

"Jatuh cinta itu... ya sakit lah namanya juga jatuh hahhahha," ledek Della.

"Gak asyik lo," Alin merajuk.

"Ni ya kalau lo jatuh cinta sama seseorang saat tutup mata yang ada di pikiran lo cuman dia, jantung lo berdekat dengan kencang saat bersamanya, tarus lo bakalan ngerasa kangen kalau jauh sama dia," tutur Della.

"Apa iya? Gue dulu tiap kali ketemu pak Somad guru Matematika jantung gue berdebar dengan kencang. apa gue jatuh cinta sama Pak Somad?"

"Beda dong kalo itu.. makanya lo jangan kelamaam jomblo deh," ledek Della belum tahu aja kalau ratu jomblo yang di ledekinya itu ternyata sudah menikah.

"Kalau gitu gue gak mau jatuh cinta ah,"

"Jangan-jangan lo gak normal lagi?" selidik Della.

"Sembarangan aja lo, kan lo bilang jatuh itu sakit makanya gue gak mau jatuh cinta tapi gue mau membangun cinta," ucap Alin dengan bangga nya.

"Eehh bisa aja lo centong nasi,"

***

"Lin mau pulang bareng gak?" tawar Farrel.

Alin merasa bingung Keenan juga tidak bilang mau jemput atau tidak, dan lebih parahnya lagi ternyata pasangan suami istri itu belum bertukar nomer ponsel. Dan di sisi lain Alin juga perlu membawa beberapa barang yang belum sempat dia bawa dari rumahnya.

"Emmm boleh deh Rel," jawab Alin

"Oh iya beberapa hari ini gue gak pernah liat lo di rumah," tanya Farrel penasaran.

"Lo mata-matain gue ya?"

"Gak ada kerjaan banget, itu anak-anak komplek pada nanyain lo," Farrel mengelak padahal sebenarnya memang benar dia sengaja lewat depan rumah Alin hanya untuk melihat gadis itu.

"Hahaha iya gue kan sibuk buat persiapan masuk kuliah," jawab Alin bohong, Alin hanya belum siap kalau teman-temannya tahu tentang statusnya sekarang nanti jika sudah saatnya dia akan jujur.

"Yaudah ayo pulang," Farrel memasangkan helm pada Alin kemudian mereka pulang berboncengan dan ternyata pemandangan itu di saksikan oleh Keenan yang sedari tadi melihat mereka di balik kaca mobilnya.

.

.

.

.

.

Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan vote...

1
Deera__
astaga dikate pelajaran apa🤣🤣🤣
Deera__
astaga bengeeekkk ku kira benar Randy mau merried wkwkwwk assseemm prankk rupanya adiknya yg nikah🤣🤣🤣🤣😭
Deera__
buang jauh gengsimu untuk saat ini. nyawa istri dan calon anakmu dalam bahaya intaian musuhmu yaitu si Jule julehah alias Julia /Speechless//Speechless/
Deera__
positif hamil dong /Chuckle//Casual/
Deera__
astaga Tumpahwhere lebih berharga dibanding cucu🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
setidaknya mencoba bertahan, berjuang dan berusaha.. belajar ikhlas dan Ridho menerima apa yg sudh digariskan Tuhan. selanjutkan kita pasrahkan ke Tuhan. semangat Alin 😘😘
Deera__
itu sakit tak berdarah. berujung lelah tiada arah dan henti.
Deera__
astaga sungguh memalukan kekonyolanmu Alin 🤣🤣🤣🤣🤣 😭
Deera__
sederhana tapi bermakna dalam.
Deera__
Assalamu'alaikum .. Hay Salken Thor dri pembaca barumu ini.. izin kepo mau baca karyamu ini yaa.. salam hangat dan happy Day. /Hey//Hey//Smile//Smile//Pray/
Author abal-abal: waalaikumsalam. Hai, salam kenal juga kak. semoga suka ya, mohon maaf masih banyak kekurangan 🤗
total 1 replies
Umi Syafaah
Luar biasa
Cici Fatima
luar biasa
✨ Rydha ✨
cerita nya seruuu...
bhunshin
🤣🤣🤣untung cuma mie yg keluar dari lubang hidung bukan sendoknya🤣🤣🤣
bhunshin
aku ketinggalan bacanya GPP dah seru kayanya trus visualnya kg ngecewain cocok bgt unyu²
Surati
bagus
Surati
bagus
efvi ulyaniek
kdnan nih yah bikin gemes deh....lingin ta cokot aja bikin sakit hati aja sukanya
efvi ulyaniek
kenan u terlalu sibuk ngurusin oramg lain...gimana sakit kan tau istrimu diurusin sama orang lain dimanjain dikasih buket dll...makanya fokus ma istri
efvi ulyaniek
duh knp ga cari sekertaris laki aja sih...kasus mulu si kenan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!