Ibrahim Adlan baru menyadari telah jatuh cinta pada Najwa aulia,di saat gadis itu sudah di persunting oleh kakak sepupunya sendiri yang bernama Irfan Zidni.
Mempercepat keberangkatannya untuk melanjutkan study ke Ummul-Quro adalah langkah yang di tempuh oleh Ibrahim Adlan untuk menghindari pernikahan gadis yang di cintainya begitu dalam itu.
Disaat,Ibrahim Adlan sudah memiliki kemantapan hati untuk melupakan perasaannya setelah dua tahun berlalu,ia mendapat kabar kalau Irfan Zidni meninggal karna sebuah kecelakaan.Bukannya pulang untuk meraih kembali cintanya,Ibrahim Adlan justru menyerahkan perjalanan cintanya pada kehendak Taqdir.
Saat ia pulang dua tahun kemudian,keluarganya menjodohkannya dengan Aisha,gadis cantik yang sepadan dengannya.yakni sama-sama anak Kyai pemilik pesantren.Di saat yang sama ia juga kembali bertemu dengan Najwa Aulia yang masih di cintainya tanpa jeda.
Siapakah kemudian yang akan di pilih oleh Ibrahim Adlan.Apakah Aisha yang telah di anggapnya sebagai adik,ataukah Najwa yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengannya,yang mungkin tidak akan di setujui orang tuanya..
Untuk tau jawabannya,simak ceritanya yukk..
ENGKAULAH TAQDIRKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Engkaulah Taqdirku 8
Setengah jam sebelum acara di mulai,seluruh peserta di wajibkan untuk sudah memasuki gedung aula dan menempati tempat duduk yang sudah di sediakan.
Dan sebelum memasuki aula,semua di wajibkan untuk menyerahkan kartu dan mengisi daftar hadir,seperti yang saat ini tengah di lakukan oleh Najwa Aulia dan Kamila.
Setelah hampir lima belas menit mengantri,Najwa Aulia pun mendapatkan gilirannya,namun belum lima menit ia sudah menyisih memberi ruang pada Kamila yang berdiri di belakangnya untuk mendapatkan gilirannya.
"Kenapa"? Kamila dapat melihat raut kecewa di wajah ayu temannya itu.
"Aku di tolak".sahutnya lesu.
"Alasannya?". Kamila menatap serius.
"Kartu-ku tertukar".
"Tertukar gimana"?
Najwa memberikan kartu anggota yang di pegangnya pada Kamila,di sana jelas tertera nama Ibrahim Adlan Fanani.
"Lho kok bisa"??
Najwa hanya menggeleng lesu.Sesaat ia kembali merutuki keteledorannya ketika tak memeriksa dengan jeli kartu yang di terimanya dua hari yang lalu dari Ust Fadil itu.
Kamila masih ingin menyuarakan keheranannya,ketika seorang petugas segera menginterupsinya
"Mbak..gilirannya!!". Sementara beberapa orang di belakangnya sudah mulai protes karna Kamila terlihat masih mengobrol.
Najwa Aulia segera menyisih,ia melangkah gontai ke arah sebuah kursi kayu tak jauh dari pintu masuk dan mendudukkan dirinya di sana.
Sesaat kemudian Kamila berseru memanggilnya.
"Najwa!!"
Gadis ayu itu menoleh.Kamila memberi isyarat untuk masuk lebih dulu ke dalam aula,karna bagi yang sudah mengisi daftar hadir di wajibkan untuk segera masuk ruangan.
Najwa Aulia mengangguk menyilahkan.
Ust Fadil juga sudah masuk disaat keduanya masih mengantri.Andai saja rekan guru seniornya itu masih di luar mungkin ia bisa minta tolong untuk memberitau kan Ibrahim Adlan bahwa kartunya tertukar.
Tapi dimana pemuda tampan putra mahkota Al Falah itu sekarang .Sampai saat ini ia belum menampakkan dirinya.Ia tadi menolak untuk berangkat bersama dengan mobil yayasan.Ia bilang akan segera menyusul di karenakan masih ada sesuatu hal.
Tapi sampai saat ini Ibrahim Adlan masih belum kelihatan.Bagaimana jika pemuda tampan itu tidak hadir,pasti Najwa Aulia bakalan duduk saja di luar ruangan itu selama acara berlangsung.
Gadis ayu itu menarik nafas dalam dalam, berusaha untuk tenang.mungkin sebentar lagi ra adlan akan datang.batinnya berharap,seraya melirik jam tangannya.Sepuluh menit sudah ia duduk.Dan ia tetap duduk hingga menit demi menit tlah berlalu.
"Ma'af Mbak,kenapa Mbak belum masuk"?? seorang petugas menghampirinya dan bertanya sopan.
Najwa menatap sekeliling.Astaga. Ternyata sudah sepi hanya tinggal beberapa petugas saja yang ada di luar ruangan.Dapat di pastikan kalau semua peserta sudah ada di dalam terkecuali dirinya.
"Ahh iya..saya masih menunggu seseorang"..gadis itu berkata di buat setenang mungkin
"Seseorang"??
"Maksud saya,saya sedang menunggu teman".
"Peserta juga"?
"Ia".
"Acaranya akan di mulai lima belas menit lagi Mbak".
"Ia..mungkin sebentar lagi dia datang".
Petugas itu sejenak diam namun lalu mengangguk dan berlalu.Najwa menghela nafas..ia menundukkan wajahnya.Pikirannya mulai kacau.
"Najwa". terdengar sapaan yang sangat dekat.Gadis ayu itu menoleh dan sontak berdiri.Ia ingin bersorak saja rasanya mendapatkan pemuda yang tengah di tunggunya itu kini berdiri di dekatnya.
"Kenapa di luar?"
"Nunggu jennengan".
"Kartunya ya?..aku juga baru tau kalau kartu kita tertukar saat kalian sudah berangkat".pemuda tampan itu sedikit menjelaskan.
"Apa kamu di tolak masuk?" ia masih bertanya dengan tersenyum tipis.
Najwa Aulia hanya mengangguk saja.
"Maaf ya"..kini senyum itu tercetak jelas di wajah indah nya.Najwa kembali mengangguk dan segera menunduk.
Ibrahim Adlan memberi isyarat dengan tangannya.
Keduanya bergegas ke arah petugas pintu masuk yang segera meminta kartunya.Najwa memberikan kartu yang di pegangnya.Petugas nampak melongo,Ibrahim Adlan segera memberikan kartu ditangannya.Keduanya memang belum sempat menukar kartunya tadi.
"Kartu Mbak nya,Mas yang pegang,kartu Mas nya,Mbak yang pegang,.."petugas itu tersenyum
"Pasangan ya?"tanya nya .
Najwa hendak menjawab namun.
"Ia". Ibrahim Adlan menjawab singkat.
Najwa segera menoleh menatapnya.
"Pasangan terakhir yang masuk ke dalam aula." kata Ibrahim Adlan lirih seraya menatap gadis ayu itu.
Setelah sama-sama mengisi daftar hadir,keduanya di persilahkan masuk .
****
Arkhanza Shiddiqi Audani,putra sulung kyai pengasuh pesantren Al Mufti.pria berusia sekitar tiga puluh tahun itu nampak begitu tampan dan berwibawa.
Ia tampil memberikan sambutan atas nama pesantren Al mufti,selaku pelaksana work shop.
Dalam sambutannya,ia cukup menjelaskan tentang
beberapa poin poin penting pelaksanaan workshop
seperti yang sudah di ketahui bersama,di antaranya
-Penjelasan tentang tujuan pelaksanaan kegiatan
yang ingin di capai.
-Perumusan berbagai macam masalah pokok yang
ingin di bahas dalam acara.
-Penentuan prosedur teknis pemecahan masalah yang akan di gunakan.
-Pengupasan masalah oleh dua orang pembicara ahli
di bidangnya.yaitu;Bapak Hadi Kusuma Phd.dari dinas
pendidikan.dan kedua.Ust Marzuki Toif Mpd,salah satu pengurus dari pondok modern Gontor,dari bagian ke-pesantrenan.
Di akhir sambutannya,Mas Shiddiqi Audani,demikian para santri Al Mufti menyebut,sedikit berbicara pula mengenai beberapa metode pendidikan pesantren.
Di antaranya,tentang pelajaran yang di ajarkan yang bersifat aplikatif,dalam arti harus di terjemahkan dalam perbuatan dan amal sehari-hari.
Yakni kebersamaan antara teori dan prakteknya,yang
demikian pula di harapkan dan atau menjadi tujuan
dari pelaksanaan workshop kali ini.
"Mengutip sebuah pendapat",..demikian ucapannya lagi.."proses pembelajaran merupakan kegiatan
yang komplek,maka hampir tidak mungkin untuk
menunjukkan dan menyimpulkan bahwa suatu metode tertentu lebih unggul dari pada metode yang lain dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran"..
"Namun ini,adalah bentuk ikhtiar kami,yang senantiasa bercita-cita memberikan pendidikan terbaik dengan metode yang tepat.Agar pengetahuan yang di sampaikan dapat di terima dengan mudah dan membekas dengan piagam bernama manfaat dalam diri anak didik sekalian"".
"Dan tak dapat di pungkiri,bahwa pendidik yang paling tepat dan paling hebat adalah Allah SWT,maka kepadaNYA kami mohon petunjuk dan pertolongan.
semoga Ia meridhoi apa yang kami dan kita semua lakukan,sehingga tercatat menjadi amal sholih.
amin."..
Dan kata aminn pun menggema di dalam aula.Setelah kembali mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dan peserta,Shiddiqi Audani mengahiri sambutannya dengan salam.Yang kemudian di jawab serempak oleh semuanya,seolah
mengisyaratkan bahwa,semuanya menyetujui segala apa yang di sampaikan putra tampan Al -Mufti itu.
"Luar biasa"..terdengar seorang wanita yang duduk tak jauh di samping Kamila berkata lirih pada teman di sampingnya.
"Apanya"?
"Sambutannya".
"Lebih luar biasa lagi ketampanannya".wanita di sampingnya itu menjawab.
"Jangan bilang kau terpesona"!!
"Sepertinya ..sihh..sangat terpesona"..
"Selamat..kau akan segera patah hati".temannya itu berkata dengan terkekeh.
"Kenapa?"
"Mas Shiddiqi Audani itu sudah punya istri".
"Haa??seriusan??"
"Ia.ning Karimah Aizza.putra Kyai dari Serang Banten.Sangat cantik.Keduanya pasangan yang sangat serasi."
"Aaaa"gadis itu memukul mukul jidatnya.
Kamila yang mendengar itu terkekeh.ternyata bukan cuma aku yang mengalami keterpesonaan pada putra kyai pengasuh pesantren..batinnya..
"jangan jangan nasibku bakal sama dengan wanita ini,sama sama patah hati" Kamila berdecak sendiri.
namun sesaat kemudian ia segera fokus mengikuti jalannya acara.
_______________________
kisah tentang Achmad arkhanza shiddiqi audani,
Azalia arika dan karimah aizza..publish di aplikasi orange..
nangiss bombay malam2 😭😭