Setelah menikah dengan Silas Crane, Nara Aeris mulai merasakan kebosanan. Hidupnya hanya dipenuhi dengan berbaring, makan, dan menghabiskan uang suaminya.
Tapi ternyata itu cuman bertahan beberapa hari.
Sejak sebuah sistem informasi harian yang bernama Lyra, tiba-tiba muncul di atas kepalanya dan memberikan satu informasi setiap hari. Hidupnya tidak jadi membosankan!
Hari-hari dipenuhi gosip menyenangkan.
【 Ketua Cabang Grup Ardent diam-diam memindahkan tiga puluh miliar sebelum menandatangani surat perceraian. 】
【 Pewaris keluarga Rothwell menikahi sekretarisnya secara diam-diam. 】
Mata Nara berbinar.
"Bukankah gosip seperti ini terlalu menyenangkan?"
Karena Nara Aeris suka berbagi, ia akan selalu melakukan siaran langsung untuk berbagi kepada para penggemarnya. Tentu saja! Gosip bagus harus dibagikan.
Internet mulai macet akibat tingkah laku Nara, dan dia dijuluki Ratu Gosip.
Let's Start The Story!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ly-Ra?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 8 Penggelapan Dana 30 Milliar?
Mira Laurent yang berdiri di sampingnya ikut masuk ke dalam bingkai kamera. Begitu saja terlihat, komentar penonton kembali bergerak cepat.
( Eh? Ada wanita cantik lainnya! )
( Halo Kak Mira, masih cantik aja. Sayang sekali jadi agen. )
( Kak Mira apa kabar? Apakah kamu sudah lelah menghadapi tingkah laku Nara? )
Mira melirik Nara sekilas, lalu menjawab dengan tenang, "Saya rasa kalian bisa menebak sendiri."
Nara langsung menoleh ke arah Mira dengan rasa curiga. "Ada apa dengan tatapanmu!"
"Aku tidak melihat apa-apa." Mira menatap Nara dengan wajah polosnya.
Nara mendengus kesal. Jelas-jelas wanita itu sedang menyindirnya, masih berani berpura-pura tidak tahu apa-apa!
Melihat interaksi mereka yang begitu lucu, para penonton terhibur.
( HAHAHA, KAK MIRA TIDAK PERLU MENJAWAB PANJANG LEBAR! )
( Dari tatapannya saja aku sudah tahu jawabannya. )
( Aku mengerti sekarang kenapa Kak Mira, jadi agennya Kak Nara. Hahaha )
( Kak Nara, tolong jangan menyusahkan agenmu terus-menerus! )
Nara menyipitkan mata, lalu menatap cemburu kearah kamera. "Kalian ini penggemarku atau penggemar Kak Mira, sih? Kenapa semua membelanya?"
( Karena Kak Mira terlihat lebih masuk akal. )
( Kak Mira. Kalau kamu ingin berganti pekerjaan, silakan hubungi aku. Aku siap mendukungmu! )
Nara terdiam selama lima detik, seolah sedang berusaha mencerna pengkhianatan yang baru saja dialaminya. Sementara itu, Mira yang berada di sampingnya sudah tertawa melihat ekspresi Nara yang begitu dramatis.
"Baiklah, baiklah." Nara akhirnya menyerah, sambil menatap layar dengan ekspresi pasrah. "Salahkan aku yang terlalu memanjakan kalian, aku mengaku salah. Puas sekarang?"
Mira tertawa semakin lepas, sedangkan kolom komentar kembali dipenuhi deretan tawa dan emotikon.
Tidak lama kemudian, Nara dan Mira akhirnya tiba di area parkir bawah tanah.
Nara masih sibuk membaca komentar penonton sambil berjalan. Sesekali, dia bahkan tertawa sendiri melihat beberapa komentar lucu, dan juga menyuruhnya belajar menjadi artis yang patuh.
"Lucu sekali. Kalian benar-benar tidak punya hati," gumam Nara sambil menggelengkan kepala.
Mira Laurent melirik layar ponselnya. "Kamu masih membicarakan itu?"
"Tentu saja! Ini masalah harga diriku sebagai seorang artis." Nara mengangkat dagunya dengan bangga, lalu mengarahkan kamera ke wajahnya. "Semuanya, ingat baik-baik. Kalian boleh mengkritik aktingku, boleh mengkritik penampilanku, tetapi jangan pernah meragukan pesonaku!"
Kolom komentar langsung meledak.
( Kak, siapa yang meragukan pesonamu? Kami hanya meragukan kewarasanmu. )
( HAHAHAHA )
( Pesona dan penampilan Nara jelas nomor satu, Silas Crane aja tersihir sama dia. )
( Tolong, aku sedang makan! Jangan membuatku tersedak! )
Nara Aeris menarik napas panjang, lalu menatap Mira Laurent dengan ekspresi terluka. "Lihat? Mereka semakin berani sekarang."
"Menurutku, mereka hanya semakin mengenalmu," jawab Mira tanpa beban.
Nara Aeris segera memalingkan wajah. "Aku tidak ingin berbicara denganmu lagi."
"Baiklah."
"Jangan menjawab secepat itu!"
Mira kembali tertawa. Dia sudah terlalu terbiasa menghadapi tingkah laku Nara sehingga tidak merasa perlu membela diri. Bagaimanapun, selama bertahun-tahun menjadi agen wanita itu, kesabarannya sudah meningkat ke tingkat yang bahkan tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
Setelah berjalan beberapa lusin langkah, mereka akhirnya sampai di dekat mobil yang terparkir jauh dari pintu keluar, bahkan hampir masuk area parkir dalam.
Banyak pengguna kendaraan tidak mau parkir di area dalam, itu sangat memakan waktu untuk berjalan dari pintu parkir ke area dalam, sangat tidak praktis bagi mereka.
Karena tidak mau repot-repot mencari tempat parkir, Mira terpaksa parkir dekat area dalam. Lagipula di sana agak longgar.
Nara membenarkan posisi tasnya sejenak. Setelah itu, dia berjalan menuju pintu penumpang, berniat segera masuk ke mobil, dan makan-makan seperti yang dijanjikan Mira.
Namun, tepat ketika tangannya hendak menyentuh gagang pintu mobil, sebuah suara amarah tiba-tiba terdengar dari arah lain.
"Pokoknya, uang itu harus dipindahkan secepat mungkin. Aku tidak mau Lydia mendapatkan satu sen pun dari tiga puluh milliar itu!"
Langkah Nara Aeris mendadak berhenti.
Mira yang sudah berada di dekat pintu mobil itu berhenti, ketika melihat tingkah aneh Nara Aeris.
"Nara?"
Nara tidak langsung menjawab. Ia memiringkan kepala sedikit, berusaha memastikan bahwa dirinya tidak salah dengar.
Suara itu kembali terdengar, kali ini lebih jelas dan terasa familiar.
"Jangan bertindak bodoh. Kalau pengacaranya menemukan aset bersama itu sebelum proses perceraian selesai, aku tidak akan bisa menyelamatkan uang tersebut. Pindahkan melalui perusahaan perantara seperti yang sudah kita bicarakan. Aku tidak peduli bagaimana caramu melakukannya."
Mata Nara Aeris membesar.
Ethan Hale.
Dunia ini benar-benar sempit untuk bertemu pria bajingan seperti dia, apakah pepatah itu benar. Selalu bertemu musuh di jalan? Hah, merepotkan.
Pada saat bersamaan, sebuah panel informasi muncul di hadapan Nara.
[ Sistem Informasi Harian — Lyra ]
[ Informasi Harian #2 ]
[ Jenis : Informasi Keuangan ]
[ Ethan Hale, mantan ketua cabang Ardent Group. Sedang berusaha menyembunyikan aset bersama bernilai 30 milliar, dari Lydia Ardent selama proses perceraian mereka. Ia tengah mengatur pemindahan dana melalui perusahaan perantara, agar aset tersebut tidak tercatat dalam pembagian harta bersama. ]
Nara Aeris menatap panel itu selama beberapa detik, lalu menarik napas dalam. Oh tidak, informasi ini walaupun tidak terlalu detail tapi akurat.
Sebenarnya Nara sedikit penasaran dengan sistem ini, dia datang lalu pergi sesuka hati. Kemarin dia mencoba memunculkan sistem tapi tidak merespon, sistem ini memberikan satu informasi lalu langsung menghilang saja . Apakah seperti satu informasi satu hari? Kalau seperti itu, sepertinya sistem ini tidak terlalu mahakuasa.
Setelah berpikir sejenak tentang sistem Lyra, Nara kembali memusatkan perhatian pada Ethan Hale.
Nara segera menurunkan ponselnya sedikit, menarik lengan Mira dan memberi isyarat untuk diam.
Mira yang memiliki pemahaman diam-diam dengan artisnya menurut, lagipula dia sudah tahu. Kalau Nara seperti ini, dia pasti mendengar sesuatu atau gosip.
Mereka lalu bersembunyi di sebuah pilar besar, yang berada tidak jauh dari tempat parkir mobil mereka. Posisi ini cukup untuk menghalangi pandangan, dari sisi tempat Ethan Hale berada.
Nara Aeris masih menyalakan siaran langsung. Dan ia baru menyadarinya ketika layar ponsel kembali dipenuhi komentar.
( Bukannya mau ke mobil, kenapa tiba-tiba nggak jadi, ada apa? )
( Aku mendengar suara samar laki-laki. Suaranya seperti orang yang sedang marah )
( Astaga, ini berani pertanda ada gosip baru! Cepat-cepat dengarkan! )
( Untungnya aku ada popcorn, aku sudah menaikkan volume dan merekam layar! )
Nara Aeris menempelkan telunjuk ke bibir, memberi isyarat agar penonton tidak berisik. Meskipun ia tahu mereka tidak benar-benar bisa mengganggu orang di tempat ini.
Kemudian, wanita itu mengarahkan ponsel sedikit menjauh dari wajahnya. Kamera tidak menampilkan Ethan, tetapi mikrofon masih menangkap percakapan di dekat mereka.
...----------------...
tetap sehat dan semangat Thor