NovelToon NovelToon
Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Shen Ruozi, mahasiswi kedokteran modern yang super judes dan matre, terlempar ke zaman kuno dan terpaksa tinggal di gua. Ogah hidup miskin, ia berniat menjadi juragan obat kaya raya memanfaatkan ilmu medis abad ke-21 miliknya.

Takdirnya berubah kocak saat ia menyelamatkan Long Tianxu, Jenderal Besar berwajah kaku seperti papan tripleks yang sekarat karena racun kronis. Bukannya tunduk pada wibawa sang Dewa Perang, Ruozi malah menjadikannya asisten magang tanpa gaji, buruh numbuk jamu, hingga investor paksaan untuk mendanai apotek barunya di ibu kota!

Menghadapi musuh politik kekaisaran dengan modal lencana emas Jenderal, tabib matre yang tidak pernah mau rugi ini siap mengguncang dunia medis kuno!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27: Ledakan hari pembukaan dan antrean kereta kencana

Tiga hari persiapan yang melelahkan akhirnya terbayar lunas. Pagi hari tiba, menandakan hari pembukaan resmi Apotek Ruozi Jaya Medika. Papan jati kokoh berstempel naga emas milik Jenderal Besar Long Tianxu berkilau tertimpa matahari terbit. Di bawahnya, papan pengumuman kain merah bertuliskan “Pil Ajaib Pembersih Racun Tubuh, Direkomendasikan Langsung oleh Kediaman Jenderal Besar Long” sukses menjadi umpan paling mematikan.

Sejak fajar menyingsing, sudut paling strategis di pasar utama ibu kota itu sudah tidak bisa dilewati oleh pejalan kaki biasa. Strategi promosi Ruozi yang mencatut nama sang Dewa Perang ternyata memicu kesalahpahaman masal yang menguntungkan. Para pejabat korup dan bangsawan mengira pil tersebut adalah rahasia kekuatan dan ketahanan fisik Long Tianxu. Akibatnya, jalanan di depan apotek kini macet total oleh deretan kereta kencana mewah berlapis sutra milik keluarga papan atas kekaisaran.

"Buka pintunya! Aku adalah kepala pelayan dari Kediaman Menteri Keuangan! Aku diperintahkan untuk memborong tiga puluh botol Pil Detoksifikasi Jiwa sekarang juga!" teriak seorang pria bergemuk dengan pakaian mewah, mencoba menerobos tirai bambu yang belum digulung.

"Harap tenang dan antre sesuai nomor bambu, Tuan-Tuan yang terhormat!" sahut Ruozi lantang dari dalam toko. Dengan gerakan dramatis, ia menggulung tirai bambu ke atas. Ruozi tampil menawan dengan pakaian tabib ringkas berwarna hijau muda, siap menjemput tumpukan tael emas yang sudah melambai-lambai di depan matanya.

Empat pengawal berzirah hitam yang kini sudah lihai memegang nampan obat langsung bertindak sebagai barikade keamanan. Begitu pintu dibuka, suasana konter langsung berubah menjadi medan pertempuran dompet. Tangan-tangan yang memegang bungkusan perak dan emas batangan saling menjulur, membuat pemimpin pengawal harus mengerahkan tenaga murni tingkat rendah hanya untuk menjaga agar meja konter tidak roboh diguncang antrean pembeli yang beringas.

"Ini sepuluh tael perak, berikan aku dua botol pil detoks!"

"Aku bayar dua kali lipat, berikan aku salep kurap instan dan lima botol pil!"

Ruozi tertawa riang di dalam hati sambil tangannya bergerak secepat kilat menghitung uang masuk dan menukarnya dengan botol-botol keramik berlabel Pil Detoksifikasi Jiwa. Pengetahuan medis modernnya tentang pentingnya membersihkan sisa makanan berlemak di dalam tubuh ternyata menjadi tren kesehatan baru yang sangat adiktif bagi para pejabat bertubuh tambun di kekaisaran ini.

Di tengah kegilaan transaksi tersebut, di ujung jalan pasar, sebuah kereta kuda berlogo burung merak milik Kediaman Perdana Menteri Li tampak berhenti di kejauhan. Di dalamnya, Perdana Menteri Li menyingkap tirai jendela dengan wajah yang sangat masam.

Rencana awalnya untuk mengirim tabib istana bayaran demi membuat keributan dan menuduh obat Ruozi beracun terpaksa dibatalkan total. Ia tidak bodoh; jika ia mengacau sekarang, ia sama saja menantang puluhan pejabat penting dan menteri lain yang sedang mengantre dengan fanatik di depan apotek tersebut.

"Sialan! Gadis sekurus triplek itu benar-benar memanfaatkan nama Long Tianxu untuk menjadikannya tameng hidup dari para pejabat!" geram Perdana Menteri Li sambil memukul dinding kereta kudanya dengan emosi. "Jalan terus! Kita susun rencana lain!" Kereta mewah itu pun berbalik arah dengan menyedihkan, kalah telak sebelum sempat bertempur.

Menjelang sore hari, ratusan botol obat yang disiapkan Ruozi dan para pengawalnya selama tiga hari berturut-turut akhirnya ludes tak tersisa tanpa ada satu botol pun yang tersisa di atas rak. Ruozi langsung memasang papan bertuliskan “Habis Terjual – Buka Lagi Besok Pagi” di depan pintu, memicu desahan kecewa dari sisa antrean warga yang belum kebagian.

Begitu desahan kecewa para calon pembeli di luar mulai menjauh dan jalanan kembali lengang, Ruozi langsung menyandarkan punggungnya ke pintu kayu yang tertutup rapat. Napasnya terengah-engah, peluh membasahi keningnya, namun senyum di wajahnya terkembang begitu lebar hingga rasanya hampir merobek pipinya sendiri.

"Nona Muda, kita... kita berhasil," bisik pemimpin pengawal. Tangannya yang biasa menggenggam gagang tombak kini gemetar hebat saat menjatuhkan empat nampan kayu ke atas meja konter utama.

Kelentang-kelenting!

Bunyi nyaring logam beradu memecah keheningan ruangan. Nampan-nampan obat yang kini beralih fungsi menjadi wadah uang itu menumpahkan isinya, membentuk sebuah gunung kecil yang berkilau di bawah temaram lampu minyak. Ribuan koin perak, batangan perak murni, hingga lembaran-lembaran kertas promes emas dari bank kekaisaran menumpuk jadi satu.

Ruozi berjalan mendekat dengan mata berbinar licik. Ia mengambil satu batangan emas, lalu menggigitnya dengan tidak elegan untuk memastikan keasliannya.

"Satu botol Pil Detoksifikasi Jiwa modalnya tidak sampai lima belas koin tembaga. Bahan bakunya hanya rumput pencahar liar, akar teratai, dan sedikit ekstrak mint untuk sensasi segar," gumam Ruozi dengan tawa tertahan. "Kita menjualnya dengan harga ratusan kali lipat, dan para pejabat tambun itu berebut seperti melihat dewa. Hidup kapitalisme dunia kuno!"

Para pengawal hanya saling pandang dengan wajah cengong. Mereka sama sekali tidak memahami kata terakhir yang diucapkan majikan baru mereka, namun mereka tahu satu hal: Nona Muda mereka adalah genius yang menakutkan dalam urusan memeras dompet orang kaya.

"Ini bonus untuk otot-otot kalian yang hampir putus hari ini," kata Ruozi sambil melemparkan beberapa blok perak kepada keempat pengawalnya. "Bersihkan toko, lalu istirahat. Besok kita harus memproduksi dua kali lipat lebih banyak karena gelombang pembeli berikutnya pasti akan lebih beringas."

Namun, tepat saat Ruozi hendak melangkah ke ruang belakang untuk merendam kakinya yang pegal, telinga sensitif salah satu pengawal menangkap suara kepakan angin yang tidak wajar dari arah langit-langit toko.

Sret!

Sesosok bayangan turun tanpa suara, mendarat dengan keanggunan seekor kucing tepat di atas meja konter hanya berjarak beberapa senti dari gunung uang milik Ruozi. Empat pengawal berzirah hitam langsung menarik pedang mereka dengan kultivasi yang bergolak.

"Siapa?!" bentak pemimpin pengawal.

Pria misterius itu mengenakan jubah biru tua bersulam benang perak dengan topeng separuh wajah bermotif bulu burung pegar. Ia tidak membawa senjata, melainkan sebuah kipas lipat yang diketukkan dengan santai ke telapak tangannya. Aura yang dipancarkannya begitu pekat, menandakan tingkat kultivasi yang jauh di atas para pengawal.

"Apotek yang menarik, dan pemilik yang jauh lebih menarik," suara pria itu berat dan terdengar malas, namun penuh karisma yang berbahaya. Matanya yang tajam menatap Ruozi melewati celah topeng. "Menjual rumput liar berkedok pil dewa, bahkan berani menggunakan papan stempel naga emas Jenderal Besar Long Tianxu sebagai tameng dari kejaran Perdana Menteri Li. Nona Ruozi, nyalimu benar-benar sebesar langit."

Ruozi tidak mundur satu langkah pun. Ia justru melangkah maju, menepis pelan pedang pengawalnya yang menghalangi pandangan, lalu bersedekap dada menatap pria bertopeng itu dengan pandangan menilai.

"Toko sudah tutup, Tuan bertopeng misterius. Jika ingin membeli obat pencahar untuk perut buncit mu, datang lagi besok fajar," ketus Ruozi, sama sekali tidak terintimidasi. "Tapi jika tujuanmu datang untuk merampok... yah, kurasa memanggil Long Tianxu untuk membereskan tikus atap seperti dirimu bukan ide yang buruk."

Pria bertopeng itu terkekeh pelan. Ia melompat turun dari meja, berjalan mendekati Ruozi hingga jarak mereka hanya tersisa dua langkah. Bau harum kayu cendana bercampur aroma darah tipis menguar dari tubuhnya.

"Memanggil Long Tianxu?" Pria itu membuka kipasnya dengan bunyi klek yang tajam. "Sayang sekali, Nona Muda. Akulah yang memancing harimau itu keluar dari sarangnya. Saat ini sang Jenderal Besar sedang sibuk mengejar bayanganku di pinggiran ibu kota karena sebuah pesan palsu. Jadi, selagi dia tidak ada, mari kita bicara bisnis yang sebenarnya."

1
Fwyz
hu'um thor
Fwyz
rouzi merebus obat herbal di hutan belantara dan di kemiskinan itu pake apa ya, lagipula kok bisa nemu botol banyak, emang botolny dari kayu kah?
heldahell: bikin botol dari kayu kak,zaman dlu kan belum ada botol ya😁
total 1 replies
Fwyz
keren bangett ceritanya bisa nambah wawasan dan berasa baca komik🤭luf yuu batt😍😍👍👍
Fwyz: iya thor ma sama
total 2 replies
sibaweh abduh
bagus sekali
Maria Lina
tambah dikit aj up nya hadeh😭😭🤔
heldahell: lagi sibuk kak,jadi 2 bab aja up nya🥹,tungguin besok lagi yaa
total 1 replies
Maria Lina
kenapa 2 lgi thor biasa 5 bab 🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Maria Lina
wkwk kasian bocor
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk😘😘🙏🙏
lin sya
lucu klo baca ceritanya komedinya dpt thor
The Dream26: hai kak, Novel 'RUMAH' telah hadir, cerita spektakuler dan seru dari Author The Dream26, mampir ya
total 1 replies
Maria Lina
wkwk dsr lo rouzi haha..makasih thor ud up nya😘😘😘🙏🙏🙏
Maria Lina
mantap raouzi wkwk
Maria Lina
maaksih bnyk thor ud up nya🙏🙏😘😘
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk🙏🙏😘😘
Maria Lina
lanjut lgi thor wkwk..sebagian cerita mu ud ku baca thor wkwk
heldahell: terimakasih kak,sudah setia baca karya²ku, terharu banget🥹🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!