Dua puluh tahun lalu, malam berdarah menghancurkan Klan Lin di Ibu Kota Yanjing. Lin Xuan, yang saat itu baru berusia lima tahun dan menderita keracunan meridian mematikan, diselamatkan oleh seorang pertapa misterius menuju Lembah Kabut Abadi di Pegunungan Kunlun. Di sana, ia digembleng oleh Tujuh Guru Agung yang masing-masing merupakan legenda hidup di bidangnya: pengobatan kuno, bela diri dalam (Neigong), alkimia, formasi/fengshui, senjata rahasia, strategi finansial bawah tanah, dan intelijen global.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Sembilan Jarum Menebas Hantu dan Rahasia Utusan Jubah Merah
Begitu mendengar nama Lin Xuan dan putra Lin Zhentian dari Yanjing, tubuh tua Qin Changsheng bergetar hebat karena haru. Air mata mengalir di wajah keriputnya saat ia melihat cincin dan kotak jarum perak di tangan pemuda itu.
"Putra Mahkota... Putra Mahkota Klan Lin ternyata masih hidup dan sudah tumbuh menjadi naga sehebat ini!" ucap Qin Changsheng dengan suara tercekat. "Tuan Muda Lin, hati-hati! Hantu Gui ini telah berlatih Seni Racun Seribu Hantu selama lima puluh tahun, bahkan udara di sekitar tubuhnya mengandung racun mematikan!"
Sebaliknya, di seberang halaman, pupil mata Tetua Gui langsung menyusut hingga sebesar lubang jarum!
"Apa?! Kau... kau adalah bocah sisa-sisa Klan Lin yang lolos dari malam pembantaian di Yanjing dua puluh tahun lalu?!"
Keterkejutan di wajah Tetua Gui dengan cepat berubah menjadi keserakahan dan kegembiraan yang luar biasa buas!
"Hahaha! Surga benar-benar membantuku!" Tetua Gui tertawa terbahak-bahak sambil menjilat bibirnya yang kering. "Utusan Jubah Merah di Ibu Kota Provinsi Jinling baru saja mengeluarkan perintah rahasia bahwa siapa pun yang menemukan sisa darah Klan Lin akan diberi hadiah Pil Penembus Martial Saint! Meskipun kau sudah mencapai tingkat Grandmaster di usia muda, meridianmu pasti tidak sanggup menahan formasi racun kami! Dua belas pengawal inti, aktifkan Formasi Kabut Darah Matahari Hitam—bunuh dia sekarang!!"
"SIAP!!"
Dua belas eksekutor tingkat Tenaga Dalam Puncak langsung melompat mengepung Lin Xuan dari dua belas arah mata angin! Mereka serempak memotong telapak tangan mereka sendiri dan mengibaskan belasan rantai besi berlumuran darah, sementara Tetua Gui di tengah memuntahkan seteguk kabut hitam pekat dari mulutnya!
WUUUUSSSHH!!
Dalam sekejap, seluruh halaman Paviliun Medis Keluarga Qin tertutup oleh kubah kabut hitam kemerahan yang berbau busuk menyengat! Batu-batu ubin yang tersentuh kabut itu langsung mendesis dan meleleh seperti disiram asam sulfat pekat!
"Lin Xuan!!" Qin Rou menjerit cemas dari atas tangga aula saat sosok Lin Xuan tertelan sepenuhnya oleh kabut racun hitam tersebut.
"Hahaha! Di dalam Kabut Racun Seribu Hantu milikku, bahkan seorang Grandmaster tingkat menengah pun akan meleleh menjadi genangan darah dalam tiga napas!" Tetua Gui tertawa penuh kemenangan dari luar kabut.
Namun, tawa Tetua Gui tiba-tiba terhenti di tenggorokannya.
Dari dalam kubah kabut hitam yang pekat itu, terdengar suara tawa ringan yang tenang dan penuh ejekan:
"Bermain racun di hadapan murid Madam Huo (Ratu Racun Lembah Terlarang)? Kalian benar-benar seperti kunang-kunang yang mencoba memamerkan cahaya di depan matahari."
Detik berikutnya, Lin Xuan menarik napas panjang di tengah kepungan kabut, lalu mengibaskan lengan kemeja putihnya satu kali!
"Kembalilah!"
WHUUUUUNG!!
Pusaran angin Qi Kaisar Hijau yang murni dan panas meledak dari tubuh Lin Xuan! Bukannya meracuni Lin Xuan, seluruh kabut hitam beracun itu justru terbakar oleh energi Yang murni dari Nadi Naga Kaisar, lalu berbalik menghantam dua belas eksekutor Sekte Matahari Hitam yang mengepungnya dengan kecepatan sepuluh kali lipat!
"AAARGH!! Racunnya berbalik!! Tubuhku meleleh!!"
Jeritan mengerikan menggema bersahut-sahutan! Kedua belas eksekutor tingkat Tenaga Dalam Puncak itu bahkan tidak sempat mengayunkan rantai mereka ketika kabut racun milik Tetua Gui sendiri menembus pori-pori mereka, menghancurkan organ dalam mereka dalam waktu kurang dari tiga detik hingga keduabelasnya tumbang menjadi mayat hitam yang kaku!
"Mustahil!!"
Tetua Gui mundur selangkah dengan wajah pucat pasi. Dua belas petarung elitnya mati seketika hanya dengan satu kibasan lengan baju?!
Tanpa memberi kesempatan bagi Tetua Gui untuk kabur, Lin Xuan melangkah keluar dari sisa kabut. Tangan kanannya menepuk kotak kayu cendana di pinggangnya!
SRING! SRING! SRING!
Sembilan batang jarum perak kuno melesat keluar secara bersamaan, melayang di udara di sekeliling tubuh Lin Xuan sambil memancarkan cahaya perak keemasan yang bergetar nyaring!
Di bawah kendali Gangqi tingkat tinggi dan Ilmu Pedang Buta dari Guru Kedua, kesembilan jarum perak itu tidak lagi tampak seperti alat medis—melainkan berubah menjadi Sembilan Pedang Terbang Cahaya Perak!
"Sembilan Jarum Menebas Hantu—Pergi!"
Lin Xuan menunjuk ke arah Tetua Gui dengan satu jari!
SWUUUUUUSH!!
Sembilan garis cahaya perak membelah langit siang Gunung Hijau!
Tetua Gui meraung ketakutan dan mengerahkan seluruh Gangqi Hitam miliknya untuk membentuk perisai tengkorak berlapis tiga di depan dadanya.
TRANG! TRANG! KRAK! PUFF!
Jarum pertama, kedua, dan ketiga langsung menghancurkan ketiga lapis perisai Gangqi milik Tetua Gui hingga pecah berkeping-keping! Jarum keempat hingga ketujuh menembus kedua bahu dan kedua lutut Tetua Gui, membawa tubuh tua sang Grandmaster terbang ke belakang dan memakunya hidup-hidup ke pilar batu utama gerbang paviliun! Sedangkan jarum kedelapan dan kesembilan menancap tepat di titik Dantian dan tenggorokannya, menyegel seluruh kekuatan kultivasinya dalam sekejap!
"Ugh—!!"
Tetua Gui memuntahkan darah hitam bercampur pecahan organ dalam, tergantung tak berdaya di pilar batu bagaikan seekor anjing mati!
Di tangga aula, Qin Changsheng dan Qin Rou menatap pemandangan itu dengan napas tercekat. Seorang Grandmaster Bela Diri dari Sekte Matahari Hitam yang tadi nyaris memusnahkan seluruh Keluarga Qin... dikalahkan oleh Lin Xuan hanya dalam dua jurus tanpa membuat kemeja putih Lin Xuan kotor sedikit pun!
Lin Xuan berjalan perlahan menghampiri pilar batu tempat Tetua Gui terpaku.
"Sekarang, giliranmu menjawab pertanyaanku," suara Lin Xuan terdengar tenang namun membuat jiwa Tetua Gui gemetar hebat. "Siapa Utusan Jubah Merah di Ibu Kota Provinsi Jinling yang kau sebutkan tadi? Dan siapa keluarga di Provinsi Jiangnan yang ikut membantu kalian membantai Klan Lin dua puluh tahun lalu?"
"Ka-kalau aku memberitahumu... apa kau akan mengampuni nyawaku?" tanya Tetua Gui dengan suara serak penuh darah.
"Kau tidak berhak menawar di hadapanku," Lin Xuan memutar jarum kesembilan di dada Tetua Gui sebanyak setengah putaran. "Tapi aku bisa memilih apakah kau akan mati dalam satu detik, atau mati setelah merasakan jiwamu dibakar selama tujuh hari tujuh malam."
Wajah Tetua Gui langsung berubah sepucat kertas karena ngeri. Ia tahu pemuda di hadapannya ini benar-benar menguasai teknik penyiksaan medis kuno yang melampaui neraka!
"Aku bicara!! Berikan aku kematian yang cepat!!" teriak Tetua Gui putus asa. "Utusan Jubah Merah yang memimpin cabang Sekte Matahari Hitam di seluruh Provinsi Jiangnan adalah Tetua Xue Mo (Iblis Darah), seorang kultivator tingkat Grandmaster Puncak yang saat ini bersembunyi di balik keluarga nomor satu di Ibu Kota Provinsi Jinling—Klan Chu!"
"Klan Chu di Jinling?" mata Lin Xuan menyipit dingin.
"Benar! Dan dua puluh tahun lalu, ketika ayahmu mengirim kabar meminta bantuan ke wilayah selatan saat Yanjing dikepung, keluarga yang membocorkan rute pelarian klanmu kepada Sekte Matahari Hitam demi mendapatkan harta dan posisi di Jinling adalah Keluarga Tang dari Jinling—keluarga dari tunangan keduamu sendiri, Tang Ruoxue!!"
BOOM!
Informasi itu bagaikan petir yang menyambar di benak Lin Xuan!
Keluarga Tang dari Jinling! Pantas saja Guru Pertama memperingatkanku bahwa di antara tiga keluarga pemegang surat pertunangan, ada serigala berbulu domba yang menikam Klan Lin dari belakang! Ternyata keluarga tunangan keduaku, Tang Ruoxue, adalah pengkhianat yang menjual darah orang tuaku kepada Sekte Matahari Hitam dan Klan Chu!
"Keluarga Tang... Klan Chu... Tetua Xue Mo," gumam Lin Xuan dengan kilatan niat membunuh berwarna emas keunguan di matanya. "Bagus sekali. Begitu urusanku di Jianghai selesai, aku sendiri yang akan pergi ke Jinling untuk mencabut nyawa mereka semua."
Lin Xuan menjentikkan jarinya untuk menarik kembali kesembilan jarum peraknya.
Detik berikutnya, api Qi Murni menyambar dari ujung jarum terakhir, membakar tubuh Tetua Gui hingga berubah menjadi abu hitam yang tersapu angin pegunungan tanpa sisa!