Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Kembali
"Baik satu americano,apa ada pesanan lain?"
"Tidak ada hanya itu saja"
Ariana tersenyum,"Baiklah tuan,saya bikinkan dulu pesanan nya ya".
Ariana pergi meninggalkan meja yang dipesan oleh laki laki itu,tak lama setelah nya banyak pelanggan yang mulai berdatangan.
Bukan hanya untuk memesan sesuatu tapi mereka juga ingin melepas penat setelah bekerja.
Tanpa ariana sadari laki laki itu terus memperhatikan kinerja ariana dan cara dia memperlakukan pelanggan nya.
"Hallo selamat datang,baik tuan dan nona mau pesan apa?"
Itulah kalimat yang selalu laki laki itu dengar,sambil memainkan cangkir kopinya dia selalu menatap ariana dari jauh.
Tak berselang lama aru datang menghampiri ariana,dengan membawa satu buket bunga mawar yang cantik.
Diberikan nya bunga itu pada ariana,"Selamat bekerja,bunga yang cantik untuk orang yang cantik".
Mendengar kalimat yang di ucapkan aru,laki laki itu tak sengaja menumpahkan kopinya dan membuat kemeja nya menjadi basah.
Ariana segera menghampiri dan membawa sapu tangan untuk membersihkan nya.
"Maaf tuan saya lancang,apa tuan tidak apa apa?",tanya nya panik.
Laki laki itu memegang sapu tangan milik ariana lalu mengambilnya,"Saya baik baik saja,biar saya saja".
Lalu aru datang dan menatap laki laki itu dengan tatapan tajam namun menusuk.
"Siapa dia?",tanya aru pada ariana.
"Dia pelanggan kak,memangnya kenapa?"
Aru menaikan alisnya menatap ariana heran,"Benar cuma pelanggan".
"Benar tuan,saya hanya pelanggan dan baru pertama kali datang kesini",jelas laki laki itu.
"Kak aru kenapa sampai segitunya?"
"Tidak apa apa hanya memastikan kamu tidak salah pilih laki laki"
"Hah?",ariana menatap heran aru.
Aru pergi meninggalkan caffe tanpa berpamitan pada ariana.
"Maafkan dia tuan,dia orangnya memang begitu"
"Tidak apa apa,wajar saja jika laki laki takut pacarnya menggoda yang lain"
"Tidak,bukan pacarku itu",tegas ariana.
"Memangnya kenapa?"
"Kami hanya sebatas teman kecil tidak lebih".
Laki laki itu terus saja memandangi ariana,memperhatikan setiap inci wajahnya.
Tidak salah mengenali lagi bahwa benar dialah orang yang dicarinya selama ini.
Benar laki laki itu adalah Zein si rambut merah menyala yang pernah menolong ariana semasa kecil.
Namun tidak bisa terbayangkan jika ayah nya mengetahui keberadaan ariana.
"Tuan sudah selesai,saya akan kembali bekerja"
"Duduklah ada sesuatu yang ingin aku tahu"
Ariana yang penasaran hanya menurut saja lalu dia menatap balik lawan bicaranya.
"Kenapa menatapku seperti itu?",tanya Zein.
"Ayah mengajariku,jika berbicara dengan orang dengarkan dengan seksama dan tatap matanya"
"Ayahmu orang hebat ya bisa mendidik mu sampai seperti ini"
"Tapi aku tidak tahu ayahku sekarang dimana"
Zein berpura-pura tidak tahu dan memancing sedikit supaya ariana mengatakan sesuatu.
"Mengapa begitu?bisa saja ayahmu sedang mengusahakan apapun untuk mu kan?"
"Tidak,ayahku entah dimana,ibuku dan adiku sudah lama meninggal"
Ariana menangis lalu dia segera menyeka air matanya,"Maaf saya bercerita terlalu jauh".
"Tidak apa apa,aku juga tidak bermaksud untuk mengungkit apa yang sudah terjadi dulu"
"Harusnya aku tidak menceritakan itu padamu"
"Tidak apa apa,aku tidak keberatan"
"Kalau begitu terimakasih dan jangan beritahukan ini pada siapapun ya"
"Tidak ada manfaat nya untuk ku menceritakanmu,memang nya kenapa?"
"Ada seseorang yang mencariku,sepertinya ingin membunuhku tapi aku tidak tahu salahku apa sampai dia menghabisi ibu dan juga adikku"
Zein yang tahu bahwa ayah nya lah yang ingin membunuh ariana secara membabi buta hanya diam.
Dia merasa bersalah namun ini semua bukan dosa dia, ayahnya yang melakukan semuanya.
"Sudah kamu do'akan saja mereka supaya tenang,namamu siapa?", tanya zein.
Ariana mengulurkan tangannya,"Ariana,kalau namamu siapa?"
Zein membalas uluran tangan ariana,"Panggil saja Zein,senang bisa bertemu kamu lagi"