Pada satu malam ... seorang pria merenggut kehormatannya, hingga menanamkan benih dalam rahimnya.
Lima tahun kemudian ... the twins hadir dikehidupannya. Selama itu tidak ada yang pernah tahu siapa ayah biologisnya, hingga the twins Semi & Arsyad mencari ayah mereka.
Dan di satu waktu Kedua orangtua mereka dipertemukan.
Akankah mereka saling mengenali?
Apa usaha Semi & Arsyad berhasil?
subscribe karya ini untuk ikuti cerita lanjutannya. Jangan jadi pembaca bisu ya, harus like, komen dan vote.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
- Sabira -
Empat tahun lalu
"Rumah yang Dititipkan"
_karya: Sabira_
Aku tidak punya kunci
tapi pintuku selalu terbuka
untuk orang-orang yang lelah
membawa namanya sendiri
Datanglah dengan luka
dengan diam yang terlalu panjang
dengan tawa yang dipaksa
di depan banyak mata
Di sini kamu tidak perlu jadi siapa-siapa
cukup jadi manusia yang capek
dan ingin rebahan sebentar
di kata-kataku
Aku titipkan rumah ini
di setiap kalimat
siapa tahu
kamu butuh tempat pulang
***
Puisi pertama yang menyentuh hati Haesung.
Tulisan pertama yang membuatnya tersenyum.
Entah, kenapa Haesung melihat jati dirinya dalam tulisan Sabira.
Kalimat_ "Membawa namanya sendiri" membuatnya lelah, jadi Haesung.
Kata_ "Tawa yang dipaksa " Mencerminkan dirinya yang dipaksa senyum selama ini di depan kamera.
Syair_ "Tidak perlu jadi siapa-siapa" mencibir dirinya yang di dunia ini dia harus jadi segalanya. Padahal hatinya kosong.
Kutipan_ "Aku titipkan rumah". Menggambarkan seorang Min-Ho yang tidak pernah punya rumah untuk pulang.
Nama Min-Ho lama menghilang. Disaat semua orang mengenalnya dengan Haesung. Banyak tempat untuk pulang, tapi tak ada tempat yang nyaman.
Tidak ada teman untuk curhat.
Tidak ada orang yang mengerti.
Dan ... Tidak ada kebebasan untuk sekedar memilih jalan hidupnya sendiri.
Semua orang menekannya, menuntutnya, agar menjadi apa yang mereka inginkan.
Tapi setelah membaca puisi itu, Haesung seolah mendapatkan tempat pulang. Haesung semakin ingin mengenal Sabira lebih jauh.
Dia langsung membuat akun sendiri dengan nama yang tidak akan dikenali siapapun kecuali dirinya. @kata.rumah. Di detik itu Haesung langsung mengirimkan DM pada Sabira.
@kata.rumah
[ Hai... boleh nggak aku numpang sebentar?
Aku janji nggak berisik.
Cuma mau duduk di pojokan kata-katamu.
Makasih udah bikin rumah ]
Haesung sangat pintar dan mahir menulis dalam bahasa Indonesia. Belajar sudah pasti, selain itu Haesung sangat ingin pergi ke Jakarta untuk bertemu ibunya.
Tak berselang lama balasan dari Sabira datang.
@sabira.tinta
[ Silakan.
Rumah ini memang dititipkan untuk yang lelah. Duduklah selama yang kamu butuh.
Terima kasih sudah mampir.]
Haesung tersenyum sendiri membaca balasan DM dari Sabira. Dan setelah itu mereka terus membalas pesan.
DM 2 - 3 hari kemudian
@kata.rumah
[ Hari ini aku tampil di depan 50 ribu orang.
Tapi pas turun panggung rasanya kosong.
Terus aku buka tulisan kamu lagi.
Rasanya... pulang. ]
[ Maaf ya kalau ganggu. ]
@sabira.tinta
[ 50 ribu orang itu banyak ya. Pasti capek sekali. Kalau kosong lagi, mampir lagi ya.
Di sini pintunya nggak pernah dikunci. ]
@kata.rumah
[ Sabira ... kalau suatu hari aku cerita yang jujur banget. Kamu masih mau dengerin nggak? ]
@sabira.tinta
[ Aku dengerin. Bukan karena aku kuat.
Tapi karena aku juga pernah di titik
nggak ada yang mau dengerin.
Cerita aja pelan-pelan.
Aku nggak kemana-mana. ]
Disitulah semua berawal. Mereka saling cerita hingga menjadi teman curhat seumur hidupnya. @.kata.rumah yang tak lain adalah Haesung selalu membalas atau memulai percakapan pada waktu break syuting, dan Zahra selalu melakukan pada jam 12 malam di mana perbedaan waktu antara Seoul dan Bogor.
Hingga pada 4 tahun terakhir mereka tidak pernah lagi saling menyapa. Sekarang ... Zahra kembali mendapat pesan dari nama akun @kata.rumah. segera dibalasnya.
@kata.rumah
[ Hai apa kabar? ]
@sabira.tinta
[ Kabarku baik, sudah lama ya tidak saling menyapa. Bagaimana kabarmu? ]
@kata.rumah
[ kabarku baik. ]
@sabira.tinta
[ Ada apa? Ada yang ingin kamu ceritakan? ]
@kata.rumah
[ Hari ini aku bertemu seseorang, yang mengingatkan ku pada tulisanmu. Anehnya ... Aku merasa tidak asing dengannya ]
@sabira.tinta
[ Bukan hal aneh. Setiap bertemu orang baru kadang kita merasa sudah mengenal atau bertemu di masa lalu. Aku juga merasakan hal yang sama ... Kok bisa, ya. Kita samaan ]
@kata.rumah
[ Kamu bertemu seseorang juga? ]
@sabira.tinta
[ Ya. Tapi tidak mengingatkan aku pada hal indah ... melainkan pengalaman hidup yang pahit ]
Zahra termenung sesaat. Mengingat kembali pertemuannya dengan Haesung tadi pagi. Dia orang asing tapi terasa seperti sudah mengenal. Semua itu karena bau parfum itu.
***
Deringan ponsel mengejutkan Haesung yang tengah membalas DM dari Sabira. Posisi ponsel yang berada di ujung meja nakas mengharuskan Haesung berbaring agar bisa meraih ponsel genggamnya.
Deringan telepon tidak juga berhenti. Dilihatnya nama "Manager - Min" Haesung langsung menjawabnya.
"Aboeji ...."
"Haesung kapan kamu kembali?" tanya Manager Min dengan bahasa hangoel. Nadanya terdengar sangat marah. Seperti seorang ayah yang kesal pada anaknya.
"Cutimu sudah hampir selesai. Apa yang harus aku katakan pada mereka. Minggu depan ada jadwal konser, kamu harus segera pulang." Manager Min mendesak.
Haesung masih diam. Dia seakan malas pulang ke Seoul.
"Mmmm ... tenang saja. Aku tidak melupakan konserku, minggu depan aku pasti pulang."
"Haesung! Kamu tidak bisa pulang minggu depan, banyak yang harus kamu lakukan sebelum konser digelar. Latihan koreografi, vocal, dan masih banyak lagi. kamu tidak bisa seenaknya datang minggu depan. Haesung!"
Haesung menutup panggilan teleponnya. Melempar ponsel itu ke sembarang arah. Sebenarnya dia sudah lelah hidup dibawah tuntutan. Selama 5 tahun terakhir, sang manajer terlalu mengekang dan memberi banyak aturan.
Ya, semua itu karena 5 tahun lalu. Disaat kebodohannya merugikan dirinya sendiri.
Lima tahun lalu
"Yah! Haesung. Apa yang kamu lakukan? Kamu gila!" Kemarahan pertama Manager- Min.
Di malam itu disaat semua orang berpesta. Haesung tiba-tiba menghilang. Manager Min terus mencari, memanggil lewat ponselnya tapi tidak ada jawaban.
Manager Min hanya takut jika hal buruk terjadi pada Haesung. Persaingan ketat di dunia hiburan itu sudah biasa, tidak jarang para aktris top memulai dengan jalan yang salah demi menghancurkan satu lawan dari agensi yang sama.
Min melihat Haesung menerima minuman dari seseorang. Dan minuman itu mungkin sudah dicampur obat terlarang. Min sebagai manager takut ... Jika ada zat kimia yang akan merugikan Haesung di masa depan. Seperti narkotika.
Namun, bukan kandungan obat itu yang ada di dalam minuman Haesung, melainkan obat perangsang.
Siapa yang memberikannya?
Itulah yang harus dipertanyakan. Manager Min tidak punya waktu untuk itu, dia langsung meninggalkan pesta pergi ke arah parkiran untuk mencari Haesung.
"Da-Bin!" teriaknya pada asisten.
"Kamu melihat Haesung?" tanyanya demikian.
"Ouh, Haesung. Sepertinya dia mabuk berat. Aku tadi mau mengantarnya ke mobil cuman ... Kebelet pipis," logat bicara Bin berubah jadi layu.
"Ya, sudah aku minta tolong sama satu wanita dia memakai selendang di kepalanya. Dia sih bagian translator yang suka menjadi penerjemah gitu. Dia bekerja di sini juga, aku minta dia untuk mengantarkannya ke mobil."
"Ck! Kau ini. Jangan sembarangan meminta orang lain menjaga Haesung, bagaimana jika orang itu berniat buruk."
Da-Bin melotot. Kecemasan Manager Min membuatnya dibentak.
"Iih ... lebay banget sih. Dia kan bukan anak kecil," rutuk Da-Bin.
Dengan marah Manager Min pergi ke arah parkiran ditemani Da-Bin asisten Haesung. Namun, ketika sampai di parkiran saat Da-Bin membuka pintu mobil, mereka terkejut melihat keadaan di dalam.
TBC ....
Selamat Pagi 🙏 jangan lupa selalu dukung karya Dini ratna ya 🤗 Gomawo.
Aku jelasin yang sekarang ya🙏
Sebelumya kan author bikin novel ini ingin ikut event tapi yang kemarin itu gak bisa karena publish sebelum bulan Mei. Author tanya dong sama editor dan q&A ternyata tetap gak bisa dan mereka kasih saran kalau mau masuk event novelnya hapus saja lalu upload ulang. yaudahlah aku hapus novel yang kemarin lalu upload ulang.
jadi ... ini bukan plagiat ya, maaf sudah membuat kalian bingung 🙏. Semoga kalian suka dan baca karya ini sampai selesai 🙏