"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.
"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.
________________. • .__________________
Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.
Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Dustin langsung terdiam , Indira yang melihat Dustin sudah diam pun tersenyum , "Setannya pasti sudah pergi,Dustin gimana keadaanmu ,Dustin" ucap Indira pada dustin sambil menempelkan telapak tangannya di pipi Dustin.Namun Dustin masih terdiam dengan pandangan yang kosong.Indira takut.
Tak lama keluarga Dustin dan Indira masuk bersama seorang dokter.Mereka sangat kaget melihat kondisi Dustin yang basah kuyup dengan pandangan dustin yang kosong.Indira menatap ke keluarga Dustin dengan takut.
" maafkan Indira ,Indira tidak sengaja om,kek ,bibi ,maafkan Indira"ucap Indira dengan pelan.Dokter langsung memeriksa kondisi Dustin .Dustin langsung terbangun dari lamunannya dan menatap ke arah keluarganya dan Indira yang menunduk takut.
Dokter itu lalu menyuruh dustin mengulurkan tangannya yang sakit ,dokter pun mulai mengobati Dustin dengan perlahan.Namun pandangan dustin masih menatap ke arah Indira.Indira yang ditatap semua orang pun matanya mulai berkaca kaca ingin menangis.
Ibu Indira yang melihat putrinya ketakutan pun mendekati putrinya ,Indira langsung memeluk ibunya ,"Ibu Indira takut,Indira tidak sengaja tadi,tadi Dustin kerasukan setan Bu,Indira hanya ingin menolongnya" ucap Indira.
Semua orang yang mendengar perkataan Indira pun mengerutkan dahinya,kemudian mereka tertawa ."Hahahahaha cucu menantuku ini sangat lucu sekali " ucap kakek Dustin.Indira menatap ke arah kakek Dustin, "Kakek tidak marah pada Indira" ucap pelan Indira.
"Kenapa kakek harus marah padamu ,justru kakek sangat bangga padamu nak ,mungkin benar seharusnya dari awal kakek siram saja wajah cucu kakek agar tersadar kalau perbuatannya tidaklah benar hahahahaha" ucap kakek Dustin.
Indira yang merasa keluarga Dustin tidak marah padanya pun bernafas lega lalu tersenyum kecil . Dokter telah selesai mengobati Dustin."Luka nya cukup parah,dan Karena pecahan kacanya tidak segera diambil sudah sedikit infeksi namun tidak usah khawatir jika diolesi salep ini dengan teratur dan minum obat telat waktu ,seiiring waktu akan membaik". Terang dokter pada semua orang.
Bibi Dustin menghembuskan nafasnya lega lalu berjalan mendekat ke arah ponakannya , dan memeluk pelan , "Bibi sangat takut Dustin,lain kali jangan kamu ulangi lagi ya" ucap bibi Dustin ,Dustin mengangguk "maafkan Dustin yang telah membuat semua orang takut " ucap Dustin.
"Tidak apa apa,asal lain kali jangan kamu ulangi lagi Dustin,kakek sudah sangat tua untuk kamu buat senam jantung " ucap kakek Dustin.Dustin tersenyum lalu menatap ke arah Indira.Kakek Indira yang melihat tatapan Dustin ke cucunya pun tersenyum.
"Bagaimana kalau pertemuan ini kita bahas tentang pertunangan cucu kita" ucap kakek Indira.Kakek Dustin tertawa senang , "Baiklah sobat ,nampaknya cucuku juga sudah tidak sabar untuk meminang cucumu" . Kedua kakek itu tertawa ,namun tiba tiba , "Indira kakimu kenapa nak" teriak khawatir bibi Dustin.Indira lalu melihat ke arah kakinya "Indira tidak sadar,kalau kaki Indira sakit" ucap Indira . "Dok tolong obati putriku " ucap ibu Indira.
Dokter itu pun mendekat ke arah Indira yang sedang duduk di sofa . "Stoppppp" teriak Dustin.Membuat dokter dan semua orang yang ada di ruangan itu kaget."Ada apa Dustin.Kamu membuat kaget kita semua saja" ucap ayah Dustin.
"Biar Dustin yang mengobati kaki Indira ,kalian semua keluar saja ,dan suruh dokter itu keluar dari kamarku" ucap Dustin.Membuat kakek Dustin tersenyum senang , "Baiklah ayo kita semua keluar dari kamar ini,biar dua pasangan ini saling mengenal siapa tahu besok malah minta nikah hahahaha" ucap kakek Dustin ,kakek Dustin dan semua pun meninggalkan ruangan dustin.
Dustin ingin berdiri dari kasurnya ,Indira yang melihat itu pun langsung berdiri dan mendekat ke arah dustin , "kamu mau apa,jangan banyak bergerak" ucap Indira.Dustin kemudian menjawab "aku ingin mengobati kakimu " jawab Dustin.Indira menghembuskan nafasnya kasar."Biar aku obati sendiri saja,lagipula tidak terlalu parah juga" ucap Indira
Dustin cemberut lalu memalingkan wajahnya dan tertidur memunggungi Indira.Indira bingung , "heyy jangan tidur dulu,kamu belum minum obatmu Dustin" ucap Indira."Aku tidak mau minum obat "jawab Dustin marah.Indira bingung
"Kalau kamu tidak minum obat bagaimana kamu bisa sembuh,kalau kamu tidak sembuh ohh berati kita tidak jadi tunangan dong ,bagus bagus aku bisa kembali pada kekasihku lagi" ucap Indira .
Dustin langsung duduk , "Berani kamu kembali pada kekasihmu,aku akan membunuhnya ,lagipula dia bukan laki laki yang baik kok" ucap Dustin .
Indira marah "jangan kamu menjelek jelekkan kekasihku ,dia adalah pria yang baik ,dia selalu ada di saat aku sedih ,dan selalu membantuku saat aku sedang kesusahan paham" marah Indira.Dustin mengepalkan tangannya , "Baiklah mari kita taruhan,jika aku menang aku minta pernikahan kita dipercepat ,jika kamu yang menang aku menerima kamu kembali pada kekasihmu dan membatalkan pernikahan kita ,bagaimana ?" tantang Dustin.
"Baiklah ,lagipula kekasihku tidak seburuk yang kamu katakan " ucap Indira .Dustin langsung menarik tangan Indira hingga Indira terduduk di ranjang Dustin.Indira kaget , "apa yang kamu lakukan" ucap Indira.
"Naikkan kakimu " perintah Dustin, Indira mengelengkan kepalanya "aku tidak mau " ucap Indira.Dustin yang sudah kesal pun mengangkat kaki Indira lalu ditopangkan di pangkuannya , Indira kaget kembali , "apa yang kamu lakukan " teriak Indira.
Dustin tersenyum "Hanya ingin mengobatimu saja,tapi jika kamu mau hal lain aku dengan senang hati mau melayanimu" jawab Dustin sambil mengedip ngedipkan matanya.Indira mendengus kesal . Dustin langsung mengobati kaki Indira dengan perlahan, "auhhh pelan pelan" ucap Indira.Dustin langsung meniup niup kaki Indira
Indira yang melihat perlakuan Dustin pun hatinya menghangat ,namun tak lama tersadar kembali ,bahwa tidak ada laki laki yang baik selain kekasihnya seorang.Setelah selesai mengobati kaki Indira ,Dustin langsung minta makan pada Indira, "Aku mau makan" ucap Dustin.Indira lalu mengangguk lalu ingin pergi dari kamar Dustin untuk mengambil makanan.
Beberapa menit kemudian Indira datang kembali dengan membawa piring berisi makanan untuk dustin, "nih makanlah setelah ini minum obatmu ya" ucap Indira.Dustin mendengus kesal , "Apa lagi kali ini " ucap Indira.
"Aku mau makan masakanmu ,kalau bukan masakanmu aku tidak mau makan" ucap Dustin.Indira melototkan matanya "kenapa kamu merepotkan aja sih,makan kan tinggal makan ,ishh" gerutu Indira.
"Indira" panggil ibu Indira.Indira terlonjak kaget , "ibu " lirih Indira . "Kamu harus menghormati calonmu Indira,kamu tidak boleh bersikap seperti itu ,kita harus menghormati kalau ada di rumah orang lain,lagipula nak Dustin sedang sakit ,dan kakek Dustin memercayakan Dustin padamu Indira,jangan buat kakek Indira kecewa " nasihat ibu Indira pada Indira.Indira merengutkan wajahnya "baiklah ibu " jawab Indira.
Ibu Indira pun meninggalkan Indira dan Dustin.Indira melihat Dustin yang tersenyum sangat lebar , " Untung ini di rumah kakek Dustin kalau ada di rumahku sudah kubejek bejek muka ngeselin ini " batin Indira."Aku tidak bisa memasak ,kalau masakanku tidak enak jangan menyalahkanku" ucap indira sambil berlalu dari kamar Dustin.Dustin tersenyum lebar melihat Indira yang pergi untuk memasakkan makanan untuknya.
Beberapa menit kemudian Indira datang dengan wajah yang kusut dan wajahnya yang sudah terciprat bahan bahan makanan ,seperti saos tepung dan lain lain. "Nih makanlah ,walaupun tampilannya tidak meyakinkan tapi aku sudah berusaha semampuku,untuk rasanya entahlah aku tidak tahu" ucap Indira.
Dustin tersenyum lalu melihat makanan yang dibawakan Indira untuknya ,dan ternyata Indira memasak ayam goreng saus telur asin, namun dari tampilannya memang tidak meyakinkan karena ayam yang digoreng Indira tampak sangat gosong , Namun Dustin menghiraukannya lalu mulai memakannya , dan "dammmmm"