Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.
Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.
Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.
Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.
Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.
Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.
"Kita menikah!"
Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.
Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Perbedaan Hari Ini dengan Kemarin
“Ya. Tuan Arven sudah memerintahkan agar mereka dijemput dan dibawa ke sini dengan nyaman.”
Mireya menunduk. Ada perasaan hangat yang tiba-tiba muncul di dadanya.
Setelah semua yang terjadi kemarin, bahkan ia tak berani mengabarkan kepada mereka bahwa sebenarnya ia baru saja bercerai dengan Syahzan. Mireya seakan mampu membayangkan, wajah kaget kedua orang tuanya yang tak pernah mendengar kabar pernikahan mereka, tiba-tiba sudah menikah lagi.
'Setidaknya, dengan pernikahan yang tak ada beda sebagai pekerjaan ini, bisa membuat orang tuaku terkesan. Aku tidak akan membuat mereka merasa khawatir dengan kehidupan yang aku jalani.'
Di sini, Mireya langsung memiliki tempat tinggal. Dan seseorang anak kecil yang sangat membutuhkan dirinya.
Pak Can membungkukkan kepala. “Saya kembali. Nona sebaiknya beristirahat. Kalau butuh apa-apa, cukup tekan tombil ini.” Pak Can menunjuk tombol merah yang ada di dinding dekat pintu.
“Baik. Terima kasih, Pak.”
Pak Can menutup pintu.
Mireya berdiri sendirian di tengah kamar. Ia menghela napas panjang.
Kemudian bergumam pelan, “Aku sadar diri.”
Ia berjalan menuju cermin yang ada di meja rias. Tubuhnya yang seperti ini, tak akan ada yang mau melirik dirinya. Tangannya menyentuh ujung rambutnya yang masih berantakan.
“Aku ini memang tidak pantas untuk dicintai. Bahkan, aku dibuang oleh suami yang aku cintai." Wajahnya tertunduk.
Dalam kepalanya berputar semua ingatan tentang pernikahannya dengan Syahzan. Awalnya, mereka sangat bahagia. Syahzan memberikan seluruh cinta dan kasihnya.
Namun, di saat orang tuanya meminta Syahzan tinggal di rumah mereka, suaminya itu mulai berubah. Apalagi setelah bentuk tubuhnya juga semakin berubah, semakin hari Syahzan mulai menatapnya dengan jijik.
Mireya tersenyum pahit. “Kalaupun cuma diberi makan dan tempat tinggal saja, sudah cukup bagiku.”
Ia menggeleng. “Yang penting aku bisa hidup dengan tenang.”
Mireya kemudian teringat sesuatu. Ia mencium pakaiannya sendiri.
Wajahnya langsung berubah. “Ya ampun…”
Sejak kemarin ia belum mandi. Bukan karena tidak ingin membersihkan diri, tetapi karena setelah diceraikan, ia bahkan tidak memiliki tempat untuk pulang.
Sekarang, ia telah memiliki kamar. Kamar mandi pribadi.
Bahkan kamar mandinya memiliki bathtub. Sesuatu yang pernah ia angankan dulu saat menonton iklan berendam dalam bak mandi mewah itu.
“Kalau begitu…”
Ia tersenyum lebar.
“Tidak ada salahnya menikmati fasilitas majikan sendiri.”
Beberapa waktu kemudian, kamar mandi itu dipenuhi uap hangat.
Mireya berendam dengan nyaman setelah membersihkan tubuh dan rambutnya.
Akhirnya, tubuhnya terasa lebih rileks. Tidak ada suara Syahzan. Tidak ada hinaan Nanda. Tidak ada tatapan Luwi dan Betrand anaknya yang selalu memanggilnya dengan 'babi.'
Mireya memejamkan mata. “Tenang…”
Ia mengembuskan napas panjang.
“Mulai sekarang aku harus memikirkan hidupku sendiri.”
Setelah selesai membersihkan diri, Mireya mengenakan pakaian yang tersedia di dalam lemari.
Gaun-gaun yang ada, tak ada yang muat untuk tubuhnya yang oversize ini.
Ia keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih sedikit basah.
Baru saja ia hendak duduk di tepi tempat tidur, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
Bruk!
Mireya terkejut.
“Siapa—”
Seorang anak kecil berlari masuk.
“Ibu!”
“Elden?”
Anak itu langsung menghampirinya. Kemudian tanpa ragu memeluk pinggang Mireya.
Mireya membeku. “Kenapa kamu ada di sini?”
Elden mendongak. “Aku mau tidur.”
Mireya mengerjap. “Di kamarmu?”
Elden menggeleng. “Di sini.”
Ia menunjuk tempat tidur Mireya. Mireya menatapnya. “Kenapa?”
Elden menjawab dengan wajah polos. “Aku mau tidur sama Ibu.” Lalu dia menyerahkan buku cerita kepada Mireya.
Mireya menyambut buku itu. “Kamu mau aku yang menceritakan ini?”
Elden mengangguk.
“Iya.”
Kemudian anak itu langsung naik ke tempat tidur tanpa meminta izin. Ia menarik selimut. “Cepat, Bu.”
Mireya masih berdiri di tempat. “Elden…”
“Hm?”
“Kamu biasanya tidur sama siapa?”
“Sendiri.”
“Lalu kenapa sekarang mau tidur denganku?”
Elden menguap. “Karena Ibu tidak menakutkan.”
Mireya terdiam.
Lagi, satu kalimat sederhana itu terasa lebih hangat daripada semua perkataan yang ia dengar sejak kemarin.
Elden menepuk tempat kosong di sampingnya. “Ibu…”
Mireya akhirnya tersenyum. “Ya?”
“Ayo ceritakan padaku isi buku itu.”
Mireya menghela napas dan tersenyum. “Baiklah.”
Ia naik ke tempat tidur dan duduk bersandar di kepala ranjang, membuka buku cerita itu. Elden langsung bergeser mendekat memeluknya.
Mireya mulai membacakan cerita. “Pada suatu hari ....”
Beberapa menit kemudian, sebelum cerita selesai Elden sudah memejamkan mata.
Sementara Mireya tersenyum kecil mengusap rambutnya.
tok
tok
Ada yang mengetuk pintu kamarnya. Ternyata, pintu kamar itu tak tertutup sempurna sejak Elden masuk tadi.
*bersambung*
kontrak oh kontrak🤔
mending jujur daripada mantan mertua yang mengacaukan semua greget sama Mire
trauma diselingkuhi itu kyk kangker dufalam tubuh,ga keliatan tapi sakitnya nyata. merasuk Ampe kedalam aliran darah dan otak kita tanpa kita sadari
selalu mempertanyakan apakah kita cukup baik
apakah ini semua karena salah kita?
apakah ada g kurang dr kita?
sampai mati pasti kebawa🥹🥹
Mau nya lupa
maunya ga dipikirin
tapi...🫣🥹🥹
Dia takut nasib pernikahannya akan sama dgn sebelumnya
bahkan sekelas artis sebelah aj yg lagi rame
ketemu yg baru,setengah mampus nyerein istrinya 🤣🤣.
katanya yg baru dipilih karena lemah lembut.
hei...kami juga awalnya kembang desa
pas lama nikah jadi kembang api🤣🤣🤣
apalagi pengalaman mireya yg paket komplit...🥹
hatinya aja ga ada gerbang nya di KK
ga ada yg jagain🤣🤣🤣
Iddah itu berlaku pas suami ngucapin talak kan?
nah...si b4ngs4t itukan nalak nya udah lama...lebih dr 3 bulan kali
di pengadilan mah tinggal ketik pali doank
wahhhh....begini orang yg ga ngerti agama sok sok an mau pake dalili agama
tapi bener Lo
kita yg terbiasa di sajikan pisau didepan mata,tetibaan dikasih bunga
pasti bingung kan ya🫣🥹🥹