NovelToon NovelToon
KEMBANG DESA SANG CEO

KEMBANG DESA SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Persaingan Mafia / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Rumah Tangga
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lada Jingga

Kemuning selalu tahu hidupnya murah di mata keluarga sendiri. Sejak kedua orang tuanya meninggal, ia hanya dianggap beban—dipaksa menjadi pembantu di rumah bibinya, tidur di lantai dingin, dan menahan sakit demi membesarkan adik kecilnya seorang diri.

Suatu malam, bibinya menyerahkan Kemuning kepada seorang tuan tanah untuk melunasi hutang judi. Tanpa persetujuan. Tanpa belas kasihan.

Semua orang mengira nasib Kemuning selesai saat mobil hitam itu membawanya pergi dari desa. Tapi mereka salah, karena pria yang menunggunya di kota jauh lebih berbahaya daripada kemiskinan; dingin, kaya, tampan, dan memandang Kemuning seolah gadis desa itu adalah miliknya.

Kemuning membenci cara pria itu mendekat terlalu dekat, cara tatapannya selalu membuat napasnya kacau… dan cara tubuhnya gemetar setiap kali pria itu menyentuhnya hanya untuk hal-hal kecil yang seharusnya biasa saja.

Namun yang paling menakutkan bukanlah ketertarikan itu.
Melainkan rahasia besar tentang alasan Kemuning sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lada Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 - Terlalu Dekat

Arkana masih berdiri sangat dekat di belakang Kemuning. Satu tangannya menahan pinggang kecil gadis itu erat agar tidak jatuh lagi. Napas hangat pria itu menyapu pelan dekat telinga Kemuning hingga membuat tubuhnya lemas. Dan posisi mereka nyaris tanpa jarak sama sekali.

“Kau memang punya hobi jatuh ke pelukanku?” Suara Arkana terdengar rendah dan samar menggoda di telinga Kemuning. Kalimat sederhana itu langsung membuat jantung gadis tersebut berdetak kacau. Pipinya memanas sampai ke ujung telinga.

“A-aku tidak sengaja...” Kemuning buru-buru menjawab terbata sambil mencoba menjauh sedikit. Namun tangan Arkana di pinggangnya justru membuat tubuhnya makin sulit bergerak normal. Ia terlalu sadar pada kehangatan pria itu sekarang.

Arkana sendiri ikut diam terlalu lama. Rambut Kemuning yang terurai di dekat wajahnya berbau terlalu harum dan lembut. Leher putih gadis itu juga berada terlalu dekat dari pandangannya. Dan tubuh kecil di pelukannya terasa terlalu pas. Kesadaran itu langsung membuat Arkana mengerutkan dahi kesal pada dirinya sendiri. Sejak kapan ia menikmati kedekatan dengan orang lain seperti ini? Apalagi dengan seorang gadis desa yang baru dikenalnya beberapa hari. Hal itu sama sekali tidak masuk akal.

Pria itu akhirnya melepaskan pinggang Kemuning perlahan. Ekspresinya kembali dingin seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa. Namun jantung Arkana sendiri masih berdetak lebih berat dari biasanya. Dan itu cukup membuat suasana hatinya memburuk.

Kemuning buru-buru mundur sambil menundukkan wajah dalam-dalam. Tangannya gemetar kecil saat kembali melipat pakaian di atas ranjang. Namun pikirannya terus mengingat suara rendah Arkana tadi di telinganya. Membuat tubuhnya kembali panas sendiri.

Di sisi lain kamar, Arkana berdiri sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Kaos hitam tipis yang dipakainya membuat tubuh atletis pria itu terlihat jelas. Kemuning refleks mencuri pandang sesaat sebelum buru-buru memalingkan wajah malu. Sayangnya, Arkana sempat menangkap itu.

Sudut bibir Arkana hampir terangkat tipis tanpa sadar. Namun pria itu segera menghapus ekspresi tersebut dan duduk di sofa. Ia membuka laptop seperti sedang sibuk bekerja. Padahal matanya beberapa kali tetap tertuju pada Kemuning. Setiap kali Kemuning merasa diperhatikan, gadis itu langsung salah tingkah.

Tangannya makin berantakan saat melipat pakaian. Bahkan beberapa kali baju hampir jatuh dari pelukannya sendiri. Dan itu diam-diam membuat Arkana merasa terhibur. Kemuning mulai sadar sesuatu yang berbahaya. Ia terlalu nyaman berada di dekat Arkana Mahendra. Padahal pria itu berasal dari dunia yang sangat jauh darinya.

Kemuning tidak boleh salah berharap sedikit pun. Ia hanyalah gadis desa yang dijual keluarganya sendiri. Sedangkan Arkana adalah pria yang bahkan namanya saja membuat orang segan. Perhatian kecil pria itu seharusnya tidak berarti apa-apa. Namun kenapa jantung Kemuning justru semakin sulit dikendalikan?

Saat membereskan paper bag terakhir, Kemuning menemukan beberapa pakaian anak kecil. Matanya langsung membesar pelan. Ada kaus kecil dan celana lucu dengan ukuran yang pas untuk Agam. Dadanya langsung terasa sesak.

“Agam pasti suka ini...” Kemuning bergumam lirih tanpa sadar sambil mengusap kain kecil itu perlahan. Ekspresi wajahnya langsung berubah lembut sekaligus sedih. Dan Arkana memperhatikan semuanya diam-diam.

“Dia sangat penting untukmu?” Pertanyaan Arkana terdengar tiba-tiba dari sofa.

Kemuning menoleh sedikit terkejut sebelum mengangguk pelan. Matanya mulai memerah samar. “Agam cuma punya aku...” Suara Kemuning lirih dan pelan. “Sejak orang tua kami meninggal, aku yang rawat dia.”

Arkana langsung terdiam mendengarnya.

Kemuning memeluk pakaian kecil itu erat ke dada. “Waktu Ayah dan Ibu meninggal, Agam masih bayi. Aku bahkan belum selesai sekolah, tapi aku harus belajar jadi kakak sekaligus ibu buat dia.”

Suasana kamar mendadak sunyi. Hanya suara hujan kecil di luar jendela yang terdengar samar malam itu.

Kemuning menunduk sambil tersenyum tipis penuh sedih. “Agam selalu takut tidur kalau aku tidak ada.”

Arkana memperhatikan wajah gadis itu cukup lama. Untuk pertama kalinya, ia mulai memahami seperti apa hidup Kemuning sebenarnya. Gadis itu selalu terlihat lemah dan mudah takut. Namun ternyata ia menanggung semuanya sendirian selama bertahun-tahun. Dan anehnya, hal itu membuat dada Arkana terasa berat.

Pria itu sudah bertemu banyak perempuan sepanjang hidupnya. Namun tidak ada satu pun yang membuatnya ingin mendengarkan seperti ini. Kemuning berbeda dengan semuanya.

Kemuning buru-buru mengusap matanya sebelum air mata jatuh lagi. “Aku terlalu banyak bicara. Maaf...”

Refleks meminta maaf itu kembali muncul. Arkana langsung menghela napas pelan kesal. “Kalau terus berdiri seperti orang bodoh, kau akan sakit.” Nada suaranya tetap datar dan dingin.

Namun perhatian kecil itu justru membuat Kemuning salah tingkah lagi.

“Aku belum ngantuk...” Kemuning berbohong pelan sambil menahan kuapan kecilnya.

Arkana langsung meliriknya sekilas tanpa ekspresi. “Kebohonganmu buruk.”

Kemuning langsung menutup mulut malu. Pipinya kembali memerah karena ketahuan. Sedangkan Arkana diam-diam menahan senyum tipis yang hampir muncul lagi. Gadis ini terlalu mudah dibaca.

Malam semakin larut ketika hujan mulai turun deras di luar mansion. Petir menyambar beberapa kali hingga cahaya putih menerangi jendela besar kamar. Kemuning refleks menegang kecil setiap mendengar suara guntur. Namun ia berusaha terlihat biasa saja. Sampai tiba-tiba seluruh lampu kamar mati mendadak.

Suasana langsung berubah gelap gulita dalam hitungan detik. Suara hujan dan petir terdengar jauh lebih keras sekarang. Dan napas Kemuning langsung kacau. Tubuh gadis itu refleks gemetar. Sejak kecil ia memang takut gelap karena trauma masa lalu. Saat orang tuanya meninggal, rumah mereka sempat mati listrik berhari-hari. Dan sejak itu Kemuning tidak pernah benar-benar nyaman dengan kegelapan.

“Arkana...” Untuk pertama kalinya, Kemuning memanggil nama pria itu pelan dalam kepanikan. Tangannya bergerak mencari sesuatu di tengah gelap. Lalu tanpa sadar memegang lengan Arkana erat.

Arkana sedikit terkejut karena disentuh mendadak. Pria itu memang tidak terbiasa dengan kontak fisik. Namun ketika menyadari tubuh Kemuning benar-benar gemetar ketakutan, ekspresinya berubah pelan. Ada sesuatu yang menusuk dadanya aneh.

Petir kembali menggelegar keras di luar. Kemuning refleks mendekat sambil memejamkan mata takut. Dan untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, Arkana bergerak lebih dulu tanpa berpikir panjang.

Pria itu menarik Kemuning ke dalam pelukannya. Tubuh Kemuning langsung membeku sesaat. Satu tangan Arkana menahan punggungnya perlahan dan protektif. Hangat tubuh pria itu langsung mengusir sebagian rasa takutnya.

Tanpa sadar, kepala Kemuning bersandar di dada Arkana. Suara detak jantung pria itu terdengar jelas di telinga Kemuning. Anehnya, suara itu justru membuat napasnya perlahan tenang. Padahal beberapa menit lalu dirinya gemetar ketakutan karena gelap. Sekarang ia justru merasa aman dalam pelukan Arkana.

Arkana menunduk sedikit melihat Kemuning yang diam di dadanya. Rambut panjang gadis itu menyentuh dagunya lembut. Dan tubuh kecil yang tadi gemetar perlahan mulai tenang di pelukannya.

Perasaan aneh kembali memenuhi dada Arkana. Pria itu tidak mengerti kenapa dirinya melakukan ini. Ia seharusnya menjauh, bukan memeluk Kemuning seperti sekarang. Namun entah kenapa, Arkana tidak bisa melepaskannya begitu saja. Dan itu membuat pikirannya semakin kacau.

Beberapa detik kemudian, listrik kembali menyala mendadak. Cahaya lampu langsung memenuhi kamar yang sebelumnya gelap. Kemuning tersadar pada posisi mereka dan langsung membelalak panik. Pipinya memerah seketika.

Kemuning buru-buru menjauh dari pelukan Arkana. “A-aku minta maaf...” Suara gadis itu kecil dan gugup. Ia bahkan tidak berani menatap wajah Arkana sekarang.

Namun Arkana justru diam terlalu lama. Tatapan matanya terus mengikuti Kemuning yang salah tingkah di depan ranjang. Ekspresi pria itu terlihat semakin sulit dibaca sekarang. Dan itu membuat jantung Kemuning kembali tidak tenang.

Malam semakin sunyi ketika Kemuning akhirnya berbaring di sisi ranjang. Ia memeluk selimut erat sambil membelakangi Arkana karena malu setengah mati. Pikirannya dipenuhi pelukan hangat pria itu beberapa menit lalu. Dan itu membuat dadanya berdebar tanpa ampun.

Di belakangnya, Arkana masih duduk di sofa sambil menatap jendela hujan. Lalu tanpa menoleh ke arah Kemuning, pria itu akhirnya bicara pelan. “Mulai sekarang. Kalau takut... panggil aku.”

Tubuh Kemuning langsung membeku. Jantungnya berdetak sangat keras di dalam dada. Dan untuk pertama kalinya, ia mulai takut pada perasaannya sendiri terhadap Arkana Mahendra.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!