Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan
Jevandra benar-benar sudah muak menunggu wanita itu sejak tadi. Bagaimana bisa mereka membutuhkan banyak waktu untuk mengubahnya?
"Katakan pada mereka untuk cepat, Roy!" titah Jevandra yang mulai muak dengan semua ini
"Katanya sebentar lagi, Tuan." jawab Roy yang memang baru satu menit yang lalu dia kembali dari lantai dua untuk mempertanyakan hal ini.
Tapi Jevandra sudah kembali bising untuk memanggil Nyonya muda lagi.
"Apa mereka mengupas kulitnya hingga menghabiskan waktu seperti ini?" tanya Jevandra yang mulai kesal sejak tadi.
Roy tidak berani menjawab. Dia hanya bisa pasrah saja saat laki-laki itu terus mengomel sejak tadi.
Mendengar suara sepatu heels yang menghentak lantai mewah itu membuat Jevandra mengalihkan pandangannya, hingga dia melihat seorang wanita yang baru saja turun dengan gaun hitam miliknya.
"Cepat, kau sudah terlalu banyak membuat waktu saya!" gerutu Jevandra saya Diara baru saja sampai di anak tangga terakhir.
"Is, dasar menyebalkan!" gumam Diara mengumpat Jevandra yang sudah berjalan meninggalkannya lebih dulu.
Apa laki-laki itu benar-benar tidak menganggapnya sedikit saja? setidaknya melihatnya sedikit. Tapi ini tidak. Menyebalkan sekali bukan?
Jevandra menghela nafasnya saat melihat wanita itu berjalan dengan begitu lamban.
"Kau ini benar-benar sangat lamban!" umpat Jevandra saat Diara baru saja sampai di mobil.
"Bukankah gaun ini hasil pilihan suamiku? Jadi bukankah aku harus terlihat sempurna dengan gaun ini?" jawabnya sengaja membuat Jevandra kesal.
Karena Diara tau, jika laki-laki ini merasa tidak nyaman saat dia memanggilnya suamiku. Jadi Diara akan selalu memanggilnya suamiku dimana pun. Agar laki-laki itu merasa kesal setiap saat.
Sementara Jevandra tidak bisa berkutik lagi, karena memang gaun itu adalah pilihannya.
"Astaga, gaun ini sangat menyebalkan sekali!" gerutunya lagi saat bagian pahanya yang terlihat akibat potongan di bagian itu.
"Sama seperti yang memilihnya!" lanjut Diara dalam hati.
Jevandra lagi-lagi menatap Diara dengan kesal saat mengatakan gaun itu menyebalkan. Bagaimana bisa dia mengatakan jika gaun itu menyebalkan.
Padahal gaun itu adalah gaun rancangan desainer terkenal yang memiliki karya eksklusif. Tidak semua orang bisa memilikinya. Lalu bisa-bisanya dia mengatakan gaun itu menyebalkan.
"Dasar wanita tidak tau di untung!" umpat Jevandra yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi.
Sementara Diara memilih diam dan membiarkan laki-laki itu. Butuh waktu hampir satu jam untuk sampai di rumah utama keluarga Jevandra, dan Diara cukup menikmatinya perjalanan ini.
Sampai saat mereka tiba disana, Diara cukup terpukau dengan kemewahan yang di miliki keluarga Raksa Bumi.
"Apa di dalam nanti kita akan berakting sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai, suamiku?" tanya Diara membuat Jevandra memicingkan matanya.
"Bagus jika kau sudah mengetahuinya. Jangan sampai membuat nenek curiga tentang siapa dirimu."
"Lalu bagaimana jika nenek menanyakan tentang nama bekalang ku?" tanya Diara yang penasaran.
"Nenek tidak terpengaruh dengan keluargamu. Hanya saja jangan sampai nenek mengetahui jika kau-"
"Saya paham, suamiku." jawab Diara cepat.
Roy sudah turun dari mobil dan membuka pintu mobil, dan Jevandra turun lebih dulu sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Diara.
Diara tersenyum saat Jevandra melakukan itu padanya. Dia terlihat benar-benar pandai berakting di depan banyak orang. Bersikap seolah-olah dia begitu sangat mencintainya.
Banyak sorot kamera menyorot mereka, dan Jevandra mengenalkan Diara sebagai istrinya.
"Tolong jaga jarak. Istri ku tidak terbiasa dengan keramaian seperti ini." kata Jevandra pada para wartawan.
Diara memang tidak nyaman, karena dia tidak tau jika terdapat banyak wartawan seperti ini di rumah keluarga suami palsunya ini.
"Permisi..." Roy membuka jalan untuk Javendra dengan yang menggandeng Diara untuk masuk ke rumah utama.
Sampai saat mereka tiba di pintu utama, neneknya langsung menghampirinya dan memeluk Jevandra. Cucu kesayangannya.
"Astaga, dasar anak nakal! kenapa tidak mengabari nenek jika kamu sudah menikah hah? kamu sengaja ingin menyembunyikan istri kamu yang cantik ini ya?" tegur neneknya membuat Jevandra hanya tersenyum saja.
Sekilas Diara merasa jika senyuman itu benar-benar tulus. Jika dia tersenyum begitu, tidak akan ada lagi wajah menyebalkan yang selalu dia lihat.
Tapi tunggu dulu, kanapa wanita itu seperti tidak suka padanya?
"Beri salam pada, nenek." kata Jevandra pada Diara.
"Nenek..." panggilnya pada nenek suaminya.
"Astaga cucu menantuku cantik sekali. Pasti jika kalian punya akan sangat luar biasa nanti."
Uhuk!
Jevandra tersedak mendengar penuturan neneknya yang membicarakan soal anak.
"Ah, nenek. Terima kasih atas pujiannya. Soal anak, kami sedang membicarakannya. Lagi pula suamiku juga ingin memilki banyak anak. Bukan begitu, suamiku?" jawab Diara yang sengaja melempar pertanyaan begitu karena dia tau jika Jevandra akan semakin kesal dengannya.
Dan terbukti, jika saat ini Jevandra ingin mengumpat Diara.
**
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣