NovelToon NovelToon
Sistem Mancing Mania Mantap

Sistem Mancing Mania Mantap

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Arga, seorang pemuda yatim piatu miskin yang berjuang hidup sebagai nelayan sampan, harus menelan pil pahit saat dihina habis-habisan oleh mantan teman-teman sekolahnya di sebuah acara reuni.

Merasa putus asa dan tidak terima dengan ketidakadilan takdir, ia melampiaskan emosinya dengan memancing di tengah malam, namun kailnya justru menarik sebuah umpan logam berkarat misterius yang menyerap darahnya dan membangkitkan Sistem Mancing Mania Mantap.

Berbekal sistem aneh yang menggunakan emosi sebagai umpan dan menunjukkan lokasi pancing yang tidak masuk akal, Arga tidak lagi sekadar memancing ikan biasa, melainkan menarik harta karun dimensi lain, pusaka kuno, hingga kekuatan gaib yang akan memutarbalikkan nasibnya dari pemuda rendahan menjadi sosok kaya raya yang ditakuti semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Mohon maaf sekali lagi Bapak, kuota pendaftaran untuk kartu member VVIP kami sedang ditutup untuk kuartal ini," jawab Clara sangat sopan.

"Pendaftaran baru akan dibuka kembali tahun depan dan itu pun harus melalui undangan khusus dari manajemen hotel."

Arga mengangguk paham mendengar betapa rumitnya birokrasi pamer kekayaan di kalangan elit Jakarta ini.

"Kalau daftar member gak bisa, berarti kamar tipe Penthouse buat malam ini masih ada yang kosong gak Mbak?" tanya Arga mencari celah lain.

Clara terdiam sejenak dan jari-jarinya langsung mengetik dengan cepat di atas keyboard komputernya.

Dia memeriksa ketersediaan kamar paling mahal yang biasanya hanya disewa oleh pejabat negara atau pengusaha besar.

"Untuk malam ini kami masih memiliki satu kamar tipe Presidential Penthouse yang tersedia Bapak," lapor Clara menatap layar komputernya.

"Tapi untuk harga sewa per malamnya adalah delapan puluh lima juta rupiah dan itu belum termasuk pajak pelayanan hotel."

Clara sengaja memberikan penekanan intonasi pada nominal delapan puluh lima juta untuk melihat reaksi Arga.

Kebanyakan tamu biasa akan langsung mundur teratur sambil membuat alasan sedang terburu-buru jika mendengar angka tersebut.

"Oke, gue ambil kamar Presidential Penthouse itu buat malam ini aja," putus Arga tanpa berpikir panjang sama sekali.

Mata Clara sedikit membesar dan senyum profesionalnya sempat goyah sedetik mendengar jawaban mantap dari pemuda di depannya ini.

"Bapak benar-benar ingin memesan tipe Presidential Penthouse untuk malam ini?" tanya Clara memastikan dia tidak salah dengar.

"Iya Mbak Clara, tolong proses pembayarannya secepatnya ya karena gue udah mau naik ke atas sekarang," jawab Arga sambil mengeluarkan kartu debit dari dompetnya.

Clara menelan ludah dan segera mengambil mesin gesek kartu dari bawah mejanya dengan tangan sedikit gemetar.

Dia memasukkan nominal puluhan juta itu ke dalam mesin dan menyodorkannya kepada Arga untuk memasukkan kata sandi.

Proses pembayaran otorisasi bank selesai dalam hitungan detik tanpa ada penolakan dari sistem keamanan.

Struk panjang tercetak dari mesin itu dan Clara menatap kertas tersebut dengan perasaan takjub luar biasa.

Pemuda berpakaian kasual ini baru saja membuang uang hampir seratus juta hanya untuk tidur satu malam di hotel mereka.

"Pembayarannya sudah berhasil masuk secara penuh Bapak," kata Clara suaranya kini terdengar sangat hormat.

Clara mengambil sebuah kotak beludru hitam dari laci khusus dan mengeluarkan kartu akses berwarna emas gelap.

"Ini kartu akses khusus milik Bapak, kartu ini hanya bisa digunakan di lift khusus VIP sebelah kiri ujung lorong," jelas Clara sambil menyerahkan kartu itu dengan kedua tangan.

"Kartu ini memberikan Bapak akses tanpa batas ke area kolam renang atap, bar privat, dan layanan pelayan pribadi dua puluh empat jam."

"Terima kasih atas bantuannya Mbak Clara," ucap Arga menerima kartu sakti tersebut dan memasukkannya ke saku celana.

Arga memutar tubuhnya dan berjalan menyusuri lobi menuju lorong lift khusus yang ditunjukkan oleh Clara tadi.

Hanya ada satu pintu lift berwarna perak mengkilap di ujung lorong sepi tersebut tanpa ada tombol angka di dindingnya.

Arga menempelkan kartu emas gelapnya ke panel sensor di sebelah pintu lift.

Terdengar bunyi denting pelan dan pintu lift itu langsung terbuka lebar menyambut tamu terhormatnya.

Arga masuk ke dalam lift yang dindingnya terbuat dari kaca tebal menghadap ke arah pemandangan kota Jakarta.

Lift ini bergerak sangat cepat dan halus menuju lantai empat puluh yang merupakan area atap utama hotel.

Pintu lift perlahan terbuka dan semilir angin sore dari ketinggian langsung menyapu wajah Arga.

Pemandangan di lantai atap ini benar-benar mendefinisikan apa arti kemewahan kelas atas yang sebenarnya.

Kolam renang tanpa tepi atau infinity pool membentang luas dengan air jernih yang memantulkan warna langit senja kemerahan.

Di sekeliling kolam terdapat deretan tenda cabana pribadi lengkap dengan sofa empuk dan tirai putih yang melambai ditiup angin.

Pelayan berseragam putih bersih mondar-mandir membawa nampan berisi gelas koktail mahal dan buah-buahan segar.

Arga berjalan perlahan menyusuri pinggir kolam sambil memanggil layar peta sistem di dalam pandangannya.

Titik merah berkedip di peta itu menunjukkan lokasi yang berada di sudut paling sepi kolam renang dekat dengan batas kaca pengaman gedung.

Arga baru saja melangkah melewati deretan kursi berjemur saat sebuah suara keras dan melengking menghentikan langkahnya.

"Ya ampun, lihat siapa yang nyasar ke mari," seru sebuah suara wanita yang terdengar sangat familiar di telinga Arga.

Arga menoleh ke arah kanan dan melihat Rina sedang duduk santai di atas kursi berjemur sambil memegang gelas minuman.

Di sebelahnya ada Dimas yang sedang bertelanjang dada memamerkan otot perutnya sambil memakai kacamata hitam mahal.

Dimas menurunkan kacamata hitamnya sedikit dan membelalakkan matanya melihat sosok Arga berdiri tidak jauh dari mereka.

"Lah, ini beneran si nelayan miskin dari Muara Angke itu kan?" ejek Dimas dengan suara keras yang menarik perhatian beberapa tamu lain.

Dimas segera berdiri dari kursi santainya dan berjalan menghampiri Arga dengan senyum meremehkan yang sangat menyebalkan.

"Ngapain lo di sini Ga? Lo habis nyasar dari pintu darurat bawah ya?" cecar Dimas menatap sinis ke arah tas olahraga Arga.

"Gue ke sini mau santai aja Dim, lagian bukan urusan lo juga gue mau ke mana hari ini," balas Arga dengan ekspresi wajah sangat datar.

"Santai gigi lo peyang, ini area VIP khusus member elit yang bayarnya puluhan juta per tahun Ga," bentak Dimas merasa diremehkan oleh jawaban Arga.

"Lo pasti nyogok petugas kebersihan di bawah buat bukain pintu darurat supaya lo bisa foto-foto di sini kan?"

Rina ikut tertawa terbahak-bahak mendengar analisis konyol dari kekasih barunya itu.

"Hati-hati Dim, nanti ada barang tamu yang hilang loh kalau ada orang gembel kayak dia bebas keliling di mari," tuduh Rina tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Telinga Arga terasa panas mendengar tuduhan rendahan dari wanita yang dulu pernah sangat dia sukai itu.

"Mulut lo kalau ngomong tolong disaring sedikit Rin, gue bayar mahal buat bisa berdiri di tempat ini," desis Arga menatap tajam langsung ke mata Rina.

Dimas tertawa sangat keras memegangi perutnya mendengar pembelaan diri yang dianggapnya sangat mustahil itu.

"Lo bayar mahal pakai apa Ga? Pakai sisik ikan asin hah?" ledek Dimas dengan nada suara makin meninggi.

"Gue kasih tahu ya nelayan kere, sewa satu kursi malas di sini aja harganya lima juta sehari semalam."

"Orang gembel yang kerjaannya narik sampan kayak lo mana bakal sanggup bayar tagihan air mineral di tempat ginian."

1
Kasma Wati
💪💪💪💪💪
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
Kasma Wati
👍👍👍👍👍
Marthen
preman pasar kelas kampungan yg nyasar 😄😄😄
cynth
Mancing lele di selokan aja malunya nembus layar, apa lagi ini. Astaga...
Gege
nasahhh... ceritanya enteng..ngalir.. menyajikan hiburan bacaan yang bikin candu...
Momen'to
mimpi basah author 😹
Magane
menunggu sistem kurir mbg
Yofu
kok bisa kepikiran sih/Sweat/
Yofu
mancing mania mantap🗿
Dhewa Shaied
crazy up thorr.. imajinasinya gak ngotak 💪💪💪 😍😍😍😍
Yuliana Tunru
syuuuka bgt hari.ini crezy up thorrr 💪💪 up ..arga waktu x cari wanita special ya jgn sampe dpt tipe rina 😄😄😄
dhani satria
tomatkah?
dhani satria: owhhhhh.....,crazy up...,mantap ceritanya
total 2 replies
dhani satria
taline panjang bgt ya 3000 meter
Gege
berat bener cerita sistem bertema mancing ini..pikir ceritanya ringan, Nemu ikan dikembangkan hasilin duit milyaran, hidup enak wanita banyak.. sampe ratusan episode...🤣🤭
Yui: makasih idenya, habis konflik ini lah bisa diterapin /Smile/
total 1 replies
dhani satria
aquamen....
dhani satria
tongkat zeus
Yui: Poseidon lebih tepatnya/Facepalm/
total 1 replies
dhani satria
CEO WIJAYA ni
Yuliana Tunru
nalasan yg setimpal 😄😄
dhani satria
hahahhahhaha.....,lha gemblung yak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!