NovelToon NovelToon
ISTRI PENGGANTI SANG GUS COLD

ISTRI PENGGANTI SANG GUS COLD

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan rahasia / Poligami
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Dibuang dua puluh tahun ke London, Kalea dipaksa pulang hanya untuk menjadi tumbal wasiat kakaknya. Najwa, sang bidadari pesantren yang sedang menjemput ajal, meminta satu hal yang mustahil: Kalea harus menggantikan posisinya sebagai istri Gus Malik.
Kini, si pemberontak berpakaian seksi itu harus terjepit dalam pernikahan "turun ranjang" bersama pria sedingin es yang hanya mencintai kakaknya. Di bawah atap yang sama dengan Najwa yang kian merapuh, sanggupkah Kalea bertahan menjadi bayang-bayang di atas ranjang pria yang menganggapnya penuh dosa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titah yang Menghancurkan

Kepulangan Najwa ke pesantren seharusnya menjadi momen penuh syukur, namun bagi Lea, itu adalah awal dari mimpi buruk yang lebih nyata. Meskipun tubuhnya masih sangat lemah, Najwa tampak memiliki tekad yang kuat untuk memastikan "warisannya" segera berjalan sesuai rencana.

Malam itu, setelah seluruh penghuni pesantren kembali ke asrama masing-masing dan Arkan sudah terlelap di kamar sebelah, Najwa memanggil Malik ke sisinya.

"Mas..." bisik Najwa, jemarinya yang pucat mengusap punggung tangan suaminya. "Malam ini, tidurlah di kamar Lea."

Gus Malik yang sedang merapikan selimut Najwa mendadak membeku. Ia menatap istrinya dengan tatapan tak percaya, seolah baru saja mendengar sebuah kalimat kufur. "Najwa, apa yang kamu bicarakan? Saya tidak mungkin meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini."

"Aku tidak apa-apa, Mas. Ada Mbak pengasuh dan perawat di kamar sebelah yang bisa kupanggil," Najwa tersenyum getir, matanya berkaca-kaca. "Kamu sudah menikahinya. Dia istrimu sekarang. Aku tidak tenang jika kamu terus memperlakukannya seperti orang asing di rumah ini. Pergilah... bimbing dia. Mulailah menjalankan peranmu sebagai suaminya."

"Tapi tidak begini caranya, Humaira," Malik memejamkan mata, rahangnya mengeras. "Status kami masih rahasia, dan kamu... kamu adalah prioritas saya."

"Prioritasku adalah ketenangan sebelum aku pergi, Mas. Dan ketenanganku ada pada kebersamaan kalian," Najwa terbatuk kecil, namun matanya tetap menatap Malik dengan penuh permohonan. "Tidurlah di sana. Hanya malam ini. Berikan dia haknya sebagai istri, meski hanya kehadiranmu di ruangan itu."

Dengan hati yang hancur dan rasa berat yang luar biasa, Malik tak mampu menolak. Ia mencium kening Najwa lama, seolah itu adalah perpisahan, sebelum akhirnya melangkah keluar dari kamar utama dengan langkah yang terasa seberat timah.

Di sisi lain koridor, Lea sedang berada di kamar tamu yang kini menjadi wilayah kekuasaannya. Ia merasa frustrasi, gerah, dan rindu setengah mati pada kebebasannya. Sebagai bentuk pemberontakan diam-diam terhadap aturan pesantren yang menyesakkan, Lea menanggalkan daster panjang yang diberikan kakaknya.

Ia kini hanya mengenakan baju tidur sutra tipis berwarna merah marun dengan potongan *v-neck* yang sangat rendah dan celana pendek yang hanya menutupi separuh paha jenjangnya. Rambut pirangnya ia ikat asal-asalan, menyisakan beberapa helai yang jatuh di lehernya yang putih.

*Brak!*

Pintu kamar diketuk dua kali, lalu terbuka pelan. Lea yang sedang duduk di tepi ranjang sambil mengoleskan lotion ke kakinya tersentak kaget.

Gus Malik melangkah masuk, namun langkahnya langsung terhenti di ambang pintu.

Begitu mata tajamnya yang biasanya selalu tertunduk itu tanpa sengaja menangkap sosok Lea yang nyaris "setengah telanjang" di matanya, Malik langsung memutar tubuhnya membelakangi Lea dengan gerakan kasar.

"Astaghfirullahaladzim! Astaghfirullah!" suara Malik bergetar hebat. Wajahnya memerah hingga ke telinga, bukan karena gairah, melainkan karena rasa syok dan amarah yang meluap.

"Heh! Ngapain lo masuk kamar gue nggak pakai permisi?!" teriak Lea histeris. Ia refleks menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, meski hatinya merasa jengkel karena dipergoki.

"Pakai pakaianmu yang layak, Kalea!" bentak Malik tanpa menoleh sedikit pun. Tangannya mencengkeram kusen pintu hingga buku jarinya memutih. "Najwa yang meminta saya ke sini. Tapi saya tidak menyangka kamu serendah ini, memamerkan aurat di rumah yang penuh dengan kemuliaan!"

"Rendah?!" Lea berdiri, menyampirkan cardigan tipis yang tetap saja tidak menutupi banyak hal. "Ini kamar gue! Gue bebas mau pakai baju apa aja! Dan lo... lo ngapain ke sini? Mau nagih jatah?"

Malik berbalik sedikit, namun matanya tetap terpejam rapat. Ia menarik napas panjang, mencoba menekan emosi yang hampir meledak. "Saya ke sini karena perintah Najwa. Dia ingin saya tidur di sini. Namun, demi Allah... melihatmu seperti ini hanya membuat saya semakin menyesal telah memenuhi keinginannya."

"Kalau nyesel, ya keluar! Gue juga nggak butuh lo di sini!"

"Saya tidak bisa keluar. Itu akan menyakiti hati Najwa," Malik melangkah masuk dengan mata yang masih dipejamkan, lalu ia berjalan menuju sudut kamar, mengambil sejadah dan membentangkannya di lantai kayu, jauh dari ranjang Lea. "Saya akan tidur di sini, di atas lantai. Jangan pernah berpikir untuk mendekat atau berbicara pada saya malam ini."

Malik duduk bersila di atas sejadah, membelakangi ranjang Lea sepenuhnya. Ia mulai berkomat-kamit membaca doa dengan suara rendah yang kaku.

Lea menatap punggung pria itu dengan benci yang amat sangat. "Terserah lo, Gus Suci! Tidur aja lo di sana sampai encok. Gue nggak peduli!"

Lea membanting tubuhnya ke ranjang, memunggungi Malik. Keheningan malam itu terasa sangat panas dan menyesakkan. Di sudut kamar, Malik terus beristighfar, berjuang melawan rasa muak dan guncangan di batinnya karena harus berbagi ruang dengan wanita yang dianggapnya sebagai ujian dari neraka. Sementara Lea menangis tanpa suara di balik bantal, merasa harga dirinya sebagai wanita telah diinjak-idap oleh pria yang bahkan tidak sudi melihat wajahnya.

Malam itu, kamar itu bukan menjadi tempat bersatunya dua insan, melainkan sebuah medan perang dingin yang dipenuhi kebencian dan air mata.

1
6690
wait ini Lea sama Najwa kakak beradik kandung ya? mohon maaf ya Thor, bukannya kalau kandung tidak boleh dinikahi secara bersamaan oleh pria yang sama , kecuali salah satunya sudah meninggal, baru boleh menikah. misalnya boleh menikah dengan suami kakak namun ketika si istri/kakak sudah meninggal. CMIIW
Nda
double up thor
Nda
novelmu luar biasa thor
Ci Ka
ditunggu up nya thor💪
Nda
ditunggu double up nya thor
Sri Jumiati
lanjut up thor
Sri Jumiati
umur kalea brp ya? kok msh kuliah .kan di buang 20 th yll
Jeon Ndhh: Dikirim umur 3-5 tahun → 20 tahun di London → balik ke Indonesia umur 23-25 tahun → sekarang kuliah semester akhir. karna pernah tertunda. kuliah di umur berapa pun boleh kuliah umur 50 tahun pun masih bisa kuliah 🙏
total 1 replies
Sri Jumiati
semangat thor
Sri Jumiati
bagus ceritanyq
Waodeumizahara Waodeumizahara
kapan apload nya thor🙏
Waodeumizahara Waodeumizahara
sangat bagus
Waodeumizahara Waodeumizahara
sangat bagus
Waodeumizahara Waodeumizahara
thor lebih banyaknya lagi dong aploadnya🙏
Waodeumizahara Waodeumizahara
plis, up lebih banyak thor🙏
Waodeumizahara Waodeumizahara
sangat menarik/Heart/
Anonim
GUS GUS AGUUUS AGUUUSSS
Titik Sofiah
lanjut Thor
Titik Sofiah
lanjut lanjut Thor
Titik Sofiah
lanjut Thor
Titik Sofiah
plis doubel up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!