NovelToon NovelToon
Love Scandal 2

Love Scandal 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Seorang gadis polos kehilangan harta warisannya akibat kelicikan saudara tiri, ia dipaksa menikah dengan seorang pria dari keluarga perwira tinggi, namun pria tersebut pergi di hari pernikahan hingga akhirnya adik pria tersebut yang notabene seorang duda harus menyelamatkan nama besar keluarga dengan menyembunyikan identitas aslinya. Ayah gadis itu pun seorang tentara tapi seolah tak pernah menyayanginya.

Saat tau kabar kabur tentang identitas pria tersebut. Ibu tiri gadis itu menyesal dan iri setengah mati.

Kesakitan yang di alami gadis itu membuatnya trauma hingga sangat waspada dan sulit percaya. Kini pria tersebut harus berjuang sekuat tenaga untuk menembus tembok pertahanan hati istrinya yang selalu berpura-pura di balik tingkah randomnya, padahal ia tidak tau.. siapa pria yang bersamanya saat ini.

SKIP bagi yang tidak tahan dengan KONFLIK.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Rasa yang tidak bisa di uraikan.

"Kau pikir kalau ada Papa sama Mama disini, bisa jadi pelindung buatmu, dek?" bisik Bang Reigar, suaranya berat tertahan tepat di samping telinga Jill, membuat bulu kuduk sang istri seketika meremang. Tubuhnya kecilnya yang tadi lemas kini semakin lemas.

Jilly hanya bisa berkedip-kedip, jelas saja ia tidak bisa bersuara, bibirnya masih terbungkam, tangan pun terkunci rapat.

"Kau pikir bisa menindas Abang dengan lebam di badanmu??" Imbuh Bang Reigar.

Tangannya kecil Jilly berusaha meronta, ia menekan lengan kuat yang menindihnya, tapi tenaganya bagaikan kapas yang berhamburan sedang memaksa batang pohon untuk bergeser.

Bang Reigar menurunkan sedikit tekanan di telapak tangannya, cukup agar Jilly bisa bernapas dan bersuara, tapi belum berniat melepaskannya.

"Masih berani nantang, kau dek?" tanyanya lagi, bibirnya nyaris menyentuh bibir Jilly. "Katanya sakit? Katanya habis dibongkar paksa? Tapi mulutmu tajam, nyalimu besar sekali debat dengan Abang. Padahal tadi siapa yang pingsan di pinggir jalan? Siapa yang bikin Abang hampir gila mikir kamu."

"Abang sendiri yang salah." Kata Jilly dengan suara rendah.

"Kau salahkan Abang, Abang buat salah sekalian." Tak bisa di cegah, Bang Reigar pun kembali mendekap Jilly dengan erat. "Kau ini memang ujian berat buat Abang." Suara Bang Reigar begitu lembut nyaris tanpa ancaman, kini nada suaranya mendadak penuh kepasrahan dan rasa sayang begitu dalam.

Lembut Bang Reigar mencium kening istrinya, lama dan cukup lama, lalu menatap mata indahnya.

"Setiap kali kau mendekat, setiap kali kau merajuk, setiap kali kau sentuh Abang, setiap kali kau bilang 'mau', 'minta', atau 'lagi'… rasanya detik itu juga pertahanan Abang runtuh. Ingin rasanya menelanmu bulat-bulat tanpa meninggalkan sisa. Ingin menandai seluruh tubuhmu, ingin memastikan seluruh dunia tau kalau kau hanya milik Abang, kau satu-satunya dan tak tergantikan." Bang Reigar menghela napas panjang, senyumnya begitu getir. "Nyatanya kau obat sekaligus racun yang sudah membuat laki-laki di hadapanmu ini lepas kendali. Salahkan Abang yang terlalu menginginkanmu hingga menyakitimu."

Jill menatap mata suaminya begitu dalam. Di balik sikap keras dan kasarnya, Bang Reigar juga punya sisi hati yang lembut.

"Tentang keadaanmu, tentang keadaan kita.. Apa kamu sudah ikhlas?" Tanya Bang Reigar yang sepertinya mulai lelah usai mengutarakan bujukan sesuai isi hati.

Bak terpana ribuan kata, Jill terhanyut tanpa sekalipun mengalihkan pandangan. "Ikhlas, Bang."

Jawaban Jilly itu seakan menjadi sebuah ijin yang meringankan beban batin Bang Reigar. Seketika pertahanan terakhir yang masih tersisa pada diri Bang Reigar runtuh total. Perkataan orang tua, tentang nasihat, kekhawatiran seorang ibu, perasaan takut menyakiti, semuanya lenyap terbawa kuatnya rasa rindu yang kembali bergejolak tak tertahankan.

Tanpa di sadari Bang Reigar kembali memeluk Jilly. Tubuh gagah itu mengunci tubuh mungilnya. Bang Reigar membenamkan diri, terhanyut menghirup wangi tubuhnya yang kini sulit ia lupakan.

Anehnya, Jilly tidak menolak. Ia justru membalas pelukan itu sekuat sisa tenaganya, jari-jemari kecilnya menyusup ke sekitar leher hingga sela rambut cepak Bang Reigar lalu menarik wajah itu mendekat. Siapa sangka Jilly memiliki rasa rindu yang sama besarnya, meski tubuhnya masih meminta istirahat.

"Cukup begini saja, dek. Pulihkan dulu badanmu..!!" Kata Bang Reigar bergeser tapi di saat yang sama, ia melihat wajah kecewa dari sang istri, dekapan erat itu juga seakan tak melepaskan dirinya begitu saja. Sebagai seorang pria jelas dirinya senang karena paham maksudnya, tapi rasa cemas juga begitu menghantuinya.

"Ternyata Letnan Reigar yang tangguh itu bisa takut juga." Jilly bergumam sambil memalingkan wajahnya.

Tak ada kata dari Bang Reigar, ia hanya menarik seringai senyum. Pada akhirnya, di balik pintu yang tertutup rapat, kembali terjadi penyatuan yang panas. Bang Reigar berusaha sekuat tenaga menahan kekuatannya, berusaha menjaga setiap sentuhan agar tidak melukai istri kecilnya, namun dorongan dalam hatinya terlalu menyiksa. Kini dirinya begitu memanjakan sang istri, setiap sentuhan terasa begitu memberi penjelasan bahwa Letnan Reigar pemegang kendali penuh. Ia kembali menandai kepemilikannya namun kali ini tidak kasar, melainkan dengan bujukan yang begitu lembut membuat Jilly ikut lupa daratan.

...

Pintu kamar kembali terbuka, Bang Reigar melangkah keluar sambil memakai seragam dinasnya. Rambutnya sedikit berantakan, keringat membasahi pelipis dan lehernya.

Napasnya masih belum teratur dan terasa berat, sisa-sisa perjuangan menahan diri dan melepaskan kerinduan yang mendalam. Wajah itu tampak lelah, namun di balik kelelahan itu terpancar kepuasan bercampur rasa damai yang sangat dalam, sorot matanya berbinar jelas, sorot matanya tenang.

Di ruang tengah, Bang Rakit masih duduk di sana dan masih menunggu. Pikirannya masih berusaha mencerna segala kejadian yang berputar beberapa jam yang lalu.

Saat melihat Abangnya keluar dengan keadaan berkeringat deras, wajah memerah, dan aura yang seolah habis mengangkat beban berat, Bang Rakit sama sekali tidak memiliki niat jahat atau pikiran kotor sedikit pun. Ia mengerti betul bagaimana besarnya rasa cinta Abangnya pada istrinya, ia mengerti betapa cemasnya Bang Reigar tadi, dan ia mengerti bahwa kehangatan rumah tangga adalah hal yang wajar.

Namun… entah mengapa.

Saat matanya menangkap bayangan wajah Bang Reigar yang tampak begitu bahagia, begitu utuh, begitu memiliki segalanya… hati Bang Rakit tiba-tiba merasa nyeri. Ada perasaan aneh itu datang, menyusup pelan namun menusuk tajam ke ulu hatinya. Perasaan yang belum ia kenali namanya, perasaan yang membuat dadanya terasa sesak, berat, dan sakit tanpa alasan yang masuk akal.

'Kenapa harus dia yang jadi istri Abangku??'

Ia teringat kembali wajah gadis itu. Wajah polos, cantik, cerah, yang matanya sedikit bengkak namun tetap memancarkan cahaya indah. Wajah yang tadi pagi ia temui di koperasi, yang membuat jantungnya berdesir untuk pertama kalinya, yang membuatnya merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya saat melihat gadis itu terbaring lemah.

Dan kenyataan pahit itu kembali menamparnya, gadis itu bukan miliknya. Gadis itu istri Abangnya. Gadis itu adalah Nyonya Reigar yang dicintai, dimanja, dan dimiliki seutuhnya oleh laki-laki di hadapannya ini.

Bang Rakit menelan ludah dengan susah payah, berusaha menyingkirkan rasa asing yang tak berhak ia rasakan itu. Ia tersenyum tipis, senyum yang sedikit kaku namun berusaha terlihat biasa saja.

"Banjir keringat, Bang. Sampai basah kuyup begitu." ucap Bang Rakit berusaha bercanda, suaranya sedikit serak. Ia mengalihkan pandangan ke arah gelas kosong di meja. "Di luar dingin sekali, apa kamarmu kebakaran? Atau… habis berjuang keras menenangkan 'kucing liar' mu yang galak itu?"

.

.

.

.

1
Tanti
suka deh....mba Nara pst suka bikin teka teki...👍👍👍makin tambah penasaran
dyah EkaPratiwi
apa benar anak papa rinto
Tanti
Reina...reina...tobato yoooo
Bang Huda sabar yaaa...
Tanti
weesss no coment bang🤭🤭
Maysuri
bang huda..... 💪💪💪
Maysuri
hhhhhhhhhh
dyah EkaPratiwi
nggak bener ini reina udahlah bang Huda di kasih lampu hijau tu
Ana
Mantap kali Maju bang Huda semoga dapat perempuab yg baik😄

bang rakit semoga kau juga dapa wanita yg sholeha..amin🙏

dosa klo cinta sm istri abang sendiri🙏
Maysuri
🤣🤣
Tanti
sabar Bang....harap dimaklumi🤭🤭
dyah EkaPratiwi
salah mu sendiri bang reigar, ngerjain istri
Tanti
Dirimu Jiiilll TV segede gaban dipsg dikamar....g bs bayangin itu kamarnya segede apa itu mba Nara???blm prnh bertamu di asrama, mskpn rmhq deket asrama🤭🤭😄
Tanti
Bang Reigar: "apa sih yang nggak buat kamu Jill..."/Kiss/
Jilly : ( pipi udah semerah tomat) 🤣🤣🤣🤣🤣
bayangke sambil ngekekkk/Kiss//Kiss/
Tanti
Mantapp Bang Reigarrr...tnyt dy jg seorang sultan🤭
lanjt mba Nara👍👍👍
dyah EkaPratiwi
🤣🤣 love sekebon bang reigar 😍😍
Maysuri
jill ...tenang saja,masalah pasti terselesaikan,percaya deh am suamimu pasti akan aman dan terkendali....semangat💪💪
dyah EkaPratiwi
semangat Jill percaya sama bang reigar
Esti 523
mancap guliccap ka,abang ganteng gentle bgt aq suja aq suka
Tanti
kok kamu sensi banget sih Jill??🤭🤭
kyknya ada tanda-tanda nih dr Jill... ati² ya Bang Reigar🤭🤭🤭
dyah EkaPratiwi
🤣 semangat bang reigar 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!