NovelToon NovelToon
Mahkota Duri Sang Putri Mati

Mahkota Duri Sang Putri Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: DRR_LOVE

Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.

Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.

Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.

Namun kali ini berbeda.

Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.

Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerbang Ibu Kota

Hari kedua dan ketiga perjalanan berlalu tanpa masalah berarti.

Semakin dekat rombongan keluarga Vareinne ke ibu kota, jalan-jalan utama semakin ramai. Kereta para bangsawan terlihat hampir di setiap persimpangan. Bendera keluarga dari berbagai wilayah berkibar di sepanjang jalan, menciptakan pemandangan yang meriah.

Festival Musim Semi benar-benar menjadi peristiwa besar bagi seluruh kekaisaran. Bagi sebagian orang, festival adalah tempat mencari hiburan. Bagi para pedagang, festival adalah kesempatan emas meraih keuntungan. Namun bagi para bangsawan festival adalah panggung sebagai tempat membangun aliansi, mencari pasangan dan mengamati lawan. Dan terkadang, menjatuhkan musuh.

Arcelia memahami hal itu dengan sangat baik. Karena itulah sejak pagi ia lebih banyak menghabiskan waktu membaca daripada berbicara.

Auriel yang biasanya cerewet bahkan mulai bosan. "Kau membaca lagi."

"Hm."

"Kau membaca kemarin."

"Hm."

"Kau juga membaca sebelum tidur."

"Hm."

Auriel menjatuhkan tubuhnya ke atas kursi dengan dramatis. "Aku hidup bersama perpustakaan berjalan."

"Kau bisa tidur kalau bosan."

"Aku sudah tidur."

"Kalau begitu makan."

"Aku sudah makan."

Arcelia akhirnya menutup bukunya. "Lalu apa maumu?"

Auriel langsung duduk tegak. "Ajak bicara aku."

"Kita sedang berbicara."

"Itu tidak dihitung."

Arcelia menggeleng pelan. Terkadang ia bertanya-tanya bagaimana makhluk suci seperti Auriel bisa memiliki kepribadian seperti ini.

Namun sebelum percakapan mereka berlanjut, suara roda kereta mulai melambat. Rombongan tampaknya berhenti, Arcelia membuka tirai jendela. Dan untuk pertama kalinya ia melihat ibu kota Kekaisaran Astrael.

Bahkan Arcelia yang biasanya tenang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Tembok kota menjulang tinggi seperti gunung batu raksasa. Bendera kekaisaran berkibar di atas menara-menara penjaga.

Ratusan orang keluar masuk gerbang utama. Pedagang, petualang, ksatria dan bangsawan. Semua bercampur menjadi satu namun yang paling mencolok adalah kemegahannya. Jika kota wilayah Vareinne terasa hidup, maka ibu kota terasa seperti pusat dunia.

"Aku mengerti sekarang." gumam Arcelia.

Auriel yang berdiri di samping jendela ikut menatap keluar. "Wah..." Untuk pertama kalinya, rubah kecil itu terlihat kehilangan kata-kata. "Itu besar sekali."

"Itu memang besar."

"Aku ingin menjelajahi semuanya."

"Itu akan memakan waktu berbulan-bulan."

"Aku tidak keberatan."

Arcelia tersenyum tipis. Tak jauh di depan, kereta keluarga Vareinne mulai bergerak kembali setelah pemeriksaan selesai.

Gerbang raksasa perlahan terbuka dan mereka memasuki ibu kota. Pemandangan di dalam kota bahkan lebih menakjubkan. Jalan-jalan lebar membentang ke segala arah.

Bangunan batu putih berdiri megah di kedua sisi jalan. Patung para pahlawan kekaisaran menghiasi berbagai persimpangan. Air mancur besar terlihat di beberapa alun-alun.

Dan di kejauhan sebuah istana megah berdiri di atas bukit. Istana Kekaisaran Astrael. Pusat kekuasaan terbesar di seluruh benua.

Arcelia memperhatikan bangunan itu beberapa saat. Entah kenapa, dadanya terasa sedikit berat. Mungkin karena ia tahu bahwa sebagian besar perubahan besar dalam hidupnya akan bermula dari tempat itu.

"Jangan bilang kau sedang gugup." kata Auriel.

"Aku tidak gugup."

"Sedikit?"

"Tidak."

"Sedikit sekali?"

Arcelia tidak menjawab, Auriel langsung menganggap dirinya menang.

Tak lama kemudian, rombongan keluarga Vareinne tiba di kediaman sementara yang telah disiapkan untuk mereka. Sebagian besar keluarga bangsawan besar memang memiliki mansion pribadi di ibu kota.

Namun keluarga Vareinne memilih menggunakan kediaman resmi mereka yang hanya ditempati saat menghadiri acara penting.

Bangunan itu tidak sebesar mansion utama mereka. Namun tetap cukup megah, begitu turun dari kereta, para pelayan yang sudah menunggu segera menyambut mereka.

Duke Cedric mulai memberikan beberapa instruksi. Marquise Elena tampak sibuk mengawasi barang-barangnya. Sementara Lunaria terus menatap sekeliling dengan penuh rasa ingin tahu. Bagaimanapun juga, ini bukan tempat yang sering mereka kunjungi.

Arcelia baru saja hendak masuk ke dalam ketika sebuah kereta lain berhenti tidak jauh dari sana. Lambang yang terukir di sisi kereta langsung dikenalnya. Keluarga Albright.

Saat pintu kereta terbuka, dan seperti yang diduga Serena muncul beberapa detik kemudian.

"Arcelia!" Suara gadis itu langsung menarik perhatian beberapa orang di sekitar mereka.

Arcelia bahkan tidak sempat bereaksi sebelum Serena sudah berdiri di depannya. "Kita akhirnya sampai!"

"Jelas."

"Kau terlihat tidak bersemangat."

"Kita baru saja menempuh perjalanan tiga hari."

"Itu bukan alasan." Menurut Serena, hampir tidak ada hal yang bisa dijadikan alasan untuk tidak bersemangat. "Aku ingin mengajakmu berkeliling kota." kata Serena tiba-tiba.

"Hari ini?"

"Tentu."

"Aku baru tiba."

"Justru karena itu."

Arcelia memijat pelipisnya pelan. Serena memang memiliki energi yang seolah tidak pernah habis. Namun sebelum ia sempat menjawab sebuah suara pria terdengar dari belakang.

"Lady Serena."

Serena membeku, perubahan itu begitu tiba-tiba hingga Arcelia langsung menyadarinya. Ketika menoleh, ia melihat seorang pemuda sedang berjalan mendekat.

Rambut pirang gelap dengan postur tegap mengenakan pakaian bangsawan berkualitas tinggi dan wajah yang cukup tampan. Namun ekspresinya terlihat tenang.

"Ah." Serena menghela napas. "Masalah datang."

Arcelia mengangkat alis bingung, pasalnya ini pertama kali Arcelia bertemu dengan pria tersebut, namun tampaknya Serena sangat mengenalnya.

"Itu cara yang kasar untuk menyapa sepupumu." kata pemuda itu.

"Kalau begitu jangan muncul tiba-tiba." gerutu Serena kesal.

Pemuda tersebut hanya tersenyum kecil kemudian tatapannya beralih kepada Arcelia. "Lady Arcelia Vareinne." Ia membungkuk sopan. "Perkenalkan. Noah Veridian."

Nama itu langsung dikenali Arcelia, dia adalah putra Marquis Veridian. Salah satu pewaris muda paling berbakat di kalangan bangsawan. Dan menurut rumor seseorang yang memiliki jaringan informasi luar biasa.

"Aku pernah mendengar namamu." kata Arcelia.

"Noah, jangan mulai." potong Serena cepat.

Noah terlihat tidak bersalah. "Aku belum melakukan apa pun."

"Itu yang membuatmu berbahaya."

Arcelia mulai memahami dinamika hubungan mereka. Dan itu cukup menghibur.

Noah memandang Serena sejenak sebelum menggeleng. "Kau benar-benar menemukan teman baru."

"Tentu saja." Serena langsung berdiri di samping Arcelia, ekspresinya bahkan terlihat bangga. "Dan dia jauh lebih menyenangkan daripada dirimu."

"Itu menyakitkan."

"Noah, kau tidak punya perasaan."

"Aku punya."

"Tunjukkan satu."

Noah berpikir beberapa detik. "Aku kecewa."

"Itu bukan kemajuan."

Arcelia tidak bisa menahan senyum kecil yang muncul di bibirnya. Percakapan mereka terasa ringan dan normal.

Dan untuk pertama kalinya sejak tiba di ibu kota, perasaan tegang yang sempat muncul perlahan menghilang.

Namun tanpa mereka sadari dari lantai dua sebuah bangunan di seberang jalan, seseorang sedang memperhatikan kelompok itu.

Seorang pria berpakaian sederhana berdiri di balik tirai jendela dengan tatapannya yang dingin dan sama sekali tidak menunjukkan emosi.

Di tangannya terdapat secarik kertas, dan pada kertas itu tertulis satu nama. Arcelia Vareinne. Pria itu memperhatikan Arcelia selama beberapa saat. Kemudian menutup tirai.

"Target telah tiba." gumamnya pelan.

Di sisi lain... Istana Kekaisaran Astrael.

Putra Mahkota Elias baru saja menyelesaikan rapat terakhir hari itu ketika Marcus menyerahkan sebuah laporan baru.

"Yang Mulia."

"Apa lagi?"

"Sebagian besar tamu utama sudah memasuki ibu kota."

Putra Mahkota Elias menerima dokumen tersebut, tatapannya bergerak cepat. Kemudian berhenti pada satu nama yang sudah sangat familiar.

Arcelia Vareinne. Keluarga Vareinne telah tiba. Untuk sesaat, Putra Mahkota Elias terdiam. Lalu tanpa sadar menoleh ke arah jendela istana.

Di luar sana, di kota yang sama untuk pertama kalinya gadis yang selama ini hanya ia kenal melalui laporan telah berada begitu dekat. Namun mereka masih belum bertemu.

Dan entah mengapa, Putra Mahkota Elias memiliki firasat bahwa pertemuan pertama mereka akan jauh berbeda dari yang ia bayangkan.

1
mama Al
masa sih? 🤭
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴
keren juga nih cara transisinya, lembut, gak bosenin. ahhh, mengalir rasanya saya bacanya thor🚶
DreamXimaginatioN😴
ini semua keluarga nya villain ya, kasihan bener MC t
Agatha soul
harus di sebutin dulu gitu biar sadar diri begitu
CORTIS
semangat Arcelia membuka kedok mereka.
mama Al
hmm .... sepertinya Serena akan jadi teman baru arcelia
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ya betul banget kak, bahkan di lingkungan kerajaan pun bakal ditemukan penghianatan, kematian, dan kadang sesama saudara dalam kerajaan pun saling menikam demi dapatkan tahta
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR: bahkan seorang raja pun akan dikhianati permaisurinya. Siapa juga gak bakal berubah kan, begitulah Marcus, itulah polemik dalam kehidupan, bahkan dalam kehidupan di kerajaan
total 1 replies
Elsa Sefia
seru nih kalau ada sistem² gini😍
Nyai Aksara 👩‍🦯
Semoga sang duke akan menyayangi Arcelia
mama Al
Hmmm Auriel akan melindungi arcelia
Aii Flow🌷
Ihh, suka sebel sama Ayah yang bodo amat sama anaknya🤧
Mutia Kim🍑
Apakah Arcelia selama hidupnya tidak pernah di bela sama Ayahnya kalau ibu sama saudara tirinya macam-macam kepadanya?😌
arsyila putri
trik apa lagi elena yang akan kamu mainkan?
Yue xin🥀(⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠)
jujur wajar aja gak sih kalau arciela sikapnya dingin gitu ke ayahnya /Sweat//Shy/karena yah siapa juga yang mau diabaikan selama itu bahkan hampir gk pernah ngelihat dia gitu pasti sedih banget kan/Smug/
Yue xin🥀(⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠)
jika sudah terungkap hukum mati saja mereka 🤭lagian nyebelin banget ibu tirinya ini ih/Scream/
Agatha soul
seru cerita nya
Agatha soul
iya gimana sih bisa bisanya ga sadar
CORTIS
ayo arcelia semangat lawan orang munafik
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hayo loh, dia mulai menyelidiki kamu Arcelia
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
justru Putra Mahkota Alias jadi penasaran, bukannya jadi curiga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!