NovelToon NovelToon
The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembunuhan / Sistem / Pembaca Pikiran / Time Travel / Transmigrasi / Solo Leveling
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sands Ir

Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.

Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.

Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.

Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.

Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?

Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.

Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Gulungan Terlarang

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Malam kembali menyelimuti puncak Sekte Pedang Langit dengan selimut kegelapan yang pekat. Bintang-bintang berkelip dingin di langit yang bersih tanpa awan seolah-olah mata para dewa yang sedang mengawasi setiap gerakan makhluk hidup di bawah sana. Haneen dan Yan Ling bertemu kembali di belakang paviliun tua yang sama seperti kemarin, namun kali ini suasana terasa lebih tegang. Mereka akan memasuki area yang mungkin memiliki perangkap spiritual atau formasi penjaga yang bisa membunuh penyusup secara instan tanpa peringatan terlebih dahulu.

"Aku sudah memeriksa peta lama dari arsip keluarga," ucap Yan Ling pelan sambil menyerahkan sebuah gulungan kertas kuning yang sudah usang kepada Haneen. Tangannya yang memegang gulungan itu sedikit gemetar karena dia tahu bahwa dokumen ini adalah bukti bahwa keluarganya pernah memiliki akses ke area tertentu di sekte sebelum mereka jatuh miskin dan dijauhi oleh para anggota sekte lainnya yang lebih berkuasa. "Paviliun tua ini dulu adalah tempat penyimpanan artefak yang tidak berfungsi, dan ada pintu rahasia di lantai dasar yang mengarah ke ruang bawah tanah yang tidak tercatat dalam peta resmi sekte yang beredar di antara murid-murid baru."

Haneen menerima gulungan itu dan membukanya dengan hati-hati. Matanya yang tajam memindai setiap garis dan simbol yang tergambar di atas kertas kuning itu sambil membandingkannya dengan peta digital yang bisa dia akses melalui sistem miliknya. Peta digital tersebut memiliki data lebih akurat tentang struktur bangunan di seluruh area sekte yang luas. "Pintu itu ada di sini," ucap Haneen sambil menunjuk sebuah titik di sudut lantai paviliun yang tampaknya biasa saja bagi mata yang tidak teliti. Bagi mata yang terlatih dalam mencari anomali struktur bangunan, ada perbedaan tekstur kayu yang menunjukkan bahwa ada mekanisme tersembunyi di bawah lapisan debu yang telah mengendap selama puluhan tahun di sana. "Tapi kita butuh kunci spiritual untuk membukanya, dan aku tidak memiliki afinitas elemen yang cocok untuk mengaktifkan formasi kunci tersebut."

"Aku bisa melakukannya," tawar Yan Ling cepat. Wajahnya menunjukkan tekad yang kuat meskipun dia tahu bahwa menggunakan energi spiritualnya untuk membuka pintu rahasia akan meninggalkan jejak aura yang bisa dilacak oleh para tetua jika mereka memiliki alat pendeteksi yang cukup canggih. "Teknik keluargaku memiliki afinitas yang cocok dengan formasi kunci paviliun ini karena leluhurku adalah salah satu yang membantu membangun struktur ini sebelum mereka diusir dari lingkaran inti kekuasaan sekte."

"Lakukan dengan cepat," perintah Haneen sambil menjaga lingkungan sekitar. Tangannya sudah siap di dekat pistol silennya yang tersembunyi di dalam lengan jubah untuk menghadapi ancaman apa pun yang mungkin muncul dari kegelapan malam. "Dan jangan meninggalkan residu energi lebih dari yang diperlukan, karena jejak aura adalah bukti yang paling sulit dihapus bagi seorang kultivator yang ingin menyembunyikan keberadaannya dari musuh yang lebih kuat."

Yan Ling mengangguk, lalu berjongkok di depan titik yang ditunjuk oleh Haneen sambil menutup matanya untuk memusatkan energi spiritualnya ke ujung jari-jarinya. Ujung jari tersebut mulai berpendar dengan cahaya biru pucat yang lembut dan hampir tidak terlihat di tengah kegelapan malam yang menyelimuti mereka berdua. Lantai kayu itu bergetar pelan, lalu terbuka dengan suara gemeretak halus yang menunjukkan bahwa mekanisme kunci itu masih berfungsi meskipun sudah lama tidak digunakan oleh siapa pun di sekte ini.

Tangga batu yang spiral turun ke dalam kegelapan, membawa udara dingin dan lembap yang berbau apek dan logam tua. Haneen segera menyalakan senter kecil dari sistem yang cahayanya bisa dia atur intensitasnya agar tidak terlalu mencolok bagi mata yang mungkin sedang mengawasi dari kejauhan. Mereka turun dengan hati-hati, setiap langkah dihitung untuk menghindari anak tangga yang mungkin rapuh dan bisa patah sehingga menimbulkan suara yang bisa membangunkan seluruh sekte dari tidur malam mereka yang nyenyak.

Di dasar tangga, terdapat sebuah ruangan kecil yang hanya diterangi oleh cahaya batu spiritual yang sudah redup di sudut ruangan. Di tengah ruangan itu terdapat sebuah meja batu dengan sebuah kotak kayu hitam yang terkunci rapat dengan formasi segel yang masih aktif dan berdenyut pelan seperti jantung yang masih hidup. Haneen mendekati kotak itu dengan langkah pelan, instingnya memberitahu bahwa ada sesuatu yang berbahaya di dalam kotak itu selain sekadar gulungan teknik kultivasi yang dicari oleh Yan Ling.

"Jangan sentuh kotak itu langsung," peringatan Haneen cepat saat Yan Ling hendak meraih kotak itu dengan tangan kosong.

Tangannya yang cepat menahan pergelangan tangan Yan Ling sebelum jari-jari wanita itu menyentuh permukaan kayu hitam yang dingin dan memancarkan aura ancaman yang halus namun mematikan. "Ada formasi racun di permukaannya, dan sentuhan langsung bisa melumpuhkan sistem sarafmu dalam waktu kurang dari satu menit sebelum kau sempat menyadari bahwa kau telah terkena jebakan yang dipasang oleh pemilik kotak ini."

Haneen mengambil sarung tangan khusus dari sistem yang terbuat dari bahan isolasi energi spiritual. Dia menggunakannya untuk membuka kotak itu dengan gerakan hati-hati sambil memindai setiap mekanisme kunci yang ada di permukaan kotak untuk menemukan cara terbaik membukanya tanpa memicu alarm. Dengan beberapa kali percobaan dan analisis pola formasi yang dia pelajari dari pengalaman lamanya dalam membongkar perangkat keamanan di dunia sebelumnya, akhirnya kotak itu terbuka dengan suara klik halus yang terdengar seperti musik bagi telinga mereka yang telah menunggu momen ini.

Di dalam kotak itu terdapat sebuah gulungan kulit yang sudah menguning dan sebuah surat kecil yang dilipat rapi. Haneen segera mengambil surat itu terlebih dahulu karena kertas terlihat lebih rapuh daripada gulungan kulit yang mungkin memiliki perlindungan formasi tambahan yang lebih kuat. Dia membuka surat itu dan membacanya dengan cepat, lalu wajahnya yang biasanya datar berubah sedikit pucat saat dia menyadari bahwa isi surat tersebut bukan sekadar catatan pribadi Song Wei melainkan sebuah daftar nama. Daftar nama tersebut mencakup beberapa murid inti dan bahkan satu nama tetua sekte yang terkenal integritasnya di mata seluruh anggota Sekte Pedang Langit.

"Ini lebih besar dari yang kita kira," ucap Haneen pelan, suaranya hampir seperti bisikan yang penuh dengan beban berat. Dia sekarang menyadari bahwa kematian Song Wei bukan sekadar kasus pencurian teknik antar murid melainkan bagian dari jaringan korupsi yang lebih besar. Jaringan tersebut mengakar di dalam tubuh sekte mereka sendiri seperti kanker yang tumbuh perlahan tanpa terdeteksi oleh siapa pun yang tidak mencari kebenaran sampai ke akar masalah yang sebenarnya. "Song Wei bukan bekerja sendiri, dan teknik keluargamu mungkin hanya satu dari banyak korban yang diambil oleh jaringan ini selama bertahun-tahun."

Yan Ling mengambil gulungan kulit itu dengan tangan yang gemetar. Matanya yang berkaca-kaca menunjukkan bahwa dia akhirnya memegang kembali warisan leluhurnya yang telah hilang selama bertahun-tahun. "Aku punya apa yang aku cari," ucap Yan Ling pelan, suaranya bergetar antara lega dan marah. Dia sekarang tahu bahwa dia harus melawan bukan hanya satu orang melainkan seluruh jaringan kekuasaan yang mungkin akan mencoba membungkam mereka jika mereka mencoba mengungkap kebenaran yang tersimpan di dalam surat kecil yang dipegang oleh Haneen.

"Kita harus pergi sekarang," desak Haneen sambil memasukkan surat itu ke dalam dimensi penyimpanan sistem. Matanya yang tajam menyapu sekeliling ruangan karena instingnya memberitahu bahwa ada sesuatu yang berubah di udara sejak mereka membuka kotak tersebut. Seolah-olah ada mata ketiga yang sekarang sedang mengamati mereka dari kegelapan yang lebih dalam di sudut ruangan yang tidak terjangkau oleh cahaya senter kecil yang mereka bawa turun. "Seseorang tahu kita di sini, dan kita tidak punya banyak waktu sebelum mereka memutuskan untuk menutup pintu keluar dan menjebak kita di dalam ruangan ini selamanya."

Mereka segera berlari menaiki tangga batu itu secepat yang mereka bisa. Napas mereka yang terengah-engah terdengar keras di tengah keheningan tangga spiral yang sempit. Saat mereka mencapai pintu keluar di lantai dasar paviliun, mereka melihat bayangan seseorang berdiri di ambang pintu. Cahaya bulan yang masuk melalui celah atap yang bocor menghalangi jalan keluar mereka dengan aura kekuatan yang jauh melampaui tingkat murid inti biasa.

"Kalian pikir kalian bisa mengambil apa yang bukan hak kalian dan pergi begitu saja?" ucap suara berat itu dari balik bayangan. Haneen mengenali nada suara tersebut sebagai salah satu tetua muda yang namanya tercantum di dalam daftar hitam yang baru saja dia temukan. Orang itu berdiri di depan mereka dengan senyuman dingin yang menjanjikan penderitaan bagi siapa saja yang berani menentang kehendak para penguasa sekte yang korup.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Bersambung…...

Jangan lupa like, komen dan share 😁

1
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
huh ... thor serasa ikut dalam cerita...👍👍
Mbu'y Fahmi
deg² thor takut ketauan😄
Ahyar Alkautsar Rizky
keren thor😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
lanjut thor... makin seru cerita nya
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor 🔥
Ara putri
semangat kak. jgn lupa mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Ahyar Alkautsar Rizky
izin save gambarnya ya thor 🙏
Fajar Fahri
ikut kedalam cerita
Fajar Fahri
visualnya kerenn 👍
Intan21
😍
Intan21
good
Saskia Natasya
alur cerita nya bagus
Ahyar Alkautsar Rizky
seru kali thor 😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor please
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!