Aruna anak keturunan Atmadja juga brata kini menjalani masa remaja nya dengan penuh warna. pertemuan nya dengan seorang pria dewasa mampu membuat pria itu langsung jatuh cinta pada aruna si gadis kecil dan imut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK의 할루 아내, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Informasi
"Bos...." seorang pria datang ke arah yudistira dengan tergesa
"selidiki lagi, saya yakin ada dalang dari kejadian tadi" perintah yudistira pada asistennya
"baik... Oiya bos, tadi saya lihat ada polisi di tempat kejadian, jadi sepertinya kita akan berurusan dengan mereka setelah ini" ujar nya memberitahukan
"gadis itu... " lirih nya pelan sambil mengingat wajah gadis yang menolongnya walau masih samar "selidiki juga siapa wanita yang menolong ku paul" pintanya penasaran pada aruna
"baik bos, sekarang apa anda akan langsung pulang..?" tanya asistennya
"iya, saya tak mau kakek saya khawatir" ujarnya dan langsung berdiri dari tempat ia duduk menunggu asisten nya
.
"dek... Tadi mami bilang kamu pulang telat karena nolong orang..?" tanya ethan, ia langsung menemui kembarannya saat ia dapat cerita dari sang mami soal adik nya. Ia bahkan belum sempat ke kamar untuk berganti baju atau sekedar meletakkan tas sekolah nya
"aman kak, liat aru baik-baik saja kan" ucap aruna sambil melebarkan tangannya dan memutar badannya memastikan dia baik-baik saja
"kakak mau dengar cerita lengkapnya" ujar ethan yang memilih duduk di kursi belajar sang adik. Dan aruna memilih duduk di kasur nya dan duduk bersila di atas nya. Ia tau kakak nya tidak akan pergi kalau belum mendengar versi dirinya
"tadi aru liat maps dari toko kue jalan biasa macet banget kak, jadi aru lewat jalan lain, di sana aru liat ada om ganteng lagi di hadang sama 2 preman. Awalnya om nya bisa dengan mudah hajar preman nya kak, mangkanya aru cuma pantau aja dari jauh, tapi 1 preman nyemprotin sesuatu ke wajah tampan nya jadi si om ngga bisa liat dengan jelas, otomatis aru bantuin dong, sebelum terjadi apa-apa sama om ganteng nya" aruna bercerita dengan semangat
"berapa kali pukulan sampai kamu menang" tanya ethan dengan wajah serius dan yakin kalau sang adik mengalahkan preman itu
"emmm 2 apa 3 ya... Ya segitu lah" jawab aruna dengan wajah imutnya
"terus habis itu..?" ethan menunggu lanjutan cerita nya
"aru bawa om nya ke rumah sakit kak..." lanjut aruna dengan sikap bangganya
"naik..?" potong ethan khawatir
"motor aru kak, ngga mungkin aru bawa mobil om nya, di samping aru takut karena belum lancar, aru ngga mau ambil resiko kecelakaan karena ngga bisa liat kedepan dong. Ya udah si om juga ngga keberatan naik motor aru. Hehe walau kakinya 11 12 sama kakak" kekeh aruna mengingat kaki yudistira yang sama panjangnya dengan sang kakak juga para saudaranya
"abis daftarin si om aru langsung pamit pulang koq kak, si om juga nyuruh aru tinggalin dia aja, soalnya asistennya mau dateng. Ya udah aru pulang"
"udah hanya itu..." tanya ethan memastikan
"iya cuma itu kak, kakak pasti tau kalo aru bohong atau sembunyiin sesuatu" ucap aruna yakin menatap sang kakak
Ethan menelisik wajah saudarinya dengan seksama dan tak terlihat sesuatu yang aneh di sana. Ethan membuang nafasnya kasar
"kenapa sih akhir-akhir ini kamu seneng banget hadapin bahaya dek.. Kamu tau kan kalo banyak yang khawatir sama kamu" ethan pun mengutarakan isi hatinya yang penuh kekhawatiran terhadap adik perempuan satu-satu nya
Aruna turun dari ranjangnya dan mendekati kursi dimana sang kakak duduk, aruna berdiri di belakang ethan dan memeluk leher ethan sambil menaruh dagunya di pundak sang kakak
"maafin aru ya kak, kalau aru selalu bikin Kakak khawatir, aru selalu jaga diri koq dan ingat kalian. Tapi masa aru pergi gitu aja liat orang yang butuh bantuan aru padahal aru bisa bantu dia" ujar aruna dengan suara kecil, memberikan alasannya
ethan sudah tak bisa lagi membalas ucapan aruna jika masalah menolong orang. Ethan kembali menghela nafasnya
"lain kali hati-hati. Kalau bisa kirim lokasi kamu ke grup keluarga supaya kakak tau kamu dimana dan bisa pastiin keadaan kamu"
"iya... Kak, aru akan inget itu" jawab aruna dan mencium pipi sang kakak sebelum melepaskan pelukannya
"ya udah kakak mau mandi dulu..."ethan pun pamit keluar dari kamar sang adik setelah mendengar cerita dan memastikan sang adik baik-baik saja
"hah... Kabar om yudis gimana ya..?" gumam aruna sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur mengingat sosok tampan yang baru ia lihat tadi.
.
"bos... Informasi soal hari ini dan wanita yang menolong bos sudah saya kirim ke email pribadi bos" ucap paul sang asisten di ujung telpon
"terima kasih paul..." ujar yudis dan memutuskan panggilan nya
Yudis meletakkan ponselnya dan membuka laptop nya untuk melihat informasi yang di kirim kan sang asisten. Yudis menyenderkan tubuh tegap nya di sofa kamarnya dan memangku laptop nya
"sudahku duga ini perbuatan kalian, tunggu tanggal mainnya. Nikmati kebebasan kalian untuk sesaat dan akan ku buat kalian hancur tak bersisa" ucap nya menatap layar laptopnya. Yudis pun beralih ke email lain tentang informasi aruna
"Aruna queen Atmadja Brata, ternyata dia keturunan keluarga atmadja juga brata, tak di sangka gadis kecil itu punya latar belakang yang istimewa" seringai kecil muncul di wajah yudistira " sayang masih di bawah umur, tapi tak masalah aku bisa menunggu kau dewasa..." desis yudis melanjutkan membaca sederet informasi tentang aruna
"oiya... Beberapa hari lagi akan ada perayaan perusahaan dan mengundang beberapa rekan kerja, sepertinya perusahaan calon mertuaku termasuk dalam daftar, aku bisa mengubah kebijakan khusus agar kita bisa bertemu" yudis mengetikkan sederet perintah pada asistennya
"aku menantikan pertemuan kita aruna" ucapnya lirih menatap foto aruna yang ia dapatkan dari beberapa sosial media aruna, yudis bahkan menyimpan beberapa foto aruna di galeri ponselnya