Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8 Tinggal Bersama.
Pintu di buka silakan masuk.
Suara otomatis pintu apartemen terdengar. Rakash dan Letisha baru saja sampai di Apartemen Rakash. Ketika acara pernikahan berjalan dengan lancar dan juga resepsi pernikahan, Rakash langsung membawa istrinya itu tinggal bersamanya.
Sudah pasti banyak drama sebelum Letisha meninggalkan kediamannya, mendapatkan banyak pesan dari sang ayah bukan hanya pesan tetapi juga ancaman jika sampai dia macam-macam dalam pernikahannya, maka akan diberikan hukuman.
Kepala Letisha berkeliling melihat isi Apartemen tersebut tampak mewah, dengan perabotan rumah tangga terlihat begitu rapi susunannya. Apartemen mewah itu menggambarkan sang pemilik bukanlah orang yang sembarangan.
"Biasanya ada Bibi yang membersihkan Apartemen ini. Tetapi beliau tidak menginap di sini, pagi hari akan datang dan setelah bekerja selesai di sore hari akan pulang," ucap Rakash.
"Pantas, aku juga tidak yakin seorang pria tinggal sendirian dengan rumah bersih dan serapi ini," gumam Letisha.
"Di sana kamar kamu!" ucap Rakash.
"Kamarku! Apa kita tidak akan tinggal satu kamar?" tanya Letisha.
"Saya tahu kamu masih butuh penyesuaian untuk tinggal bersama saya. Untuk itu kita bisa tidur di kamar masing-masing dan pelan-pelan menyesuaikan diri. Karena bagaimanapun pernikahan seumur hidup, saya menghargai kamu untuk bisa siap benar-benar menjadi istri," ucap Rakash.
"Percaya diri sekali kamu, jika pernikahan akan seumur hidup, bukankah kita sudah pernah membahas sebelumnya, jika tidak sama-sama cocok dalam satu tahun ke depan. Maka kita akan mengakhiri hubungan ini," ucap Letisha mengingatkan.
"Jadi bisa dikatakan kita berdua memiliki kesepakatan dalam kontrak pernikahan!" lanjut Letisha menegaskan.
"Terserah kamu, tetapi di dalam Islam tidak ada yang namanya kontrak pernikahan dan saya tidak menganggap itu sebuah kontrak, tetapi bukan berarti saya juga memaksakan kamu untuk melanjutkan hubungan jika kamu tidak nyaman dalam hubungan pernikahan setelah kita sama-sama berusaha," ucap Rakash menanggapi begitu sangat santai.
"Ini sudah malam dan sebaiknya kamu istirahat," ucap Rakash berlalu dari hadapan Letisha.
"Baru tadi aku berencana meminta untuk pisah kamar dan ternyata dia sudah melakukannya terlebih dahulu. Jangan-jangan dia tidak menikah di usia tua seperti ini, karena tidak memiliki ketertarikan dengan wanita, masa iya sudah menikah tetapi membuat istrinya untuk berada di kamar berbeda, sudah dapat dipastikan nafsunya tidak ada,"
"Oke tidak masalah, artinya pernikahan ini hanya sebuah status dan selebihnya aku tetap menjadi diri sendiri dan tidak akan bisa diatur. Aku akan bisa tetap bebas," ucap Letisha begitu semangat dan mencoba enjoy untuk menerima pernikahannya.
*****
Rakash keluar dari kamarnya, tetapi langkahnya harus terhenti ketika melihat wanita yang baru saja dinikahi itu keluar dari kamar dengan menggunakan jeans yang dipadukan dengan blus crop top.
"Mau ke mana kamu malam-malam seperti ini?" tanya Rakash.
"Kita sudah melakukan ijab kabul dan resepsi, tetapi tidak melakukan wedding party, jadi aku ingin party bersama dengan teman-temanku," jawabnya.
"Di jam seperti ini?" tanya Rakash melihat ke arah jarum jam yang menggantung di dinding dengan menunjukkan arah pukul 10.00 malam.
"Jam seperti ini memang pembukaan untuk party," jawabnya dengan santai.
"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu! Assalamualaikum!" ucap Letisha tampak begitu santai dan bahkan mengucapkan salam seperti mengejek suaminya itu.
"Walaikumsalam," sahut Rakash ternyata tidak menghentikan istrinya.
*****
Letisha mungkin masih terlalu muda di usianya belum genap 22 tahun dan harus menikah, di usia 22 tahun memang para wanita lagi menikmati masa-masa mudanya. Sama seperti Leticha yang juga tidak ingin kehilangan momen-momen tersebut.
Di club, Leticha bersama dengan Winona tampak duduk menikmati orange juice mendengarkan lantunan musik terdengar begitu nyaring di telinga membuat orang-orang ikut menari-nari.
"Jadi kalian berdua pisah kamar?" tanya Winona.
Apa yang tidak pernah diceritakan sahabatnya itu kepadanya.
"Benar! Padahal aku sedang merencanakan ingin meminta hal itu agar membuatnya bete, tapi ternyata dia sudah punya pikiran seperti itu terlebih dahulu," jawabnya.
"Apa dia tidak punya keinginan gitu untuk menghabiskan malam pertama dengan kamu, bukankah seharusnya laki-laki lanjut usia seperti itu punya hasrat yang menggebu-gebu," ucap Winona.
"Dia sepertinya tidak normal dan mungkin itu yang membuat dia tidak menikah sampai saat ini, mungkin saja dia sudah mencoba untuk menjalin hubungan dengan wanita, tetapi bukankah biasanya hubungan wanita dan pria sebelum pernikahan ada romantis-romantisnya dan mungkin saja dia terlalu kaku dan tidak bisa memberikan itu,"
"Orang tuanya mungkin pasrah dan akhirnya menjodohkannya, buktinya seperti apapun aku berusaha untuk menjelekkan diriku di depannya dan juga kedua orang tuanya, dia tetap menerima saja dan artinya dia ingin menutupi ketidaknormalan nya dengan mempertegas bahwa dia sudah menikah," ucap Letisha dengan segala pemikirannya dan dugaannya.
"Aku setuju dan memang bukankah kebanyakan seperti itu, ada laki-laki yang tidak menyukai wanita dan dia harus menutupi semua itu dengan menikah dengan wanita lain, tapi mudah-mudahan saja suami kamu tidak gay," ucap Winona.
"Isss amit-amit. Tetapi aku juga tidak peduli dia mau seperti apa, yang terpenting aku benar-benar dibebaskan dan tidak di kekang," ucap Letisha.
"Ya sudah kalau begitu aku mau ke toilet sebentar!" ucap Letisha membuat Wilona menganggukkan kepala.
Saat Letisha berdiri dengan berbalik tubuh dan sayang sekali dia bertabrakan dengan seorang pria yang membawa minuman beralkohol dan tumpah ke bajunya.
"Oh My God!" pekik Letisha.
"Hey hati-hati dong!" Winona juga langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Maaf-maaf," ucap pria tersebut dan langsung pergi.
"Isss, setelah membuat bajuku kotor meminta maaf dan pergi begitu saja," ucap Letisha kesal.
"Memang dasar laki-laki tidak bertanggung jawab," ucap Winona.
"Sudahlah aku ke toilet dulu," Letisha langsung pergi.
Setelah keduanya mengobrol di dalam club tersebut sekedar menikmati alunan musik untuk bersenang-senang.
Akhirnya kedua wanita itu tampak berjalan meninggalkan club tersebut dengan mereka masih saja bercanda dengan tawa yang membahana.
"Kamu benar! kalau sudah mabuk suaranya langsung berubah," Winona dan Letisha tampak mengejek seseorang yang baru saja mereka temui membuat mereka tertawa terbahak-bahak.
Tetapi seketika tawa itu terhenti dengan langkah keduanya juga yang berhenti saat dua orang di depan mereka membuat keduanya sama-sama kaget dengan saling melihat.
Bukan Rakash, melainkan Richard bersama dengan Vanila. Letisha kesulitan menelan ludahnya saat sang ayah sekarang berjalan menghampirinya.
Richard mendengus hidungnya merasa ada bau menyengat ketika mendekati putrinya itu.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Tadi pagi kamu baru saja menikah dan malam ini kamu sudah keluyuran dengan minum-minum haram seperti itu," ucap Ricard.
"Tidak! Letisha tidak minum dan tadi saat..."
Plakkk
Belum sempat berbicara tamparan cukup kuat dia di pipinya membuat wajah wanita tersebut miring ke samping dengan pipinya tertutup rambut dan sementara Winona cukup kaget melihatnya dengan menutup mulutnya menggunakan tangannya.
"Papa sudah mengatakan kepada kamu jangan membuat malu. Apa kamu tidak bisa melakukan satu saja hal untuk menyelamatkan Perusahaan, tetapi kamu benar-benar tidak berubah sama sekali!" tegas Ricard tanpa mendengarkan apapun penjelasan dari putrinya itu langsung memberi tuduhan.
Vanila yang masih tetap berada di belakangnya tersenyum melihat apa yang terjadi pada Letisha.
Bersambung....