NovelToon NovelToon
Gadis Milik Tuan Dingin

Gadis Milik Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Aliora Amerta gadis cantik 19 tahun. Hidupnya berubah ketika pamannya berhutang besar pada Saga. Untuk melunasi hutang itu, Liora dipaksa menikah dengan Saga, pria yang sangat ditakutinya.

Sagara Verhakc berusia 27 tahun. Di dunia bisnis ia dikenal sebagai CEO jenius dan juga kejam.Ia adalah CEO muda dari perusahaan besar, namun di balik itu semua, Saga juga dikenal sebagai sosok mafia yang kejam, dingin, dan tak tersentuh. Namanya bukan hanya dihormati—tapi ditakuti.

Vero Vortelov sosok pria dingin berusia 28 tahun, Varo dikenal sebagai mafia berpengaruh di kota Los Angeles , bagian Amerika.Namun di balik semua itu, Varo memiliki satu sisi yang jarang terlihat—loyalitas terhadap keluarganya, terutama adiknya, Selena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31

Udara malam terasa menegang. Tangan pria itu masih mencengkeram pergelangan Liora. Namun kini , semua mata tertuju pada satu arah.

Saga.

Berdiri dengan pistol terarah. Tatapannya gelap. Penuh amarah yang tidak bisa disembunyikan.

Pria itu tersenyum tipis. “Cepat juga kau datang, Saga.”

Nada suaranya santai. Namun penuh sindiran.

Saga tidak menjawab. Matanya turun melihat tangan yang masih menggenggam Liora.

Dan itu cukup.

DOR!

Satu tembakan dilepaskan.

Cepat. Tepat mengenai sasaran. Pria itu refleks mundur Melepaskan Liora. Namun peluru itu cukup membuatnya tersentak.

“Ambil dia!”

Teriakan terdengar. Beberapa orang dari bayangan langsung muncul. Anak buah Varo.Mengepung tempat itu di berbagai sisi.

DEG!

Liora mundur. Panik. Matanya membesar.Namun dari sisi lain anak buah Saga juga datang.

Cepat.

Siap.

Tanpa aba-aba kekacauan pecah.

DOR! DOR! DOR!

Suara tembakan bergema. Langkah kaki berlari.

Teriakan.

Anak buah Saga menyerang tanpa ragu. Sementara anak buah Varo mencoba menahan. Namun perbedaan kekuatan terlihat jelas.

Saga sudah siap. Mereka tidak.

DOR! DOR!

Beberapa tubuh jatuh. Suasana berubah kacau.

Liora berdiri kaku. Tidak bisa bergerak. Matanya hanya melihat kekerasan yang terjadi di depannya.

Tiba-tiba sebuah tangan menariknya.

DEG!

Saga. Ia langsung menggendong Liora. Kuat. Tanpa memberi kesempatan.

“Sa—!”

Liora kaget. Namun tidak bisa melawan.

Saga berjalan cepat. Menjauh dari kekacauan. Langkahnya panjang. Penuh emosi.

Di belakang Ben dan yang lain masih menyelesaikan. Menghabisi sisa perlawanan.

Liora menggenggam jas Saga. Tubuhnya gemetar. Namun ia masih mencoba bicara.

“Aku… aku cuma—”

“Diam.” Potong Saga.Suaranya dingin. Namun kali ini lebih tajam dari biasanya.

DEG.

Liora langsung terdiam.

Dari kejauhan Varo memandang ke arah mereka dari dalam mobilnya.

" Sayang sekali gagal" Gumamnya menyeringai

" Tapi kita lihat nanti " Lanjutnya kemudian menyalakan mesin mobil dan pergi meninggalkan tempat itu.

***

Begitu sampai di mobil Saga membukanya dengan kasar. Menurunkan Liora ke kursi. Namun tangannya masih menahan. Tidak membiarkan ia menjauh.

“Berani sekali kamu hah!.” Suaranya rendah.

Namun penuh amarah. Liora menunduk. Tidak berani menatap. Ia memang salah karna mencoba pergi lagi. Ia juga masih merasakan ketakutan bahkan tubuhnya masih sedikit bergetar.

“Aku cuma keluar—”

“Tanpa izin.” Potongnya.

“Tanpa pengawalan.”

“Tanpa aku.” Setiap kata saga seperti tekanan.

Liora mengepalkan tangan. Namun kali ini tidak membalas. Karena ia tahu situasinya berbeda. Ia hampir dibawa orang lain.

“Kalau aku terlambat—” Saga berhenti.

Rahangnya mengeras. Tatapannya gelap.

“kamu sudah hilang.”

DEG.

Liora membeku. Untuk pertama kalinya ia melihat sesuatu di mata Saga. Bukan hanya marah. Tapi juga ketakutan. Yang tersembunyi.

Namun itu tidak membuatnya lembut. Justru sebaliknya. Tangannya mencengkeram dagu Liora. Memaksa menatap.

“Dengar baik-baik.” Suaranya rendah.

Berat.

“Jangan pernah keluar dari jangkauanku lagi.”

DEG.

Liora menahan napas. Matanya berkaca-kaca. Namun tidak menjawab.

Saga menatapnya beberapa detik. Lalu melepas. Namun auranya tetap dingin.

Pintu mobil ditutup.

Keras.

***

Di luar pertempuran mulai mereda. Anak buah Saga menang. Seperti biasa. Tidak perlu diragukan lagi dengan kepemimpinan saga yang sangat keras terhadap anak buahnya.

Namun di dalam mobil suasana jauh lebih mencekam. Karena kali ini bukan hanya tentang musuh. Tapi tentang batas yang kembali dilanggar. Dan obsesi Saga semakin menjadi Setelah hampir kehilangan.

***

Gerbang mansion terbuka perlahan. Mobil hitam itu masuk dengan kecepatan stabil. Namun suasana di dalamnya masih tegang. Sangat tegang.

Liora duduk diam. Menatap ke depan. Tidak bicara. Tidak menangis. Hanya diam termenung.

Namun jelas ia masih terguncang.

Saga di sampingnya. Diam. Dengan rahangnya mengeras. Tatapannya kosong. Seolah menahan sesuatu.

Mobil berhenti. Pintu dibuka. Saga turun lebih dulu.

Lalu tanpa menunggu ia membuka pintu Liora. Tatapannya langsung padanya.

“Turun.” Singkat. Sangat Dingin.

Liora menurut. Tanpa bantahan. Tanpa menatap. Ia turun perlahan. Langkahnya pelan.

Namun belum sempat ia berjalan jauh tangan Saga sudah menariknya.

DEG.

Tubuhnya terangkat Digendong. Seperti biasa.

Tanpa izin. Liora tidak berontak. Tidak seperti dulu. Ia hanya diam.

Membiarkan.

Para pelayan menunduk. Tidak berani melihat. Namun suasana terasa berbeda. Lebih berat. Lebih mencekam.

Sampai di dalam Saga tidak langsung menurunkannya. Ia berjalan lurus.Masuk ke ruang tamu. Lalu baru menurunkan Liora. Namun tetap dekat.

Terlalu dekat.

“Mulai sekarang—” suaranya rendah Jelas terdengar marah,

“kamu tidak keluar mansion.”

DEG.

Liora menunduk. Namun tidak membantah.

Ia sudah tahu. Di dalam ia terkurung. Di luar ia hampir hilang.

“Aku ngerti.” Jawabnya pelan.

Itu saja. Tidak ada perlawanan. Tidak ada protes.

Jawaban itu justru membuat Saga diam sesaat. Namun ia tidak berkata apa-apa lagi. Hanya menatap. Seolah memastikan.

***

Malam tiba. Di ruang makan meja sudah tersaji. Liora duduk. Tenang. Namun tubuhnya masih sedikit kaku. Langkah itu datang.

Saga. Seperti biasa Tanpa suara. Namun langsung terasa. Ia duduk. Dan tanpa aba-aba tangannya menarik Liora.

DEG.

Tubuh Liora berpindah. Duduk di pangkuannya. Langsung memeluk pinggang liora dengan erat, seolah takut pergi.

Liora diam Tidak ada protes. Tidak ada penolakan. Liora hanya menurut. Namun tangannya mengepal pelan.

“Mulai.” Perintah Saga.

Liora mengambil sendok. Mulai makan.

Pelan.

Tertib. Namun jelas bukan karena nyaman. Tatapan Saga tidak lepas. Seperti selalu. Mengawasi. Memastikan.

Memiliki.

" Aku tidak ingin kamu pergi" Ucap saga tiba-tiba yang membuat suapan liora terhenti.

Liora tak menjawab , Ia hanya melanjutkan makannya lagi. Namun ia bisa merasakan di punggung nya, Saga menyandarkan kepalanya di punggung liora.

DEG

Jantungnya berdegup kencang tiba-tiba. Liora bergerak sedikit mencoba tetap tenang.

" Diam dan menurut lah!"

" Aku merasa tidak nyaman..."

" Biasakan "

Liora tak menjawab lagi, ia kembali memasukkan makanan ke mulutnya.

Para pelayan menunduk. Tidak berani melihat terlalu lama. Namun mereka tahu tuannya tidak berubah.

Tetap dingin. Tetap kejam. Dan sekarang lebih posesif dari sebelumnya.

Liora menelan suapan. Perlahan. Matanya kosong. Dalam pikirannya satu hal mulai jelas. Di luar ia bisa hilang. Di dalam ia tidak bisa pergi.

Dan di antara dua itu ia tidak punya pilihan.

Saga memperhatikan. Setiap gerakannya. Setiap napasnya. Seolah memastikan Liora tetap di sana. Dalam jangkauannya.

Tangannya Lagi -lagi sedikit mengerat di pinggang Liora.

Tanpa sadar. Atau mungkin sangat sadar.

Dan Liora tidak melawan. Namun bukan berarti menerima.

Ia hanya… bertahan. Di antara dunia yang sama-sama berbahaya.

Dan di malam itu tidak ada perubahan. Saga tetap seperti biasa.

Dingin. Tegas. Dan terobsesi.

Sementara Liora perlahan belajar satu hal. Untuk hidup di dunia Saga ia harus kuat. Bukan untuk melawan.

Tapi untuk tidak hancur. Ia harus tetap bertahan dan mulai menjalani kehidupannya sekarang, Karna ia tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung.............................

1
Fwru Dies
ih ga ridho liora sama varo tp yaaa sma saga jg sama aja tpi msh mnding sagaaaa!😾
Erna Riyanto
Biar sm vari aja lah ....Liora tenang klu sm varo
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Riza Afrianti
kok sepi yaa
Riza Afrianti
saga it suka ya sama liora
Riza Afrianti
yuhuu semangat 💪
Mia Camelia
lanjut thor🥰👍
park jongseong
cerita yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!