NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pengawal

Terjerat Cinta Sang Pengawal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Buna_Ama

Siena Hartmann, gadis keras kepala dan sedikit bar-bar, selalu bisa membuat ayahnya pusing tujuh keliling. Tapi siapa sangka, di balik tingkahnya yang bebas, ada pria yang diam-diam selalu ada saat dia butuh.

Bastian Asher Grayson, muncul di hidupnya sebagai bodyguard baru dikeluarga Hartmann. Dia profesional, dingin, tapi entah kenapa selalu berhasil membuat hati Siena berdebar meski dia menolak mengakuinya.

Hingga skandal di malam wisuda membuat mereka terpaksa berada dalam satu atap, dan keputusan mengejutkan pun diambil. Namun, sesuatu tentang pria itu masih disembunyikan. sesuatu yang bila terungkap, bisa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna_Ama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE DELAPAN

Evan yang mendengar itu spontan langsung berdiri dari duduknya menunjuk wajah Bastian dengan jari telunjuknya.

"Kau!" desis nya geram dengan mata yang melotot tajam.

Bastian membuka bibir hendak menyahut, tapi suara Siena sudah lebih dulu menyela nya.

"Sudahlah jangan ribut. Aku akan pulahg sekarang". Ucap Siena lalu beranjak dari kursi dan menyambar tas yang ada diatas meja.

"Sayang, tapi kamu kan belum puas nongkrong? Biasanya kamu juga tidak masalah diluar lama-lama, semua ini gara-gara bodyguard sialan ini kamu jadi terkekang seperti ini, Na". Ujar Evan

Jelas ia memaki-maki kehadiran Bastian yang tiba-tiba menjadi bodyguard Siena. Pandangan matanya pun juga menatap Bastian kesal bercampur tak suka.

"huh". Siena menghela nafas panjang, mengangkat tangan nya mengelus pelan lengan Evan.

"Sudahlah Evan, jangan memperpanjang masalah sepele ini. Aku pulang dulu". Ucap Siena lalu menoleh menatap Dena, Livia dan Rani bergantian.

"Girls, aku pulang dulu. Next time kita nongkrong lagi". Pamitnya seraya melambaikan tangannya kearah ketiga sahabat nya.

Dan, dibalas anggukkan kepala juga lambaian tangan.

"Hati-hati, Sie". Seru Dena saat Siena sudah berbalik badan dan melangkah pergi. Dibelakangnya diikut oleh Bastian.

"Ck! Bodyguard sialan!" Umpat Evan, ia terus memandangi punggung Siena sampai diambang pintu masuk cafe lalu ia kembali mendudukkan kasar bokongnya dikursi.

Disambarnya iced latte bekas milik Siena itu lalu meminumnya hingga tandas. Melihat itu, Dena dan yang lainnya mengernyitkan dahinya kebingungan.

"Van, sejak kapan Siena punya bodyguard? Kenapa kita tidak tau?". Tanya Dena penasaran

Tak!

Evan tak langsung menjawab, ia meletakkan gelas kosong itu dengan sedikit hentakan di atas meja, rahangnya mengeras. Tatapannya kosong menatap permukaan meja, seolah sedang menimbang sesuatu yang tak ingin ia bagi.

“Baru,” jawabnya singkat, nyaris ketus.

Dena mengernyit semakin dalam. “Baru? Maksudmu baru hari ini?”

Evan terkekeh hambar. “Sepertinya begitu. Dan jelas itu bukan bodyguard biasa.”

Mendengar itu, Livia dan Rani saling pandang. Ada sesuatu dalam nada suara Evan, bukan sekadar kesal, tapi juga terusik.

“Cara dia bicara,” lanjut Evan pelan, matanya menyipit mengingat sosok Bastian. “Tatapannya terlihat terlalu percaya diri untuk ukuran seorang pengawal.”

Dena terdiam. “Kamu curiga?”

Evan tak langsung menjawab, ia menyandarkan punggungnya disandaran kursi seraya menghembuskan napas kasar.

 “Aku tidak suka ada lelaki lain yang berdiri terlalu dekat dengan Siena. Terlebih lagi yang berani menyuruhnya pulang.”

Kalimat terakhir yang Evan lontarkan itu terdengar berat dan penuh penekanan.

"Tapi, menurutku memang lebih baik Siena punya bodyguard seperti itu". Ujar Rani tiba-tiba

Mendengar itu, Evan, Dena dan Livia sontak langsung menoleh menatap kearah Rani dengan dahi yang mengerut kebingungan.

"Maksud kamu Ran?" Cicit Dena

"Kalian tau sendiri bukan Siena itu suka bikin onar, meskipun dia perempuan tapi sikapnya pecicilan. Kalian tidak ingat waktu Siena keciduk ikut balapan liar?". Terang Rani

"Benar juga sih apa yang dibilang sama Rani. Siena memang harus punya bodyguard biar ada yang ngatur sikap pecicilannya dia". Timpal Livia. "Tapi, kalau bodyguardnya setampan dia aku juga mau". Imbuhnya seraya tersenyum miring, jemarinya memainkan sedotan minumannya dengan ekspresi penuh imajinasi.

“Badan tegap, tatapan dingin, wajahnya itu lho… seperti tipe lelaki yang sulit disentuh tapi justru bikin penasaran,” lanjut Livia, nadanya dibuat-buat seolah sedang mengkhayal.

Dena mendengus pelan. “Kamu itu fokusnya selalu ke wajah dan postur tubuh,” celetuknya sambil menggeleng tak habis pikir.

Rani yang duduk disamping Livia spontan saja langsung memukul pelan lengan gadis itu membuatnya mengaduh kesakitan.

Sedangkan, Evan berdecak kesal mendengar ucapan Livia. Tanpa berkata apa pun, ia beranjak dari duduknya sambil membenarkan salah satu tali tas ransel yang tersampir di bahu kanannya.

Dan, tanpa pamit Evan langsung melenggang pergi begitu saja meninggalkan Dena dan yang lainnya.

.

.

Diluar cafe Opaline, Siena berdiri sejenak diambang pintu masuk membiarkan angin sore menerpa kulit wajahnya yang putih mulus bak porselen.

"Nona mobilnya ada disebelah sana". Ucap Bastian yang berdiri dibelakang Siena seraya menunjuk kearah tempat dimana mobil Siena terparkir.

"Bas..." panggil Siena saat melihat bodyguard nya itu hendak melangkah melewatinya

"Ya nona? Anda butuh bantuan?" Bastian berbalik badan menghadap kearah Siena.

Siena tak langsung menyahut, ia berjalan lunglai mendekati Bastian lalu berdiri tepat dihadapan pria itu. Tubuhnya yang kecil membuatnya harus mendongak saat menatap kearah Bastian.

"Kali ini aku memaafkan mu". Ucap Siena tiba-tiba

Bastian yang mendengar itu, mengerutkan dahinya kebingungan nya.

"Ya ?" beo nya tak paham dengan apa yang Siena ucapkan. "Apa saya membuat salah nona?"

Siena menghela nafas kasar seraya berkacak pinggang dengan satu tangan.

"Ya, kamu baru bekerja satu hari tapi sudah membuat banyak kesalahan". Jawab Siena ketus

Bastian menurunkan dagunya sedikit, menatap Siena dari atas ke bawah tanpa ekspresi bersalah sedikit pun.

“Boleh saya tahu kesalahan yang mana saja, Nona?” tanyanya datar.

Siena mendecak sebal. “Pertama, kamu berani menyuruhku pulang. Kedua, kamu membuat kekasihku emosi. Ketiga..." Siena berhenti sejenak, menatap tajam kearah wajah Bastian, “...kamu terlalu sok berani.”

Bastian mengangguk pelan mendengar ucapan Siena, seolah sedang mencatat laporan.

“Baik,” Sahut Bastian tenang. “Tapi dari tiga itu, saya hanya mengakui satu.”

Siena yang mendengar itu seketika langsung naik darah. “Hah?”

“Yang pertama,” lanjut Bastian tanpa berubah nada. “Saya memang menyuruh Nona pulang. Itu tugas saya.”

“Yang lainnya?” tanya Siena seraya menyipitkan matanya.

“Kekasih Nona emosi itu bukan tanggung jawab saya,” jawab Bastian santai. “Dan soal saya sok berani...” ia menunduk sedikit agar sejajar dengan tatapan Siena, “...kalau saya tidak berani, saya tidak pantas berdiri di sini, nona Siena Hartmann".

Siena tertegun sepersekian detik, lalu tertawa pendek, tanpa humor.

“Kamu berani sekali bicara seperti itu padaku.” Ucap Siena ketus

“Dan Anda berani sekali menguji kesabaran orang yang dibayar untuk menjaga Anda,” sahut Bastian tanpa ragu.

"Bas, kau!" desis Siena seraya menunjuk Bastian dengan jari telunjuknya yang lentik.

Sedangkan, Bastian hanya mengulas senyum tipis menyeringai. Jelas itu seperti senyuman tengil yang mengejek Siena.

Melihat itu, dengan perasaan kesal Siena langsung menabrak kuat bahu Bastian lalu melangkahkan pergi menuju tempat parkir sambil menghentak-hentakkan kaki nya.

Bastian berbalik badan, menatap punggung Siena seraya memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana. Senyum tipis terus mengembang diwajah nya yang tampan.

"Menggemaskan".

.

.

.

Haii, jangan lupa dukungannya.....like, vote dan komen... Terima kasih 🫶🏻♥️

1
vnablu
wahh apakah jodohnya Han juga akan muncul di cerita ini buna??...aku setuju banget kalau emang iyaa😄😄😄
Buna_Ama 🌺: mau request siapa jodohnya han 😅
total 1 replies
vnablu
ayooo Buna minimal kasihh visual lahh biar nggak kepo aku nya😌😌
Buna_Ama 🌺: besok yaa kapan2 buna kasih visual 🫶
total 1 replies
vnablu
kurang ajar kamu bas🤭😭
Buna_Ama 🌺: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
💝F&N💝
mana up nya hari ini
Buna_Ama 🌺: bentar yaa.. nunggu lulus review 🙏🫶
total 1 replies
vnablu
lanjut bunaa semangat terus 😄😄
Naufal Affiq
lanjut kak
💝F&N💝
soo sweet bingit, kak
ayo lanjut lagi

secangkir kopi susu manis untukmu
sebagai teman up date

ok👍👍👍
Buna_Ama 🌺: terimakasih 🥰🫶🫶
total 1 replies
vnablu
hukumnya cium ak Bas🤭😭
Buna_Ama 🌺: heii antriii, buna duluan yaa 😌🤣
total 1 replies
Naufal Affiq
oh bastian kau yang terbaik untuk siena,buat siena jatuh cinta sama mu bas,aku mendukungmu
Buna_Ama 🌺: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Naufal Affiq
lanjut buna
Buna_Ama 🌺: beberapa hari ini buna up nya cuma satu bab dulu aja ya. di rl lagi sibuk 🙏🙏🫶
total 1 replies
💝F&N💝
ayo lanjut lagi yg banyak
tetap semangat yaaaaa
vnablu
ciee yang udah mulai dekat 😄😄🤭
vnablu
kamu pikirr Bastian 🐶 menggonggong 😭
Buna_Ama 🌺: 🤣🤣🤣🤣😭😭😭
total 1 replies
Naufal Affiq
memang yang terbaik kau seina,babang tampan sudah menunggu mu
Buna_Ama 🌺: siena bukan seina😭
total 1 replies
💝F&N💝
good👍👍
lanjut
vnablu
ayoo Bas sebaiknya jujur takutnya nanti Siena salah paham nanti ngira kamu itu mata mata 🤭🤭
vnablu
kira" apa yang penting yaa Emmm 🤔🤔 curiga ak Van sma kamu apa kamu adaa wanita lain di belakang Siena😄😄
💝F&N💝
up lagi dooooooong
Buna_Ama 🌺: sabar ya nunggu lulus review dulu 🙏
total 1 replies
vnablu
kalauuu rindu bilang lahh😄😄
Eliermswati
lnjut q tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!